Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam

Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam
Rencana Penyerangan Organisasi Red Blood


__ADS_3

Tidak lama kemudian Louis sudah selesai berbicara dengan Javier dan setelah itu Aria memperkenalkan orang kedua yang duduk di samping kanan Louis.


"Nah karena kakak sudah kenal Louis, sekarang aku mau memperkenalkan rekan kerjaku yang kedua, yang duduk di samping Louis itu, dia adalah Hans, Kepala pelayan atau Kepala Pengurus Mansion ini, dia juga seorang Koki yang sangat ahli" puji Aria pada Hans yang kini terlihat bangga karena mendapat pujian dari Aria.


Javier mengangguk pada Hans dan mengucapkan terimakasih. Selanjutnya Aria mengenalkan Victor yang bertugas sebagai Dokter khusus di Organisasi Black Rose.


Selesai mengenalkan Javier pada rekan kerjanya, Aria mulai membahas tentang Leon.


"Louis, ambilkan berkas informasi tentang Leon juga informasi tentang keluargaku yang kita dapat dari gedung lelang Red Blood" ucap Aria pada Louis yang masih ada di ruangan itu, sementara Hans juga Victor mereka berdua sudah pergi dan menjalankan tugas masing-masing.


"Baik nona" Louis kemudian bangun dan berjalan keluar dari ruang utama menuju ruang kerja Aria untuk mengambil beberapa berkas yang Aria minta.


Selesai mengambil berkas itu, Louis lalu kembali ke ruang utama dan menyerahkan berkas-berkas itu pada Aria.


"Nona, ini berkas yang anda minta" Louis mengulurkan berkas itu pada Aria.


Aria menerima berkas yang ada di tangan Louis kemudian menyerahkan semua berkas itu pada kakaknya.


"Kakak baca semua berkas ini dulu supaya lebih mengerti" pinta Aria pada Javier.


"Baiklah.." Javier mengambil berkas-berkas itu kemudian mulai membaca semua informasi yang ada dalam berkas itu.


Saat membaca semua informasi itu, raut wajah Javier berubah-ubah. Tidak lama kemudian Javier sudah membaca semua informasi itu dan meletakan semua berkas yang dia baca diatas meja.


Javier menghela nafas pelan lalu mengepalkan tangannya dengan sangat keras.


"Leon.. sialan kamu, aku akan membalas kematian kedua orangtuaku" ucap Javier dengan nada suara yang sangat dingin dan ekspresi wajah yang menahan amarah.


"Kak... Kakak tenanglah jangan bertindak gegabah"


Javier mengangguk pelan saat mendengar ucapan Aria, Javier juga tidak akan bertindak gegabah karena itu akan merugikan dirinya sendiri.


"Lalu apa yang kamu rencanakan Aria?" Tanya Javier pada Aria yang kini malah tersenyum penuh makna.


"Kakak tenang saja, aku sudah mempunyai rencana untuk membuat Leon sangat menderita"


"Rencana apa itu Aria?" Tanya Herald juga Javier bersamaan.


"Kita hancurkan semua bisnisnya yang ada di dunia luar, setelah itu kita akan melenyapkan Organisasi Red Blood dari dunia bawah"


Semua orang yang ada disana begitu terkejut mendengar ucapan Aria. Kalau menghancurkan bisnis di dunia luar itu masih lumayan mudah untuk dilakukan namun, melenyapkan sebuah organisasi itu hal yang sangat sulit.


Meskipun Aria pernah melakukannya tapi sekarang yang akan mereka hadapi adalah Red Blood, organisasi yang dipimpin oleh Leon yang terkenal sangat kejam dan sadis bahkan Leon masuk jajaran lima besar orang terkuat di dunia bawah.

__ADS_1


"Tapi Aria, melenyapkan atau menghapus suatu organisasi itu sangat sulit, apalagi itu adalah organisasi milik Leon" ucap Herald yang mewakili pertanyaan Louis serta Javier.


"Aku tau, tapi kita kan belum mencobanya, kalau kalian tidak mau ikut biar aku saja yang pergi menyerang organisasi Red Blood, lagipula kamu kan harus mengurus organisasimu" Aria menatap Herald yang kini terlihat gelisah.


"Organisasi ku baik-baik saja karena aku sudah membuang sampah-sampah yang mengganggu, jadi aku akan membantumu, kamu benar kalau belum dicoba kita kan ngga akan tau, aku juga akan membawa beberapa anggotaku"


Herald tentu saja akan ikut untuk melindungi Aria, Herald harus memastikan agar penyerangan Aria ke Mansion Red Blood itu berhasil.


"Kalau kamu tidak keberatan, itu lebih baik" Aria menganggukkan kepalanya.


"Aria kakak juga ikut, kakak mau menghukum Leon dengan tangan kakak sendiri" meskipun Javier tidak terlalu bisa ilmu bela diri namun Javier tidak bisa diam saja saat mengetahui adiknya akan bertempur dan mempertaruhkan nyawanya.


"Kakak boleh ikut, tapi kakak harus tetap berada di sisiku, ingat kakak tidak boleh jauh-jauh dariku"


"Baik, kakak tidak akan pergi jauh darimu" Javier menganggukkan kepalanya.


"Berapa orang yang kamu perlukan untuk menyerang Organisasi Red Blood?" Tanya Herald lalu mengambil cangkir yang berisi teh dan meminumnya.


"Louis berapa anggota keseluruhan Organisasi Red Blood?" Aria tidak mengetahui pastinya berapa banyak anggota Red Blood yang tersisa jadi, Aria menanyakan itu pada Louis Asistennya.


Louis lalu mulai memeriksa data yang ada di dalam tab miliknya. Louis memeriksa informasi tentang Red Blood yang sudah Louis dapatkan beberapa waktu lalu.


"Setelah kejadian penyerangan di Gedung lelang dulu, jumlah keseluruhan anggota Red Blood adalah dua ratus orang termasuk ketua Red Blood itu sendiri" ucap Louis sambil masih fokus pada tab yang ada di tangannya.


"Bagus, Louis tolong siapkan dua ratus anggota terbaik Black Rose untuk ikut aku menyerang Red Blood" Aria menatap Louis yang kini sudah tidak lagi fokus pada tab nya.


"Baik nona, kapan anda akan menyerang Organisasi Red Blood, biar nanti saya persiapkan anggota terbaik yang bisa langsung pergi kapan pun"


"Malam ini"


Mendengar perkataan Aria, tiga orang pria itu langsung terpaku karena tidak menyangka Aria akan langsung bergerak malam ini juga.


"Tapi Aria, apa itu tidak terlalu terburu-buru?" Tanya Javier yang di angguki oleh Herald serta Louis.


"Tidak, lebih cepat lebih baik" ucap Aria tegas dan tidak ada yang bisa membantahnya.


"Baiklah kalau gitu saya akan segera menyiapkan dua ratus orang yang akan pergi nanti malam" Louis lalu bangun dan segera pergi dari ruangan itu untuk mengerjakan apa yang Aria perintahkan padanya.


"Kamu tidak pergi?" Tanya Javier pada Herald yang masih duduk anteng disana bahkan Herald sudah mengambil beberapa camilan dan memakannya.


"Tidak" jawab Herald singkat.


"Tapi, bukankah kamu juga harus pergi dan menyiapkan seratus orang untuk ikut bersama Aria nanti?" Javier masih belum mengerti kenapa Herald santai-santai saja.

__ADS_1


"Aku tidak perlu pergi karena aku bisa langsung menyuruh asistenku untuk menyiapkan seratus orang itu dan mengirimnya kesini"


Javier masih agak tidak mengerti dan sekarang menatap Aria seolah meminta penjelasan yang lebih jelas lagi.


"Aku kan sudah mengatakan pada kakak kalau dia adalah seorang Ketua organisasi, jadi dia tidak perlu repot-repot untuk pergi dan dia hanya perlu menghubungi asistennya untuk meminta seratus orang itu dan mengirimkan mereka kesini" Aria memberi penjelasan yang lebih bisa dipahami oleh Javier.


"Begitu ya.." Javier menganggukkan kepalanya tanda bahwa dia sekarang sudah mengerti.


"Kalau gitu saya permisi keluar dulu untuk menghubungi asisten saya" pamit Herald pada Aria juga Javier.


"Tentu.." yang menjawab hanya Javier karena mulut Aria penuh dengan camilan.


Herald lalu bangun dan pergi dari ruangan itu untuk segera menghubungi Rudiger, Asisten sekaligus temannya itu.


Herald kini sudah berada di lorong yang lumayan sepi. Herald berhenti melangkahkan kakinya kemudian mengambil ponsel yang ada di dalam saku jasnya.


Herald lalu mulai menghubungi Rudiger.


"Ya Tuan ada apa?" Terdengar suara Rudiger dari seberang telepon.


"Rudiger, siapkan seratus orang anggota Blood Moon dan kirimkan mereka ke Mansion Black Rose" ucap Herald tanpa basa-basi.


"Baik Tuan, akan segera saya siapkan, apa saya perlu ke sana juga?"


"Tidak, kamu urus saja Blood Moon"


"Baik Tuan"


Setelah itu panggilan pun kemudian berakhir. Herald kembali memasukan benda pipih itu kedalam saku jasnya.


Herald menghela nafas pelan kemudian menatap langit yang masih cerah serta tidak berawan.


"Pasti nanti malam akan jadi malam yang sangat melelahkan" batin Herald.


_____


Aria, Herald dan juga Javier sekarang berada di ruang kerja Aria. Aria mengajak kedua pria itu ke ruang kerjanya karena Aria lebih nyaman kalau membahas sesuatu itu di ruang kerjanya.


"Aria, bagaimana cara kita menghancurkan bisnis Leon yang ada di dunia luar?" Tanya Javier yang sekarang sedan duduk di sofa yang ada di ruang kerja tersebut.


"Aku sedang mengerjakannya, lagipula bisnisnya memang sudah hancur kita tinggal menanam bom sedikit dan tidak lama kemudian bisnis Leon akan segera hancur" ucap Aria sambil matanya tetap fokus pada laptop yang ada di depannya.


Javier tidak mengerti perkataan Aria tapi tidak dengan Herald, Herald langsung mengerti semua perkataan Aria tadi.

__ADS_1


__ADS_2