Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam

Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam
Wajah Yang Tidak Asing


__ADS_3

"Nona apa saya tidak salah dengar?"


"Kamu tidak salah dengar di tempat lelang ini mereka memang akan melelang tubuh manusia".


Giovanni tidak percaya dengan apa yang dia dengar dan juga ini sudah bukan jaman dulu lagi yang masih kental dengan perbudakan, jaman juga semakin maju dan menolak keras adanya perbudakan tidak Giovanni sangka kedatangannya ke dunia bawah membuatnya mendapat informasi seperti itu.


"Nona kalau anda tau ini adalah acara lelang manusia kenapa anda datang kesini?" Giovanni pikir Aria hanya akan ke tempat lelang biasa dan bukan tempat lelang seperti ini.


"Aku mendapatkan informasi bahwa di tempat ini mereka melakukan pelelangan manusia dan juga perbudakan, aku datang untuk melihat dengan mata kepalaku sendiri"


"Maksud anda, anda juga baru tau tempat lelang ini" Giovanni pikir Aria sudah sering datang ke tempat ini makannya dia tau apa yang akan dilelang.


Aria mengangguk "aku baru pertama kali datang kesini".


"Nona kalau benar apa yang nona maksud bukannya itu sudah sangat keterlaluan, tubuh manusia bukan barang yang seenaknya di lelang atau di perjual belikan".


"Kamu benar, aku juga menganggap mereka yang berada di balik ini semua sudah sangat keterlaluan makannya aku mau lihat sendiri bagaimana mereka melakukan lelang tersebut"


Giovanni sangat marah karena dunia bawah ternyata bukan hanya kejam tapi sangat tidak berperasaan.


"Apa di dunia bawah semua tempat lelang seperti ini". Giovanni mengepalkan tangannya dengan sangat keras.


"Tidak semua tempat lelang di dunia bawah seperti itu, kebanyakan dari kami tidak menyetujui adanya perbudakan dan pelelangan tubuh manusia tapi, masih ada beberapa organisasi yang melakukan hal tersebut".


"Kalau kebanyakan dari kalian yang tinggal di sini tidak menyetujui hal seperti ini kenapa kalian tidak menghukum atau memberi pelajaran kepada orang-orang yang melakukannya?".


Aria menatap Giovanni, dia melihat wajah Giovanni sangat menakutkan karena menahan amarah. Aria tersenyum tipis melihat emosi yang Giovanni tunjukkan.


"Apa kamu orang baru disini?"

__ADS_1


Sekarang ekspresi di wajah Giovanni berubah "saya pendatang baru disini makannya saya tidak terlalu tau tempat dan aturan yang ada di sini". Giovanni menjawab Aria dengan sedikit gugup karena takut ketahuan kalau dia adalah orang luar yang sedang mencari informasi.


Aria mengangguk pelan "sebenarnya kami juga ingin memberi mereka hukuman atau membubarkan mereka tapi kami baru tau belakangan ini kalau mereka melakukan pelelangan manusia karena mereka melakukan lelang itu dengan terbuka, biasanya kalaupun ada organisasi yang akan melakukan lelang manusia organisasi tersebut akan membuat acara lelangnya sangat tertutup sehingga tidak ada yang tau kecuali tamu-tamu yang organisasi itu undang".


Giovanni mendengarkan penjelasan Aria dengan sangat fokus karena tidak ingin melewatkan satu katapun.


"Masalahnya adalah mereka yang ada di belakang acara lelang ini adalah organisasi besar dan tidak mudah untuk di kalahkan karena organisasi ini cukup kuat jadi organisasi kecil tidak mau mencari masalah dengan organisasi ini".


"Organisasi apa yang ada di belakang semua ini?" Giovanni tidak akan memaafkan dan akan menghancurkan organisasi yang memperjual belikan tubuh manusia itu.


"Red Blood itu adalah nama organisasi yang menyelenggarakan acara lelang ini"


"Red Blood.." Giovanni bergumam pelan. "Lalu bagaimana dengan organisasi besar lainnya mereka pasti bisa menangani organisasi Red Blood ini kan?"


Aria menggeleng pelan "beberapa dari mereka sedang sangat sibuk dengan bisnis mereka walaupun ingin membantu mengawasi Red Blood namun mereka disibukan dengan pekerjaan mereka dan beberapa lagi sedang melakukan penyelidikan dulu dan tidak gegabah untuk menyerang duluan karena tidak tau persis kekuatan Red Blood".


"Kalau begitu nona apa anda juga bagian dari organisasi karena kata anda tadi anda baru pertama kali ke tempat ini dan hanya akan melihat-lihat acara lelang ini?". Giovanni menatap Aria yang kini sedang melihat ke arah tamu-tamu yang mulai berdatangan.


"Begitu ya, nona ap.."


"Sebaiknya kamu berhenti bertanya dan lihat kedepan sepertinya acaranya sudah mau mulai". Aria memotong pertanyaan Giovanni karena melihat pembawa acara lelang sudah menaiki panggung dan berjalan menuju podium.


Giovanni menuruti perkataan Aria dan fokus melihat kedepan karena acaranya memang sudah mau mulai.


"Ternyata tamu yang hadir lumayan juga". Aria bergumam saat melihat tamu yang hadir ke acara tersebut.


"Baiklah para tamu yang terhormat acara kali ini kami hanya akan melelang lima orang wanita cantik khusus untuk para tamu pria dan untuk tamu wanita kalau kalian tertarik dengan wanita cantik yang akan kami lelang kalian bisa ikut menawar namun kalau tidak kami sudah menyiapkan beberapa perhiasan mewah dan antik yang akan kami lelang".


Pembawa acara tersebut menjelaskan apa saja yang akan mereka lelang dan juga peraturannya.

__ADS_1


Mendengar ada lima orang wanita yang akan di lelang membuat Giovanni sangat marah namun dia tahan karena dia juga tidak mau gegabah mengambil keputusan.


"Lima orang ya, ternyata Red Blood benar-benar melakukan jual beli tubuh manusia" Aria sebenarnya cukup terkejut mendengar jumlah orang yang akan di lelang.


"Baiklah kita masuk ke acara yang pertama silahkan bawa wanita yang pertama". Setelah pembawa acara mengucapkan itu keluar satu orang wanita.


Aria melihat seorang wanita keluar menggunakan rantai lebih tepatnya tangannya di rantai dan dia ditarik oleh seorang pria. Aria melihat tatapan mata wanita tersebut dan tatapannya kosong seperti orang yang sudah tidak mau hidup lagi dan lebih baik mati namun yang membuat Aria geram adalah wanita tersebut tidak memakai satu helai kain pun di tubuhnya jelas-jelas itu adalah penghinaan.


"Mereka menjual manusia seperti hewan peliharaan, Leon lihat saja nanti aku akan menghancurkan organisasi milikmu". Kini wajah Aria terlihat menyeramkan tapi tertutup oleh topeng yang Aria pakai.


Tidak berbeda jauh dari Aria, Giovanni juga merasa geram bahkan sangat marah melihat seorang manusia di perlakukan seperti itu.


Setelah wanita pertama masuk lalu pembawa acara memulai untuk melelangnya dan setelah pembawa acara tersebut menyebutkan nilai untuk wanita itu segera para tamu pria yang ada di acara tersebut menyebutkan harga yang mereka tawar dan tidak lama kemudian wanita tersebut jatuh ke tangan seorang pengusaha gendut yang terlihat tersenyum puas.


Lalu acara dilanjutkan kembali seperti saat pertama tadi dan tiba bagian wanita yang terakhir. Saat pembawa acara menyuruh wanita tersebut masuk seketika juga Giovanni dan Aria terkejut karena mereka mengenal wanita tersebut.


"Grace.."


Giovanni bahkan hampir bangun dari tempat duduknya untungnya Aria segera menarik tangan Giovanni dan menahannya supaya tidak berdiri.


"Apa yang kamu lakukan". Aria menatap wajah Giovanni yang kini sangat mengerikan.


"Saya mengenal wanita tersebut". Giovanni masih menatap Grace


"Terus apa yang akan kamu lakukan, berlari ke arahnya dan membuat keributan?" Aria masih cukup tenang. sebenarnya Aria juga sangat terkejut karena ternyata Grace ada di sana bahkan ekspresi Grace sama seperti ekspresi wanita yang lain kosong dan terlihat berantakan.


"Saya...tapi saya tetap harus menyelamatkannya tidak mungkin dia mau suka rela masuk kesini kan".


"Tentu saja tidak mungkin mana ada orang waras yang mau dirinya sendiri di perjual belikan jadi sekarang tenanglah dulu kita pikirkan cara untuk menolongnya"

__ADS_1


Giovanni memandang Aria lalu mengambil nafas dalam-dalam dan membuangnya "Lalu apa yang akan kita lakukan?"


"Aku punya rencana.."


__ADS_2