Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam

Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam
Dihadang Geng Motor ?


__ADS_3

"Herald, tolong temani Aria ke supermarket untuk belanja bahan-bahan makanan"


Saat sudah berada di tangga bawah Javier langsung bicara pada Herald yang sedang asik menonton tv sambil nyemil satu bungkus kripik.


Herald lalu menoleh kearah Javier yang baru saja turun dari tangga dan berjalan kearahnya kemudian duduk di sofa sebelah kanannya.


"Supermarket, mau beli bahan-bahan apa?" Tanya Herald lalu memasukan keripik kedalam mulutnya.


"Aria mau mau membuat pesta barbeque kecil-kecilan untuk merayakan aku, karena aku sudah menemukan pekerjaan dihari pertama"


Aria turun dari anak tangga terakhir dan berjalan menghampiri Herald juga kakaknya.


"Kamu sudah siap Aria?" Tanya Javier saat melihat Aria


"Sudah"


"Lihat kan, Aria sudah siap cepat antar dia" ucap Javier sambil menatap Herald yang kembali menonton acara tv kesukaannya.


Herald lalu melirik Aria yang sudah rapih dengan memakai atasan crop dan celana jeans pendek serta rambut Aria yang di gulung rapih. Di mata Herald Aria terlihat sangat cantik walaupun sebenarnya Aria memang cantik.


"Hey kenapa malah bengong, ayo antar Aria" Javier yang melihat Herald malah diam saja sambil menatap Aria dengan tidak berkedip langsung menyadarkannya.


"Ah iya, baiklah.." Herald langsung berdiri dan menghampiri Aria.


"Ayo, kita mau ke supermarket yang ada dimana?"


"Di dekat sini saja" setelah mengatakan itu Aria lalu berjalan menuju pintu depan rumahnya.


"Aria apa kamu sudah membawa uangnya!!" teriak Javier dari ruang tv.


"Sudah kak!!.." Aria teriak tidak kalah kencang dari Javier sampai membuat Herald sedikit terkejut.


"Kita pakai mobilku saja, lagipula kamu kan belum punya mobil"


"Baiklah..."


Mereka berdua lalu masuk kedalam mobil Herald yang terparkir di depan rumah Aria, Herald langsung melajukan mobilnya menuju supermarket terdekat.


Tidak lama kemudian mobil yang ditumpangi Aria serta Herald sudah memasuki sebuah parkiran di depan gedung supermarket yang lumayan besar.

__ADS_1


"Ayo masuk" ajak Aria saat melihat Herald yang baru keluar dari dalam mobil. Mereka berdua lalu memasuki supermarket itu.


"Kamu cari daging sapi dan beli secukupnya saja untuk barbeque" ucap Aria pada Herald saat mereka sudah berada di dalam supermarket tersebut.


"Baiklah, lalu kamu akan kemana, biar nanti kalau sudah selesai membeli daging aku akan menyusulmu"


"Aku akan pergi ke tempat sayuran, kamu bisa menyusulku kesana"


"Baiklah, kalau gitu aku pergi cari daging"


Aria mengangguk lalu mereka berdua berpencar di dalam supermarket itu untuk mencari bahan barbeque.


"Kira-kira apa saja ya yang harus aku beli" Aria melihat deretan sayuran segar di depannya.


"Baiklah aku sudah memutuskan, aku akan membeli jamur, brokoli, bawang bombai, apalagi ya" Aria terlihat sedang berpikir sambil melihat-lihat sayuran segar itu.


Sementara itu Herald sudah berada di rak yang penuh dengan berbagai macam jenis daging. Herald lalu meraih satu bungkus daging sapi dan membaca tulisan yang tercatat di plastik putih penutup daging itu.


"Satu kilogram, berarti satu bungkus ini mempunyai berat satu kilogram, kira-kira berapa kilo ya daging untuk barbeque" Herald terlihat sedang berpikir.


"Karena kita hanya bertiga saja aku akan membeli tiga kilogram, berarti aku akan mengambil tiga bungkus" Herald lalu mengambil tiga bungkus daging sapi mentah dan meletakkannya kedalam troli yang dia bawa tadi.


"Kayanya udang enak untuk barbeque" Herald lalu mengambil lima bungkus udang besar yang sudah dikupas dan meletakan udang itu kedalam troli bersama dengan daging sapi tadi.


"Sepertinya sudah cukup, lebih baik aku menyusul Aria" Herald segera mendorong trolinya menuju tempat sayuran dan dia langsung melihat Aria yang sedang memilih beberapa kentang.


"Aria..."


"Oh, apa kamu sudah selesai?" Tanya Aria sambil menatap Herald kemudian kembali menatap kentang yang ada di depannya.


"Sudah, aku juga membeli udang untuk daging tambahan"


"Bagus, udang juga enak" Aria mengangguk setuju.


Herald yang melihat Aria tidak protes dan setuju dengan tambahan udang yang dia sarankan langsung tersenyum dan menatap lembut Aria yang sedang memilih beberapa kentang.


"Daripada kamu melihatku terus lebih baik kamu bantu aku memilih kentang ini"


Herald langsung tersadar saat mendengar ucapan Aria "Ekhem.. kentang seperti apa yang harus aku pilih" Herald mencoba bersikap biasa saja walaupun sedikit malu karena Aria berhasil menciduknya.

__ADS_1


"Kentang yang kecil dan bagus, aku tidak mau kentang yang terlalu besar" jawab Aria santai.


"Baiklah..."


Herald membantu Aria memilih beberapa kentang kecil dan setelah selesai mereka berdua lalu mendorong troli mereka ke tempat bumbu-bumbu dapur.


Selesai memilih beberapa bumbu dapur juga bahan lainnya Aria dan Herald menghampiri meja kasir untuk membayar semua belanjaan mereka.


Setelah selesai membayar belanjaan, Herald membantu Aria untuk membawa kantong plastik berisi belanjaan yang cukup berat sementara Aria hanya membawa satu kantong plastik berisi bumbu-bumbu dapur.


Mereka berdua keluar dari supermarket dan berjalan menuju mobil lalu masuk kedalam dan segera pergi dari kawasan gedung supermarket itu.


"Oh iya, apa kamu sudah membeli alat-alat untuk barbeque nanti" tanya Herald sambil terus menyetir dan pandangan lurus kedepan.


"Tidak, tapi sepertinya dirumah baru itu sudah tersedia alat-alat masak dapur yang sangat lengkap jadi aku tidak membelinya karena dirumah sudah ada"


"Begitu ya, aku kira kamu belum punya soalnya kan kamu penghuni baru dirumah itu"


"Oh iya, sepertinya aku mengenal pria paruh baya yang waktu itu menjual rumahnya padaku" Aria teringat Erik, pria paruh baya yang di temui pertamakali di acara lelang. Menurutnya pria itu memiliki latar belakang yang tidak biasa.


"Benarkah kamu mengenalnya?" Tanya Herald sambil pandangannya masih fokus ke depan.


"Lebih tepatnya aku pernah bertemu dengannya dulu"


"Kamu bertemu dengannya dimana?"


"Di--"


Belum sempat Aria menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba Herald menghentikan mobilnya dengan sangat mendadak sampai kepala Aria hampir terantuk ke depan tapi untungnya Herald langsung menghalangi tubuh Aria dengan tangannya.


"Kamu tidak apa-apa Aria?" Tanya Herald sambil menatap Aria dengan ekspresi khawatir dan bersalah yang tidak bisa disembunyikan.


"Hey..ada apa denganmu kenapa berhenti tiba-tiba hampir saja kepalaku terbentur badan mobil" Aria sedikit kesal karena Herald menghentikan mobilnya dengan tiba-tiba.


"Maafkan aku, itu karena tiba-tiba ada segerombol motor yang berhenti di depan mobil, jadi aku langsung menekan rem karena takut menabrak mereka"


"Segerombol motor?" Aria lalu melihat kedepan dan benar saja di depan ada beberapa motor dengan masing-masing motor di tumpangi satu orang berhenti di depan mobilnya.


"Siapa mereka?"

__ADS_1


"Aku juga tidak tau, tapi sepertinya mereka tidak berniat baik"


__ADS_2