Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Bertekad


__ADS_3

Nina dan Nino akhirnya saling berpelukan, bahkan pria itu terus mengecupi puncak kepala Nina berkali-kali, membuat Nina merasa di sayangi oleh pria tersebut. Nina tak menampik bahwa ia juga merasa nyaman dengan Nino, walau pertemuan mereka begitu singkat.


***


Sementara dua temannya yang lain, Sisil dan Marry mereka masih asik terlelap, hingga tak lama Marry yang lebih dulu terjaga dari tidur panjangnya, ia meringkih masih merasakan sakit di kepalanya. Lalu pandangannya mengedar ke sekeliling ruangan yang terlihat asing baginya, lalu terlihat sahabatnya Sisil yang masih tidur di sampingnya.


" Asatga Sisil bangun! Lihat kita ada dimana sekarang?" Marry menggoyangkan tubuh Sisil yang masih saja terpejam,ia begitu panik saat menyadari ini bukan kamar yang mereka sewa.


Sisil pun melenguh, mengeliat terpaksa bangun dari mimpi indahnya itu, " Kenapa masih pagi ribut-ribut sih! Aku masih ingin tidur." Gerutunya masih dengan mata yang terpejam.


Membuat Marry geram dan menyingkap kasar selimut yang di pakai Sisil, membuat sang empu pun terjaga dan mau tidak mau terbangun walau dengan terpaksa.


" Lihat, kita ada dimana sekarang? Ayo cepat bangun kita harus pindah ke kamar kita." Desis Marry setengah membentak Sisil yang tidak sadar juga dalam keadaan penting seperti ini.


Mereka pun langsung keluar kamar dan melihat dua pria yang mereka kenal itu masih tidur di atas ranjang saling berpelukan, membuat keduanya terkikik geli.


" Eh, tunggu! Kenapa kita bersama mereka berdua? Dimana Nina dan satu pria lagi, siapa namanya?" Tatap Sisil ke arah Marry.


" Nino."


" Yuap betul, Nino. Lalu dimana mereka berdua? Bukankah seharusnya ada disini, mengingat kedua sahabatnya juga bersama kita?" Sisil menatap Marry kembali yang hanya di jawab dengan hendikan bahu.


Mengira bahwa dua pria tersebut adalah sepasang pria gay, Sisil dan Marry pun langsung keluar kamar tanpa membasuh muka mereka yang terlihat mengerikan itu. Pewarna bibir yang belepotan juga garis eyeliner yang mulai memudar dan jangan lupakan maskara yang sudah luntur kemana-mana.


Tanpa mereka ketahui bagaimana keadaan sahabat mereka Vero yang saat ini tengah menangis darah di dalam kamar mandi sejak tadi pagi.


**


" Tidak!! Aku harus secepatnya pergi dari sini, mereka tidak boleh tahu dengan keadaanku yang seperti ini." Vero dengan cepat membersihkan tubuhnya dan tak lama ia keluar dan langsung membereskan semua pakaian miliknya, sebelum para sahabatnya itu kembali.

__ADS_1


~Flashback off.


----


Sudah satu minggu berlalu setelah Vero mengatakan perihal kejadian memalukan itu kepada Jullio, namun nyatanya sampai detik ini, pria yang masih berstatus kekasihnya itu tidak lagi menjenguk dirinya. Vero pun masih mengurung diri di dalam kamar, tanpa mau keluar dari rumah.


Sedangkan Jullio sendiri memilih tinggal di Apartemen miliknya, beruntung orang tua mereka masih berada di luar negeri untuk menemani Omanya yang sedang sakit. Dan belum bisa berkunjung ke negaranya dalam waktu dekat.


***


Sementara itu si pria yang berhasil meniduri Vero, saat ini sudah berada di negara asalnya. Dia langsung kembali ke esokkan harinya, sebab ada sesuatu yang mendesak yang tak bisa di di tinggalkan. Ia kembali bersama satu temannya.


" Bagaimana kau sudah menemukan manusia itu?" Tanyanya kepada sahabatnya melalui sambungan alat transparan yang ada di pergelangan tangannya itu.


" Ckckc,, kau pikir dunia ini sempit. Walau menggunakan semua alat ciptaan kita itu tidaklah mudah. Jika kau tahu namanya saja itu sudah sedikit membantuku." Balas pria yang menjadi sahabat sekaligus asistennya itu.


" Cepat temukan dia Aster. Jika kau terlalu lama melakukannya, akan aku potong milikmu agar tidak bisa lagi bersarang di surganya dunia." Sarkas pria yang bernama Kai. Sang Big Bos yang terkenal killer.


" Hei! Kau sedang apa sebenarnya? Apa kau mendengarkanku? " Bentak Kai dengan tidak sabarnya ia langsung berdiri dan membuka pintu ruangan pribadinya yang langsung berpindah tempat menjadi pintu kamar yang di dalamnya itu terdapat sahabatnya.


Begitu pintu kamar itu terbuka lebar, pandangannya langsung melihat di dalam sana Aster sahabatnya itu kepalanya sedang mendongak ke belakang akibat miliknya sedang di servis oleh seseorang.


Ya tentu saja seorang wanita, walaupun bukan manusia tapi mereka masih pria yang normal. Doyannya dengan milik seorang wanita.


" Aiiss!! Kenapa kau tidak mengatakannya. Si4l! Kau membuat antenaku berdiri tegak." Keluh Kai berdecak kesana.


Mendegar ada suara seseorang yang tiba-tiba merusak acara kwsenagnnya. Aster pun bangkit." Hei, kau ini mengganggu kesenanganku saja Bruv." Gerutu Aster sedikit terkejut tak menyangka aksi kesenangannya akan kepergok oleh sahabatnya sendiri, walaupun mereka sudah sering melakukannya bersama. Tapi bukan berarti keduanya gay, hanya berbeda tempat saja.


Sang wanita yang tadi melayani Aster justru tertegun menatap Kai, karena sosoknya yang sangat tampan dan terlihat begitu manisnya kemudian wanita itu pun pergi setelah di kode oleh Aster untuk meninggalkan mereka berdua. Tentu saja Aster sangat tahu apa yang wnaita itu pikirkan setelah melihat Kai.

__ADS_1


Memang hasrat dan gairah dari pria Alien jauh lebih besar di bandingkan dari pria manusia, apalagi di tambah dengan mengkonsumsi sejenis obat penguat atau yang lain sebagainya, membuatnya bertambah berkali-kali lipat lebih kuat.


Semoga saja para wanita yang melayani mereka kuat untuk menyeimbangi permainan panas dari dua pria Alien ini. Ya keduanya memang makhluk pria dari luar angkasa. Tepatnya ratusan tahun yang lalu saat rombongan Alien tampan sedang mendarat ke Negara bagian barat, mereka berdua yang tengah asyik mengumpulkan hewan-hewan kecil, tertinggal rombongan.Saking asyiknya hingga mereka berdua melupakan keberadaan Ufo yang tiba-tiba saja sudah terbang kembali keluar dari bumi. Alhasil Kai dan temannya Aster itu tertinggal di bumi hingga sampai sekarang, sebab Ufo milik sang Rajanya tak lagi mendarat di muka bumi ini kembali.


" Aku sedang bertanya serius, kau sudah menemukannya belum?" Tanya ulang Kai.


" Aku sudah memeriksa jadwal penerbangan hari berikutnya dan sepeetinya ada wanita itu di dalamnya, dengan tujuan ke Ibukota negara yang kemarin kita kunjungi, kau tahu tidak Ibukota nya dimana?" Tanya Aster balik, sengajanya memang ia mengejek.


" Kau pikir aku sebodoh itu, kita sudah sangat lama tinggal di bumi ini, dan sudah berkeliling dari benua ke benua lainnya, benua mana yang belum kita kunjungi?" Sahut Kai membanggakan diri mereka.


Tapi memang kenyataannya seperti itu. " Siapa tahu otakmu itu sudah tidak berfungsi untuk mengingatnya, sebab yang ada di otakmu itu 'kan hanya surga dunia, alias wanita saja." Cibir Aster kemudian.


" Bruv, apa kau pikir aku hanya memikirkan wanita saja.!" Kai merasa tidak terima di olok terus menerus, walau itu sahabatnya sendiri.


" Kalau bukan? Kau lebih parah dariku Bruv, sudah ayo kita berangkat jika kau ingin segera bertemu dengan wanita itu." Ajak Aster yang sejak kapan sudah memakai pakaiannya kembali


-----


Sementara itu Vero masih diam melamun di dalam kamarnya." Aku tidak bisa terus begini, sepertinya aku harus pergi dan menghindar dulu dari Kak Jull, dia pasti sangat kecewa denganku, hingga detik ini dia tidak pulang kerumah hanya untuk sekedar melihatku saja juga tidak!" Keluhnya jadi ikut kecewa dengan kekasihnya itu.


" Sepertinya pergi meninggalkan negara ini adalah satu-satunya cara yang terbaik." Tekadnya bulat sambil berjalan ke arah lemari pakaian.


.


.


.


.tbc

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..


__ADS_2