
Hampir dua minggu sudah Kai dan Vero menikmati bulan madu mereka. Dari mulai jalan-jalan, bermain berbagai wahana yang telah di sediakan dan banyak lagi lainnya..
Namun hari ini mereka terpaksa harus kembali ke negaranya sebab banyak juga hal yang harus kembali di kerjakan setelah kepergian mereka, terutama pekerjaan Kai yang harus di handle oleh kedua sahabatnya itu.
" Bagaimana, apa kau sudah puas berjalan-jalan juga berkelilingnya? Kuharap sudah, sebab banyak pekerjaan yang harus aku urus begitu aku sampai di rumah.." Seru Kai menatap tidak enak pada istrinya, sebab mereka harus terpaksa mengakhiri acara liburan indah mereka.
" Tidak masalah, nanti kapan-kapan kita bisa pergi jalan-jalan lagi, tidak harus yang jauh sampai ke luar negeri segala, di dekat kota juga banyak tempat wisata bukan? Aku akan menantikan hari itu." Sahut Vero seraya memeluk tubuh suami tercintanya dengan mesra..
Hingga beberapa jam kemudian pesawat yang mereka tumpangi sudah mendarat dengan sempurna di bandara negara asal mereka, sebenarnya negara Kai saja, sebab hingga detik ini Vero masih menjadi warga asing di sana, dan Kai sudah memperpanjang visa milik Vero.
" Hati-hati Baby, tidak perlu berlarian begitu. Kau juga harus memikirkan keselamatan calon juniorku di dalam sana." Tegur Kai kepada sang istri yanh terdengar ambigu.
" Calon Junior? Apa maksudmu sayang? Jangan membuat teka-teki yang tak kupahami." Tukas Vero memicingkan pandangannya curiga.
" Apa kau tidak ingin mempunyai bayi-bayi Alien yang menggemaskan seperti dirimu? Dan juga sangat tampan seperti diriku tentunya." Sahut Kai dengan bangga, seolah apa yang ia bicarakan adalah cara membuat kue yang langsung jadi setelah di cetak.
Entah Kai sendiri begitu ingin dengan kehadiran buah hati yang lucu-lucu itu di dalam rumah tangga mereka, terlebih itu bisa membuat ikatan mereka tidak akan bisa putus atau berakhir, sebab adanya buah hati sebagai pengikat hubungan mereka berdua.
Dan Kai sangat siap akan hal itu, ia pun membuat para benih unggulnya itu untuk bisa bertahan hidup di dalam rahim istrinya, ia yakin lebih dari jutaan benih yang ia tanam di dalam sana pasti ada satu hingga lima yang terlihat energik, benih itulah yang ia harapkan untuk tumbuh dan berkembang.
" Kau pikir membuat adonan kue donat yang langsung jadi tinggal menikmatinya." Seloroh Vero menggelengkan kepala, heran dengan ucapan yang selalu suaminya ucapkan yang seakan-akan dirinya adalah pesulap yang siap memberi apapun yang dia inginkan langsung menjadi nyata.
" Aku yakin kali ini pasti langsung jadi junior kita. Dan jika itu terbukti kau harus memberikan sesuatu padaku? Bagaimana?" Pungkas Kai yang sengaja menggoda sang istri, sembari mengajak masuk ke dalam mobil yag sudah asistennya siapkan untuk mereka.
__ADS_1
" Kau terlalu percaya diri Mr. Alien. Dan apa tadi kau bilang, kau meminta hadiah dariku? Bukankah seharusnya kau yang memberikan hadiah padaku, jika memang benar aku tengah hamil anakmu. Bayi supermu ini?!" Tutur Vero yang tak mau kalah saing.
Kai langsung mengerutkan dahi bingung menatap ke arah wanitanya. " Memangnya apa yang ingin kau inginkan, heu?" Tanyanya berusaha memberikan yang terbaik untuk istri tercintanya.
Vero tak langsung menjawab sebab ia berlagak sok berpikir layaknya orang pintar. Yang padahal dirinya tengah mencari alasan agar suaminya tak terlalu mengekangnya. " Apa aku boleh mencari tahu keberadaan keluargaku? Tidak mungkin 'kan aku tidak mempunyai kedua orangtua yang melahirkanku? Aku merasa aku mempunyai keluarga, hanya saja itu masih samar-samar di ingatanku, bolehkah?" Tanyanya dengan begitu serius.
Memang akhir-akhir ini, Vero sering bermimpi aneh, dan di sekelilingi orang-orang asing, namun mereka terlihat begitu dekat dengannya, terlebih ada satu pria yang sering memeluknya, namun itu bukan suaminya, tubuh pria itu terlihat lebih berisi daripada tubuh suaminya.
Kai tak langsung menjawab, ia tahu lambat laun istrinya pasti bertanya soal ini, istrinya itu mungkin sangat merindukan keluarga angkatnya. Sebenarnya ia tak perlu takut jika Vero akan pergi meninggalkannya, dan itu tidak mungkin terjadi, selama ia masih berada di muka bumi ini. Hanya saja, ia sedikit takut jika terjadi sesuatu pada istrinya saat berusaha mengingat kejadian di masa lalu, jika kembali bertemu dengan keluarga angkatnya, terlebih mantannya itu.
" Sayang, Baby, boleh ya?" Tanya Vero yang masih berusaha merayu sang suami.
" Nanti saja ya kita bicarakan lagi soal ini, setelah kita memeriksakan kesehatanmu. Dan jangan terlalu memaksakan diri, kesehatanmu lebih penting saat ini Baby, apa kau mengerti!" Kai memeluk erat tubuh istrinya.
Saat ini mereka berdua baru saja turun dari dalam mobil lalu berjalan memasuki gedung Apartemen menuju ke lantai paling atas dimana Penthouse milik Kai berada, tangan kekar Kai melingkar mesra di pinggang istrinya, dan itu membuat orang lain yang menatap mereka merasa iri, di perlakukan sayang seperti itu oleh pasangannya.
" Tentu saja, wanita itu 'bak Cinderella yang menikah dengan seorang pangeran. Kalian tidak tahu jika pria itu pemilik gedung ini." Bisik salah seorang wanita lagi.
" Oh, iya? Benarkah itu? Kurasa jika aku yang menjadi wanita itu dan mendapatkan keberuntungan sepertinya, sudah aku pamerkan kepada banyak orang. Bahkan seluruh dunia harus mengetahui ya!" Ujar seorang wanita lain dengan nada sombongnya, seolah dia adalah wanita tercantik di muka bumi ini.
Begitulah mulut para netizen yang saling berbisik di belakang mereka. Dan itu sangat terdengar jelas oleh Kai, namun pria itu sama sekali tak menanggapi, sebab tidak ada faedahnya meladeni mulut nyinyir seperti mereka. Beruntung hanya dia saja yang dengar, sementara Vero diam saja sebab memang tidak mendengarkannya.
Begitu sampai di lantai atas. Kai segera mengajak Vero masuk dan bersih-bersih terlebih dahulu. Ia tidak ingin membuat sarang penyakit, sebab mereka dari luar tadi. " Sayang aku dulu yang masuk ke kamar mandi ya, dan tolong siapkan makanan yang kita beli tadi, aku sudah sangat kelaparan saat ini." Pinta Vero yang terlihat manja ke arah suaminya.
__ADS_1
" Baiklah sayang, bersihkan dirimu. Aku akan ke depan sebentar." Tanpa menunggu lama lagi, baik Vero maupun Kai langsung mengerjakan apa yang mereka inginkan tadi.
Beberapa saat kemudian Vero sudah duduk di meja makan menikmati makan malamnya dengan lahap, sementara Kai baru saja kembali dari ruang kerjanya. Raut wajahnya nampak sedikit lelah, pertanda pria itu baru saja menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda akibat acara bulan madunya.
" Sayang, kau terlihat letih sekali. Minum dulu ini " Vero menyodorkan segelas minuman segar kepada suaminya yang langsung di sambut oleh Kai, namun sayang gelas itu langsung meluncur ke bawah hingga menimbulkan suara yang cukup kencang.
PRAAAANNGG!!
" Astaga! Ada apa sayang? Kau terlihat pucat sekali." Tanya Vero yang menjadi panik sendiri, begitu melihat raut wajah yang tak biasa dari sang suami.
" Aahh, maafkan aku sayang. Gelasnya licin tadi, sehingga langsung terjatuh, belum sempat aku minum. Biar aku bersihkan." Kelit Kai sedikit berdusta, lalu berjalan mencari alat pembersih rumah yang ada di dekat gudang.
Ada apa denganku?
.
.
.
.tbc
~ Maaf, sedang dalam revisi ulang ya Kakak..
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..