
Beberapa bulan kemudian...
Saat ini Vero sudah tinggal di Penthouse milik Kai, setelah menjalani semua perawatan di rumah sakit pasca kecelakaan, Kai terus mendampingi wanita itu, bahkan saat ia tinggal ke kantor pun hatinya tidak tenang, selalu memikirkan keadaan Vero, walau selalu ia pantau melalui alat-alat canggih miliknya. Akan tetapi ia tidak bisa terlalu lama meninggalkan wanita itu.
Entah karena merasa bersalah atas musibah kecelakaan yang menimpa Vero, atau karena memang ia sudah mempunyai rasa yang lebih padanya. Terlepas dari musibah tersebut yang memang berawal saat wanita itu mendengar semua rahasianya, terlebih perbuatan biad4pnya yang sudah merusak wanita itu, hingga ia harus pergi dari rumah keluarganya.
Ya, ada rasa amat bersalah, menyesali perbuatannya. Apapun keadaannya nanti Kai siap bertanggung jawab, biarlah yang sudah terlepas, biarkan ia terbang bebas menggapai kebahagiannya sendiri, jika memang sudah di takdirkan menjadi miliknya pasti akan kembali, begitulah pikirannya saat ini. Ya Kai akhirnya sudah tidak minat lagi untuk menemui wanita di masa lalunya.
Kai akan fokus menjaga serta melindungi Vero, wanita yang sudah membuatnya bisa berpaling dari masa lalunya. Kini sebagai ungkapan rasa bersalahnya, dalam waktu dekat ini pun, ia akan mengikat wanita ini dengan janji suci yang tak akan pernah membuat mereka berpisah.
"Ya pada akhirnya kau harus merelakan dia yang sudah bersama pria lain. Ku harap ini bukan pelampiasan bagimu, dia adalah wanita yang paling baik yang pernah aku temui. Kini semua anggota keluarganya sudah tidak lagi menganggapnya, jadi hanya kau yang ia miliki sekarang dan seterusnya." Ujar Erick sahabatnya yang sudah mengetahui banyak hal dari Aster.
" Ya, kurasa ini adalah keputusan yang tepat, buat apa lagi aku harus mengejarnya, jika ia sudah memilih bersama pria lain. Bukankah yang ada di depan mata jauh lebih menantang, dan menggair4hkan." Sahut Kai dengan ucapannya yang mulai kemana-mana.
Membuat Erick tergelak, " Di saat seperti ini, bisa-bisanya hanya selakang*n saja yang kau pikirkan Bruv! Ada kalanya kau harus mengetaui semua apa yang wanita itu inginkan, bukan hanya sekedar memberinya sesuatu banyak hal, akan tetapi yang sebenarnya itu tidak wanita butuhkan." Terang Erick yang semakin hari, semakin bijak.
Kai terkekeh mendengar ucapan bijak dari sahabatnya Erick, ya dia sudah lebih banyak mengenyam rasa manis dan juga pahitnya kehidupan di muka bumi ini, sehingga itu semua sudah ia tanamkan baik-baik di dalam sanubarinya.
" Baiklah, aku pulang dulu. Miracle tidak bisa lama-lama aku tinggal Bruv, kau tahu sendiri bukan? Milik kami selalu ingin bersatu. Jadi jaga wanita itu baik-baik. Sampai ketemu di hari-H." Erick menepuk pundak Kai sambil terkekeh sebelum ia berlalu keluar dari Penthouse milik sahabatnya.
Kai hanya bisa geleng-geleng kepala mendengarkan lontaran absurd dari Erick. Ya tidak heran lagi, Erick pun, dia dan Aster yang mengajarinya berburu kenikmatan, hanya saja Erick tidak suka terlalu menggebu, namun lihat sekarang, pria itu bahkan hanya ingin berada di atas ranjang milik kingsnya bersama istrinya. Ya Erick sudah lebih dulu menikah dengan wanitanya, menikah bersama dengan saudara kembarannya di negaranya berasal. Sungguh kebahagiaan seseorang itu tidak akan pernah ada yang tahu, kapan dan dimana.
" Sayang, apa Erick sudah pulang?" Tanya Vero yang melihat Kai berjalan masuk ke dalam kamarnya. Wanita itu terlihat kembali ceria seperti sebelumnya. Mungkin inilah sifat asli Vero sebelum ia bertemu dengan b*******n seperti dirinya.
__ADS_1
Namun di dalam lubuk hati Kai, ia merasakan sakit sekali, melihat wanita yang saat ini tengah berbaring di atas ranjang masih mengalami hilang ingatan. Di sisi lain ada rasa bahagia yang menyelimuti hatinya saat wanita itu melupakan sebagian memorinya yang tengah marah dan kesal terhadapnya. Namun di sisi lain juga ia ikut merasakan sakitnya, saat Vero sama sekali tidak ingat pada siapapun, termasuk dirinya, pria yang sudah merusaknya waktu itu.
Mau berbicara dan berhubungan lagi dengannya saja, ia harus bersyukur. Walau ia harus mengaku sebagai pria tunangannya, bahkan calon suaminya. Namun itu lebih baik daripada melihat wanita itu merasakan kehancuran atas kesalahan yang ia perbuat.
Kai mengangguk sebagai sebuah jawaban, lalu ia duduk di tepi ranjang menatap lekat wanita cantik yang sebentar lagi akan ia nikahi. Padahal sebenarnya Kai sama sekali tidak ada niatan untuk menikahi bangsa manusia, ia hanya ingin bebas, terlepas ia sudah mempunyai tunangan di planetnya sana.
Vero beringsut mendekat lalu memeluk Kai dari samping. " Aku tidak percaya sebentar lagi akan menikah denganmu? Apakah kita saling mencintai?" Tanya Vero setengah berbisik.
Kai yang mendengar pertanyaan itu sedikit bingung harus menjawab apa. Sebab ia tidak ada rasa cinta yang ia miliki untuk wanita yang tengah memeluknya, namun rasa ingin memiliki dan sayang jauh lebih dominan.
Mau tidak mau ia pun mengangguk, " Ya kita saling mencintai." Dusta Kai dengan rasa bingungnya, sebab Kai sendiri tidak pernah tahu Vero mempunyai rasa terhadapnya ataukah tidak? Mereka selalu bersama bahkan saling memberikan kehangatan di atas ranjang, hanya sekedar bersenang-senang tidak melibatkan perasaan. Tetapi sekarang Kai merasa nyaman dengan wanita ini, perasaannya mulai kian bertambah. Awalnya ingin menjerat Vero ke dalam lautan cintanya, justru ia sendiri yang ikut tenggelam ke dasar samudra yang bernama cinta.
Namun Kai akui ia tidak akan bisa jauh bahkan berbagi Vero kepada pria lain. Itu tidak akan terjadi, apa yang sudah menjadi miliknya, tidak akan di miliki oleh orang lain. Kai berjanji akan membuat Vero satu-satu wanita yang ia miliki. Dan ia berharap ingatan Vero tidak akan pernah kembali.
----
Di sebuah taman Botani Brooklyn, LN. Dimana sebuah acara Resepsi Pernikahan dengan dipenuhi pohon-pohon tinggi di sekitarnya dan juga bunga-bunga yang indah di gelar dengan cukup private, sebab kedua mempelai memang tidak ingin acaranya terlalu terekspos oleh publik, sehingga mereka memilih tempat tersebut.
Selain dengan latar flora yang indah, manajemen yang ada di tempat ini pun cukup memuaskan. Mereka hanya mengundang sahabat, para Staf dan juga para karyawan yang bekerja di bawah nauangan sang mempelai pengantin.
Seorang wanita nampak begitu cantik dengan riasan wajah yang tidak begitu mencolok. Dengan gaun sederhana namun indah di mata mata orang, ia melangkah begitu anggun di atas karpet merah yang membentang panjang menuju altar dengan tangannya merangkul lengan pria yang tak kalah tampan yang tadi pagi sudah sah menjadi suaminya. Semua mata terpukau oleh sihir yang mematikan seolah enggan untuk berkedip.
__ADS_1
Ya sore hari ini Vero dan Kai menggelar acara yang cukup meriah. Namun tidak sampai tengah malam kedua mempelai sudah meninggalkan tempat tersebut menuju ke Panthouse mewah milik Kailash yang berada di negara ini. Entah berapa gedung Apartement yang di miliki oleh pria Alien ini di berbagai negara.
" Kenapa terburu-buru pulang? Padahal aku belum puas menikmati pestanya tadi sayang." Ujar Vero dengan manja yang baru saja turun dari mobil, saat baru akan melangkah, tubuhnya tiba-tiba sudah melayang di udara.
Vero di gendong ala bridal oleh seorang pria tampan, ya siapa lagi jika bukan suaminya Kailash. " Karena aku sudah tidak tahan lagi sayang, sedari awal acara, kau membuatku tidak fokus." Bisik Kai dengan mesra di dekat telinga Vero, membuat Vero merasa geli juga nagih.
" Ahh,, buat aku melayang hingga menjeritkan namamu berkali-kali." Tantang Vero yang mulai membuka gaun yang ia pakai.
" Baiklah, bersiaplah sayang." Terima Kai dengan sepenuh hati.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..
__ADS_1