
Terlihat manik biru Kai yang sudah berkabut oleh gair4hnya, baru saat bersiap akan menyerang Vero, wanita itu justru menghindarinya, dan berlari menuju ke kamar mandi.
" Tidak semudah itu ferguso!" Godanya dengan suara tawa cekikikan sengaja ingin mempermainkan pria yang sudah sah menjadi suaminya.
Kai tergelak begitu tahu tengah di kerjai oleh istrinya sendiri, dengan cepat pula ia juga melepas semua pakaian yang masih menempel di tubuh kekarnya kemudian menyusul sang istri masuk ke dalam kamar mandi yang pintunya sengaja di biarkan terbuka.
Vero berdiri di bawah pancuran air, mengguyurkan tubuh polosnya dengan air hangat mengaliri seluruh tubuhnya yang terasa lengket oleh peluh akibat aktifitasnya tadi di acara Resepsi pernikahannya sendiri.
Vero sedikit tersentak saat merasakan tangan kekar sudah melingkar sempurna di pinggang rampingnya. Namun detik berikutnya ia tahu siapa pelaku tersebut jika bukan suami mesumnya sendiri.
" Kai, biarkan aku membersihkan tubuhku dulu. Eengh.." Lenguhnya saat kedua tangan kekar itu kini sudah merambat naik dan meremas kedua gundukan kenyal miliknya. " Kai.."
Kai tidak memperdulikan itu, ia semakin merapatkan tubuhnya hingga tubuh Vero menempel di dinding kamar mandi, mulut dan tangannya mulai bereaksi dengan sangat baik mencari titik-titik sensitif milik istrinya.
Vero akhirnya pasrah dengan apa yang suaminya itu lakukan di seluruh tubuhnya. Ia menjerit tertahan saat inti tubuhnya di permainkan oleh mulut dan lid*h Kai, bahkan ia tidak sadar sejak kapan pria itu sudah di bawah sana, bersimpuh dan mengangkat sebelah kaki Vero meletakkannya di atas pundaknya.
" Ouhh, enak sayang.. jangan berhentiiih.." Racaunya dengan penuh nikmat.
Sementara Vero terus melenguh nikmat, mulut Kai justru terus *******, menghisap liang yang sudah menjadi candunya, liang yang hanya dia yang memasukinya yang tidak akan pernah di bagi oleh pria manapun.
Setelah Vero memekik hebat akibat puncak pertamanya, barulah Kai bangkit berdiri dan langsung ******* bibir Vero membagikan rasa yang baru saja ia nikmati yang tidak lain adalah milik istrinya sendiri.
Begitu ciuman itu terlepas, Kai membaliknya tubuh Vero menghadap kembali ke dinding, dari belakang ia mulai melesakkan kepala antenanya sampai dalam, membuat Vero memekik keras.
" Oouughhh..." Begitu sudah tenang, Kai mulai menggoyangkan pinggulnya maju mundur sesuai ritme, Vero dengan cepat mengimbangi permainan dari suaminya, entah ia sendiri tidak mengingat kapan terakhir mereka melakukan kegiatan mengenakkan seperti ini, akan tetapi ia merasa mereka sering melakukannya dulu.
__ADS_1
Rasa hangat dari air yang mengaliri di tubuh keduanya seakan ikut membangkitkan gair4h mereka. Hentakan demi hentakan terasa begitu nikmat bagi keduanya, lengungan dan juga desah*n terus terlontar dari mulut keduanya saling bersahutan, hingga tidak lama tubuh Vero menegang dan bergetar, pertanda ia sudah mencapai puncaknya untuk kedua kalinya.
Sementara Kai sendiri belum mencapai puncaknya, setelah mematikan kran air, ia menggendong tubuh sang istri berjalan keluar menuju ranjang besar, tak lupa pria itu meraih handuk untuk mengeringkan tubuh keduanya yang basah.
Dengan perlahan Kai merebahkan tubuh Vero di atas ranjang empuk itu, dan merangkak naik, mengukungnya. Di tatapnya dalam-dalam manik hitam milik Vero yang seakan bisa menariknya masuk ke dalam pesonanya.
" Akan aku buat kita melayang bersama semalaman sayang.." Setelah mengatakan itu, Kai menarik kedua kaki istrinya hingga ke tepi ranjang lalu menaikkan salah satunya ke pundaknya.
Dengan perlahan ia kembali melesakkan senjatanya yang kini terasa semakin dalam hingga sampai menyentuh ke dinding rahim sang istri. Keduanya langsung melenguh begitu tubuh mereka kembali bersatu.
Kai kembali menghujami inti tubuh Vero, keduanya kembali mencari kenikmatan di antara goyangan mereka. " Aahh, sayang akuh..."
Kai tahu istrinya akan kembali mencapai puncaknya yang ketiga, saat bersamaan pula ia merasa ujung antenanya juga mulai berkedut, ia pun semakin mempercepat gerakannya, hingga lenguhan panjang keluar dari mulut mereka secara bersamaan.
" Aargghh.."
Kai membantu Vero agar tidurnya terasa nyaman, ia menyelimuti tubuh istrinya lalu memeluknya erat, " Terima kasih sayang, istirahatlah sejenak sebelum aku meminta babak kedua, ketiga atau bahkan keempat dan kelima." Bisik Kai terkekeh sengaja ingin menggoda istrinya yang tengah kelelahan.
----
Di tempat lain seorang pria yang dulu ada di masa lalu Vero baru saja masuk ke dalam sebuah kamar hotel mewah. Di ikuti seorang pria bertubuh tegap, namun kaku bagaikan kanebo kering yang bisa berjalan. Tepatnya di sebuah hotel yang letaknya sangat dekat dengan gedung Apartemen dimana Vero dan Kai tengah menikmati masa bulan madu mereka.
Kemarin setelah mendapatkan kabar dari orang suruhannya tentang keberadaan wanita yang sudah lama ia cari selama ini, tanpa berpikir panjang langsung terbang kesini guna memastikan dengan kepala matanya sendiri.
Dan benar saja ia melihat langsung dan mengamati dari kejauhan acara Resepsi keduanya yang cukup tertutup itu. Dengan sabar menahan seluruh amarah yang ada di dalam benaknya, ia tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan, setidaknya dalam beberapa hari ini ia akan belajar banyak bersabar demi tujuan yang ia yakini akan tercapai.
__ADS_1
" Akhirnya aku menemukanmu Baby. Kalian nikmati saja madu kalian dengan sebaik mungkin, sebelum aku melancarkan aksi terbaikku." Gumamnya pada diri sendiri sambil tersenyum menyeringai. " Dan untukmu pria asing, nikmati istrimu sebelum aku mencuri paksa darimu sebentar lagi." Lanjutnya dengan sangat yakin.
" Apa yang harus saya lakukan Tuan Roma?" Tanya seorang pria bertubuh tegap, yang menjadi asistent Roma.
Ya Roma mantan kekasih Vero dulu, tepatnya adalah pria yang menjadi Rivalnya Jullio. Hingga detik ini pria itu masih tidak terima atas semua keputusan dari Vero, terlebih wanita itu sudah menorehkan luka yang amat pedih.
Walau pada awalnya saat itu Vero mengakui dirinya sebagai kekasih palsunya. Namun tidak di pungkiri juga sisi lain dari dirinya menerima keputusan konyol tersebut. Hingga tumbuhlah rasa yang dengan kurang ajarnya ingin memiliki yang begitu si4lnya membuatnya tidak bisa mengotrol dirinya sendiri.
Dan itu membuat seorang Roma menggil4, sungguh baru pertama kali ini, ada seorang wanita yang bisa membuatnya demikian. Bahkan mantannya Sinta, lebih tepatnya wanita yang ia rebut dari Jullio tidak ada apa-apanya di bandingkan Vero. Awalnya ia terus mengelak, dengan cara melampiaskan dirinya pada beberapa wanita yang bisa membuatnya sedikit tertarik. Namun semakin kesini rasa itu semakin menjadi dan tertancap kuat di dasar relung hatinya yang dingin.
" Persiapkan saja apa yang aku inginkan dalam minggu ini. Selagi aku masih bersikap manis, memberinya belas kasih, hingga batas yang aku tetapkan tiba, kerjakan apa yang aku perintahkan tempo hari. Sekarang pergilah." Jelaskan sembari mengibaskan sebelah tangannya kode untuk mengusir sang Asistent secara kasar, namun ia tidak peduli itu.
" Siap Tuan, akan saya lakukan!" Setelah menjawabnya, Asistent itu pun berbalik dan keluar dari kamar tersebut dengan perlahan menutup pintu kembali rapat dari luar.
Roma tidak begitu mendetail, siapa sebenarnya Rivalnya kali ini. Yang ia ketahui, pria itu adalah pemilik perusahaan KT Corp yang bergetak di bidang TI. Selebihnya ia tidak tahu bahwa pria yang ia hadapi bukankah pria sembarangan. Bersiap saja apa yang akan ia alami jika mencoba untuk mengusik miliknya.
Akan aku rebut kembali apa yang sudah menjadi milikku.
.
.
.
.tbc
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..