Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Hubungan Kita Sudah Berakhir


__ADS_3

Vero sudah rapi dengan pakaian dinasnya, ia sengaja tidak membuat sarapan apapun pagi ini karena ia bermaksud akan mencari sarapan di luar, atau mungkin ia akan sarapan di kantin kantor saja, sebab hari memang masih terlalu pagi untuk memulai pekerjaan kantor.


Di sepanjang perjalanan ia teringat terus kekasih sekaligus Kakaknya Jull, entah mengapa ia ingin sekali bertemu dengan pria itu, ia yakin pria itu masih berada di negara ini. ia terlalu fokus memikirkan pria itu hingga tidak sadar bahwa mobil yang ia kendarai berjalan ke arah Apartemennya yang dulu.


" Hei kenapa aku justru memilih jalan ini? Apa aku memang harus kesana?" Tanpa berpikir panjang Vero segera merogoh ponsel di dalam tas kecil miliknya, dan mengirimkan pesan singkat kepada sang big boss, apalagi jika bukan meminta ijin untuk tidak datang ke kantor hari ini.


Vero tidak ingin mengulur waktu, jangan sampai kekasihnya itu sudah pergi lebih dulu dan meninggalkan negara ini, kalau sampai terjadi, ia pasti akan menyesal telah mengabaikan pria baik itu, hingga tidak lama terdengar suara notifikasi dari ponselnya, pertanda pesannya langsung di balas oleh Kai.


" Kau sakit atau ingin pergi keluar?" begitulah isi pesan dari Kai.


" Aaish,, kepo sekali dia!" gerutu Vero sambil mengetik balasan kepada sang bos mesumnya itu.


" Keluar! Aku sedang ada perlu sebentar." Setelahnya Vero meletakkan ponselnya di atas dashboard.


Walau Kai langsung membalas pesan terakhirnya, tetapi Vero memilih untuk tidak lagi menanggapi dan kini ia fokus menyetir agar cepat sampai, ia sudah tidak sabar ingin bertemu kembali dengan pria itu.


Walau kemarin ia sangat marah dan kecewa terhadap pria itu, tetapi tidak di pungkiri di dalam lubuk hatinya yang terdalam ia amat merindukan kekasihnya itu, yang entah bagaimana nantinya ia akan bersikap jika sudah bertemu dengannya.


Tidak lama mobil yang di kendarai oleh Vero memasuki area gedung Apartemen miliknya, ia pun langsung melajukan mobilnya masuk menuju ke basement.


" Kenapa jantungku tiba-tiba berdebar seperti ini ya? Apa karena aku gugup akan bertemu kembali dengannya? Ah! Mana mungkin!" Elaknya sembaru turun dari mobil dan berjalan ke dalam untuk masuk ke dalam lift.


Beberapa saat kemudian pintu besi itu pun terbuka, dan tibalah ia di lantai dimana unitnya berada, Vero berjalan menuju ke ujung sana dengan perasaan was-was, entah apa yang akan terjadi nantinya ia hanya bisa pasrah, terlebih jika sang Kakak sudah tidak ada di dalam sana. Vero menekan deretan angka yang menempel di depan pintu depan unitnya.


Klik.


Pintu pun akhirnya terbuka, ternyata sang Kakak tidak mengganti password keamanan unitnya, setelah menutup pintu besi itu kembali ia berjalan semakin masuk, tidak ada yang berubah sama sekali disana.

__ADS_1


Namun sepertinya ruangan itu masih tampak sepi, atau penghuninya memang masih tidur, rasanya tidak mungkin! Vero sangat mengenal baik Kakaknya itu sangat disiplin, pria itu selalu bangun di pagi hari, dan bersiap untuk pergi ke perusahaannya.


Atau jangan-jangan Kakaknya memang sudah pergi meninggalkan negara ini, atau lebih tepatnya meninggalkannya kembali sendirian, pikirnya menduga-duga.


Vero menyalakan lampu ruangan, berharap ia menemukan sesuatu, lalu ia mengedarkan pandangan ke sekitarnya dan melihat disana ada beberapa perabotan dapur baru saja di pakai oleh seseorang, ia merasa sedikit lega, kemudian ia berjalan menuju ke kamar yang letaknya tidak jauh dari ruangan tersebut, terdengar suara samar-samar dari dalam kamar yang dulu selalu ia tempati, sebab disini memang hanya ada satu kamar saja.


" Ah ternyata dia masih disini." Vero akan memegang handle pintu kamar tersebut, tetapi gerakannya terhenti saat ia mendengar ada suara seorang wanita di dalam sana, terlebih suara itu seperti suara desah*n.


" Ouuh, I'm almost there honey. ( Ouuh, aku hampir sampai sayang.)" terdengar racauan Jull dengan suara desah*n yang terengah-engah.


Degh!


Suara itu?


Vero bukanlah wanita yang bodoh, ia tahu pasti apa yang terjadi di dalam sana, dan ternyata pintu kamar itu memang sedikit terbuka, secara perlahan Vero mendorongnya dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara yang bisa saja membuat para penghuni di dalam kamar akan mendengar.


Jull dan Quila melenguh secara bersamaan saat sama-sama meledak, setelahnya keduanya saling menatap dan tersenyum bahkan Jull mendaratkan kecupan mesra kepada wanita yang masih ia tindih tubuhnya.


" Maaf, jika aku menggangu, aku salah masuk kamar.!" Vero menatap nanar ke arah keduanya yang bahkan tubuh mereka masih saling menyatu di depan Vero.


Suara yang begitu sangat familir di telinga Jull mengintrupsi keduanya, hingga keduanya menoleh ke arah sumber suara, dan melihat seorang wanita muda berdiri di ambang pintu kamar.


Degh!!


" V-vero." Panggil Jull tergagap, pria itu terperangah, bahkan kedua matanya pun terbelalak tidak percaya saat melihat kekasihnya sudah berdiri di kamarnya pagi-pagi sekali.


Dan si4lnya, wanita itu melihat dengan mata kepalanya sendiri, saat dirinya yang baru saja selesai bercint4 dengan seorang wanita lain, atau jangan-jangan wanita itu sudah berdiri disana sedari tadi dan melihat adegan demi adegan yang mereka lakukan dengan begitu vulgarnya.

__ADS_1


Bahkan sangking terkejut dan juga merasa panik ia melepaskan miliknya yang masih berada di dalam tubuh Quila dengan cepat dan kasar, dengan cepat Jull meraih celana boxernya yang berada di sampingnya lalu memakainya dengan tergesa.


Vero memutar tubuhnya untuk keluar kembali dari dalam kamar, ia tidak akan mungkin berada disana terus, terlebih sang kakak, atau masih kekasihnya itu ternyata lagi asik-asikkan di dalam Apartemen, ia pikir pria itu sedang marah, atau masih merasa kesal, atau bahkan sedang galau memikirkan dirinya.


Sebab ia sangat tahu jika pria itu amat sangat mencintainya, ia sedikit berlari ke arah pintu keluar, ia harus segera pergi atau kalau tidak pria itu akan kembali mengejarnya.


Benar kata Vero, Jull memang langsung berlari keluar untuk mengejarnya, bahkan ia tidak memikirkan wanita yang baru saja membuatnya meledak beberapa kali dari semalam hingga pagi ini, yang ada di pikiran Jull saat ini hanya memikirkan Vero yang masih menjadi kekasihnya.


Wanita itu sudah sampai di depan, dan ia segera menarik handle pintu, dan pintu itu sudah terbuka sedikit." Vero tunggu, sayang." Cegah Jull dan dengan cepat ia berhasil menutup pintu kembali dan menguncinya.


" Awas minggir, jangan halangin aku, Tuan." Vero berucap tanpa menatap ke arah Jull sama sekali, bahkan ia sengaja memanggilnya Tuan, seperti dua orang yang tidak saling mengenal.


" Nggak, jangan pergi please!! Aku bisa jelasin ke kamu sayang." Jull berusaha meraih kedua tangan Vero, tetapi di tepisnya dengan kasar oleh Vero.


" Cukup! Aku sudah menganggap hubungan kita sudah berakhir, disaat kau meninggalkan aku sendirian waktu itu, jadi jangan panggil aku sayang lagi." Pungkasnya menatap tajam ke arah pria yang terlihat membeku di tempatnya.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..

__ADS_1


__ADS_2