
PoV_ Vero
Suara dering ponsel mengudara begitu kencang, hingga membuatku terjaga dari tidurku yang entah aku sendiri tidak mengingatnya, apa yang aku lakukan semalaman.
Aku memicingkan kedua netraku begitu menerima cahaya terang dari celah gorden jendela kamar, yang ternyata pertanda hari sudah berganti. " Kepalaku sakit sekali." Desisku sembati memegangi kepalaku, sambil bersiap bangun.
Aku ingin mengeliatkan tubuh serta kedua tanganku, tetapi aku merasa kesulitan, aku pun membuka kedua netraku, hingga langsung terbelalak begitu tahu kedua tanganku dalam kondisi terikat kuat, tapi siapa yang mengikatku? Kenapa aku tidak ingat!
Aku pun mengedarkan pandangan ke sekeliling sembari membuka ikatan tali tersebut, " Astaga, kamar ini? Ya ini aku ada kamar Kak Jull, itu berarti aku tengah berada di Apartemennga? Aduuch bagaimana ini? Aku harus pergi secepatnya" Gu.mamku akan turun dari ranjang.
" Kau sudah bangun?" Seru seseorang yang baru saja masuk ke dalam kamar ini, memang siapa lagi jika bukan Kakakku. Aku langsung terkesiap, mendengar ucapannya aku pun mengurungkan niatku.
Aku hanya diam sambil menunduk tidak berani menatapnya, aku benar-benar tidak ingat bagaimana bisa aku berakhir disini dan pertanyaannya, apa yang aku lakukan tadi malam? Semoga aku tidak melakukan hal yang memalukan, atau yang lebih parah lagi.
Kak Jull melangkah mendekat ke ranjang, aku masih saja menunduk, " Kau mau kemana? Lebih baik bersihkan tubuhmu lebih dulu, baru setelahnya kita makan. Cepatlah kakak tunggu di depan." Titahnya yang tak ingin di bantah, sembari melangkah keluar kamar.
Mau tidak mau aku pun menurut dan berjalan dengan gontai memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhku yang bau minuman dan mungkin juga sisa muntahanku tadi malam.
Tak lama aku keluar dengan menggunakan bathrobe, lalu mengambil kemeja kebesaran Kak Jull yang ada di lemarinya lalu memakainya, aku tidak perlu meminta ijin darinya bukan? Terlebih aku tidak mau memakai dress mini milik Nina itu lagi, aku begitu masih begitu malu pada Kak Jull.
Dengan gugup dan takut aku berjalan menghampirnya yang sudah duduk di meja makan, aku melihat ia menyiapkan makanan yang mungkin ia beli di luar tadi, seketika aku menarik salah satu kursi dan duduk di hadapannya.
" Makan, habiskan!" Kak Jull menyodorkan sepiring bubur ayam kesukaanku, namun entah mengapa hanya melihatnya saja, membuatku eneg tidak berselera makan.
" Cepat makan, jangan membuatku marah lagi Vero!" Desis Kak Jull, dengan tatapan tajamnya menatapku! Sungguh membuatku sedikit tersentak mendengar ucapannya barusan.
Dia marah padaku? Karena aku tidak memakan buburnya atau masalah tadi malam?
__ADS_1
Akhirnya dengan terpaksa aku memasukkan sesendok demi sesendok bubur itu ke dalam mulutku, Walau rasa mual masih terasa mungkin sisa hang over tadi malam, tapi tetap saja aku paksa untuk memakannya. Aku begitu takut di tatap seperti itu olehnya.
" Siapa dia?" Tanya Kak Jull setelah aku menghabiskan buburnya tanpa tersisa.
Aku bergeming, bukan karena takut tetapi lebih ke bingung dengan pertanyaan yang ia lontarkan padaku, Siapa memang yang dia maksud? Samar-samar aku mulai mengingat kejadian demi kejadian tadi malam, namun tidak sepenuhnya.
" Vero jawab Kakak! Apa yang terjadi padamu? Skapa laki-laki itu? Jangan sampai Kakak yang mencaritahu dan bahkan langsung menghabisinya!!" Desis Kak Jull lagi, dan kini aku mulai paham, kemana arah pertanyaan itu yang mungkin ini semua karena kejadian tadi malam.
" Memang siapa?" Cicitku menciut, jika sudah seperti ini memberontak pun rasanya percuma, aku kembali seperti gadis kecil yang manja dan penakut jika dekat dengannya. Hanya tadi malam saja terlihat jauh berbeda.
" Jangan pancing aku Vero! Kau sudah keterlaluan, siapa yang mengijinkanmu untuk pergi ke club malam hingga kau mabuk-mabukan seperti itu! SIAPA DIA?? Apa yang dia lakukan padamu, JAWAB!!" Pekik Kak Jull dengan kemarahannya yang seolah ingin menelanku hidup-hidup.
Sungguh aku mulai ketakutan saat ini, namun aku juga tidak mungkin menjawabnya, jika pria buta itu adalah dirinya. Dia-lah yang membuatku seperti tadi malam, hanya karena ingin mendapat perhatian darinya, dan juga jika bisa memilikinya seutuhnya. Aku melakukan hal gil4, dan semua ini atas saran dari Nina sahabatku, Si4l awas saja Nina, kalau kita ketemu nanti!
" Kau tahu apa yang kau lakukan bisa membuat Mama pingsan!" Ujarnya kembali, " Jadi katakan cepat!"
" Maaf Kak, aku janji nggak akan masuk ke tempat itu lagi, dan mengenai tadi malam, maaf sudah merepotkanmu!" Cicitku kembali dan menatap wajahnya sekilas.
Aku bisa melihat ia menarik nafas dengan kasar, aku yakin dia masih marah padaku, " Jawab! Atau Kakak benar-benar akan menghajarnya jika sudah kutemukan." Benar bukan!
" K-kami sudah berakhir Kak? Sungguh! Jangan mencarinya, dia juga sudah memiliki wanita lain. " Kilahku berdusta, tetapi tidak sepenuhnya berbohong, semoga Kak Jull percaya, dan tidak bertanya jauh lagi. Dan untuk saat ini lebih baik secepatnya pergi dari sini, sungguh berhadapan dengannya membuat jantungku tidak bekerja dengan normal.
Aku sedikit lega saat teringat kejadian tadi malam yang tidak sampai mengungkapkan perasaanku padanya, walau aku ingat aku telah melakukan hal gil4, ya aku ingat aku menciumnya bak seorang wanita jal4ng di luar sana, sungguh aku malu jika mengingat perilakuku sendiri.
" Kau tidak sedang berbohong bukan?" Kak Jull menaikkan sebelah alisnya, membuatku kembali gugup. " Lalu siapa dia? Berapa lama kalian berhubungan?" Tanyanya lagi yang masih saja penasaran.
" Bukan siapa-siapa Kak, dia bahkan sudah akan menikah sebentar lagi dan sudah waktunya aku untuk move on darunya bukan?" Ucapku mantap agar ia yakin padaku, dan tidak bertanya lagi.
__ADS_1
" Sejauh apa hubungan kalian?" Yah sepertinya ini belum akan berakhir. Atau karena ia melihat sikapku yang sedikit bar-bar itu, apa aku sangat se-agresif itu? Tidak! Ini sungguh memalukan.
" Baiklah! Dengar baik-baik, kau harus tahu perbuatanmu itu bisa membuatmu dalam bahaya, pastikan kau tidak mengulanginya lagi! Semua orang pasti pernah merasakan sakit hati, tidak perlu kau menyakiti dirimu sendiri dan pikirkan juga kedua orangtua kita pasti terluka jika mengetahui anak gadisnya melakukan_
" Stop! Cukup Kak jangan di bahas lagi, bukankah aku sudah meminta maaf." Sela-ku yang tidak ingin mengingat dan membahas kejadian tadi malam.
" Jadi kau datang bersama siapa kesana tadi malam? Bersama pria itu? Jauhi dia! Dia hanya membawa pengaruh buruk padamu. Jadi karena dia kau berubah akhir-akhir ini? Sampai kau jauhi Kakakmu sendiri? Bodoh!!" Umpatnya padaku.
Ya, aku memang bodoh! Bodoh karena terlalu mencintaimu! Mencintai pria berengs3k seperti dirimu!
" Jadi dia benar sudah pergi? Kau tidak sedang menutupinya bukan?" Lagi dia bertanya seperti itu, membuatku emosi saja.
" Aahh,, sudahlah Kak, jangan bahas dia lagi!" Pekikku jengah sambil beranjak berdiri dan melangkah menuju kamarnya untuk mengambil tas kecilku. Tak lama aku keluar dan melewatinya, tetapi Kak Jull mencekal tanganku terlebih dahulu.
" Tunggu sebentar, aku antar pulang." Ia melangkah menuju ke meja makan dan meraih kunci mobilnya setelahnya menarikku keluar dari unit Apartemennya, tanpa mendengarkan ucapanku lebih dulu, dasar!
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..
__ADS_1