
PoV_Jullio.
Namaku Jullio Oktariful, semua orang terdekatku memanggilku dengan nama Jull, aku tidak masalah toch hanya nama. Aku lahir dan berasal di negara bagian timur, tepatnya negara yang paling indah untukku.
Aku sudah menjalin hubungan serius dengan wanita yang selama ini aku anggap Adikku sendiri namanya Veronica, nama yang cantik bukan, secantik orangnya. Dia memang Adik angkatku, ketika Papa dan Mama membawanya dari kota tempatnya berasal.
Papa bilang dia adalah putri dari sahabatnya yang telah meninggal dunia akibat rumahnya kebakaran, hingga pada akhirnya aku mulai jatuh cinta padanya yang terlihat begitu manja sekali padaku.
Aku sangat menyukainya, dan semakin hari perasaanku padanya semakin bertambah besar. Dan itu tidaklah benar, bagaimana bisa aku mencintai Adikku sendiri. Di saat aku mulai mengubur dalam-dalam perasaanku padanya, dengan mencoba menjalin kasih dnegan beberapa wanita lain, Vero Adikku justru seakan sengaja terus menggodaku setiap saat, dan akhirnya aku pun kalah. Lalu aku pun mengajaknya untuk menjalin hubungan yang serius, padahal saat bersamaan aku juga baru saja bertunangan dengan wanita yang beberapa tahun menjadi kekasihku. Namun aku tahu wanita itu diam-diam di belakangku telah menjalin hubungan kembali dengan mantan kekasihnya. Itulah sebabnya aku segera mengakhiri pertunangan kami yang bahkan baru semalam sah bertunangan, namun aku tidak peduli, cintaku lebih besar kepada Vero, dan aku juga berniat ingin menikahinya dalam waktu dekat.
Bahkan aku tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran Mama dan Papa, aku terus mendesak mereka untuk memberikan restunya pada kami. Aku sadar Mama disini yang keberatan dengan hubungan kami berdua, namun aku terus menyakinkannya dan memintanya pengertian, bahwa kami saling mencintai satu sama lain.
Hingga akhir tahun tiba, Vero bersama para sahabatnya ijin untuk pergi berlibur di pulau dewata sana, sebenarnya aku tidak tega membiarkannya pergi sendiri, walau perginya bersama sahabatnya tetap saja aku merasa khawatir.
Hingga aku pun terpaksa mengijinkannya pergi, sebab aku sendiri pun mempunyai banyak sekali pekerjaan di kantor, belum lagi pertemuan dengan beberapa clien yang akan bekerja sana dengan perusahaan kami, setiap akhir tahun memang seperti ini. Biarlah Vero pergi bersenang-senang dengan para sahabatnya, aku kasihan juga kalau ia hanya berdiam diri di rumah atau hanya sekedar hangout bersama para sahabatnya di dekat sini saja semenjak kuliahnya sudah berakhir.
Hingga suatu hari aku mendengar Vero sudah kembali dari liburannya, cepat sekali baru tiga harian disana, padahal mereka berencana berlibur sepekan. Apa ada sesuatu yang terjadi? Aku tidak ingin menduga-duga, namun aku senang itu artinya aku di rumah tidak sendirian lagi.
" Sayang kau sudah kembali? Ada apa? Apa kau sangat merindukanku, hingga kau memutuskan untuk segera pulang." Tanyaku yang baru saja masuk ke dalam kamarnya.
Vero tengah berbaring di atas ranjang, dengan tubuh menelungkup memeluk sebuah guling. Apa dia sedang tidur? Aku berjalan mendekatinya dan duduk di bibir ranjang sembari mengusap pelan surai panjangnya.
" Apa kau sedang tidur? Aku sangat merindukanmu, maaf kemarin lama membalas pesanmu, pekerjaanku sangat banyak hingga aku melupakan sejenak ponselku. Apa kau sangat marah padaku?" Tanyaku kembali dengan hati-hati, mencoba untuk memberinya pengertian untuknya.
" Baiklah, aku akan pergi ke kamar kalau begitu, istirahatlah. " Aku mengecup puncak kepalanya berkali-kali sebelum beranjak bangun.
Namun aku merasakan lenganku di cekal dengan cepat, aku pun kembali duduk dan kekasihku langsung menoleh menatapku dengan wajah yang sudah sangat sembab.
__ADS_1
" Sayang apa yang terjadi, kenapa kau menangis, katakan?" Tanyaku yang begitu panik.
" Kak Jull aku di perkosa kak, aku di perkosa. Hiks hiks.." Pekiknya dengan derai air mata yang kembali keluar.
" Apa?!"
Aku begitu terkejut mendengar ucapannya barusan, seakan ada bongkahan batu yang langsung menghantam tepat ke jantungku, aku sangat shock, awalnya aku tidak percaya, pasti ia sedang menggodaku saja. Namun saat aku menunggunya kembali berbicara, ia justru menangis kembali, bahkan tangisannya semakin kencang. membuatku tidak bisa berkata apa-apa lagi, dan rasanya seperti di tusuk ribuan pedang.
" Siapa yang melakukannya?" Tanyaku yang mulai meradang.
Vero terus menggeleng dan mengatakan tidak mengetahui siapa pelakunya? Bagaimana bisa, dia tidak bisa melihat pria bajing4n itu!
Sementara Vero terus saja menangis, aku sudah tidak tahan berlama-lama berada di dalam kamarnya, bukan tanpa sebab aku memilih pergi, sebab dadaku sudah terasa begitu sesak sekali.
Tanpa mengatakan apapun aku langsung keluar dari rumah besar milik orangtuaku. dengan pikiran yang begitu kalut, aku bingung harus bagaimana?
Aku yang berharap menjadi pria pertama untuknya, yang aku jaga dan aku lindungi dia selama ini agar tidak ada seorang pun yang mencurinya, mengambilnya dariku, namun apa? Kenyataannya, aku justru kehilangan semuanya.
Hingga beberapa hari aku tidak pernah pulang ke rumah, sepulang dari kantor aku langsung menuju Apartemen, di kantor pun aku tidak begitu fokus untuk bekerja, aku juga menduga pasti dia tidak akan datang ke kantor, yang notabenenya adalah asisten keduaku.
Aku bahkan menolak ajakan para teman-temanku untuk mencari hiburan di luar sana, lebih baik aku menyendiri dengan menyibukkan diri untuk bekerja dari pada mengikuti teman-temanku yang suka berfoya-foya.
Aku tidak begitu menyukai dunia malam seperti minum-minum atau bersenang-senang dengan para wanita kotor di luar sana, kesehatan lebih penting bagiku. Itulah ajaran dari kedua orangtuaku yang saat ini memilih menetap di Aussie.
Sepekan sudah aku menyendiri, namun hari ini aku begitu merindukannya, siapa lagi jika bukan wanita yang aku cintai selama ini, wanita pertama yang membuatku jatuh cinta, dan terus jatuh cinta semenjak kami masih masa remaja.
Aku memasuki rumah besar milik kedua orangtuaku yang selama ini aku tinggali bersama Adikku, yang tidak lain dan tidak bukan adalah kekasihku, aku memang jarang menginap disini dan lebih memilih tinggal di Apartemen yang memang jaraknya sangat dekat dengan perusahaan. Apalagi jika banyak sekali pekerjaan menumpuk di kantor tak jarang aku juga akan menginap disana.
__ADS_1
Begitu masuk aku merasa rumah ini semakin sepi seperti tidak berpenghuni, entah kemana para asisten rumah tangga, apa mereka semua sudah beristirahat, entahlah. Aku memilih langsung naik menuju ke kamar Vero berada, aku yakin Adikku tengah berada di kamarnya, memang dimana lagi karena hari sudah malam, pasti dia bersiap akan tidur.
Ceklek.!
Ku buka pintu kamarnya yang ternyata tidak terkunci, dan sangat gelap, aku mengernyit heran, tumben kenapa baru pukul delapan malam Adikku sudah tidur, aku pun menyalakan lampu ruangan dan langsung menatap ke arah ranjang, yang ternyata kosong tidak ada siapa pun di atas sana, kemana dia?
" Vero kau dimana?" Teriakku sedikit panik sebab tidak menemukan Adikku, kucari di kamar mandi siapa tahu dia ada disana, namun ternyata juga kosong, semuanya nampak bersih, tidak ada bekas apapun yang tertinggal.
Aku bergegas keluar kamar sambil memanggil semua para asisten rumah tangga, tak peduli mereka tengah beristirahat, sebab ini sangat genting. Mendengar teriakanku yang menggelegar di seluruh ruangan. mereka semua berhamburan keluar dari kamar mereka masing-masing.
" Dimana Vero? Kenapa tidak ada di kamarnya?!" Tanyaku dengan wajah panik dan berantakan, membuat mereka berlima menunduk ketakutan, aku tidak peduli itu, yang saat ini aku butuhkan adalah keberadaan Vero kekasihku.
" JAWAB, KENAPA KALIAN DIAM SAJA.!!" Hardikku yang mulai.geram dan gelisah, aku menatap mereka satu persatu, berharap salah satunya ada yang mau menjawab pertanyaanku.
" M-maafkan kami Tuan, sepertinya Nona pergi, sudah dua hari ini kami tidak melihatnya Tuan." jawab seorang wanita yang lebih tua dari mereka dengan terbata.
" PERGI KEMANA? Bagaimana kalian bisa tidak tahu!!" Tanpa mengatakan apapun lagi pada mereka semua. Aku pergi begitu saja dari rumah, berharap bisa menemukannya keberadaan Vero malam ini yang entah ada dimana sekarang.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..