
Aster yang melihat itu langsung berdehem pelan, sebab ia menahan rasa terkejut juga sekaligus tawanya, membuat Vero langsung menoleh cepat sedikit menundukkan kepalanya sopan, namun hanya sekilas karena ia sudah sangat terlambat.
Ya hanya sekilas saja, seolah keduanya hanya pria biasa-biasa saja, terlebih melihat penampilan Kai dan Aster yang amatlah biasa saja, tidak menunjukkan sebagai seorang pemimpin yang biasanya memakai jas lengkap formal dengan sepatu pantofelnya yang mengkilap.
Tentu saja jika pria memakai pakaian formal yang demikian barulah di anggap sebagai seseorang yang berpengaruh di dalam perusahan besar.
' Dia datang—persiapkan apa yang aku minta kemarin.' Ujar Kai pada Aster melalui telepatinya.
' Bisa di atur—Asalkan aku mendapatkan sesuatu yang menarik.' Balas Aster kemudian.
' Akan kau dapatkan. Aku akan mengirimkan lubang sempit untukmu malam ini.' Janji Kai seraya mengetik sesuatu di ponsel genggam miliknya. Ia dapat melihat seringai puas dari Aster yang terlihat seperti seseorang yang baru saja memenangkan jackpot.
Sebenarnya tadi Vero sempat memencet lift untuk karyawan namun tak kunjung terbuka, karena ia pun takut terlambat masuk kerja jadilah ia terpaksa masuk ke dalam lift yang khusus untuk para petinggi ini. Ia bukannya tidak tahu, ia sangat tahu akan hal itu, namun ia menganggap dua orang itu—Kai dan Aster sebagai seorang menager atau seorang asissten saja.
' Seperti ini gadis yang kau cari bukan? Kita mencarinya ke seluruh penjuru, tapi justru dirinya sendiri yang datang ke perusahaan kita. Gadis aneh seperti ini yang kau gilai.' Ejek Aster dengan sengaja.
' Tutup mulutmu, jika kau masih ingin tinggal di bumi ini! Kau tidak tahu saja bahwa wanita ini yang sudah berhasil memporak-porandakan otakku. Ya tertawalah sepuasmu selagi kau masih bisa tertawa. Tapi jika kau sudah puas kau tidak akan mendapatkan lubang sempit yang kau inginkan malam ini.' Ancam Kai tidak main-main. Namun ia hanya diam mematung sembari menatap wajah cantik itu kembali dari pantulan pintu besi di depannya, tanpa bisa berbuat sesuatu. Jaim dulu dong, masa langsung mengaku jika merindukan wanita itu.
Aster tertawa dalam hati, ia tidak menyangka bahwa wanita seperti ini yang bisa membuat sahabatnya itu menjadi Alien satu-satunya yang hampir tidak waras.
' Kau sudah bosan hidup!' Bentak Kai yang melihat tawa mengejek dari Aster. Bukannya berhenti, Aster justru semakin tertawa terbahak.
' Kita bahkan sudah sangat lama hidup di bumi ini, kenapa kau baru mengatakannya, Bruv?' Tanya Aster dengan sisa tawaya.
Ting.
Saat Kai akan menjawabnya, pintu besi itu sudah lebih dulu terbuka, membuatnya mengurungkan niatnya. Dengan cepat Vero melangkah keluar menuju ke bilik kaca dimana ruangannya berada.
' Ini dua pria kenapa menatapku terus sih? Seperti tidak pernah melihat perempuan cantik saja.' Gerutu Vero dalam hati. Ia tidak tahu saja bahwa dua pria tersebut bisa membaca pikirannya.
Terlebih sedari tadi Kai sudah sangat menahan dirinya, apalagi saat mencium aroma semerbak dari tubuh Vero yang langsung menusuk indra penciumannya sesaat setelah Vero masuk ke dalam lift tadi. Sekuat tenaga ia menahan rasa ingin menerkam tubuh itu, merengkuhnya ke dalam pelukannya, namun ia sadar diri, jika ia melakukan hal konyol itu, pasti ia di anggap pria cabul. Seorang atasan yang berusaha mencabuli bawahannya, bisa tercoreng nama baiknya di perusahan miliknya sendiri.
" Maaf Nona Anda bekerja di devisi mana?" Tanya Aster basa-basi. Padahal ia sudah tahu jika Vero menjadi sekretarisnya Kai, sudah hampir seminggu ini.
__ADS_1
" Saya sekretaris baru disini Pak." Jawabnya datar tanpa ekpresi, membuat dua pria itu tertawa di dalam hati.
' Hei, beraninya kau menertakaan wanitaku!!' Lagi Kai membentak sahabat laknatnya itu.
' Baiklah Bruv, semoga kau beruntung, dia yang akan menjadi sekertarismu.' Setelah mengatakan hal itu Aster masuk ke dalam ruangannya sendiri.
Sementara Vero hanya melirik sebentar ke arah keduanya dan langsung berjalan cepat dan masuk ke bilik kecil ruangannya sendiri. Karena Vero yang lebih dulu masuk, ia tak melihat bahwa Kai masuk ke dalam ruangan yang berada tepat di samping ruangannya itu.
" Kenapa dua pria tadi ikut keluar ke lantai ini? Apa mereka tamu bos, tapi Glory tidak mengatakan bahwa akam ada tamu hati ini?" Gumamnya pada diri sendiri.
Tapi Vero tidak tahu bahwa ucapannya itu di dengar oleh Kai di dalam ruangannya sendiri. Pria itu tersenyum simpul setelah mendengar ucapan Vero sambil ia membuka alat transparan canggihnya yang ada di atas meja.
Tak lama Glory mengirimi Vero sebuah pesan, bahwa sang bos ingin dirinya menghadap keruangannya sekarang juga.
Dengan tergesa-gesa Vero kembali keluar dan menuju ruangan di sampingnya dan melihat Glory yang sudah berdiri di depan pintu tersebut.
" Ayo bos sudah menunggumu sedari tadi, apa kau tidak melihat bosmu tadi masuk ke dalam ruangan ini?" Tanya Glory menatap heran ke arah Vero.
" Maaf aku tidak melihatnya." Sesal Vero tidak enak hati.
Glory mengetuk pintu kaca besar ruangan Kai, lalu mendorongnya begitu terdengar ada sahutan dari dalam, Vero pun mengikutinya dari belakang.
" Permisi Mr. Ini Miss Veronica sekretaris Mr. yang baru." Ujarnya mempersilahkan Vero berjalan sedikit maju ke depan.
Kai menatap keduanya tanpa ekspresi, lalu pandangannya terus tertuju ke arah Vero, walaupun Vero sedang menundukkan kepalanya.
Tanpa melihat CV Vero kembali, karena memang ia sudah membacanya tadi saat ia baru saja masuk ke dalam ruangannya.
" Baiklah, kau bisa kembali Glory." Titah sang big bos, yang langsung di angguki oleh Glory. Wanita itu segera pamit undur diri, tak lupa memberikan hormat sebelum keluar dari ruangan.
Sepeninggalan Glory suasana di dalam ruangan itu menjadi mencekam, terlebih Vero tidak tahu akan melakukan hal apa.
" Apa yang kau lihat di bawah sana? Apa ada sesuatu yang menarik?" Seru Kai menyadarkan Vero dari lamunannya.
__ADS_1
Vero sedikit terkejut, namun secara perlahan kepalanya ia angkat untuk bisa menatap wajah bosnya yang sedang duduk di kursi kebesarannya tersebut.
Degh!!
Kedua maniknya langsung membola begitu melihat siapa yang duduk di kursi panas tersebut?
' Bukankah dia pria yang sama yang berada di dalam lift bersamaku tadi, juga dengan pria satu lagi, jadi pria ini yang menjadi bosku. Matilah aku!' Sesalnya begitu ia mengetahui hal penting ini, ia tadi sempat berpikir bahwa dua pria tadi hanyalah seorang tamu yang datang berkunjung.
Kai berusaha menahan agar tawanya tidak meledak detik itu juga, ia pun hanya bisa tersenyum menanggali hal tu, " Apa kau yakin belum pernah menikah? Dan apakah kau saat ini single?" Tanya Kai menatap intens ke arah Vero.
Di tatap seperti itu, tentu saja membuat Vero sedikit risih, " Mr. Bisa melihat di dalam CV milikku, dan aku belum pernah menikah dan dalam status single." Jawab Vero dengan cepat dengan menahan rasa kesal, seolah status juga penampilannya di ragukan.
' Bukankah di dalam CV sudah tertulis dengan jelas apa statusku, masih saja bertanya? Dasar! Untung saja tampan jika tidak, mungkin aku sudah mengundurkan diri dari sini saat ini juga.' Gerutunya dalam hati.
Kai kembali di buat tertawa dalam hatinya, " Aku hanya ingin memastikan saja bahwa kau tidak sedang mengandung seorang bayi Nona. Dan jika kau sudah bergabung dalam perusahaan ini dan sudah menandatangani surat kotrak kerja samanya, itu berarti kau tidak bisa pengunduran diri dari sini." Seru Kai dengan lantang.
Mendengar hal itu justru membuat Vero tersedak dan terbatuk-batuk, dengan cepat Kai berjalan sambil menyambar gelas berisi air minum yang ada di atas meja kerjanya lalu menyodorkan kepada Vero.
Tanpa bertanya Vero segera menerima gelas tersebut dan langsung menenggaknya hingga tandas kemudian mengusap bibirnya lega, sedetik kemudian ia justru menatap cengo' ke arah bos tampannya tersebut.
' Apakah dia seorang cenayang? Ataukah makhluk luar dari angkasa yang terjebak di muka bumi ini? Aih, itu tidak mungkin, seperti di film saja.' Otak Vero sudah mulai agak eror, hanya karena perhatian kecil dari bosnya itu.
" Sorry Mr. Aku menghabiskan minuman_
" Ssstt,, It's Okay, kau kembalilah ke ruanganmu." Titahnya kemudian.
.
.
.
.tbc
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..