
Aster berusaha menahan tawanya agar tidak pecah. Rasanya sungguh lucu, dan terasa geli mendengar umpatan Vero untuk sahabatnya sendiri.
Sementara Kai, pria itu justru terbatuk-batuk tanpa sebab, namun tidak ada seorang pun yang mau menolongnya. Vero pun demikian, ia justru merasa cuek dan terus menghabiskan hampir semua makanan yang tersaji di atas meja makan.
' Ya, mati saja kau!' Umpat Vero lagi.
***
Dengan langkah gontai Vero berjalan ke arah ranjang yang berukuran cukup besar itu, ia baru saja bersih-bersih seusai makan malam tadi. Bahkan perutnya masih terasa begah, sebab memakan makanan yang cukup banyak bahkan hampir menghabiskan semuanya, walau makan begitu banyak tubuhnya tetap saja ideal.
" Kau tahu? Kau sangat menyebalkan! Kenapa kau masih hidup? Kau yang membuat tubuhku jadi bengkak begini!?" Tudingnya kepada pria yang baru saja duduk bersandar di atas ranjangnya.
Pria itu hanya tersenyum simpul seperti biasa, siapa lagi kalau bukan si bos mesumnya itu, " Sebentar lagi juga akan berkurang karena kelelahan!" Sahut Kai ambigu.
Vero memicingkan matanya menatap pria itu penuh curiga, kelelahan? Astaga apa yang akan mereka lakukan?
Tangan Kai meraih tangan Vero dengan cepat, lalu merapatkan tubuhnya pada tubuh wanita itu, " Bagaimana apakah selesai?" Tanya Kai begitu serius sembari satu tangannya mengelus punggung tangan yang ia genggam itu.
" Selesai? Bos, kau bicara apa? Bicara yang jelas. Dan sebaiknya kau kembali saja ke kamarmu sendiri. Aku masih sangat marah padamu!" Ujar Vero secara tidak langsung mengusir Bosnya untuk pergi.
Vero bukan hanya merasa kesal, akan tetapi kedua matanya sudah setengah watt. Semua ini gara-gara pria itu juga, yang harus makan terlalu banyak membuatnya sangat mengantuk.
Bahkan tubuhnya sudah berbaring siap meraih mimpi yang indah. Kai masih belum menyadari sebab hidungnya terus saja mengendus ceruk Vero yang begitu harum.
" Tapi aku sudah tidak sabar lagi, bukankah ini sudah sepekan?" Tanyanya lagi terus menciumi leher jenjang Vero. Nyatanya memang tidak ada jawaban.
Begitu menyadari tidak ada jawaban dari Vero, tapi justru mendengar suara napas yang teratur, Kai langsung mendongak dan benar saja wanita itu sudah terlelap.
" Ckck, bisa-bisanya malah tertidur, ini tidak bisa di biarkan, dia tidak akan bisa tidur jika tidak di keluarkan." Keluhnya langsung mengukung tubuh Vero dan langsung mencium, menyesap bahkan menggigit leher jenjang itu.
Namun Vero masih saja terlelap, Kai langsung melahap bibir ranum yang setengah terbuka itu, menyesap rasa manis itu lid4hkan juga ia masukkan ke dalam mengapsen semua isi di dalamnya.
Begitu sang empu kehabisan oksigen, ia langsung terjaga dan terbatuk-batuk, Kai bukannya merasa bersalah ia justru menyeringai lebar, dan ingin menyerangnya kembali.
__ADS_1
" Kailash!!" Pekik Vero dengan kesalnya, pria itu ternyata yang sengaja mengganggu tidurnya sedari tadi.
Tidak ingin mendengar wanita itu kembali menjerit dan mengganggu kerja kerasnya, Kai langsung membungkam mulutnya kembali dengan begitu buasnya.
Kai mencium dengan sangat panas dan buas, terang saja nafs*nya melebihi manusia setelah di rasa Vero pasrah dan membalas ciumannya, tangan Kai langsung menjalar kemana-kemana, meremas apa saja yang bisa di remas.
Suara seksi dan lenguhan mulai terdengar di telinga Kai, saat tangannya meremas dua bukit kembar milik Vero secara bergantian, entah sejak kapan pakaian Vero sudah tidak menempel di tubuhnya lagi.
Benar dugaan Kai, wanita itu sudah selesai dari masa periodenya, terbukti karena ia tidak menemukan pengganjal yang biasa di pakai oleh para perempuan, hasratnya semakin tinggi.
Tangan Kai kini sudah berada di inti tubuh Vero meremas dan memainkannya membuat tubuh Vero menggelinjang, melengkung dan gelisah.
" Bagaimana kau suka?" Bisik Kai dengan suara yang semakin berat, netra keduanya bahkan sudah mengabut.
Vero hanya bisa mengangguk pelan sambil terus menikmati rasa yang pria itu berikan pada seluruh inchi tubuhnya, bahkan Vero tidak sadar pakaian yang tadi masih melekat di tubuh bosnya itu sudah hilang entah kemana.
" Aku akan berhati-hati." Ucap Kai sembari mengarahkan antena pusaka berharganya itu ke inti tubuh Vero.
Vero bahkan tidak mendengar ucapan Kai karena ia begitu sangat menikmati permainan yang kembali ia rasakan.
Hentakan demi hentakan terus Kai lakukan dengan berbagai macam gaya hingga membuat Vero mendapatkan puncaknya hingga beberapa kali, namun Kai masih belum sampai akhirnya Vero hanya bisa mengikuti permainan panas dari Bos mesumnya itu.
Permainan itu masih terus berlanjut entah sudah berapa lama Kai masih terus saja menghunjam tubuh Vero dengan kekuatan super yang ia miliki.
Padahal tubuh Vero terasa sudah sangat lemas dan remuk redam, ingin rasanya ia meminta pria itu menyudahi permainannya namun apalah daya gelombang itu kembali muncul saat akan menyudahi, membuat Vero akhirnya mengimbangi goyangan Kai.
Hingga beberapa menit kemudian lenguhan panjang keluar dari bibir keduanya, begitu nikmat hingga tubuh keduanya bergetar hebat dengan nafas yang saling memburu.
" Kau sungguh membuatku gil4 Baby," Ucap Kai terengah-engah.
Vero sendiri sudah tak mampu lagi menjawab dengan tubuh yang sudah tak memiliki bertenaga, akibat pertarungan panas mereka barusan.
Kai menggulingkan tubuhnya ke samping Vero, sembari memeluk erat tubuh itu dari samping. " Terima kasih, istirahatlah ini sudah sangat larut." Titah Kai dengan mata ikut terpejam.
__ADS_1
Walau Vero sudah sangat lelah dan ingin kembali terlelap, nyatanya ia masih terjaga dengan kedua netra yang sudah terpejam.
' Apa aku hanya dijadikan sebagai teman ranjangnya saja? Tapi entah kenapa ada rasa tidak rela jika hanya di anggap seperti itu, sehingga membuat dadaku sedikit sesak, rasa apa ini? Apa aku sudah mulai membuka hatiku untuk bos mesumku ini?' Gerutu Vero dalam hati.
Membuat Kai tersenyum penuh arti tanpa di ketahui oleh wanita itu, Kai sendiri entah karena apa, ia sendiri merasakan hal yang berbeda sejak mereka melakukannya untuk pertama kalinya di pulau dewata itu tepatnya di negara asal wanita ini.
Jika ia berada di dekat wanita ini, ia pun selalu tenang dan nyaman berbeda dengan wanita yang berada jauh disana, yang sudah lama sekali tidak pernah bertemu kembali sejak ia tidak bisa kembali ke tempat asalnya nan jauh di sana.
Entah bagaimana keadaan wanita itu sekarang? Apakah dia sudah mendapatkan penggantinya ataukah dia masih menunggunya, Kai sama sekali tidak tahu menahu.
***
Pagi pun menjelang dan Vero mulai terjaga dari tidur panjangnya, tubuhnya mengeliat pelan, namun rasa ngilu di inti tubuhnya membuatnya meringis, ia pun kembali mengingat apa yang telah terjadi tadi malam antara ia dan bos mesumnya itu?
Vero menoleh ke samping seperti biasa pria itu sudah menghilang dari atas ranjangnya, mungkin sudah kembali ke Apartemennya sendiri, begitu pikirnya.
Vero mendesah kasar begitu mengingat pergulatan panas yang mereka lakukan tadi malam, walaupun ia masih mencintai pria lain, namun sejujurnya ia juga menikmati sentuhan dari bos mesumnya tersebut.
Perlahalan ia beringsut bangun dan berjalan tertatih-tatih menuju kamar mandi, untuk segera berendam siapa tahu itu bisa mengurangi rasa sakit di seluruh tubuhnya saat ini.
'Apa aku benar-benar sudah melupakanmu? Ataukah aku masih tetap merindukanmu?' Batin Vero berkecambuk.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..
__ADS_1