Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Sindrom Couvade


__ADS_3

Kai terlihat mendesah panjang sebelum menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu. Ingin marah, tapi juga sama siapa, dia tahu istrinya mungkin belum memahami jika dirinya benar-benar tidak membutuhkan seorang Dokter.


" Dia muntah terus sepanjang pagi Dok, lihat tubuhnya sampai lemas begitu, tentu saja aku sangat khawatir pada suamiku, cepat periksa Dok." Titah Vero yang meminta sang Dokter segera memeriksa kondisi tubuh suaminya.


Kai ingin sekali menolak, namum rasanya tenaganya sudah tak mampu, ia pun akhirnya hanya pasrah ketika Dokter tersebut memulai memeriksanya." Permisi." Ujar Dokternya.


Sang Dokter pun kelihatan begitu serius saat memeriksa kondisi Kai secara keseluruhan. Tak begitu lama sang Dokter telah selesai memeriksa." Maaf, setelah saya periksa, sepertinya kondisi suami Anda baik-baik saja Nona, atau kemungkinan bisa jadi karena salah mengkonsumsi makanan." Jelas Dokter pria paruh baya itu kepada mereka bertiga.


" Kurasa tidak ada yang salah dengan makanan yang kami konsumsi tadi malam Dok, buktinya saya baik-baik saja. Coba periksa lagi, saya lihat dia muntah terus tapi tidak ada yang keluar sisa makanan, hanya air saja, benar 'kan sayang?" Tanya Vero menatap ke arah suaminya yang masih terlihat lemas.


" Begitu rupanya, kalau boleh tahu kapan Anda terakhir datang bulan Nona?" Tanya sang Dokter yang kini beralih serius kepada Vero.


" Datang bulan? Kenapa Anda menanyakan hal itu? Sedangkan saya baik-baik saja, yang sakit itu suami saya Dok, bukan saya." Bingung Vero menatap ke arah suami juga ke arah Aster. Kedua pria itu juga nampak saling pandang tidak mengerti, apa yang di maksud oleh Dokter tersebut.


" Tapi tunggu dulu Dok! Saya baru ingat, jika bulan ini seharusnya saya sudah datang bulan, namun kurasa aku sudah telat! Oh Astaga, bagaimana ini!" Pekik Vero secara tiba-tiba membuat Kai maupun Aster pun ikut bingung melihatnya.


" Sayang ada apa ini? Sudah aku katakan aku baik-baik saja. Dokter boleh pergi, silahkan!" Seru Kai yang secara tidak langsung telah mengusir sang Dokter untuk pulang. Namun yang terlihat Dokternya bergeming, sebab masih menunggu jawaban dari Vero.


" Tapi Dok apa hubungannya masa periodeku dengan penyakit suamiku?" Tak hanya Vero yang bingung, Aster pun juga sama, namun berbeda dengan Kai yang diam saja seolah tahu kemana arah pembicaraan ini.


" Baiklah kalau begitu saya jelaskan agar semuanya paham. Jadi begini jika di lihat jika sang istri yang telat datang bulan, dan juga efek muntah-muntah yang terjadi kepada suami anda, bisa jadi ini adalah faktor dari gejala sindrom couvade." Terang Dokter menjeda penjelasannya, sebab terdengar pertanyaan dari Vero.


" Apa itu Dok?"


" sindrom couvade adalah bentuk empati laki-laki, atau masalah yang terjadi pada suami dari istri yang tengah hamil yang mengalami gejala kehamilan. Memang, hal ini dapat membuat seorang pria mengalami gejala berupa sembelit, gas, kembung, mudah marah, mual, dan lainnya sebagainya." Terang sang Dokter menjelaskan membuat Aster maupun Vero terhenyak. Namun berbeda dengan Kai yang mulai tersenyum ceria seceria hatinya.


" Maksud Dokter sa-saya hamil?" Cicit Vero yang tentu saja terkejut dan juga tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.

__ADS_1


" Ini baru dugaan saya Nona, namun alangkah baiknya lagi Anda secepatnya segera pergi untuk memeriksakan kandungan Anda lebih lanjut kepada Dokter yang bersangkutan." Saran Dokter tersebut menatap serius kepada Vero.


" Akhirnya BruV, si benih unggulanmu tercetak juga." Celetuk Aster dengan raut berbinar, namun hanya di tanggapi senyuman saja oleh sahabatnya itu.


Dokter tersenyum kepada ketiganya." Baiklah kalau begitu saya permisi dulu, mari Nona, Tuan." Pamit Dokter tersebut yang di tanggepi anggukan oleh Kai seorang.


" Baiklah Dok, terima kasih banyak atas waktunya, mari saya antarkan." Aster pun ikut berjalan ke arah pintu mengantarkan Dokter itu sampai ke depan.


Sementara Vero nampak terpaku di tempat, mungkin karena efek terkejut dari pernyataan Dokter tadi padanya. Sampai-sampai panggilan dari Kai tidak di dengar, panggilan yang kelima barulah Vero tersadar dari lamunan panjangnya.


" Sayang, kau baik-baik saja?" Tanya Kai sedikit panik, pasalnya istrinya itu seperti terbebani setelah berita apa yang ia dengar tadi, yang menurutnya adalah berita bahagia.


" Eh, aku tidak apa-apa sayang." Sahut Vero sedikit memucat, dengan memaksakan senyumnya.


" Ayo kita ke rumah sakit, memeriksakan kandunganmu sayang." Ajak Kai yang turun dari ranjang dan bersiap akan bersih-bersih memasuki kamar mandi.


Tak lama Kai sudah selesai dan keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk yang di lilitkan sebatas pinggangnya saja. Dan itu membuat Vero menelan saliva dengan sedikit kesusahan.


" Kau kenapa sayang?" Tanya Kai sembari memakai outfit casualnya.


Vero hanya menggeleng pelan mencoba mengenyahkan pikiran buruk di otaknya." Tidak ada, ayo kita berangkat." Ajaknya yang mengambil tas tangan miliknya yang ia letakkan di atas meja.


" Tunggu sayang! Kau yakin memakai pakaian seperti ini keluar rumah?" Tunjuk Kai menatap dari atas hingga bawah melihat penampilan istrinya.


Vero yang melihat gelagat aneh dari sang suami pun mengikutinya, ia juga melihat penampilannya sendiri yang ternyata hanya memakai pakaian tidur nan tipis, bahkan sedikit menerawang jika di lihat di tempat yang terang benderang seperti di luar.


" Astaga! Ini semua gara-gara kau!" Desis Vero kesal menghentakkan kakinya menuju kamar mandi untuk membasuh tubuhnya secepat kilat lalu berjalan ke walk in closet untuk berganti pakaian, Kai hanya tersenyum dari kejauhan.

__ADS_1


Aku selalu tersenyum ketika memandangmu wanitaku, di dalam hatiku selalu berkata. Inilah wanita yang selalu aku inginkan di setiap waktu, dengan segenap jiwaku, dan kini sang waktu telah jauh meninggalkan kami. Sebentar lagi kau bukan lagi milikku, sebab aku telah berada di tempat yang jauh disana, entah sampai kapan?


Sebuah tempat yang telah menjadi takdirku dengan semua berkah dan kenikmatan dari-Nya, itulah yang pantas untukku. Kini waktu telah menjawab sebuah pertanyaan klasik, aku bukan pria yang terbaik untuk dirimu. Maka lanjutkanlah langkahmu, tetap tersenyumlah seperti itu. Aku akan tetap bahagia di sini apabila aku bisa memandang kau bahagia dari sana nanti.


----


Beberapa saat kemudian..


Seseorang yang berbeda tempat, baru saja masuk ke dalam mobil, mobil pun melaju menuju dimana seseorang yang telah lama selama ini, ada disana.


" Kau sudah pastikan bahwa dia ada disana?" Tanyanya kepada seseorang yang duduk di bangku sebelah sang supir.


" Saya sangat yakin Tuan."


" Hmm, aku sudah sangat tidak sabar lagi, akhirnya kita akan bertemu sayang." Gumamnya menyeringai.


.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..


__ADS_2