Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Masa Lalu_Acara Pertunangan


__ADS_3

Vero_PoV


*


Akhirnya kami tiba di kediaman besar keluarga Nella, acaranya memang di langsungkan di rumahnya sendiri. Setelah mobil berhenti dan kuncinya di buka, tanpa mengatakan apapun pada Kak Jull, aku bergegas turun lebih dulu dan berjalan menghampiri Mama yang sudah berdiri menunggu kedatangan kami berdua yang memang datang paling akhir.


Terlihat papan-papan bunga ucapan selamat atas pertunangan mereka sudah berjejeran rapi di depan halaman rumah, apalagi tepat di samping pintu utama tertampanglah photo Kak Jull dan Nella yang tengah tersenyum, membuatku semakin muka saja.


" Ver ayo masuk sayang." Ajak Mama memeluk sebelah tanganku dan mengajakku masuk ke dalam rumah besar itu, yang hampir sama besarnya dengan rumah keluargaku.


Seketika kedatangan keluarga kami di sambut dengan baik dan hangat oleh keluarga besar Nella, mengingat Papa Nella adalah rekan bisnis Papa yang sudah pasti mereka mengenal sangat akrab, setelah berramah-tamah dan menyalami semua orang, semuanya pun masuk.


" Hey Ver." Sapa Nella melambaikan tangannya padaku, aku hanya tersenyum tipis, tepatnya senyum yang aku paksakan.


Sok kenal, sok deket loe. lirihku dalam hati, yang masih menerbitkan senyuman manisku.


Ekor mataku melihat Kak Jull yang mengambil tempat duduk di samping Nella yang terlihat cantik, tetapi aku merasa lebih cantikan diriku kemana-kemana dari pada dengannya. Biarlah jika bukan aku yang memuji diriku sendiri lalu siapa lagi, mungkin hanya Mama yang akan melakukannya.


Sementara aku memilih tempat duduk di belakang bersama para saudara yang lain, sebab Mama pasti duduk di depan sana untuk mengikuti acara tersebut, dan yang paling penting Mama yang akan melamar Nella untuk putranya itu.


Tiba-tiba terdengar suara deringan ponsel, aku pun berjalan sedikit menjauh bahkan memilih untuk keluar rumah, entah siapa yang menelponku, dan aku berharap itu adalah seseorang yang akan menyelamatkan aku malam ini, untuk membawaku pergi dari acara terkutuk ini.


Ternyata nomor yang tadi meneleponku, walau sebenarnya aku tidak ingin mengangkatnya. Tetapi karena sekarang aku sedang badmood, aku pun terpaksa mengangkat panggilannya.


" Ya, ada apa lagi?" Ketusku sedikit membentaknya.


" Eiitss, aku yang seharusnya marah, bukan kamu. Jadi dimana kamu sekarang? Cepat kirim lokasimu sekarang!." Titahnya tanpa mau di bantah.

__ADS_1


Setelah beberapa menit berpikir akhirnya aku mengirimkan alamat rumah Nella pada pria itu, mungkin pelantara pria itu harapanku terkabul untuk segera pergi dari acara yang membuatku muak ingin segera melarikan diri.


Aku masih berdiri di teras rumah Nella, hingga tak lama kemudian aku melihat sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan gerbang. Lalu seorang pria bertubuh tegap dan terlihat cool keluar dari mobil tersebut dan mulai melangkah masuk menghampiriku.


Entah siapa namanya, kami bahkan belum sempat berkenalan waktu itu, tetapi dengan bodohnya aku justru meninggalkan nomor ponselku padanya. Dan sekarang entah sejak kapan pria yang baru pertama kali bertemu di toko buku itu sudah berdiri tepat di hadapanku saat ini, hingga membuatku terkesiap.


" Sudah lama menunggu kedatanganku ya..?" Godanya dengan begitu percaya dirinya. Apa pria ini memang narsis dari sejak lahir?


" Kau lihat sendiri 'kan kami ada acara di dalam, lalu bagaimana kau akan mengajakku keluar?" Tanyaku sengaja menantangnya. Aku ingin lihat seberapa jantan pria satu ini menghadapi Papa dan Mama, terutama Kak Jull.


" Tinggal pamit apa susahnya,," Belum sempat aku menyahut pria itu sudah langsung menyelonong masuk ke dalam rumah Nella, tampa permisi lagi. Dasar tidak sopan!


Ternyata di dalam sana acara tukar cincinnya sudah selesai, terlihat dari senyum cerah di wajah Nella, namun tidak dengan Kak Jull yang memang wajahnya yang terlihat datar. Aku mengikuti langkah pria yang belum aku ketahui namanya itu yang sedang berjalan ke arah Mama dan Papa. Bagaimana bisa pria ini tahu kedua orangtuaku?


Akhh,, bodoh sekali kamu Vero, sudah jelas-jelas terlihat dari pakaian yang kedua orangtuaku itu kenakan memang sama demganku. Berarti pria ini memang cerdik.


" Ya, lho bukannya kamu Roma?" Celetuk Papa menatap pria yang berdiri di sampingku begitu pun dengan Mama.


" Roma?" Beo Mama ikutan memanggil, dan tidak sengaja aku bertatapan dengan Kak Jull yang duduk bersama tunangannya, tentu saja mereka sudah resmi bertunangan bukan? Namun yang membuatku gagal fokus itu, Kak Jull menatap kami dengan pandangan tidak suka, tatapannya begitu tajam seakan bola matanya akan keluar sebentar lagi, aku pun kembali menatap Papa dan Mama agar tidak melihat raut kemarahan yang memang terlihat jelas dari Kak Jull.


" Benar Om, Tante ini saya Roma, sebuah kebetulan yang luar biasa, ternyata dunia ini memang sempit ya Om, tak pernah Roma duga ternyata pacar Roma anaknya Om dan Tante." Sahutnya kembali dan terlihat begitu akrap sekali dengan Mama dan Papa.


What? Dia bilang apa tadi? Pacar? Dia mengaku menjadi pacarku, memang dasar pria gil4! Tapi tunggu dulu! Sebuah ide langsung mengimplusku. Bukankah ini bagus, itu berarti tidak perlu bersusah-susah untuk membuat Kak Jull semakin meradang. Ternyata Tuhan mengirimkan seorang pria bernama Roma ini padaku...Aku tersenyum dalam hati. Dan tanpa kuduga Mama dan Papa mengenal pria ini sebelumnya.


" Pacar? Kalian pacaran? Vero jelaskan maksud semua ini! Benar kamu berpacaran Roma?" Cecar Mama padaku, aku hanya bisa meringis bingung harus menjelaskan bagaimana. Dan hanya sebuah anggukan yang bisa aku berikan.


" Kenapa kamu tidak mengatakannya pada Mama sayang? Ya ampun seharusnya tadi Roma di ajak bersama kemari." Respon Mama yang terlihat antusias sekali.

__ADS_1


Kenapa Mama terlihat menyetujui hubunganku dengan pria bernama Roma ini? Dan juga kenapa Kak Jull terlihat marah melihatku bersama Roma? Tidak mungkin dia cemburu padaku 'kan?


" Iya benar, jadi sejak kapan kalian pacaran?" Kali ini Papaku yang bertanya.


Saat akan menjawab, Roma lebih dulu menjawab pertanyaan Papa," Kami baru saja jadian sekitar satu mingguan ini kok Om, iya 'kan sayang?" Tanyanya padaku seolah meminta dukungan.


" I-iya Pa, Ma." Cicitku tersenyum kaku.


" Vero, kamu tahu tidak Roma ini sahabat Kakakmu Jullio sewaktu SMA." Ujar Mama memberitahu padaku, yang membuatku terkejut. Jadi pria ini sahabat Kak Jull, tetapi mengapa aku melihat ada kilatan api di netra Kak Jull saat melihat sahabatnya, Bukankah seharusnya dia senang bertemu kembali dengan sahabat lamanya.


" Oh iya Rom, sebenarnya malam ini tuh acara pertunangannya Jullio, tuh lihat orangnya disana." Tunjuk Mama ke arah Kak Jull dan Nella yang sedang mengobrol dengan para tamu.


" Wah, selamat Tan akhirnya sudah dapat calon menantu, Roma turut bahagia untuknya." Balas Roma terlihat begitu tulus. Dan aku hanya diam saja tidak ingin ikut menimpali ucapan mereka.


" Ma, Pa, ada apa ini?" Suara bariton betat seketika mengejutkan kami semua.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..

__ADS_1


__ADS_2