Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Cinta Tahu Jalannya Kembali ( End )


__ADS_3

" Bagaimana Dok? Apa janinnya baik-baik saja?" Tanya Jull tidak sabar juga merasa takut jika terjadi apa-apa dengan kandungan Vero. Sebab ia yang memaksa Adiknya itu untuk ikut penerbangan menuju ke negara asal mereka berdua.


Ya pada akhirnya Vero pun pasrah dan mengalah karena Kakaknya itu terus saja memaksa bahkan rela menyewa satu unit untuk ia tinggali demi menunggu jawaban darinya. Pria itu terus saja berusaha agar Adiknya itu mau ikut serta kembali ke negara tercinta.


Dan akhirnya perjuangan Jull pun tidak sia-sia. Bahkan Ia berjanji akan ikut andil dalam membantu menjalankan bisnis suami Vero pasca kepergian pria itu. Ya walau bukanlah bidang yang ia geluti selama ini, namun ia akan mencoba atau kalau tidak akan mencari seseorang yang ia percayai dan menyuruhnya mengurus bisnis tersebut.


Dan untungnya niatnya itu di patahkan oleh Erick yang memang tidak membutuhkan bantuan darinya, ia sendiri saja masih sanggup untuk menjalankan bisnis juga perusahaan yang kini menjadi miliknya bersama dengan sang istri. Ya walaupun hasilnya tetap harus di bagi rata menjadi tiga nantinya, sebab sudah ada tiga kandidat penerus dari mereka bertiga yang nanti akan meneruskan bisnis mereka.


" Syukurlah keadaan janinnya baik-baik saja Pak. Hanya saja saya sangat sarankan setelah sampai di rumah nanti Ibu harus langsung beristirahat ya, banyakin minum air purih dan juga vitaminnya." Jawab si Dokter setelah selesai memeriksa Vero.


Napas lega terdengar dari Vero juga Jullio. Keduanya pun saling tersenyum hangat menatap satu sama lain lalu setelahnya Vero menatap ke arah sang Dokter." Terima kasih banyak Dokter." Ucapnya tersenyum ramah, begitupun dengan sang Dokter.


" Sama-sama Bu. Kalau begitu saya permisi Tuan Prayoga." Pamit sang Dokter keluar dari ruangan khusus di dalam area bandara.


Ya setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam akhirnya pesawat yang keduanya tumpangi mendarat sempurna di bandara ibukota. Dan sebelum itu Jull yang sigap langsung menghubungi Dokter kandungan yang dulu menangani Quila istrinya hingga sampai istrinya itu melahirkan untuk datang ke bandara dan segera memeriksa keadaan Adiknya.


Setelah itu keduanya juga bergegas pergi meninggalkan area bandara. Dan di depan lobby sudah ada sebuah mobil dan supir keluarga Prayoga yang sudah sedari tadi menunggu kedatangan kedua majikannya itu.


" Selamat datang kembali ke tanah air Non Vero, saya senang sekali, semoga selalu sehat." Sapa sang supir sedikit merunduk kepada keduanya setelah membukakan pintu belakang mobil untuk Nona muda juga Tuan mudanya.


" Terima kasih banyak. Pak Mat apa kabar? Saya juga senang sekali akan kembali bertemu Pak Mat juga yang lainnya." Sahut Vero yang memang sedari dulu sangat dekat dengan pria paruh baya yang dulunya selalu mengantar juga menjemputnya saat masih sekolah.


Setelah menempuh jarak kira-kira hampir empat puluh menitan, akhirnya mobil pun mulai memasuki pelataran luas Masion milik keluarga Prayoga. Di depan sana sudah berdiri Pasangan yang sudah tidak muda lagi terlihat tersenyum lega saat melihat kedatangan kedua anaknya yang akhirnya sudah sampai dengan selamat hingga sampai rumah.

__ADS_1


" SAYANG VERO!!" Teriak Mama Jihan yang langsung menyambut kedatangan putri cantinya itu.


" MAMA!!" Vero juga tak mau kalah dari Mak-mak itu, ia pun juga berteriak bahkan saking semangatnya ia akan berlari hanya untuk bisa memeluk tubuh Mamanya jika saja sebuah tangan dan juga teguran tidak menghentikan aksi konyolnya.


" Hei jangan konyol!.Ingat kau sedang mengandung calon bayimu, kau juga sudah bukan remaja lagi Vero. Mama juga, kenapa tidak sabaran sih! Lihat putri kesayangan Mama ini hampir saja mencelakakan calon cucu Mama." Omel Jullio menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tak habis pikir dengan kelakuan kedua wanita berbeda usia yang sangat ia cintai juga sayangi itu.


Yang di omelin bukannya merasa bersalah justru menyengir kuda, seolah ia kembali mengingat masa-masa saat masih remaja yang dulu memang sering sekali berbuat hal yang konyol juga sedikit tengil sehingga ia sering di marahi oleh Kakak tampannya ini.


Ah,, masa-masa pada saat itu memang sangat menyenangkan. Jika saja waktu bisa di putar ulang, aku tidak ingin merasakan kerumitan orang dewasa seperti sekarang ini. Lebih baik aku menjadi seorang remaja yang sedikit nakal. Oh tidak! Mungkin memang nakal aku dulu, yang tahunya hanya bermain, belajar, dan nongkrong bersama teman-teman.


" Sorry." Sesal Vero dengan nada lirih dan menatap memohon dengan tatapan puppy eyes andalannya, yang biasanya akan membuat Jull pun tidak berkutik setelah melihat itu. Dan terbukti, raut yang tadinya tajam perlahan kembali tenang.


" Kenapa jadi Mama yang kau salahkan Jull." Ganti Mama yang mengomel kepada putranta itu sembari memeluk hangat putrinya namun sedikit memberi jarak mengingat putrinya itu sedang hamil besar. " Bagaimana kabar calin cucu Mama?" Ujar Jigan sembari mengelus perut buncit itu.


" Sudah-sudah ayo kita semua masuk, nanti kita lanjut di dakam" Syara Johan sang Papa mengintrupsi ketiganya.


" PAPA.!!" Seru Vero yang kini berjalan menghampiri Papanya." Vero kangen Papa." Lirihnya sembari memeluk tubuh pria yang sudah menyayanginya selayaknya putrinya sendiri.


" Papa juga kangen sayang."


Ke empatnya pun berjalan masuk ke dalam rumah menuju ke ruang keluarga. Dimana disana terlihat seorang Baby sitter yang sedang menggendong bayi mungil yang belum genap berusia satu bulan itu.


Melihat pemandangan itu, seketika membuat Vero tergugah dan berjalan mendekati sang Baby sitter. " Sust, eum,, boleh saya menggendongnya." Pinta Vero dengan tatapan yang melekat ke arah bayi mungil itu.

__ADS_1


" Oh iya Non, silahkan." Walau sang Suster belum pernah sekalipun bertemu dengan Vero, namun ia sempat mendengar jika Adik dari Bosnya itu akan datang ia pun segera menyerahkan anak asuhnya itu ke dalam gendongan Vero.


Dan lihatlah jiwa kebuannya pun seketika muncul begitu saja saat bayi mungil itu kini sudah berada di dalam gendongannya. " Oh, sayang, kau sangat tampan sekali seperti Daddymu." Bisik Vero pelan sembari mengusap pipi juga mencium kulit halus itu, bahkan aroma khas bayi itu sangat ia sukai, Vero merasa sudah jatuh cinta pada bayi tampan yang seharusnya menjadi keponakannya.


Dan tanpa ia sadar uacapannya itu ternyata di dengar oleh ketiga anggota keluarganya yang berdiri tidak jsuh darinya. " Kalian dengar itu, cucu tampan kita sudah menemukan wanita yang tulus ikhlas merawatnya kelak. Dan untukmu Jull, lebih baik kalian menikah saha, kali ini Mama akan merestui kalian, sangat merestui kalian berdua putra putri Mama, dan ini semua juga demi cucu tampan Mama dan calon cucu kedua Mama. Mama dan Papa tidak akan bisa menemukan orangtua yang baik sebaik kalian berdua untuk merawat dan menyayangi kedua cucu Mama nantinya." Titah Mama Jihan yang nampak begitu serius kali ini.


" Me-menikah? Tapi Ma—


" Tidak ada tapi-tapian. Ini semua juga demi kebahagian anak-anak kalian nantinya." Titah Jihan kembali. Yang memang tidak ingin di bantah.


Memang apa yang telah di perjuangkan dulu juga hampir membuat keduanya bersama. Walau sempat ada badai yang melanda mereka, namun tetap saja siapa pasangan kita akan kembali kepada pasangan kita yang di sebut dengan jodoh.


Walau kita sama-sama pernah terjerat cinta oleh makhluk Alien itu, namun cinta yang akhirnya bisa membuat kita bersatu setelahnya..


Cinta itu selalu tahu siapa pemiliknya, sejauh apapun ia pergi bila memang sudah jodohnya pasti akan kembali.


...~ The End ~...


-Terima kasih akhirnya Novel ini selesai juga, tapi jangan dulu di unfavorite ya, nanti akan ada Bonchapnya ya Kakak.. di tunggu saja..


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..

__ADS_1


__ADS_2