Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Makan Siang Bersama.


__ADS_3

Di sisi lain tempat, tepatnya di gedung Apartemen milik Vero yang lama, seorang pria terlihat baru sampai dan berjalan dengan tergesa-gesa untuk segera sampai ke unit yang ia tuju.


Karena ia sudah sangat tidak sabar ingin segera bertemu dengan wanita yang tengah berada di dalamnya, entah bagaimana reaksi kekasihnya saat mengetahui kedatangannya yang tiba-tiba saat ini.


Dengan penuh percaya diri ia segera menekan passcode pintu itu karena memang ia sudah mengetahuinya di luar kepala jadi tidak perlu lagi meminta pada sang penghuni Apartemen.


Namun ternyata passcode yang ia tekan itu salah," Kenapa tidak bisa? Apa dia telah mengubah paswordnya? Ia terus saja mencoba hingga beberapa menit kemudian pintu itu pun terbuka.


" Huh! Ternyata kau mengubahnya dengan tanggal lahirku." Gumam Jullio tersenyum lebar sembari berjalan masuk.


Ya memang siapa lagi kalau bukan Jullio yang ternyata sudah sampai dan akan menemui kekasihnya itu. Begitu masuk ke dalam semuanya tampak begitu gelap, seperti tak berpenghuni, namun ia mencoba berpikir positif dan menganggap sang kekasih mungkin sedang berada di dalam kamarnya.


Setelah menghidupkan lampu di beberapa ruangan ia pun berjalan menuju kamar yang biasa di tempati oleh Vero selama tinggal di sana, karena memang ada dua kamar yang bersebelahan.


Jull mencoba mengetuk pintu kamar Vero namun tak ada sahutan dari dalam, walau terasa janggal dan sudah beberapa kali mencoba memanggil ia pun langsung menekan handle pintu yang ternyata tidak di kunci.


" Vero, sayang Kakak sudah datang! " Panggilnya sambil masuk ke dalam kamar, begitu ia menyalakan lampu kamar ternyata kosong, tidak ada siapa pun di dalamnya.


Hatinya langsung mencelos dan dadanya terasa sesak nyeri, karena tak menemukan keberadaan sang kekasih.


" Sayang kamu dimana?!" Jull berjalan masuk ke dalam kamar mandi namun tak lama ia keluar karena tak ada siapa-siapa di dalam sana. Jull pun mencoba mencari di kamar sebelahnya, siapa tahu Vero tidur disana, namun begitu ia membuka pintu kamar tersebut, hasilnya tetap sama nihil, tidak ada siapa pun di dalamnya.


Jull langsung mengusap wajahnya dan menjambak rambutnya dengan kasar, ia sangat bingung saat ini, karena tidak menemukan keberadaan Vero sang kekasih.

__ADS_1


Semuanya ia geledah, dan lemari-lemari itu semuanya kosong hanya tersisa sedikit saja pakaian milik Vero, ia pun segera memeluknya sambil menghirup sisa aroma tubuh dari wanitanya.


" VERO DIMANA KAMU SAYAAANGG!!." Jeritnya perih terluka dalam namun tidak berdarah.


Rasa bersalah pun menyelimuti hatinya, namun di sisi lain rasa rindu yang jauh lebih mendominasinya, ia sungguh sangat menyesali perbuatannya yang hari itu justru pergi meninggalkan sang kekasih sendirian dalam kondisi yang— " Aarghh!!"


Jull merasa sangat egois, ia sama sekali tidak memikirkan bagaimana perasaan Vero pada saat itu, yang sebenarnya sangat membutuhkan dukungan dan juga kehadirannya. Namun ia justru kabur pergi ke Apartemen miliknya hanya untuk menenangkan dirinya sendiri.


" Maafkan aku sayang, yang sangat egois, aku hanya mementingkan diriku sendiri kemarin aku berjanji akan mencari dimanapun kau berada, aku yakin kau pasti ada di negara ini." Gumamnya yakin, ia duduk di bibir ranjang dan sedikit menunduk sambil memikirkan kira-kira dimana Veronya berada saat ini?


***


Sementara Vero nampak fokus bekerja di dalam biliknya, hingga waktu istirahat pun tiba wanita itu masih sibuk menyalin beberapa berkas ke dalam benda lipat yang ada di atas meja.


" Huh! Akhirnya beres." Desisnya menghela nafas lelah, belum sepenuhnya lelahnya hilang pintunya tiba-tiba terkuak dari luar, dan muncullah pria yang semalam memeluknya sepanjang malam.


" Kita mau kemana?" Tanya Vero, yang terus mengikuti langkah lebar dari bos mesumnya itu.


Hingga sampailah mereka berdua di atas rooftop atas masih berada di gedung perusahaan tersebut. Vero menatap ke sekelilingnya, luas dan begitu segar udara disana. Walau matahari cukup terik, namun pemandangan gedung-gedung tinggi pencakar langit di sekitarnya mampu membuat betah dan pandangannya tak jenuh. Ia semakin takjub sesaat ia melihat terdapat sebuah meja kecil beserta dua kursi di sudut sana.


Vero menoleh menatap bosnya itu, seolah bertanya apa maksud dari semua ini? Apa ia telah menyiapkan sesuatu yang manis untuknya?


" Ayo, aku sudah sangat lapar." Kai segera menarik tangan Vero mengajaknya berjalan menuju ke arah meja kursi itu, yang ternyata di atas meja tersebut sudah terhidang beberapa menu masakan yang siap di santap.

__ADS_1


" Ini semua untukku?" Tanya Vero sedikit terharu, tak menyangka bos mesumnya itu akan berlaku seromantis ini. Ia pikir Bosnya itu akan berbuat mesum sesuka hatinya dan memperlakukannya bak boneka di atas ranjangnya saja. Akan tetapi—


" Tentu saja untuk cacing di dalam perutku." Tandas Kai kemudian duduk di salah satu kursi terlebih dahulu, tanpa melayani wanitanya. Vero di buat menganga dengan sikap dan juga perbuatan luar biasa dari Bosnya itu. Ia menggeleng tak percaya, namun ia juga segera duduk di hadapan Kai, menatap sedikit kesal kw arah pria itu.


" Apa? Cepat makan! Kau bisa makan sendiri bukan! Tidak memintaku untuk menyuapimu?" Baru Vero akan menjawab, Kai langsung melanjutkan ucapannya kembali." Sebab aku sangat kelaparan, semalaman aku berusaha menahan diriku agar tidak memakanmu." Vero kembali menganga mendengar kata demi kata yang Kai ucapkan padanya.


' Sebenarnya Spesies jenis apa Bos mesumku ini? Kadang romantis, kadang menyebalkan! Kadang-kadang menghanyutkan juga.' Ujarnya dalam hati.


" Sudah aku bilang, aku adalah pria Alien dari bintang Orion. Jadi rahasiakan ini baik-baik dari semua orang, termasuk semua karyawan yang bekerja di perusahaan ini. Dan kau adalah manusia kedua yang tahu dengan statusku." Pinta Kai bersungguh-sungguh.


" Kedua? Itu berarti ada manusia lain yang tahu sebelum aku? Kenapa kau terlalu percaya pada manusia sepertiku. Maksudku—katakanlah bahwa kau memang seorang Alien dari luar angkasa, dan kita bahkan baru saja bertemu dan juga saling mengenal, bagaiaman bisa kau—


" Hanya kau dan Erick saja yang tahu. Dan itu sangat mudah, kenapa aku sangat mempercayaimu seratus persen dan tidak membocorkan statusku. Sebab aku tahu seperti apa hatimu luar dan dalam." Jelas Kai menyantap makan siangnya dengan lahap.


Vero kembali menatap Bos mesumnya dengan tatapan yang nanar juga terlihat masih bingung. Namun ia enggan untuk membalas perkataan dari pria yang duduk di depannya ini. Dari penampilannya saja Vero sangat yakin jika pria itu memang bukanlah orang yang biasa.


.


.


.


.tbc

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..


__ADS_2