Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Permainan Di Kantor


__ADS_3

Sementara itu di lantai bawah, tepatnya di ruangan Aster, Erick baru saja keluar dari sana, namun di pintu depan ia berpapasan dengan Glory sekretaris sahabatnya itu." Siang Mr. Anda sudah makan siang?" Tanya Glory berbasa-basi dengan pemimpin perusahaan yang lain, selain bosnya Aster.


" Ya ini aku juga akan pergi makan siang. Apa yang kau bawa itu?" Tanya Erick penasaran menatap paperbag yang ada di sebelah tangan Glory.


" Oh, ini makan siang untuk Mr. Aster." Jawab Glory sedikit kikuk.


" Baiklah, kalau begitu. Hati-hati, aku pergi dulu." Pamitnya segera pergi meninggalkan perusahaan. Walau Erick tahu apa yang akan terjadi di dalam ruangan Aster nanti, akan tetapi ia hanya ingin tahu sejauh apa hubungan keduanya.


Setelah kepergian Erick, Glory terdiam sesaat, memikirkan kata-kata dari Erick. " Apa maksudnya?" Bersikap tak peduli, ia segera masuk ke dalam ruangan Bosnya. Dan terlihat pria itu sedang sibuk dengan kertas-kertas yang menumpuk di atas meja kerjanya. Tanpa menoleh Aster tahu siapa yang sudah masuk ke dalam ruangannya saat ini, sebab ia sudah mencium aroma yang bisa membuatnya berhenti mengerjakan semua pekerjaannya saat wanita itu ada di depan ruangannya tdi.


" Kemarilah." Aster menepuk pahanya, meminta Glory untuk duduk di atas pangkuannya seperti biasa. Segera wanita itu berjalan dan mendaratkan dua bongkahan padatnya di pangkuan Bos mesumnya. Namun sebelumnya ia sudah meletakkan paper bag yang ia bawa tadi di atas meja depan.


" Apa yang di katakan Erick padamu tadi di luar?" Tanya Aster, seolah ia tidak mendengar perkataan dari sahabatnya. Padahal ia mendengar dengan jelas tadi.


" Tidak ada, hanya menanyakan apa yang aku bawa, itu makan siang untukmu." Glory menujukkan paper bag yang ada di atas meja. " Makanlah, aku bawakan makanan kesukaanmu." Glory akan bangkit berdiri, namun pinggangnya di peluk erat oleh Aster.


" Kau sungguh mencintaiku Glory? " Tanya Aster menatap dalam ke dalam bola mata Glory, mengusap pipi halus itu. Membuat wanita itu sedikit salah tingkah dan mengalihkan pandangannya.


Aster megang dagu Glory agar menatapnya kembali, " Hei, dengar kau tahu bukan, kalau aku bukan pria baik-baik. Akan tetapi jika memang kau memang mencintaiku, mari kita jalani." Ujar Aster terdengar ambigu.


" Maksudnya?" Tanya Glory tidak paham, ia dan Aster memang mempunyai sebuah hubungan, akan tetapi hanya sebatas hubungan yang saling menguntungkan. Ya hanya sebatas itu selama ini, sebab Glory tidak dapat meminta hubungan yang lebih, kendati ia memang amat mencintai pria yang menjadi Bosnya tersebut, selama ia menjadi sekretarisnya. Akan tetapi ia tahu seorang Aster janah menginginkan tubuhnya saja tidak lebih.

__ADS_1


" Ya, mari kita menjadi sepasang kekasih pada umumnya yang di lakukan kebanyakan manusia. Akan tetapi kau tidak lupa bukan, jika aku tidak bisa menahan diri jika di dekatmu. Kau lihat antenaku sudah berdiri sedari tadi. Dan kau bisa merasakannya juga, aku tidak bisa, jika tidak melakukannya barang sehari saja." Seru Aster dengan pandangan yang mulai berkabut.


Glory tahu betul apa yang Aster butuhkan saat ini, ia pun tak menampik jika ia juga menginginkan pria itu, menginginkannya berada di dalam tubuhnya sekarang. Tanpa sadar ia sudah menggoyangkan pinggulnya sendiri. Mambuat Aster mengerang, dan mendesis.


Detik berikutnya, kedua bibir itu sudah saling bertaut, bertukar saliva, saling menyesap dan menghisap satu sama lainnya. Ciuman keduanya semakin dalam dan panas. Aster segera menggendong tubuh Glory berjalan memasuki kamar pribadinya, tanpa melepaskan tautan bibir itu.


" Nggh,,," Lenguh Glory saat tangan nakal Aster sudah meremas salah satu bukit kembarnya. Dan tangannya satu lagi sudah bermain-main di bawah sana. Dengan cepat Aster melucuti pakaiannya dan juga pakaian Glory hingga keduanya sama-sama dalam keadaan polos.


" Kurasa aku juga mulai menyukaimu." Bisik Aster yang akan mulai menyatukan tubuh mereka berdua.


" Uuhhh.." Lenguh mereka bersama begitu kedua tubuh itu sudah menyatu sempurna. Aster kembali mencium bibir manis Glory, seraya menggerakkan pinggulnya secara perlahan, Glory pun membalas gerakan tersebut sesuai ritme.


Semakin lama gerakan mereka semakin cepat dan keras, Glory merasa milik Bosnya itu mentok menyentuh dinding rahimnya, sehingga ia terus mengerang dan mendesah." Aahh,,, aku sangat menyukai ini." Racau Glory di sela hentakan yang ia terima.


" Kau dan juga antena milikmu." Jawab Glory di sela kenikmatan yang ia rasakan.


" Panggil namaku Baby." Titah Aster sembari mengulum dan menyesap ****** yang berwarna merah muda itu.


" Aahh, Aster.." Desah Glory memeluk erat leher Aster yang masih asik mengul*m salah bukit kembar mikik Glory, bagaikan bayi besar yang sedang kehausan.


Dalam satu kali gerakan, tubuh kedunya sudah berpindah tempat. Aster kini ada di bawahnya, sementara Glory-lah yang akan memimpin permainan panas mereka. Ini sudah kesekian kalinya mereka melakukan pergulatan panas di dalam ruangan ini, kadang juga melakukan di atas meja, sofa, bahkan di dalam mobil yang terparkir di basement pun seting mereka lakukan dengan int*m dam juga panas.

__ADS_1


" Ayo menarilah, ini sangat enak Baby." Titah Aster yang sudah tidak tahan lagi, ingin merasakan goyangan maut dari sekretarisnya.


Tanpa di minta dua kali, Glory segera memulai aksinya, ia menari dengan erot*s dan juga seksih di mata Aster, pria Alien yang gil4 akan olah raga ranjang itu semakin brutal menekan antenanya yang semakin dalam dan menyentrum ke seluruh tubuh Glory, membuat wanita itu meliuk-liuk di atas tubuhnya.


" Aahh,, aku akan sampai Aster." Glory semakin mempercepat gerakan maju mundurnya, sebentar lagi ia akan mencapai puncaknya.


" Bersama, Baby." Aster pun membantu Glory dengan menahan di kedua sisi pinggul wanita itu, dan sedikit mengangkat tubuhnya ke atas untuk bisa meraup salah satu bukit kembar yang sedari tadi menantang dirinya.


" Arrggkhh.." Akhirnya kedua tubuh itu bergetar hebat, merasakan ledakan secara bersamaan. Dan juga peluh membanjiri tubuh mereka.


" Aku sangat mencintaimu Aster." Glory yang kini mencium bibir tipis milik Aster. Pria Alien yang mampu membutakan hatinya. Hanya saja Glory tidak mengetahui bahwa pria gil4 yang ia cintai itu bukanlah manusia, melainkan makhluk jadi-jadian yang berwujud manusia yang tentu saja sangat tampan baginya.


Keduanya masih terkapar tak berdaya di atas ranjang. Saling memeluk dengan nafas yang masih memburu. Mereka tidak sadar jika hari sudah hampir malam, bahkan melewatkan makan siang mereka, saking asiknya marajut asmara yang membara di atas ranjang panas milik Aster.


.


.


.


.tbc

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..


__ADS_2