Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Mabuk


__ADS_3

Dan dengan terpaksa Nina mau tidak mau ia pun mengangkat panggilan dari nomor tak di kenal tersebut. Entah siapa yang menghubunginya malam-malam seperti ini.


" Ya, Hallo ini siapa?" Sapanya begitu panggilan telepon itu sudah terhubung.


" Hay ini aku Nino, masa kamu sudah lupa?!" Jawab seseorang di swberang sana yang ternyata adalah si Nino, pria yang tadi sore ia ajak ngobrol di pantai.


" Oh, aku kira siapa tadi, maaf ya. Ada apa malam-malam begini kamu menghubungiku?" Tanya Nina kembali, ia sedikit penasaran kenapa si Nino mengbunginya.


" Oh, ini eum, kamu lagi ada acara nggak? Kebetulan aku sedang ada di luar ni, mau ikut gabung di acara party sama kita-kita nggak?" Ajak Nino.


" Party? Emang kalian ada dimana?" Tanya Nina yang terdengar begitu antusias setelah mendengar kata party.


" Kita-kita lagi ada di bawah nih, tepatnya di area kolam renang hotel dimana tempat kalian menginap, gimana, mau ikut gabung nggak?" Bujuknya yang terus berusaha agar si Nina ikut gabung ke acara party.


" Eum, aku tanya ke teman-temanku dulu ya mau nggak mereka ikut? Nanti aku hubungi lagi." Setelahnya Nina pun memutuskan panggilan tersebut terlebih dahulu, tanpa mendengar jawaban dari Nino.


" Siapa?" Tanya Vero yang memang sedari tadi mendengarkan obrolan mereka, walau hanya suara Nina yang terdengar.


" Itu si Nino ngajakin kita semua ke party di bawah, mau ikut gabung nggak?" Tanya Nina sambil kembali duduk di samping Sisil. dimana gadis itu begitu menikmati makan malamnya.


" Dimana memang partinya?" Tanya Marry yang sudah menyelesaikan makannya.


" Katanya sih partynya ada di area pool swimming di bawah, jadi mau ikutan gabung nggak?" Tanya Nina lagi.


Sisil dan Marry bersitatap sejenak lalu menatap Nina dan juga Vero yang kelihatan yang juga menatap mereka bergantian sambil menunggu jawaban dari keduanya.


" Ayo kita berangka!?" Ajak Vero yang langsung mengambil keputusan dengan begitu mantap, entah setan apa yang tengah merasukinya. sebab seorang Vero memang tidak menyukai acara party-party yang tidak jelas.


Ketiganya menganga tidak menyangka akan mendengar jawaban dari Vero." Baiklah ayo kita semua pesta." Seru Nina yang terlihat begitu bersemangat. Sisil dan Marry pun akhirnya mengikuti keduanya.


-----

__ADS_1


Sementara itu di kolam renang Nino terlihat tersenyum penuh arti setelah panggilan itu berakhir.


" Kau barusan menghubingi siapa?" Tanya Jojo penasaran yang memang tengah duduk di samping Nino dan sedikit menguping pembicaraan sahabatnya di ponsel tadi.


" Ada dech, yang jelas seorang gadis." Jawab Nino tersenyum jenaka.


" Aaiiss! Pasti gadis yang kemarin itu bukan?" Tebak Dhika yang tepat sasaran.


" Dasar, si Dewi mau kau kemana in itu? Sudah mau bertunangan juga masih saja bertingkah." Gerutu Boy yang sedari tadi hanya diam saja.


" Kalian tahu sendiri aku memang tidak menyukai Dewi sedikitpun, ini semua permintaan dari Omaku, semua Oma yang mengaturnya, sungguh kalian tidak peka sama sekali. " Gerutu Nino balik.


Akhirnya Dhika, Boy dan Jojo tak lagi menjawab jika sudah mendengar ucapan dari Nino seperti itu, kalau sudah berhubungan dengan keluarga lalu mereka bisa apa coba.


" Ya terserah deh, aku hanya mengingatkan saja, pilih salah satunya." Ujar Boy menasehati.


Mereka bertiga sudah mengenal siapa Nino yang sebenarnya, walau dia pria yang terlihat seperti seorang cassanova tapi sebenarnya julukan itu tidaklah benar, bahkan mereka bisa jamin jika barang Nino masih ori, alias masih perjaka ting-tong. Dan juga hatinya sangatlah baik. Semua itu ia tunjukkan agar sang Oma tidak terus menerus menjodohkan cucu tampannya itu pada Dewi yang adalah cucu dari sahabat Omanya.


Mereka berempat pun akhirnya turun ke bawah dan langsung menuju ke arah kolam renang yang di pakai untuk acara party yang di sebutkan oleh Nino tadi.


Nino sengaja mengundang mereka. Yang kebetulan yang mengadakan Pool Party adalah sahabatnya sendiri yang datang dari luar negeri sana.


Dan kebetulan hotelnya sama dengan hotel tempat mereka para gadis menginap. Bagai pucuk di cinta ulam tiba, itulah yang menggambarkan perasaan Nino malam ini.


" Hay, akhirnya kalian datang juga." Seru Nino berjalan mendekati mereka berempat." Terima kasih cantik." Pandangannya langsung melekat pada Nina.


Nino mengajak mereka semua para gadis untuk duduk di salah satu meja bulat yang berada di deket kolam renang dan bergabung bersama temen-temen prianya yang sudah berkenalan dengan mereka tempo hari lalu. Bukan hanya para itu sjaa yang menatap binar oada keempat gadis yang ada di hadapannya. Para tamu pria yang lain juga ikut merasakan hal yang sama.


Mereka bercanda gurau, saling bercerita melupakan sang empu yang mempunyai acara tersebut. Hingga dari kejauhan juga terlihat ada sepasang mata elang yang sedang memperhatikan salah satu dari keempat gadis tersebut.


" Nih minuman buat kalian." Ujar Nino sambil menyodorkan minuman yang sudah ia pesan sejak tadi untuk para gadis itu.

__ADS_1


" Nih Ver minum sedikit saja " Seru Nina sambil menyodorkan segelas minuman beracik itu kepada Vero.


" Tidak, nanti aku mabuk bagaimana?" Sahut Vero sambil menggeleng, sebab ia memang tidak terbiasa meminum minuman beralkohol.


" Sedikit saja tidak akan membuatmu mabuk sayang." Sahut Sisil kemudian.


" Iya lagian juga gelas kecil, tenang saja kami tidak akan memberitahukan kepada Kak Jull." Timpal Marry melanjutkan.


Saat mendengarkan nama kakaknya di sebut, tanpa menunggu lama lagi Vero pun segera merebut gelas itu dan menenggaknya langsung dalam sekali teguk, bahkan ia beberapa kali mengambil gelas berisi alkohol yang berada di atas meja yang ada di hadapnnya.


" Hei, hei Vero stop, kenapa kau jadi minum banyak begini?" Gerutu Nina sambil merebut paksa gelas yang masih di pegang oleh Vero.


" Berikan itu." Bentak Vero yang sebenarnya masih ingin minum. Entah sejak mendengar nama Kakak seksligus kekasihnya di sebut, hatinya semakin kesal.


" Tidak, kau sudah terlihat mabuk Ver." Elak Sisil terus memaksa Vero berhenti. Akhirnya Vero kalah jika sudah ketiganya maju, keempat pria itu hanya diam menonton aksi keempat gadis tersebut. Hingga tak lama Vero berdiam, ia akhirnya bangkit berdiri.


" Aargghh! Kalian nggak asik! Baiklah sebaiknya aku kembali lebih dulu, kepalaku terasa berputar." Vero hendak melangkah, namun lengannya di cekal oleh Nina.


" Sini aku anterin." Nina sudah beranjak juga tapi di tolak oleh Vero.


" Tidak perlu, aku masih bisa sendiri." Tolak Vero yang sudah melangkah pergi meninggalkan mereka semua, namun Nina tetaplah Nina, ia berjalan mengikuti Vero hingga sampai sahabatnya itu masuk ke dalam list yang akan naik le lantai dimana kamar mereka berada. Setelahnya Nina berjalan kembali ke tempat kedua sahabatnya dan juga Nino.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..


__ADS_2