Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Masa Lalu_Dinner Keluarga


__ADS_3

PoV. Vero


Waktu cepat berlalu tidak terasa hari sudah hampir sore, sepulang dari body spa tadi, aku dan Mama tidak langsung pulang ke rumah melainkan pergi ke salah satu Mall terbesar di ibukota, kami berjalan-jalan, shopping. Entah sudah berapa toko kami masuki dari sekedar melihat-lihat sampai keluar toko sudah menenteng beberapa paper bag belanjaan.


" Mama, kapan kita pulang, Vero sudah sangat lelah!" Keluhku dengan berjalan gontai di samping Mamaku dengan tangan menenteng beberapa paper bag.


" Baiklah kita pulang sekarang, Mama juga sudah begitu lelah." Sahut Mama akhirnya menyerah juga sambil ikut menenteng paper bag yang sama sepertiku, tetapi jauh lebih banyak punyaku, karena aku yang begitu gelap mata jika sudah berbelanja.


Kami pun memasuki mobil yang sudah siap ada supir yang menunggunya di dalam," Kita langsung pulang Bu." Tanya Pak Mat, supir keluarga kami. Beliau juga yang dulu selalu mengantar jemputku ketika aku masih sekolah.


" Iya Mat, bagaimana tadi di rumah sudah beres?" Tanya Mama ambigu pada Pak Mat, aku sedikit penasaran dengan pertanyaan Mama, tetapi aku sudah tidak kuat lagi ingin terlelap. Akhirnya sepanjang perjalanan ke rumah aku ketiduran di mobil yang memang jaraknya cukup lumayan jauh dari Mall yang kami kunjungi tadi.


Aku mulai terjaga dengan membuka mataku yang masih terasa berat, namun ada sesuatu yang tertahan dan terasa penuh ingin segera di keluarkan, membuatku cepat beranjak ingin bergegas ke kamar mandi.


Namun langkahku terhenti begitu aku melihat sekitarnya, ternyata aku sudah berada di dalam kamarku sendiri, bukankah seharusnya aku masih berada di mobil, karena tadi pulang dari jalan-jalan aku ketiduran di perjalanan?


Mengenyahkan sejenak pikiran tentang tadi, aku langsung bergegas berlari masuk ke dalam kamar mandi untuk menuntaskan panggilan alam, tak lama aku pun keluar dengan wajah yang sudah kembali segar seusai mencuci wajahku yang sedikit lengket tadi efek baru bangun tidur.


Lalu aku mengingat kembali yang tadi, bagaimana bisa aku sudah ada di dalam kamarku sendiri, seharusnya Mama membangunkanku seperti biasa ketika aku tertidur di mobil, tidak mungkinkan Papa yang gendong aku ke kamar mengingat tubuhnya pasti tidak sebugar dulu sewaktu masih muda, bukannya meremehkan Papaku tetapi menggendongku yang cukup berat ini hingga sampai lantai atas jelas sekali bukan Papa apalagi Mama, jadi siapa yang menggendongku?

__ADS_1


Apa Kak Jull yang menggendongku? Inilah kebiasaan burukku, jika sedang tertidur pulas aku pasti tidak akan terganggu oleh keadaan di sekitarnya. Layaknya orang mati saja! Lantas apa pria itu masih ada disini? Sebab biasanya pria itu pasti sedang makan malam di luar bersama Nella calon tunangannya itu yang genit menurutku. Karena aku tidak mau ambil pusing dengan urusan mereka, di tambah cacing di dalam perutku rasanya sudah berdemo ingin segera di kasih makan, aku pun akhirnya keluar kamar dan bergegas turun menuju ruang makan.


Di lantai bawah terlihat sepi, tidak ada orang sama sekali, apa mereka sudah tidur semua? Tetapi bukankah ini masih terlalu sore untuk orang yang akan beristirahat, mengingat ini masih pukul delapan malam.


"SURPRISE..HAPPY BRITHDAY SAYANG!!" Teriak Mama dan Papa juga Kak Jull yang sedang membawa kue tar bronies kecil yang berisi banyak sekali lilin-lilin kecil di atasnya.


Mataku pun mulai memanas dan berkaca-kaca tidak percaya dengan apa yang mereka lakukan padaku pada malam hari ini, senyumku begitu mengembang terukir di wajah cantikku, aku bahkan lupa jika besok adalah hari ulang tahunku. Aku menatap satu persatu dari mereka semua dan terakhir tatapanku jatuh pada sosok wanita yang bertingkah manja menempel pada lengan Kakakku Jull, ya dia Nella bagaimana wanita itu bisa ada di sini malam-malam begini?


Seketika senyumku langsung memudar, aahh, tentu saja pasti mereka semua yang mengundangnya, dan tentu saja pria itu, memang siapa lagi! " Selamat sayang, ini hadiah dari Mama." Ujar Mama sambil menyodorkan bingkisan kotak terbungkus kertas kado yang di bentuk begitu cantik.


Layaknya aku ini masih anak kecil saja dimatanya, tetapi aku tetap menerimanya dan tak lupa mencium kedua sisi wajah Mama dan memeluknya erat." Terima kasih Mama." Entah sejak kapan air mata ini sudah meleleh di kedua pipiku.


" Terima kasih Papa." Air mata masih terus saja bergulir di kedua pipiku, membuat wajahku sembab oleh air mataku ini. Kini aku menatap Kak Jull juga Nella si wanita jadi-jadian itu. Entah mengapa aku sangat membencinya, walau ia terus saja bersikap baik padaku selama ini.


" Vero selamat ulang tahun ya ini dari kami berdua. Maaf jika hadiahnya tidak sebanding dengan hadiah Mama dan Papa." Cicitnya menyodorkan bingkisan berukuran sedang berbungkus kertas kado berwarna pink, emang dia kira aku anak kecil apa!


Aku semakin membencinya bukan karena hadiah pemberiannya itu, melainkan panggilannya terhadap Mama dan Papa yang seolah dia sudah menjadi bagian dari keluarga kami saja! Aku tak langsung menerimanya, masih terus menatapnya dengan tatapan sedikit tajam.


" Sayang, ayo di terima! Itu kasihan Nella yang sedari tadi menunggumu untuk menerima hadiah pemberiannya." Suara Mama mengintrupsi keadaan yng sedikit menegangkan.

__ADS_1


Aku tahu, pasti Kak Jull juga melihat tatapanku yang menatap tajam ke arah wanitanya, heh! Aku tidak peduli lagi dia mau mengatakan aku apa! Aku pun dengan terpaksa menerima hadiah pemberiannya dari Nella dan juga tersenyum di paksakan.


" Ya sudah ayo duduk semuanya, Vero kau tahu sayang, kami semua sedari tadi menunggumu bangun. Awalnya Mama ingin membangunkanmu saat kita baru saja sampai rumah tadi, tetapi melihat wajah lelahmu Mama jadi tidak tega karena kau terlihat begitu kelelahan, jadi terpaksa Mama meminta Kakakmu untuk menggendongmu ke kamar, dan menunggu terbangun sendiri." ujar Mama memberitahuku panjang lebar.


Ya 'kan benar dugaanku, pasti Kak Jull yang sudah menggendongku, memang siapa lagi? Akhirnya kami semua duduk di meja makan, ternyata banyak sekali makanan kesukaanku yang sudah terasaji di atas meja. Aku duduk di sampimg Mama, sementara di hadapanku ada Kak Jull dan juga Nella, aku hanya melirik sekilas ke arah dua insan yang saling menempel itu, tepatnya Nella si wanita uler itu yang sengaja mencondongkan tubuhnya ke tubuh Kak Jull.


Dasar wanita uler! Lihat saja sampai mana Kakakku akan bertahan denganmu! Aku pasti bisa membuat Kak Jull berpaling darimu secepatnya! Gerutuku dalam hati, tidak ingin terlihat menyedihkan aku mengalihkan pandangan ke samping dan menatap Mama dan juga Papa yang tengah menikmati makanan mereka, tahun ini adalah acara dinner keluarga acara ulang tahunku yang membuat moodku langsung rusak seketika.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..

__ADS_1


__ADS_2