
Namun Jull tidak menggubris ucapan Vero, ia berhasil membuat Vero tidak bisa pergi, ia menghimpit tubuh seksi itu ke dinding dekat pintu, " Please, dengerin dulu penjelasan aku, ini semua tidak seperti yang kamu kira sayang." pria itu berusaha membujuknya.
" Jangan panggil aku sayang lagi, aku merasa jijik." Vero berusaha mendorong d**a kekar Jull yang terekspos sebab masih dalam keadaan polos.
" Jangan seperti itu sayang, aku sangat mencintaimu." Jull berhasil mengunci tubuh Vero, hingga wanita itu tidak bisa berkutik lagi.
" Mencintaiku?" Vero tertawa pelan. " Bulshit!! Kau bahkan sangat menikmati tubuh wanita lain di depan mataku! Kau masih menganggap aku kekasihmmp_
Belum sempat Vero menyelesaikan ucapannya, Jull sudah melahap bibirnya, menciumnya sedikit kasar, hingga Vero merasa kehabisan pasokan oksigen karena tidak siap dengan ciuman yang Jull lakukan secara tiba-tiba.
Tak lama Jull melepaskan ciumannya, mendapati wanitanya kehabisan nafas, begitu ciuman itu terlepas Vero langsung memukul d**a bidang itu sedikit kuat sambil menghirup udara sebanyak-banyaknya.
" Kau jahat sekali, aku benci denganmu!!" Vero terus memukuli Jull sembari mengusap-usap bibirnya yang sedikit bengkak akibat ulah pria itu.
Vero sangat kesal, di tambah lagi pria itu menciumnya setelah melakukan hal int1m dengan wanita lain, ia pun merasa jijik dan hina di perlakukan sedemikian rupa oleh dua pria sekaligus, ralat bukan dua, entah tiga, empat atau bahkan lima pria sekaligus.
Vero sendiri tidak tahu pasti, berapa jumlah pria yang sudah menjamah tubuhnya ini, yang bagaikan seorang jal4ng di luar sana, hanya untuk di jadikan pemuas na*su saja bagi para pria b******n seperti mereka.
Ingin rasanya Vero melarikan diri dari negara ini, atau bahkan lenyap dari muka bumi ini, tetapi ia bisa apa! Tak terasa air matanya sudah luruh membasahi kedua pipi putihnya, yang kini tubuhnya juga sudah berada di dalam dekapan Jull.
Pria itu memeluknya dengan sangat erat, sambil berusaha menenangkan Vero yang masih ia anggap sebagai kekasihnya. Dan tanpa mereka sadari ada seseorang yang memperhatikan mereka dari jarak yang sedikit jauh, tetapi masih jelas terlihat.
Ya Quila yang sudah berdiri di ambang pintu kamar sedari tadi dan yang pasti juga mendengar semua pembicaraan mereka berdua dan tentu saja melihat apa yang mereka lakukan, walau dengan jarak yang sedikit jauh, indra pendengarannya tentu saja bisa menangkapnya.
Entah mengapa ada rasa sesak di dalam d**anya saat ini, ketika melihat pria yang mulai ia sukai itu tengah memeluk dan juga mencium wanita lain, membuat Quila tidak bisa menerima semua hal itu.
__ADS_1
----------
Di tempat lain tepatnya di ruangan yang cukup luas terlihat Kai menggebrak meja kerjanya begitu ia melihat rekaman yang di ambil oleh smartfly alat canggih miliknya yang selama ini ia tugaskan untuk mengawasi semua kegiatan yang Vero lakukan.
" Shitt!! Beraninya dia datang ke tempat pria itu." Dengan cepat Kai menyambar kunci mobil yang tergeletak di atas meja kerjanya, sambil menekan sesuatu di pergelangan tangan kirinya dan tak lama muncullah layar transparan yang menampilkan seseorang disana.
" Ada apa BruV?" Tanya seseorang yang ternyata adalah Aster sahabatnya.
" BruV, batalkan pertemuan kita dengan perusahaan HK pagi ini, aku sedang ada urusan mendadak." Ujarnya sambil memasuki mobil miliknya yang terparkir di basement perusahaan.
Yang sudah tidak perlu di tanya lagi, sejak kapan pria makhluk luar angkasa itu sudah berada di luar basement kantornya, sebab hanya dengan sekali mendorong pintu, ia sudah berpindah tempat dengan cepat, yang pasti lewat telepati tentunya.
Tanpa menunggu jawaban dari Aster, Kai mengakhiri panggilannya dan tertutuplah layar transparan tadi, dengan sedikit kencang mobil yang di kendarai Kai membelah jalanan yang cukup padat di pagi menjelang siang hari itu.
Kalau tidak memikirkan resikonya, Kai lebih memilih memakai cara lain, tidak perlu bersusah payah untuk mengendarai kuda besinya agar cepat sampai ke tempat yang ia capai, dan juga tidak perlu melewati padatnya jalanan kota seperti sekarang ini.
Tetapi inilah yang harus ia pilih, ia juga tidak mau jika semua orang mengetahui identitas aslinya, di tambah kenyataannya jika ia bukanlah spesies yang sama dengan manusia di muka bumi ini.
Hingga beberapa menit kemudian akhirnya mobil yang Kai kendarai memasuki kawasan gedung Apartement, yang dimana unit milik wanita yang sedang ia cari sekarang ini berada.
Kai berjalan dengan tergesa dan memasuki salah satu lift yang sudah kosong, walau baru pertama kali datang kesana, tetapi seolah ia sudah sangat hafal betul dimana letak unit Vero berada.
Memang bukan hal yang sulit baginya, untuk mengetahui semuanya dan tentu saja apalagi jika bukan karena alat canggih yang ia miliki, tak begitu lama ia sudah berdiri tegak di depan pintu unit besi yang tertutup, dimana pasti wanita yang sedang ia cari itu pasti ada di dalam sana.
Demi menjaga kesopanan, Kai menekan bel pintu berusaha tenang, agar tidak menimbulkan kericuhan di sekitarnya juga agar amarahnya tidak meledak, walau ada rasa yang sudah membuncah sedari tadi yang ia rasakan tetapi ia tidak tahu, rasa apa yang ia tengah rasakan saat ini.
__ADS_1
Di dalam sana Vero dan juga Jull terhenyak begitu mendengar suara bel di tekan dari luar, mereka saling pandang sejenak. Lalu Vero dengan cepat mengurai paksa pelukan yang Jull lakukan padanya.
" Tunggu sebentar." Ujar Jull akan membuka pintu tersebut, ingin melihat siapa orang yang datang. Sebab Jull merasa tidak ada janji bertemu dengan siapa pun hari ini, terlebih kedatangannya ke negara ini, murni untuk menemukan kekasihnya yang saat ini ada di hadapannya.
Vero mengusap sisa air mata di kedua sisi wajahnya yang terlihat lembab itu, tanpa menjawab perkataan Jull, Vero berusaha membenahi penampilannya sendiri yang mungkin sudah kusut dan berantakan setelah apa yang ia dan Jull lakukan tadi.
Ceklek!!
Pintu pun terbuka dan menampilkan seorang pria yang penampilannya rapi dan wajahnya yang tidak asing bagi Jull." You!!" Tunjuknya menatap tidak suka pada tamu yang tengah berdiri di hadapannya.
Tanpa meminta ijin terlebih dahulu, Kai sudah melesak masuk dan berjalan menghampiri Vero yang masih berdiri mematung di dekat dinding tidak jauh dari pintu tersebut.
" Ayo pulang." Ajaknya menarik paksa salah satu pergelangan tangan Vero, membuat wanita itu pun sedikit tersentak.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..
__ADS_1