Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Mengharapkan Kebahagiaannya..


__ADS_3

Merelakan orang yang kita sayang bersama orang lain tentunya tidaklah mudah. Sebab, diperlukan kesabaran dan keteguhan hati melihat dia tak lagi ada di dekat kita. Inilah yang menjadikan segala bentuk perpisahan selalu menyedihkan serta menyayat hati.


Apalagi jika orang tersebut adalah sosok spesial yang kita sayang yaitu pasangan kita, yang tentu terasa berat melepasnya. Namun apalah daya, keadaan membuat kita harus benar-benar menerima keputusan tersebut dengan ikhlas.


Begitulah yang ada di dalam pikirannya Kai saat ini, terlebih ia merasa waktunya di bumi ini tidak akan lama lagi.


"Jalan satu-satunya adalah kita harus merelakan hidup yang telah kita rencanakan, sehingga kita bisa menerima kehidupan yang telah menunggu kita BruV."


Ujar Aster dalam hati, yang sedang duduk di samping Kai saat ini. Ya beberapa saat yang lalu saat semuanya dalam keadaan tegang, tiba-tiba saja Aster datang di waktu yang tepat, mungkin ia melihat dari alat-alat canggih miliknya.


Mengetahui sahabatnya tengah berada dalam keadaan sulit, ia pun segera meluncur ke kafe dekat rumah sakit untuk ikut membantu dan disinilah ia sekarang. Ikut bergabung bersama kedua orangtua angkat Vero, Kai dan juga Roma.


Pria asing yang ia ketahui adalah pria yang berambisi memiliki Vero. Begitulah yang Kai katakan padanya beberapa waktu lalu saat Kai baru pulang dari acara bulan madunya.


Namun tak lama Roma pun pamit undur diri dan mengucapkan permintaan maafnya kepada Johan dan juga Jihan karena telah berbohong. Ia merasa sudah tidak memiliki muka lagi berada terlalu lama di hadapan mereka semua, termasuk Vero yang nyatanya tidak ingat dengannya sama sekali.


" Jadi seperti itu ceritanya. Kami sungguh tidak menyangka kalau putri kami pernah mengalami kecelakaan dan hal yang begitu tragis. Maafkan Mama dan Papa ya Nak. Pelan-pelan saja kau pasti akan mengingatnya." Ujar Sang Mama mencoba memberi pengertian kepada putrinya yang ternyata tengah mengalami amnesia.


Vero hanya tersenyum menanggapinya, sebab ia masih bingung dengan keadaan saat ini. Walau awalnya ia sangat menggebu ingin bertemu dengan kedua orangtuanya, namun sekarang saat sudah bertemu ia merasa tidak percaya diri. Terlebih telah mengetahui fakta yang sebenarnya bahwa kedua orangtua kandungnya sudah lama meninggal, sehingga merka berdualah yang telah merawat dan membesarkannya selama ini.


Bukankah sudah sepatutnya ia harus berterima kasih kepada dua orang yang duduk di hadapannya saat ini. Bahkan kedua tangannya terus di genggam oleh wanita yang mengaku adalah Mamanya.

__ADS_1


" Ekheemm, maaf menggaggu sebentar, apa tidak sebaiknya kita pulang ke rumah saja, sebab mengingat kondisi Kai yang sekarang ini tidak memungkinkan bisa terlalu lama berada di sini. Paman dan Bibi bisa ikut dengan kami." Seru Aster yang tiba-tiba saja menyerobot bicara di sela waktu ketiga orang yang tengah melepas rindu.


" Ah iya, kami sampai melupakan itu. Ayo Mama dan Papa bisa ikut dengan kalian jika kami tidak merepotkan." Sahut Mama Jihan yang merasa tidak enak hati sebab merasa tidak peka pada menantu laki-lakinya yang sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.


Akhirnya mereka semua pun pukang ke Penthouse milik Kai dengan mengendarai dua mobil, Kai dan Vero di dalam mobilnya dengan sang supir. Sementara Aster bersama Papa dan Mama Vero di mobil milik Aster.


Hingga tak lama mereka sudah tiba di basement gedung Apart milik Aster dan juga Kai. Mereka segera bergegas naik ke gedung paling atas. Setelah membantu Kai berbaring di atas ranjang, Vero kemudian keluar lagi untuk menemani Papa dan Mamanya.


Semua adalah permintaan dari Kai sendiri, agar sang istri menemani mereka dan agar ia bisa beristirahat sebentar, rasa mual dan pusing masih terus ia rasakan hingga sekarang, itylah sebabnya ia tak banyak bicara sedari tadi. Untung saja Aster menyusulnya jika tidak mungkin entah berapa lama lagi akan berada di area rumah sakit.


" Aku tinggal ke depan sayang." Vero mengecupi seluruh wajah tampan suaminya yang entah mengapa terlihat begitu menyedihkan saat ini, terlebih mengalami yang namanya ngidamnya orang hamil, merasa lucu juga kasihan, itulah yang Vero rasakan saat ini.


" Iya pergilah." Jawab lirih Kai sedikit lemah.


" Suamimu sudah tidur?" Tanya Mama Jihan begitu melihat putrinya sudah kembali menemui mereka.


Vero segera menggangguk sebagai jawaban, jujur saja ia masih merasa asing dengan kedua orangtua ini. Sebab dalam mimpinya ia tidak pernah bertemu dengan mereka berdua, hanya ada satu orang saja yaitu seorang pria yang tidak ia ketahui dia siapa.


" Kau tenang saja, itu biasa terjadi kepada seorang suami jika istrinya tengah mengandung. Ya walau tidak banyak suami yang mengalami ngidam seperti itu, namun kau harua tahu, jika suami kita yang mengalami hal demikian itu tandanya ia sangat mencintai kita." Ujar Mama Jihan memberikan pengertian kembali kepada putrinya, ia tahu mereka adalah pasangan baru sehingga harus banyak belajar dan mendengarkan apa kata orangtua yang sudah lebih dulu berpengalaman seperti dirinya.


Mereka bertiga tidak tahu saja, jika apa yang tengah Kai rasakan saat ini, berbeda dengan para suami di luar sana rasakan, terlebih ada sesuatu yang Kai rasakan dan itu tidak mereka ketahui kecuali Aster tentunya.

__ADS_1


" Iya Ma. Maaf Vero belum terbiasa dengan keadaan sekraang, kuharap Mama dan Papa bisa mengerti." Sahut Vero merasa tidak enak hati kaena bersikap canggung kepada mereka yang notebene adalah kedua orangtua angkatnya.


" Iya Mama dan Papa sangat memaklumi itu sayang, sini Mama ingin memelukmu lagi." Tanpa si minta dua kali, Vero langsung berhambur ke dalam pelukan hangat seorang Ibu, Johan pun tak mau kalah ia juga ikut memeluk kedua wanita yang sangat ia cintai.


" Kau harus ikut kembali ke negara kita sayang, pasti Kakakmu juga sangat merindukanmu." Ujar Jihan yang teringat akan putranya disana yang tidak bisa ikut serta kemari.


" Kakak?" Beo Vero kembali merasa bingung, ia tidak menyangka jika mempunyai seorang saudara.


" Iya, dia Kakak laki-lakimu yang juga sudah menikah dengan seorang wanita, yang entah mengapa Mama tidak suka padanya. Pokoknya dialah yang telah membuat putra Mama banyak berubah." Curhat Mama yang mengeluarkan uneg-unegnya saat ini. Ketiganya terus mengobrol saling melepas rindu.


Sementara di kamar Kai yang memang tengah beristirahat tidak benar-benar terlelap, ia tentu saja bisa mendengar semua obrolan demi obrolan yang ketiganya bicarakan.


Apa ini sudah saatnya aku melepaskanmu...Walau aku tidak menginginkannya... Tapi kuharap kau akan selalu bahagia walau nantinya aku tidak ada di sampingmu... I love you Veronica..


.


.


.


.tbc

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All*..


__ADS_2