
Pagi menjelang, Jull sudah bersiap-siap akan berangkat melakukan kegiatan rutinitasnya yaitu bekerja di kantor miliknya. " Sayang, aku berangkat dulu, kamu hati-hati disini, jika ada sesuatu cepat hubungi aku, ok!" Serunya dengan masih menggunakan bahasa asing, ia akan segera mencari lesprivate untuk wanitanya agar bisa berbahasa yang sama dengannya.
" Okay, sayang." Quila sudah sedikit-sedikit belajar bahasa apa yang sering Jull katakan padanya, ia segera mengecup bibir Jull sekilas, namun Jull tidak ingin melewatkan kesempatan, ia menahan tengkuk Quila memperdalam ciumannya, baginya jika hanya berciuman sebentar saja, rasanya kurang berasa nikmatnya. Sebab apa yang ada di seluruh tubuh Quila sudah selayaknya heroin, yang membuatnya candu.
" Aahh,, rasanya pusakaku mulai kembali menegang. Kau ikut bersamaku saja sayang, aku akan menggil4 jika tidak segera di keluarkan." Jull berseru dengan suara yang amat berat dan tatapan berkabut, tetapi ia berusaha mengendalikan dirinya.
Quila hanya tersenyum, bukannya tidak peka, ia justru sangat peka sekali bahkan, di bawah sana pun juga sudah terasa basah, gairahnya bersama Jull memanglah jauh lebih meningkat. Ya Quila akui bercinta dengan manusia bumi memang jauh lebih nikmat di bandingkan dengan yang lain, termasuk kekasihnya yang entah sekarang sosoknya ada dimana, hingga sekarang ia belum juga menemukan dua pria Alien yang ia cari itu.
" Cepatlah kau ganti pakaian sayang, aku akan menunggumu di depan." Jull segera berjalan keluar kamar, dan duduk di sofa tengah, ia juga tengah menahan sesuatu yang sudah sangat sesak di bawah sana." Aahh, si4l! Kenapa aku jadi gil4 **** begini. padahal dulu bersama Vero tidak ada pikiran untuk merusaknya terlebih aku memang sangat mencintainya, lalu bersama Quila, apa aku hanya menginginkan tubuhnya saja? Ah entahlah, yang jelas aku tidak bisa tidak menyentuh tubuhnya barang sedetik saja." Keluhnya yang mulai berdiri saat melihat wanitanya baru saja keluar dari kamar mereka.
Ya mereka memang tidur di dalam satu kamar bahkan satu ranjang, mereka sudah seperti pasangan suami istri saja. " Ayo." Ajak Jull yang langsung merengkuh pinggang Quila dengan mesra, bahkan ia juga mengecup sebelah pipi mulus Quila.
" Kebiasaan, deh!" Keluh Quila dengan mencubit sisi perut Jull, membuat keduanya terkekeh sembari berjalan keluar Apart menuju mobil Jull berada.
Tak begitu lama mobil yang di kendarai Jull memasuki area kawasan perusahaan milik keluarganya. Jull segera membantu Quila turun dari mobil lalu keduanya berjalan ke arah ekskalator khusus petinggi. Belum juga sampai Jull sudah menyerang bibir ranum milik Quila, saking sudah tidak tahan lagi.
" Mmmppp.." Sedangkan Quila berusaha mendorong d**a Jull agar pria itu menghentikan penyerangannya.
Ting!
__ADS_1
Bunyi bel tanda pintu besi itu akan terbuka, namun Jull tidak menghiraukannya, bahkan ciumannya semakin buas saja, layaknya mangsa yang tengah kelaparan akan buruannya.
Sementara di luar sana, ada dua karyawan wanita yang melihat adegan dewasa secara live, keduanya bekerja di lantai yang sama dengan atasan mereka, satunya bekerja sebagai sekretaris IT, dan yang satunya lagi rekannya di bagian IT.
Keduanya tampak menganga, melihat pemandangan gratis tersebut, hingga Quila terpaksa memukul d**a Jull dengan sedikit keras agar ciuman mereka terlepas, dan benar saja, tautan panas itu terlepas hingga menyisakan bibir Quila yang bengkak dan basah akibat saliva Jull.
Quila mengkode Jull agar pria itu menatap ke depan sana, dua karyawannya masih diam mematung dengan kedua bola mata membola tanpa berkedip." Ekheem!" Jull langsung berdehem membuat keduanya langsung kelabakan dan juga menjadi salah tingkah karena sudah kepergok melihat adegan bosnya sendiri.
" Kenapa tidak juga minggir!" Desis Jull dingin seperti biasa, ya memang jika pada orang lain Jull akan bersikap dingin dan cuek, berbeda dengan sahabat, keluarganya apalagi Vero yang langsung bersikap hangat, dan di tambah Quila wanita kedua yang berhasil mencuri sebagian hatinya.
" Eum, maafkan kami Pak, silahkan!" Ucap keduanya yang kemudian bergeser ke arah samping mempersilahkan sang Bos dan wanitanya berjalan ke arah ruangan pribadi sang pemilik perusahaan.
" Hampir saja, tetapi sungguh Bos kita itu kalau sedang begituan, bertambah jauh lebih tampan ya?" Ujar Sekretaris IT kepada rekannya.
Memang hampir seluruh karyawannya yang bekerja di perusahaan miliknya itu terus saja membicarakan tentang kedekatan hubungan di antara keduanya, tak jarang dari mereka juga membicarakan tentang hubungan atasan mereka itu dengan Adiknya yang mungkin sudah kandas.
Namun seperti yang mereka tangkap dan lihat dalam beberapa hari terakhir ini, kebanyakan dari mereka beramsumsi bahwasanya sang Bos anak pemilik perusahaan mereka bekerja sepertinya tidak jadi menikahi Adiknya melainkan sudah memiliki penggantinya yang jauh lebih cantik dari sang Adik, begitulah sebagian dari asumsi karyawan lain.
Namun berbeda dengan pria yang diam-diam mengintai gerak-garik Jull selama ini, mendengar kabar bahwa pria itu sudah memiliki wanita lain sebagai pengganti, alih-alih marah ia justru merasa senang dan bahagia, inilah waktu yang ia tunggu-tunggu selama ini.
__ADS_1
" Akhirnya aku akan mendapatkanmu kembali." Gumamnya sembari tersenyum menyeringai." Tunggu aku sayang, aku sangat merindukanmu, dimana pun kau berada, pasti aku akan menemukanmu secepatnya." Gumamnya kembali.
" Tolong kalian cari wanita itu sampai ketemu, cari dimana pun keberadaannya walau ke ujung dunia sekalipun. Atau kalian akan terima akibatnya jika sampai tidak bisa menemukannya!!" Titahnya kepada orang-orang bawahannya itu.
" Ba-baik Tuan. Kami akan segera pergi mencarinya." Sahut salah satu orang dari mereka dengan terus menundukkan kepalanya merasa takut.
" Lalu tunggu apa lagi? CEPAT KALIAN PERGI!! Ujarnya menatap tajam ke arah orang-orang tersebut. Membuat mereka semua kelabakan dan segera undur diri. Sepeninggalan orang-orang suruhannya tadi, di dalam ruangan tinggallah dua orang saja.
" Anda yakin dengan keputusan Anda ini Tuan? Kita tidak bisa menjamin Nona itu masih sendiri ataukah sudah memiliki pasangan lagi. Jadi—
" Tidak ada yang bisa memilikinya selain aku Fer! Jika Jullio saja tidak bisa mendapatkannya, itu berarti aku masih mempunyai kesempatan. Kau tahu aku bukan, selama aku mendapatkan dukungan dari kedua orang tua angkatnya, aku pasti bisa memilikinya." Ujarnya dengan rasa percaya diri, bahkan ia menyela ucapan Asistennya sendiri.
.
.
.
.tbc
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..