Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Kehebohan Di Pagi Hari.


__ADS_3

" Huekk,, hueekk..."


Terdengar suara sesorang yag sedang muntah-muntah di dalam kamar mandi, ia terus mengeliarkan isi lambungnya yang padahal tidak ada isinya yang keluar hanya iar bemung saja, namun bisa membuatnya merasa lemas setengah mati.


Seadangkan seseorang yang masih asik menikmati mimpi indahnya di atas ranjang mulai terjaga dari tidurnya saat mendengar suara-suara berisik yang mengusik tidurnya, tangannya pun bergerak ke sisi sebelahnya yang ternyata kosong, ia pun memaksakan bangun dan duduk, ia mencoba memanggil seseorang yang sudah tidak ada di sampingnya pagi ini.


" Sayang, kamu didalam?" Teriaknya dengan suara serak khas bangun tidur, kedua netranya pun masih terpejam, dengan salah satunya menggaruk ke lehernya yang terasa sedikit gatal.


Mendengar ada suara orang yang muntah-muntah di kamar mandi, membuat kedua netranya langsung terbuka lebar dan segera mengecek apa yang terjadi di dalam kamar mandi sana.


Dengan tergesa ia turun dari atas ranjang dan berlari menuju ke kamar mandi. Begitu masuk ia terkejut saat mendapati orang yang ia cintai sedang berjongkok di depan closet duduk.


" Sayang kau kenapa? Apa yang terjadi, kau baik-baik saja?" Tanya Vero dengan begitu panik, takut terjadi apa-apa pada suaminya.


Kai menggeleng dengan begitu lemah, ia sendiri juga bingung, entah ada apa dengan tubuhnya pagi ini. Saat ia masih asik terlelap tadi, tiba-tiba saja perutnya bergejolak, ingin segera di keluarkan isinya.


" Aku baik-baik saja sayang." Kai berusaha untuk bangun, namun dengan cepat Vero membantunya berdiri dan ikut membersihkan mulut suaminya. Tak lama keduanya pun keluar, Vero memapah suaminya dan menyuruhnya untuk kembali berbaring di atas ranjang.


" Sebentar aku buatkan minuman hangat untukmu." Pamit Vero berjalan keluar dari kamar mereka menuju ke dapur dan membuatkan susu putih hangat untuk suaminya dan juga susu coklat hangat untuk dirinya sendiri.


Tidak membutuhkan waktu lama bagi Vero, ia pun sudah masuk kembali ke dalam kamar dan melihat suaminya itu kembali memejam. Ia pun merasa iba, setelah menyimpan nampan berisi minuman ke atas nakas, lalu Vero mencoba mengirimkan pesan kepada Aster menyuruhnya untuk mendatangkan seorang Dokter agar memeriksa kondisi suaminya saat ini.


Aster; Dokter? Kau sedang sakit?"


Tanya Aster di dalam isi pesannya. Sebab jika bukan Vero yang sakit, lalu untuk apa memanggil Dokter. Kalau untuk Kai, itu tidak mungkin. Buat apa pria Alien membutuhkan seorang Dokter? Begitu pikirnya.


Anda; Sudahlah pokoknya panggil saja, jangan banyak tanya! Cepat bawa Dokter ke kamar kami, sekarang juga!.

__ADS_1


Setelah selesai berkirim pesan dengan Aster, Vero duduk di bibir ranjang, di sisi tubuh suaminya, ia mencoba untuk membangunkan Kai dengan sangat pelan dan hati-hati.


" Sayang bangun, minum dulu susu hangatnya." Serunya setengah berbisik lembut kepada suaminya yang terlihat lemas.


Seketika kelopak mata Kai terbuka secara perlahan dan tatapannya tertuju kepada istri cantiknya." Enghh,, pusing sekali kepalaku sayang." Rintihnya yang langsung memegang kepalanya yang terasa berputar-putar.


" Iya nanti tidur lagi, sekarang minum dulu susunya aku bantuin yuk." Titah Vero yang melembut tapi juga setengah memaksa.


Vero membantu Kai untuk duduk bersandar, lalu mengambilkan segelas susu putih untuk suaminya, namun baru gelasnya mendekat saja, Kai merasa begitu mual ingin muntah.


" Kenapa sayang? Mau muntah lagi? Tunggu ya, Dokternya sebentar lagi pasti akan datang, nanti saja kalau begitu minumnya." Ujar Vero yang meletakkan kembali segelas susu putih tadi ke dalam nampan.


" Dokter? Siapa yang sakit?" Tanya Kai bingung, untuk apa istrinya memanggil Dokter sepagi ini. Ia melihat istrinya juga baik-baik saja, lalu untuk siapa? Apa untuk dirinya?


" Ya untuk memeriksa kondisimu. Memang siapa lagi?" Sahut Vero dengan tenang. Benar dugaan Kai bahwa dirinya yang akan di periksa.


" Tidak ada penolakan, kau ingin muntah terus seperti tadi huh! Aku tahu kau mungkin tidak membutuhkan seorang Dokter atau yang lain sebagainya. Tapi lihat kondisimu, tubuhmu itu sangat lemah hanya minum susu saja sudah mual, lalu bagaimana dengan perutmu ingin di isi dengan makanan apa, jika tidak di periksa!" Omel Vero yang sudah setengah kesal, di perhatikan seperti itu bukannya berterima kasih, tapi suaminya justru marah tidak jelas.


Kai mendesah panjang, kalau sudah begini ia pun pasrah tidak ingin berdebat dengan istrinya, di tambah rasa pusing juga mual yang terus saja mengganggunya.


Di rasa suaminya itu sudah terdiam, diam-diam Vero pun tersenyum senang dalam hati. Yang itu berarti kali ini suaminya itu menuruti permintaannya, ya walau telihat terpaksa.


Sambil menunggu Dokternya datang, Vero segera meraih gelas satunya yang berisi susu coklat kesukaannya, saat bibir gelas itu akan menempel ke mulutnya, gerakannya terhenti saat mendengar seruan dari suaminya.


" Itu apa yang sedang kau minum sayang?" Tanya Kai yang penasaran akan minuman sang istri.


" Oh, ini susu coklat kesukaanku, kenapa? Kau mau?" Tawar Vero yang melihat suaminya seperti menginginkan minumannya.

__ADS_1


" Boleh?" Tanya Kai yang seolah tidak percaya atas penawaran sang istri.


" Tentu! Nih coba saja." Vero segera menyodorkan bibir gelas itu ke dekat mulut suaminya. Dan ajaibnya Kai tidak mual lagi seperti sebelumnya bahkan ia berhasil menyesap perlahan susu rasa coklat tersebut, bahkan isinya hampir habis saking nikmat Kai meminumnya.


" Astaga! Kau sangat haus ya rupanya. Tapi ngomong-ngomong kenapa kau bisa meminumnya—maksudku ini rasa coklat yang biasa aku minum. Dan kau tentu saja tidak pernah meminumnya sebab kau lebih suka susu putih, apa kau sekarang jadi suka susu coklat?" Tuding Vero menatap serius ke arah Kai yang nampak biasa saja setelah meminum susu coklat milik istrinya, bahkan terlihat puas sekali.


Kai yang di tanya seperti itu, nampak menganga tidak percaya, bahwa ia hampir menghabiskan susu coklat yang tidak pernah sekalipun ia meminumnya." Hah, benarkah sayang, oh maafkan aku, aku—


" It's okay, aku coba minum punyamu saja kalau begitu." Lirih Vero yang terlihat pasrah meminum susu putih yang biasa di minum oleh suaminya.


Kai melirik Vero yang menghabiskan susu putih miliknya dengan terpaksa, ia pun jadi merasa tidak enak hati, sebab sudah menghabiskan susu coklat milik istrinya. Hingga tak lama terdengar pintu kamar mereka terbuka dari luar dan muncullah Aster bersama seseorang yang mereka duga adalah seorang Dokter.


" Pagi, ini aku sudah membawa Dokter untukmu." Ujar Aster yang menatap ke arah Vero. Namun pandangannya berubah haluan dengan cepat saat menyadari sahabatnya sedang tidak baik-baik saja.


" Permisi." Ujar sang Dokter menatap segan ke arah Kai dan juga Vero.


" Hey, ada apa? Kau kenapa BruV?" Tanya Aster sangat panik saat melihat sendiri Kai sedang tidak berdaya di atas ranjang.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..


__ADS_2