
PoV_Jullio
Sebelum pagi menjelang, aku segera pindah masuk ke dalam kamarku sendiri, kamar yang sekarang jarang aku tempati tepatnya. Bukan untuk meneruskan tidur melainkan aku langsung mandi dan segera bergegas pergi dari rumah.
" Jullio kau sudah bangun Nak? Kok sudah rapi, mau pergi?" Tiba-tiba saat sudah di lantai bawah ternyata Mama sudah bangun dan bersiap berkutat di dapur untuk membuat sarapan di bantu oleh para mbak asisten, aku segera menghampirinya.
" Iya Ma, Jull ada pertemuan penting pagi ini, Juli berangkat sekarang ya Ma." Pamitku yang langsung mengecup sebelah sisi wajah Mama seperti biasa dan melipir pergi.
" Jull tidak sarapan dulu." Teriak Mama saat aku sudah berjalan menjauh menuju ke arah depan.
" Nanti saja Ma, di luar." Sahutku yang ikut berteriak juga sambil mengangkat sebelah tanganku ke atas tanpa menoleh ke belakang lagi.
Aku tak sempat untuk sarapan, ini jauh lebih penting di bandingkan mengurusi cacing-cacing di perutku. Aku segera masuk ke dalam mobilku yang terparkir paling belakang sebab semalam pun pulang paling akhir, segeralah aku tancap gas mobilku menuju ke sesuatu tempat yang beberapa kali aku singgahi, dan tentu saja tadi malam juga kesini. Setengah jam kemudian aku sudah sampai ke tempat tujuanku, aku segera turun dari mobil dan masuk ke dalam halaman rumah yang luas itu.
" Nak Jullio, pagi sekali datang kemari, ingin bertemu dengan Nella?" Tanya Mama Nella saat aku sudah duduk diruang tamu, mungkin setelah membukakan pintu untukku salah satu dari maid mereka memanggilnya barusan.
" Iya Ma, Nella-nya kemana Ma? Karena semalam sepulang dari acara dengan rekan-rekannya Jull tidak bisa menghubunginya Ma, justru pagi ini aku mendapatkan sesuatu yang mengejutkan untuk itulah aku datang kesini." Sahutku menjelaskan tujuanku datang pagi-pagi sekali.
" Sesuatu tentang apa Nak Jull yang mengejutkan?" Tanya Mamanya bingung.
" Sebelum Jull memberitahu, apa Papa ada di rumah sekarang Ma? Biar Papa sekalian juga mengetahuinya." Pintaku yang ingin kedua orangtua ini melihat sesuatu bukti yang telah aku siapkan sebelumnya, yang tentunya akan membuat mereka shock.
" Sebentar Mama panggilkan Papa ya." Pamit Mama Nella yang terlihat kebingungan, namun tetap berjalan menjauh mungkin menuju kamar untuk memanggil suaminya.
" Ada apa Nak Jull?" Tanya Papanya yang sudah muncul dengan pakaian setelan kantor sama seperti yang aku kenakan saat ini.
__ADS_1
" Begini Pa,,
Aku pun menjelaskan maksud kedatanganku padanya bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan putrinya itu, yang membuatku marah dan kesal sekali pada Nella, aku segera mengeluarkan beberapa bukti yang sudah aku siapkan dan menyodorkannya di hadapan mereka berdua.
" Kurang ajar, apa-apaan ini?" Desis calon Papa mertuaku sausai melihat beberapa lembar foto yang aku sebar di atas meja besar ruang tamu.
" Astaga apa ini? Nella apa yang aku lakukan Nak!" Pekik Sang Mama yang terlihat shock mendapati putrinya melakukan hal gil4 di belakangku.
Aku langsung menyeringai lebar tanpa mereka sadari, memang inilah tujuanku, aku memang sengaja meminta salah satu anak buahku untuk memata-matai Nella kemana pun ia pergi, dan ini sudah berlangsung selama hampir sebulan terakhir ini, tepatnya setelah Vero mabuk di Apartemenku.
Aku sudah tidak tahan lagi dengan wanita murahan itu, hingga saat melihat adikku Vero yang sefrustasi itu dan melakukan hal gil4 hingga mabuk-mabukan begitu membuatku murka. Aku tidak ingin semakin membuatnya menderita dan tadi malam-lah waktu yang tepat saat Nella justru memilih menghabiskan malam di sebuah hotel mewah dengan lelaki lain yang masih menjadi kekasihnya. Sungguh sesuatu yang aku nantikan setiap harinya.
" Bisa Papa dan Mama jelaskan siapa pria itu? Apa dia kekasih Nella? Yang itu berarti selama ini aku sudah di bohongi oleh putri Anda yang bermain-main di belakangku. Huh! Lelucon macam apa ini, apa aku ini terlihat pria yang bodoh di mata putri Anda?! " Desisku dengan amarah yang meledak-ledak, tentu saja juga berpura-pura tidak mengenal pria itu.
Aku hanya terdiam memperlihatkan amarahku, walau sebenarnya aku tersenyum dalam hati sudah tidak sabar untuk melihat pertunjukan gratis yang sebentar lagi akan di mulai tinggal menunggu sang pelaku saja.
Tak begitu lama akhirnya yang di tunggu-tunggu pun datang dengan wajah yang terlihat lelah, tentu saja lelah pasti mereka menghabiskan malam yang panjang dengan beberapa ronde di dalam hotel tersebut, menjijikan!
" Ada apa Ma, Pa?" Serunya berjalan ke arah kedua orangtuanya, tanpa melihat keberadaanku yang tengah duduk di sofa tinggi membelakanginya.
PLAAAKKKK..!!
Papanya langsung menampar sisi wajah putrinya sendiri di depan mataku, sungguh pertunjukan yang sangat menarik sayang jika di lewatkan begitu saja. " PUTRI KEPARAT!!" Pekik Papanya menatap nyalang pada putrinya sendiri.
" Papa! Ada apa ini? Kenapa Papa menamparku.?!" Bentak Nella menatap marah pada Papanya, hingga tiba-tiba netranya menangkapku yang tengah duduk di seberangnya.
__ADS_1
" Jullio, sayang bagaimana kau bisa datang sepagi ini?" Tanyanya terkesiap melihatku yang menatap penuh amarah padanya sama dengan apa yang di lakukan Papanya saat ini.
" Papa dan Mamamu bisa menjelaskan semuanya, dan kurasa kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi mulai detik ini dan jangan muncul lagi di hadapanku, apa kau mengerti? Saya permisi." Pamitku segera beranjak bangun dan akan melangkah pergi namun tanganku sudah di cekal oleh Nella.
" Sayang tunggu dulu, apa maksud perkataanmu tadi?!" Tanyanya yang seolah tidak terima.
Aku segera menepis tangannya dengan kasar, " Jangan memanggilku dengan sebutan itu lagi, kau bisa bertanya pada Mama dan Papamu, lebih baik kau jelaskan pada mereka." Desisku menatapnya tajam dan segera pergi meninggalkan kediaman mereka menuju ke kantor. Huh! Buang-buang waktu saja aku hampir tiga tahun ini!
" Nella ayo ikut Papa sekarang!" Aku masih mendengar suara menggelegar dari Papanya, saat masih berada di teras rumahnya. Ternyata Papanya ganas juga, selamat menikmati kehancuranmu sendiri Nella, aku tersenyum sepanjang langakahku.
Tadi sebelum ke rumah Nella, aku sudah bertemu dengan orang suruhanku yang semalam membuntuti Nella samapi mereka cek in di hotel, lalu ia memberikan amplop berisi foto-foto bukti mereka berdua berselingkuh.
Apa aku marah? Tentu saja tidak sama sekali, aku justru senang, bahagia karena sudah terbebas dari jerat wanita iblis itu! Kini fokusku untuk menjelaskan pada Mama dan juga Papa agar memberikan restu mereka padaku dan juga Vero.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..
__ADS_1