Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Sudah Ingat Kembali??


__ADS_3

Tubuh Kai langsung membeku begitu mendengar pertanyaan tak terduga dari istrinya. Ia merutuki kebodohannya sendiri, Itu salahnya juga yang tidak sadar sudah keceplosan berbicara.


" Apa maksudnya selama ini ada wanita lain?" Tanya Vero ulang, menatap curiga pada suaminya. Dengan pandangan yang sangat mencurigai.


" Hah! Bukankah sudah pernah aku katakan sayang. Jika aku pernah bertunangan di masa lalu. Sudahlah tidak perlu di bahas ulang, lebih baik kita nikmati bulan madu kita." Ujarku yang mulai merayunya kembali.


Kai kembali mencumbu mesra istri cantiknya, agar tidak lagi membahas masa lalu yang ingin ia lupakan. Tak perlu menunggu lama, ia bisa merasakan milik sang istri yang sudah kembali basah karena sentuhannya.


" Kamu sudah sangat siap sayang." Bisik Kai sembari meng*lum cuping istrinya, membuat Vero menggelinjang gelisah. Kai terus melancarkan aksinya menjelahi setiap inchi kulit tubuh mulus istrinya.


" Eumm, masukkan sayang." Desis Vero yang sudah tidak tahan lagi, apalagi kedua jari suaminya sudah menyerang area bawahnya.


" Apanya yang di masukin sayang?" Goda Kai dengan sengaja ingin mempermainkan istrinya.


" Please sayang. Aku mohon jangan siksa aku lagi." Des*h Vero dengan napas memburu saat kedua jari Kai terus keluar masuk semakin cepat. Dan hingga tak lama Vero menjerit nikmat saat mencapai puncaknya yang entah yang keberapa kalinya malam dini hari itu.


Kai diam sejenak membiarkan istrinya menikmati gelombang rasa nikmat tersebut. Hingga setelah mereda ia mulai mengukung tubuh istrinya kembali dan bersiap untuk mengulang pertempuran panas dengan istri tercintanya.


Tubuh keduanya meliuk-liuk dengan seirama dengan panasnya, tubuh keduanya juga sudah bermandikan peluh, namun tidak ada yang ingin menyudahi permainan tersebut. Dan Kai pun juga tidak mengurangi ritme hujamannya di dalam tubuh Vero.


" Ouuchh, sayang aku akan segera sampaiii.." Lenguh Vero yang sudah merasa akan mencapai puncaknya.


Mendengar sang istri sudah akan sampai, Kai pun mempercepat gerakan pinggulnya. " Bersama sayang." Balas Kai dengna napas menggebu.


" Faster baby.." Racau Vero kembali. Hingga detik berikutnya lenguhan panjang pun keluar dari mulut keduanya secara bersamaan.


" I love you baby." Di kecupnya dahi istrinya dengan sayang. Keduanya juga masih menikmati gelombang rasa kenikmatan tersebut, tanpa melepaskan tautan tubuh mereka. Hingga setelah reda Kai bergulir ke samping lalu memeluk erat tubuh istrinya dari samping.

__ADS_1


*


Kreekk..


Di pagi hari yang sudah cerah secerah hatinya, Kai segera membuka gorden yang masih tertutup rapi yang menempel di jendela kaca besar sana, hanya dengan sekali jentikan ujung jari. Seketika pemandangan di pagi hari langsung memanjakan sejauh mata memandang. Sinar matahari pun mulai menerobos masuk menghiasi wajah cantik Vero yang mulai mengeliat indah.


" Morning baby." Bisik Kai memberikan hujaman ciuman di pagi hari dengan begitu mesra.


" Siapa yang membuka gordennya?" Tanya Vero dengan suara serak khas bangun tidur, dan itu terdengar seksi di indra pendengaran Kai, membuat si Antena bertegangan tinggi kembali on fire.


Vero memicingkan matanya menatap Kai curiga, sebenarnya ia sudah terjaga sedari tadi. Namun kedua kelopak matanya terasa berat sehingga ia memilih memejam. Namun ia sangat sadar suaminya itu bahkan tidak beranjak sama sekali dari atas ranjang.


Lalu siapa pelaku yang membuka gorden? Apa di sini ada penunggunya?


Pikir Vero bergedik ngeri, membuat Kai langsung saja terkekeh." Tidak ada penunggunya disini sayang, selain kita berdua." Lirih Kai, yang sepertinya akan berkata jujur dan mengatakan keadaannya yang sesungguhnya pada sang istri.


Vero duduk bersandar di sandaran tempat tidur, membuat Kai langsung mengikutinya. Vero hampir lupa jika tubuhnya masih dalam keadaan polos, hingga dengan cepat ia menarik selimut tebal itu untuk menutupi tubuhnya hingga sampai batas leher jenjangnya.


" Cepat katakan! Atau yang kau bilang itu benar, kau bukan manusia?" Tanya Vero kembali yang kini tatapannya tajam ke arah suaminya itu.


Tanpa menjawab pertanyaan dari istrknya, Kai langsung menyalakan lampu kamar yang berada di langit-langit kamar begitu saja, dan juga mematikan pendingin ruangan hanya dengan menjentikkan kedua jarinya saja, tanpa perlu repot berdiri dan berjalan kesana kemari.


Dan itu membuat Vero terperangah tidak percaya, bahkan ia melupakan pegangan eratnya di selimut, hingga selimut itu jatuh ke bawah dan menampakkan pemandangan indah yang begitu erotis, dan membangunkan sesuatu di bawah sana langsung memegang sempurna.


" Wah, kau sungguh bukan manusia? Apakah ini mimpi ataukah nyata?" Tanya Vero menatap takjub ke arah pria yang sudah menjadi suaminya dalam beberapa hari terakhir.


Kai di buat tercengang, semua di luar dugaannya, ia pikir istrinya itu akan menjerit tidak percaya, atau setidaknya terkejut saat mengetahui suaminya bukanlah manusia penduduk bumi, atau pergi meninggalkan dirinya yang memang bukan spesies yang sama dengannya.

__ADS_1


" Jadi kau berasal dari planet mana?" Tanya Vero lagi yang seolah tanpa beban, jika dulu ka sedikit tidak peecaya apa yang Kai katakan, namun berbeda dengan sekarang.


Apa karena kecelakaan tersebut sehingga membuat otaknya bermasalah? Tak hanya hilang ingatan tetapi juga bergeser dari tempatnya? Entah pikiran dari mana, sehingga Kai memikirkan hal yang tidak-tidak saat ini.


" Ingatanmu sepertinya belum kembali? Ataukah justru semakin parah?" Gumam Kai menatap tak berkedip ke arah dua bongkahan kenyal yang bergelantung di area depan tubuh istrinya.


Sadar akan apa yang tengah di tatap oleh suami mesumnya, segera ia tarik kembali selimut tebal itu untuk menutupi bagian tubuhnya yang terbuka. Namun sayang gerakannya kalah cepat dari Kai, sehingga sebelum sempat ia menarik selimut, tubuhnya sudah melayang dan berpindah tempat duduk di atas pangkuan suaminya.


Vero mengerjapkan kedua matanya berkali-kali dan itu terlihat menggemaskan di mata Kailash. Entah siapa yang memulai, kedua bibir itu sudah saling bertaut, menyesap rasa dan saling bertukar saliva. Kai juga sudah memadamkan kembali lampu kamar juga menyalahkan pendingin ruangan, namun gordennya tetap terbuka.


Dalam satu hentakan, Vero sudah berada di dalam gendong Kai, yang berjalan ke arah kamar mandi. " Ayo kita mandi bersama? Siap bertempur kembali Baby? Kau tidak masalah bukan mempunyai suami berasal dari luar angkasa?" Bisik Kai seraya mengulum cuping telinga Vero, membuat wanita itu mengeliat gelisah di dalam gendongannya.


" Ya, aku juga sudah tidak sabar lagi sayang. Dan masalah yang tadi itu, tidak masalah bagiku, aku juga sudah bosan dengan manusia! Aku mempunyai perasaan terhadap seorang pria, namun cintaku tak akan pernah bisa menyatu dengannya, sebab karena status kami yang menjadi satu keluarga." Sahut Vero sedikit menjelaskan apa yang akhir-akhiri ini ia rasakan.


Kenapa dia membahas perasaannya kepada seorang pria? Dan apa tadi, status mereka yang sekeluarga? Jangan-jangan dugaanku kali ini benar.


" Tunggu! Apa ingatanmumu sudah kembali lagi sayang?" Tanyanya yang tidak sabar.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..


__ADS_2