
Sepekan berlalu setelah kejadian pagi itu di kantor, baik Vero maupun Kai bersikap profesional layaknya bos dan sekretaris, namun Vero dengan pemikirannya yang masih terus saja memikirkan kekasihnya. Sementara Kai justru tengah memikirkan ada yang lain dengan dirinya, tetapi ia tidak ingin rasa itu semakin tumbuh di dalam dirinya.
Bukannya Kai tidak menyukai Vero, akan tetapi ia masih sangat mencintai kekasihnya yang berada di tempat mereka berasal sana, selama tinggal di bumi ini ia hanya untuk bersenang-senang saja dengan beberapa wanita, tanpa memakai perasaannya.
' Bersenang-senang dengan wanita, kau yakin Bruv?'
Suara dari dalam hati seseorang membuatnya menoleh dan mendapati sahabatnya itu sudah berdiri di depan meja kerjanya, dengan tatapan mengejek.
" Bruv, apa kau ada masalah dengan Vero?" Tanya Aster tanpa berbasa-basi, namun memang pada dasarnya sikap mereka seperti itu.
Kai hanya melirik Aster dengan malas, ia sendiri tidak tahu harus bersikap bagaimana saat ini, jika ia menuruti apa kata hatinya, ia ingin wanita itu terus berada di dekatnya. namun jika menuruti apa yang ada di dalam pikirannya ia tidak ingin terikat terlalu lebih dengan wanita itu.
" Ahh, sungguh menyebalkan!!"
Gerutu Kai, yang membuat Aster tertawa lepas, bagaimana tidak Aster sudah menyadari bahwa sahabatnya ini mencari wanita itu layaknya kehilangan miliknya yang berharga, kata kabanyakan manusia seperti orang yang sudah bucin, alias budak cinta.
" Pergilah Bruv! Jika kau hanya ingin mengejekku." Usir Kai tanpa menatap sahabatnya yang masih saja terkekeh, mengejeknya terus-terusan.
" Baiklah, aku hanya ingin memberitahumu saja ada sebuah perusahaan diluar negeri ingin membeli salah satu littlefly kita." Ujar Aster duduk di hadapan Kai yang kini sedang menatapnya serius.
" Apa nama Perusahaannya?" Tanya Kai yang langsung dalam mode serius, sembari jari-jari panjangnya mengotak-atik layar transparan yang ada di atas meja.
" Dragon groub, aku yakin kau sangat mengenal perusahaan tersebut." Jawab Aster sembari memperlihatkan data lengkap perusahaan juga sang pemimpinnya.
Kai melihatnya dengan begitu serius, bahkan hingga dahinya mengkerut sebab ia cukup mengenal perusahaan itu belum lama ini.
" Bukankah, dia yang dulu pernah membuat keributan dengan salah satu klien kita?" Tanya Kai, begitu ia baru mengingatnya.
" Yuap tepat sekali, lalu bagaimana? Apa kau masih ingin menerima pembelian dari mereka?" Aster hanya ingin mendengar apa yang akan Kai putuskan, maka ia pun akan mengikutinya.
" Erick dimana? Apa dia sudah mengetahui masalah ini?" Kai justru balik bertanya, dan mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
Aster menggelengkan kepalanya. " Tentu saja belum, baiklah lupakan saja tentang perusahaan itu, biar aku yang akan mengurusnya sendiri, seperti apa yang kau pikirkan, kita sama. " Aster menekan benda yang melingkar di sebelah tangannya, dan seketika muncullah layar transparan yang menampilkan wajah sahabat mereka yang lain.
" Bruv, kau sedang dimana?" Tanya Aster menatap pada layar transparan itu dimana wajah Erick sudah tertampang jelas di layar tersebut, terlihat jika sahabatnya itu sedang berada di dalam mobil dan tengah menyetir.
" Seperti apa yang kau lihat, nanti aku akan melihat lokasi yang kau kirim kemarin." Erick terdiam sejenak, dan terdengar suara seorang wanita di seberang sana namun suaranya begitu samar-samar, yang membuat dahi Aster berkerut begitupun dengan Kai yang ternyata diam-diam juga mendengarkan obrolan dari sahabatnya Erick dengan seseorang.
" Baiklah nanti aku antar." sahutan Erick begitu pelan, namun keduanya masih bisa mendengarnya dengan jelas, jangankan suara pelan, suara dalam hati saja mereka pasti tahu.
"Sorry Bruv, nanti aku hubungi kembali, aku sudah sampai di Resto saat ini, baiklah bye." Erick langsung memutuskan panggilan tersebut secara sepihak.
" Kau kenal suara itu bukan?" Tanya Aster saat ia sudah menutup layar transparannya, lalu menatap serius ke arah Kai.
Kai yang di tanya justru menghendikkan bahunya santai, bukan ia tidak kenal suara itu, tetapi sangat mengenalnya, sebab suara itu yang setiap malam selalu meneriaki namanya jika mereka mencapai puncak bersama.
" Apakah yang kupikirkan sama dengan apa yang kau pikirkan saat ini. Kurasa Erick dan dia mempunyai hubungan yang spesial? Kau yakin mereka hanya bersahabat saja, tetapi aku bisa melihat dari cara mereka memandang satu sama lainnya, terutama Erick, wah diam-diam ternyata dia juga menyukai wanitamu, tetapi sepertinya dia lebih dulu darimu Bruv, hati-hatilah." Seloroh Aster yang berusaha memperkeruh keadaan, dan sepertinya itu berhasil sebab terlihat jika Kai sedikit goyah.
Pertahanan egonya sedikit demi sedikit mulai mencairkan represinya, padahal mati-matian ia mempertahankan represi itu, agar ia tidak semakin tenggelam ke dasar lembah bawah sadarnya sendiri yang membuatnya nanti akan sulit mencapai keinginan yang diinginkan dari hatinya.
Sebenarnya Kai malas sekali keluar, tetapi sebagian hatinya justru ingin ikut dan akhirnya menerima ajakan sahabatnya itu, dengan malas ia bangkit dan dalam satu detik ruangan itu menjadi gelap karena satu kedipan mata yang di lakukan oleh Kai.
Dengan menjentikkan dua jarinya saja, pintu ruangan Al sudah terbuka tanpa susah-susah menggapai hendle pintu itu terlebih dahulu, keduanya berjalan keluar pintu dan seperti menembus sesuatu yang membuat keduanya sudah keluar lewat pintu yang berada di basement bawah dimana mobil Aster terparkir rapi disana.
" Kenapa kau lakukan itu! Ini di kantor Bruv!" Keluh Kai mengingatkan sahabatnya untuk tidak mengulangi perbuatannya itu, ia masuk ke dalam mobil Aster dan duduk di samping kemudi, sedangkan Aster hanya tersenyum tipis mendengarkan ceramahan dari sahabatnya itu dan sudah mengambil tempat duduk di belakang kemudi, mobil pun melaju kencang meninggalkan gedung perusahaan milik mereka.
-----
Sementara itu di sebuah Restoran Erick duduk di hadapan seorang wanita yang dulu sangat pernah mengisi sebagian hatinya, wanita yang selalu menjahilinya juga, ya siapa lagi jika bukan Vero.
" Bagaimana rasanya enak?" Tanyanya sambil mengunyah makanannya sendiri.
" Woaww, ini sungguh lezat Rick." Sahutnya tidak berdusta, memang makanan itu adalah salah satu makanan favoritenya, namun berbeda rasa sedikit yang mungkin di masak oleh chef yang berbeda.
__ADS_1
Vero terlihat begitu menikmati makanan lezat yang tersaji di atas meja, lidahnya masih menari-nari menyesap rasa makanan yang masuk ke dalam mulutnya.
" Pelan-pelan saja tidak akan ada yang memintanya darimu." Seloroh Erick sambil tersenyum, membuat Vero terkikik dengan mulutnya yang masih penuh.
" Aku yang akan memintanya." Seru seseorang yang sudah berdiri di belakang Vero, membuat keduanya menoleh ke belakang dan melihat dua pria sahabat Erick.
Kai langsung duduk di samping Vero sambil menarik piring milik wanita itu dan menyuapkan makanan ke dalam mulutnya sendiri tanpa ada rasa jijik atau yang lainnya, sebab itu adalah sisa Vero.
Erick dan Aster yang melihat itu hanya tersenyum tipis, bahkan mereka sudah menyadari ada sesuatu yang terjadi diantara keduanya, walau Vero dan Kai masih belum menyadarinya, terutama Kai pria dingin tetapi sangat mesum.
Vero nampak bergeming ia bahkan tak menoleh sama sekali ke samping dimana Kai berada sedang menikmati sisa makanannya, sebab ia tidak ingin melihat atau berada di dekat pria mesum itu lagi. Tentu saja ia masih sangat kesal dengan Bos mesumnya tempo hari.
" Kalian tidak sedang bertengkar bukan? Bos dan sekretaris kesayangannya?" Goda Aster yang merasa sangat senang sekali menggoda sahabat sesama spesies dengannya itu.
" Eekheem." Kai sengaja berdehem sebelum ia berbicara, lalu ia juga menyesap minuman milik sekretaris seksinya itu.
" Kami sedang ada sedikit masalah di ranjanmpp_
Sebelum Kai menuntaskan perkataannya, Vero sudah lebih dulu membungkam mulut bosnya yang kelewat mesum itu dengan menggunakan sebelah tangannya, membuat kedua pria yamg duduk di hadapan mereka menahan senyum geli.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..
__ADS_1