Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Masa Lalu_Mabuk Berat


__ADS_3

PoV_Vero


" Jangan membohongi dirimu sendiri Ver?" Seloroh Nina tiba-tiba, membuatku tersadar dari lamunanku.


" Atau mungkin Kak Jull itu memang di takdirkan semesta untuk menjadi Kakakmu saja Ver." Celetuk si Sisil yang membuat moodku kembali berubah kesal.


" Tapi kenapa? Rasanya ini tidak adil bukan?!" Elakku.


" Vero, sudahlah bahkan Kak Jull lebih sayang padamu di bandingkan si Nenel itu, benar tidak? Tapi ya sayang seorang Kakak pada adiknya. Dia memperlakukanmu dengan baik, di jagain, di perhatikan, di lindungi. Astaga Ver aku yang jadi anak tunggal saja iri tahu nggak!" Timpal juga si Marry.


" Ya aku tahu! 0asti kalian semua yang mengira otakku ini yang nggak beres, bisa mencintai Kakaknya sendiri, merasa cemburu dan ingin menjadi miliknya." Sargahku sedikit kesal pada mereka bertiga, yang seolah tengah menasehatiku yang seperti anak kecil.


Aku tidak tahu sulit sekali mengontrol diriku sendiri, padahal aku sudah berusaha untuk menyukai orang lain tetapi sulit sekali, tetap saja rasanya tidak ada yang yang sebaik Kak Jull.


" Tunggu! Kenapa kau tidak berjuang sedikit lagi Ver? Sebelum priamu itu benar-benar jatuh ke dalam pelukan si Nenel itu?" Pungkas Nina tiba-tiba memberikan ide.


" Iya benar sekali, kau 'kan belum tahu Kak Jull itu sebenarnya memiliki rasa lebih dari sekedar Kakak atau tidak padamu, jadi ini kesempatan untukmu, sebelum terlambat." Sahut Sisil yang ikutan memberi nasehat, ucapannya seketika membuatku berpikir dan sedikit tersadar.


" Ver!" Pekik Nina membuatku terkejut, begitu pun dengan Marry dan Sisil. " Aku ada ide!" Lanjutnya lagi yang kemudian berbicara pelan sekali, Marry dan juga Sisil yang ikut mendengarkan juga.


" Selama ini 'kan Kak Jull hanya menganggapmu sebagai adik kesayangannya, adik tercintanya, bahkan berlian emasnya di dalam keluarga kalian, jadi bagaimana kalau kau menjelma menjadi wanita dewasa agar Kak Jull mau melihat dirimu yang lain." Celetuk Nina, memberikan ide yang terdengar Crazy menurutku.


" Gil4! You're *****ng Nina! " Pekikku yang spontan langsung berdiri tegak, tak habis pikir hal konyol apa yang ada di dalam pikiran seorang Nina.


No! Ini sungguh memalukan, aku begitu shock, membayangkan diriku yang akan menjelma layaknya wanita murahan di luar sana, yang seakan haus belaian!


" Tidak-tidak! Aku tidak ingin melakukannya! Ini namanya bunuh diri Nina, lalu bagaimana jika sesuatu terjadi dan yang aku jaga justru_" Aku menatap Nina kesal sehingga aku tidak ingin melanjutkan lagi ucapanku. Yang justru membayangkan saja sudah terlihat menjijikan.

__ADS_1


" Hey, kita belum coba Ver? Bukannya kau mencintainya? Memang kenapa jika kalian melakukannya? Lalu masalahnya dimana? Bukankah bagus kalian bisa langsung dinikahkan besok." Celetuk Nina lagi dengan begitu santainya, sembari menautkan kedua jari telunjuknya itu.


Aku menatap Marry dan juga Sisil yang seolah menyetujui ide gil4 dari Nina, " Kalian tidak waras!" Desisku sambil menenggak minuman soda hingga tandas.


Namun jika di pikir-pikir apa harus aku melakukannya? Tapi tidak ada salahnya bukan untuk dicoba? Aku yakin Kak Jull tidak akan mungkin melakukan hal di luar batasnya, ya aku meyakini itu. Sebab aku mengetahui banyak semua hal tentang Kakakku termasuk sifatnya.


" So?" Tanya Nina, saat melihatku sedang berpikir, dan tak lama akhirnya aku mengangguk pelan.


" Yes!!" Sorak mereka bertiga senang. Siapa yang akan melakukannya, siapa juga yang bersorak, ya seperti inilah persahabatan kami. Aneh!!


***


Malam semakin larut, ponselku juga sengaja aku nonaktif kan. Hanya untuk mengikuti saran konyol dari sahabatku dan disinilah kami sekarang, berada di dalam sebuah ruangan yang suasananya gemerlap. Di bawah sana seolah lautan manusia sedang meliuk-liukkan tubuhnya. Muda-tua, pria-wanita bercampur menjadi satu. Suara dentuman musik dari seorang Dj cantik pun menggelegar ke seluruh penjuru ruangan. Kalian pasti bisa menebak kami sekarang ada dimana?


Bahkan aku bisa melihat ada sepasang pria dan wanita, bukan! entah ada berapa banyak pasangan yang sedang bercumb* mesra di setiap sudut ruangan sana yang memang dalam keadaan sedikit gelap, seolah mereka semua merasa hanya ada mereka saja disini bersama pasangan mereka masing-masing, iihh menjijikkan! Aku tak henti-hentinya mengumpat kesal.


Dengan gaun terbuka berwarna biru gelap milik Nina aku datang dan terlihat begitu seksi, pas sekali melekat di tubuhku, dan juga dengan dandanan yang super full make up, aku merasa sedikit risih. Ini bukan gayaku benget! Sebab sebelumnya aku belum pernah berdandan seperti ini.


" Bagaimana? Kau yakin?" Tanya Nina yang seolah melihatku ragu. Ya memang aku ragu dan juga takut lebih mendominasi, bagaimana nanti jika Papa dan Mama tahu? Aahh,, tapi sudah kepalang tanggung aku berada disini, lakukan saja-lah!


" Baiklah cepat pesankan minuman yang langsung membuatku tumbang." Ucapku dengan mantap tanpa berpikir panjang lagi, walau ada rasa takut terus menghantuiku, bagaimana jika nanti semua tidak sesuai dengan harapan kami?


Nina segera berjalan menjauh dari meja kami, untuk memesan apa yang aku minta tadi, tak lama ia kembali bersama seorang pelayan dengan membawa nampan berisi satu botol minuman dan empat gelas kecil yang langsung di hidangkan di atas meja kami.


Satu gelas Vod*a yang kira-kira kadarnya mencapai 80%, sudah di tuangkan ke dalam gelas oleh Nina dan berada tepat di hadapanku, aku menoleh ke arah ketiga sahabatku secara bergantian seolah meminta saran pada mereka terlebih dahulu, ternyata mereka juga ikut meminumnya untuk menemaniku. Hingga perlahan tapi pasti tanganku bergerak untuk menyambar gelas tersebut dan menenggaknya hingga tandas dalam sekali tegukan saja.


" Aarrgghh,, tenggorakanku rasanya seperti terbakar." Keluhku setelah meletakkan kembali gelas tersebut di atas meja. Para sahabatku terlihat tersenyum dengan menyesap secara perlahan minuman mereka.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, keadaanku masih biasa saja, gelas itu di isi kembali oleh Nina, dan aku langsung menghabiskannya hingga gelas ketiga, keempat, kelima barulah aku tumbang.


" Astaga Vero, kau baik-baik saja." Seru Sisil panik saat melihat kepalaku terbentur di meja sedikit keras.


Ya kepalaku langsung terjatuh di atas meja, harusnya aku merasakan sakit terbentur meja, tetapi justru aku tidak merasakan sakit, justru kepalaku terasa berputar-putar dan terasa berat sekali hanya untuk sekedar mengangkatnya saja tidak kuat.


" Wooww, baru minum sekali tetapi kau cukup lumayan tangguh Ver." Celetuk Nina berusaha menggodaku tetapi aku hanya mendengarnya samar-samar, sebab kepalaku memang sudah terasa berputar. Tangguh kepalamu!!


" Bagaimana Ver, are you okay? Apa kau sudah merasakan pusing? Mual?" Tanya Marry yang sudah tidak sabar.


Ini kenapa aku merasa mereka semua yang justru tidak sabaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya? Padahal harusnya aku disini yang harusnya memikirkan hal itu.


" Cepat kau telepon Kal Jull." Samar-samar aku mendengar lagi itu suara Nina yang menyuruh salah satu dari mereka untuk menghubungi Kakakku, ingin sekali rasanya membuka kedua mataku ini, tetapi rasanya begitu berat.


Hingga tak lama aku mendengar suara Kak Jull, ya benar itu Kak Jull." Marry apa yang terjadi?" Terdengar Kak Jull yang begitu panik


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..

__ADS_1


__ADS_2