Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Manusia Pertama


__ADS_3

Nino berhenti sejenak tapi tidak ingin menyudahi apa yang saat ini sudah mereka lakukan, entahlah ia sendiri juga bingung kenapa ia sangat menginginkan gadis ini.


Soal urusan yang lainnya itu urusan belakangan, pikirnya. Nino mengusap air mata Nina, kemudian saat Nina sudah kembali tenang Nino dengan perlahan menggerakkan pinggulnya kembali.


Teriakan Nina yang tadinya terdengar menyakitkan perlahan menghilang berganti dengan suara desah4n dan juga lenguhan yang nikmat tiada tara.


Suara itu sangat seksi terdengar di telinga Nino, membuatnya semakin bersemangat untuk bergair4h terus memompa miliknya.


Mereka melanjutkan aktifitas mereka hingga mereka mencapai kepuasan masing-masing.


***


Sementara itu di area kolam, Marry dan Sisil yang memang ikutan sudah mabuk sudah tidak sadarkan diri.


" Bagaimana ini?" Tanya Jojo menatap ke arah Dhika.


" Ya mana aku tahu?! Dasar wanita memang merepotkan saja! Kemana juga si Nino dan gadis itu, justru menghilang." Kesal Dhika mencoba menghungi Nina, barang kali dia bersama gadis temannya kedua gadis yang tidak sadarkan diri itu.


" Gimana?" Tanya Jojo yang tahu sahabatnya sedang menghubungi Nino.


" Aarhh, si4l! Dia tidak mengangkat panggilanku. Ya mau bagaimana lagi, kita bawa mereka berdua. Tidak mungkin juga 'kan kita biarkan mereka berakhir dan di gilir banyak pria disini." Seru Dhika mengambil keputusan.


Akhirnya Dikha dan Jojo pun membawa Sisil dan Marry dengan ke salah satu kamar yang baru ia pesan sebab mereka tidak tahu dimana kamar yang di tempati oleh gadis-gadis itu.


" Pasti Nino bersenang-senang dengan gadis itu!" Ujar Jojo memanasi.


" Huh! Menyusahkan sekali. Awas kau Nin, jika bertemu. Kau yang bersenang-senang, kita yang kena imbasnya!" Kembali Dhika menggerutu sambil menggendong Sisil, sedangkan Marry di gendong oleh Jojo.


---


Di tempat lain tepatnya di kamar yang di sewa oleh para gadis tersebut seseorang pria masuk ke dalam kamar yang sudah terkunci dari dalam, tapi hanya dengan sekali jetikan jari saja pintu tersebut langsung terbuka lebar.


" Ini semua karena Aster yang tiba-tiba pergi entah kemana dia." Gumamnya kesal.


Dan dalam keadaan yang sudah tidak bisa di kondisikan akibat minuman yang sengaja di berikan kepadanya, pria tersebut masuk dan menutup pintu itu kembali.

__ADS_1


"Ah, sial dimana wanita itu." Keluhnya pelan, pria itu terus masuk ke dalam mencari sosok gadis yang tadi ia ikuti.


" Aku harus mencari orang itu nanti setelah aku menuntaskan dulu rasa yang sudah sangat menyiksaku ini." Gerutunya kembali.


Dengan berjalan melayang-layang pria itu masuk ke dalam kamar mandi begitu ia mendengar suara gemericik air di dalam sana.


'Siapa sebenarnya wanita ini? Kenapa dia sangat menganggu pikianku sejak tadi.' Batin si pria itu lagi.


Vero nampak tak sadar bahwa di dalam kamar mandi ia tidak sendirian, dan tak melihat kehadiran seseorang yang sudah berdiri di belakang pintu kamar mandi itu.


Setelah selesai dengan ritualnya Vero pun keluar dan berjalan ke arah ranjang, ia langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang empuk itu.


" Sakit sekali kepalaku." Keluhnya sambil memegangi kepala sembari memejamkan kedua mata, berharap cepat tertidur, dan hari cepat berganti.


Tak berapa lama Vero pun sudah terpejam rapat menuju ke alam mimpi yang indah.


Dan pria yang sudah menahan rasa di ujung miliknya itu langsung melancarkan aksinya dengan cepat ia melepas semua pakaian yang menempel di tubuhnya, begitupun ia juga melepas pakaian yang masih menempel di tubuh Vero, sebab gadis itu sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri.


'Oh gadis ini sangat seksi sekali.' Batinnya.


Ia langsung mengukung tubuh Vero, lalu mencium bibir berwarna merah jambu itu dengan lembut lalu berubah menjadi ciuman yang kasar sambil meremas kedua aset kembar milik Vero yang sangat menantangnya.


Dengan posisi setengah sadar antara mimpi dan kenyataan, tubuh Vero seperti terangkat melayang di udara dan jatuh di atas awan yang empuk, sangat empuk sekali.


Sentuhan hewan udara mengenai kulitnya kasar dan panas, tak mampu membuat Vero berkata-kata selain tersenyum dengan mata masih terpejam sambil mengusap kepala burung merpati yang hinggap di d4d4nya itu.


" Oh, kau sangat menyukaiku ya?" Racaunya seolah ia mengajak burung merpati putih itu berbicara. Saat pria itu menyesap bergantian gunung kembar miliknya, kemudian ciuman itu semakin turun hingga ke inti tubuh Vero yang sudah sangat basah.


Sungguh bagi Vero ini rasanya sulit untuk membedakan antara ini mimpi ataukah nyata.


Awan yang ia tempati bergerak diikuti hembusan angin yang menerpa wajahnya rasanya begitu geli juga terasa enak..


Lalu sesuatu menimpa tubuhnya terasa amat berat dan membuatnya sesak, tangannya berusaha menyingkirkan benda tersebut agar menjauh, tapi tangannya tak mampu ia gerakkan layaknya seperti jeli.


Hawanya pun berubah menjadi semakin panas, seketika awan putih itu pun berubah menjadi hitam pekat, dan sedikit membuatnya bergedik ngeri.

__ADS_1


Vero bersiap lari dengan membuka kedua kakinya lebar-lebar, namun saat ia bersiap akan lari sesuatu menusuk di bawah sana dan membuatnya menjerit dengan sangat keras.


" Aww sakiittt.." Teriaknya dengan suara lantang.


'Bagaimana bisa mimpi terasa begitu nyata bahkan rasa sakitnya sangat jelas terasa.' Pikirnya.


Si pria yang mendengar teriakan gadis itu berhenti sejenak, sebenarnya ia tidak tega, namun ini sudah kepalang tanggung, ia sadar ini yang pertama bagi gadis itu, tapi di bawah sana harus segera di keluarkan, jika tidak ia akan menggil4 sendiri. Setelah di rasa gadis itu kembali tenang ia pun melanjutkan goyangan mautnya, ia hentakan semakin dalam dan keras.


Vero yakin ini hanyalah sebuah mimpi dan saat ia bangun nanti pasti semua akan kembali seperti semula. Ya ini cuma mimpi, itulah keyakinannya.


" Oh shitt!! Gil4, ini manusia bagaimana bisa senikmat ini?" Gumam si pria itu dengan pelan.


Pria itu sambil terus menghentakkan miliknya, ia bisa melihat sendiri pusaka kebanggaannya itu yang keluar masuk ke dalam celah sempit juga hangat milik Vero, hingga terasa mentok sampai ke dinding rahim hangat itu.


Walaupun bukan untuk yang pertama kali bagi pria tersebut, nyatanya tak di pungkiri ia sangat menggilai tubuh seksi Vero, yang belum pernah terjamah oleh pria manapun.


" Kau adalah manusia bahkan wanita pertama yang membuat pria spesial ini menggil4imu Baby.." Bisiknya begitu pelan.


Tapi Vero masih bisa mendengarkannya walaupun suara itu hanya samar-samar tertangkap oleh indra pendengarannya.


Vero yakin itu adalah suara milik seorang pria, tapi Vero tetap berpikir jika yang di alaminya hanyalah sebuah mimpi yang tidak nyata.


Benda yang menusuk di bawah sana bergerak tajam dan kuat, entah benda apa itu sampai membuatnya berteriak beberapa kali, sesuai dengan dorongan dan hentakan yang ia terima, walaupun hentakan yang pria itu lakukan sedikit lembut, tapi percayalah miliknya terasa nyeri dan juga perih.


" Aaw,, sshh,, sudah hen,,ti,kanhh.." Ucap Vero pelan di sela menahan rasa ngilu yang terus ia rasakan di inti tubuhnya.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..


__ADS_2