
Akhirnya Vero dengan cepat membereskan semua pakaian dan barang-barang penting miliknya yang perlu ia bawa dan memasukkannya ke dalam koper yang berukuran sedang.
Beruntung ia sudah menyelesaikan kuliahnya lima bulan yang lalu, walau itu masih S1, tapi tidak masalah, yang penting setidaknya ia masih bisa mendapatkan suatu pekerjaan yang layak dengan memakai ijasah yang ia miliki.
Tak lama ia sudah naik ke dalam taksi online yang sudah ia pesan sebelumnya, itupun dengan cara mengendap-endap ia keluar dari rumah besar milik keluarganya itu, agar tidak ada yang mengetahui aksi kaburnya. Taksi pun malaju ke arah bandara, dan tak lama kemudian Vero sudah berada di dalam pesawat internasional.
" Mama, Papa. Kak Jull maafin Vero yang harus pergi dengan cara seperti ini, selamat tinggal juga para sahabatku." Lirihnya sambil memejamkan mata begitu burung besi itu sudah terbang ke atas awan.
Setelah beberapa jam perjalanan yang melelahkan, akhirnya Vero sampai juga ke negara di benua Eropa, dan langsung menuju ke Apartement yang ia tinggali dulu sewaktu ia masih melanjutkan study nya di sana. Apartement itu adalah hadiah pemberian dari sang Papa saat ia akhirnya memilih negara ini untuk melanjutkan kuliahnya di sana.
" Akhirnya aku kembali kesini, tapi ini hanya untuk sementara saja, setelah aku mendapatkan pekerjaan yang baik nanti aku akan pindah ke kota lain." Gumamnya sambil merebahkan dirinya ke atas sofa yang baru saja ia bersihkan dari penutup kain berwarna putih itu.
Akhirnya Vero ketiduran karena merasa begitu lelahnya selama di perjalanan ke kesana dari kemarin.
Sesampainya di Ibukota Kai bersama Aster dengan kekuatan yang berada dalam diri mereka masing-masing segera mencari sosok wanita yang sedang di cari oleh Kai.
Tak sulit bagi mereka kalau hanya mencari seseorang di muka bumi ini, dengan bermodalkan bau dan juga suara dari wanita tersebut pasti mereka segera menemukannya. Sebab namapun mereka tidak tahu.
" Bagaimana?" Tanya Kai dengan tidak kesabarannya.
" Sabar dulu Bruv, ini aku akan masuk ke dalam rumah manusia yang terakhir di kota ini." Sahut Aster di seberang sana.
" Uupsss..sorry-sorry." Seru Aster begitu terkejut saat ia baru saja membuka pintu yang tidak terkunci itu tanpa meminta ijin terlebih dahulu pada sang pemilik rumah.
" Kenapa? Ada apa? Kau sudah menemukannya?" Tanya Kai tanpa merasa bersalah. Ia penasaran dengan apa yang tengah Aster temukan.
Setelahnya Aster menutup pintu itu kembali, dan terdengar teriakan dan umpatan yang keluar dari mulut dua orang yang berada di dalam kamar tersebut.
" Aku salah masuk kamar, aku melihat dua manusia itu sedang berkeringat di atas ranjang, tak perlu kuperjelaskan, kau pasti sudah mengerti." Sahut Aster terkekeh geli.
" Kau ini membuat antenaku kembali berdiri saja, cepat cari lagi walaupun harus ke ujung dunia sekalipun aku harus menemukannya." Gerutu Kai melirik antena listriknya yang mampu membuat para targetnya keenakan di balik celana panjangnya yang mulai sesak." Si4l!!"
Kai sendiri juga ikut mencari wanita yang ia cari, hanya saja ia sedikit beruntung, sebab kamar yang ia masuki semuanya kosong tak berpenghuni, entah pada kemana manusia penghuni kamar, apa mereka melakukan pergulatan panas itu di tengah lapangan atau di atas puncak gunung agar sensasinya berbeda. Entahlah.
__ADS_1
Mereka berdua sudah keluar masuk dari satu rumah ke rumah yang lain, yang ada di Ibukota ini, namun tetap tidak ada hasil apapun. Akhirnya Kai merasa ini semua hanya sai-sia saja.
" Sudah hampir sepekan kita di sini, tapi tidak menemukan wanita itu, sebaiknya kita kembali saja banyak hal yang harus aku urus disana." Desah Kai menghela napas kasarnya.
" Baiklah kurasa wanita itu juga sudah tidak tinggal di kota ini lagi Bruv, sebaikanya kita kembali saja dulu, biar nanti aku yang akan mengurusnya." Aster pun berpendapatan hal yang sama yang langsung di angguki oleh Kai.
Akhirnya kedua pun kembali ke negara asal mereka, karena sudah pasti banyak pekerjaan yang sudah menanti mereka di atas meja kerja.
Sementara itu wanita yang sedang mereka cari, saat ini justru tengah berjalan-jalan di area terbuka, ia hanya ingin mencari udara segar saja, tepatnya berada di negara yang di juluki sebagai pusat pasar bursa dunia.
Selain itu, kota itu juga berperan besar bagi bisnis global. Lebih dari seribu perusahaan besar yang masuk pada daftar Fortune lima ratus, memiliki kantor di kota NY.
Hal itu juga menjadikan kota itu sebagai pusat keuangan nomor satu di dunia, ditambah dengan fakta bahwa banyak lembaga keuangan dan lebih dari dua ratus bank yang mewakili tiap negara bertempat di NY ini. Lelah menyusuri jalanan ia pun memutuskan untuk kembali le Apartemen.
" Hmmm, ternyata tidak mudah tinggal di negara besar ini sendirian tanpa mempunyai pekerjaan. Oh iya, bukankah Erick juga berada di negara ini? Tetapi tepatnya di kota mana ya dia?" Gumamnya sembari mencari kontak nama temannya sewaktu ia kuliah dulu.
" Ternyata nomor kontaknya sudah tidak aktif lagi. Kira-kira dia masih disini atau sudah kembali ke negaranya ya?" Monolognya sembari jari-jari lentiknya terus bergerak, men-scroll tampilan web alamat perusahaan yang ia kirimi cv dua hari yang lalu, sebab kemarin itu ia tidak sempat membaca secara detail info pemilik sekaligus pemimpin perusahan yang membuka lowongan pekerjaan tersebut.
" Erick? Ini bukan Erick yang sama 'kan? Dan duo Arion?? Sepertinya aku juga pernah mendengar nama ini, tapi dimana?" Gumamnya kembali, ia terus menatapi layar yang masih tertampang itu.
Tak lama terdengar pintu Apartementnya berbunyi, Vero pun segera bergegas untuk membukakan pintu tersebut. Yang ternyata adalah seorang kurir pengantar surat, setelah memberikan tanda tangannya, sang kurir pun segera melenggang pergi. Dan Vero segera menutup pintunya sembari membuka amplop kecil berwarna coklat yang baru ia terima. Yang ternyata adalah surat panggilan kerja, yang itu berarti ia di terima bekerja di perusahaan yang baru ia lamar kemarin itu.
" Yes, akhirnya aku tidak lagi pengangguran lagi." Teriaknya begitu sangat bersemangat.
...----------------...
~ Ini Visual Veronica Jeslin
~ Ini Visual Kailash Squard Orion.
__ADS_1
~Ini Visual Aquila Altair Orion.
~Ini Visual Jullio Oktariful Prayoga.
~Ini Visual Aster Jupiter Oirion.
~Ini Visual Glory Margaret.
~Visual Alderick Alexander.
~Visual Miracle Stefhanie.
Kira-kira seperti itu ya Visual pemain menurut Author. Jika tidak suka sesuai bisa membayangkan sendiri-sendiri ya..
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..