
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa belas jam, akhirnya Jullio telah sampai di negara dimana Adiknya Vero berada. Ia langsung datang ke perusahaan dimana pria yang menjadi suami Adiknya itu adalah pemiliknya, namun wanita yang bekerja sebagai resepsionis itu mengatakan jika sudah lama Vero tidak lagi bekerja setelah mengalami kecelakaan. Ia pun ingin bertemu dengan pimpinan perusahaan yang lain di gedung ini.
Ya kedua orangtuanya sudah menceritakan semua yang di alami Vero kepadanya, termasuk tentang hilangnya ingatan wanita yang masih sangat ia cintai itu. Entah ia sendiri tidak memikirkan bagaimana nantinya jika Adiknya itu justru tidak bisa mengingat juga mengenalnya saat mereka sudah bertemu.
Akhirnya karena terus mendesak sang resepsionis itu pun menghubungi sekretarisnya Erick yang saat itu Bianca dan juga Erick sang bos baru saja kembali dari luar setelah bertemu dengan seorang klien penting.
" Mr. Erick, pria ini yang sedang mencari Mr. Kailash." Ujar wanita resepsonis tersebut memberitahu saat melihat kedatangan Erick yang sedang berjalan beriringan bersama Bianca di sampingnya.
" Maaf saya Erick sahabat Kai. Ada yang bisa saya bantu?" Sapa Erick bertanya maksud kedatangan Jull dengan sangat sopan. Sebab ia baru pertama kali bertemu dengan Jull." Mari kita bicara di ruang sebelah saja." Ajaknya ke arah ruangan yang terlihat seperti sebuah kafe.
" Maaf, begini saya hanya ingin bertemu dengan Vero wanita yang sudah menjadi istri pria yang bernama Kai. Dia adalah Adikku, maaf tida bisa berlama-lama disini." Sahut Jull to the poin. Ia hanya ingin segera bertemu dengan Adiknya tanpa menunggu lebih lama lagi, karena ia juga tidak ingin terlalu lama meninggalkan putranya walau ada Baby sitter juga Mamanya yang menjaganya tetap saja ia merasa tidak tenang.
" Vero? Ah, jadi Anda Kakaknya yang berasal dari negara Indo? Kenalkan, saya Erick sahabat Vero saat di kami masih kuliah dulu. Baiklah saya bisa mengerti, saya akan memberitahu alamat tinggal Vero saat ini, tapi maaf saya tidak bisa mengantarkan Anda kesana, sebab saya masih ada meeting sebentar lagi di atas." Ujar Erick merasa tidak enak hati, sebab ia tidak bisa banyak membantu pria yang menjadi saudara dari sahabatnya Vero.
" It's okay Mr. Erick, saya sangat mengerti kesibukan Anda. Maaf apa saya bisa langsung kesana, saat ini juga? Sebab saya harus bertemu dengan Vero secepatnya." Tanya Jull yang rasanya sudah tidak sabar lagi ingin melepas rindu kepada wanita itu.
Terlebih sudah tidak ada lagi rivalnya yang akan menghalangi niatnya kali ini untuk bertemu dengan wanitanya. Jull setidaknya akan mencoba untuk menemui Vero, walau entah nanti di usir ataukah di terima dengan baik oleh Adiknya, setidaknya ia sudah mencobanya.
" Baiklah Thanks Mr. Erick. Kalau begitu saya permisi dulu, lain kali kita bisa banyak mengobrol lagi.
" Pamit Jull setelah mendapatkan alamat tempat tinggal Adiknya itu selama ini.
" Okay, sama-sama Mr. Jullio. Hati-hati di jalan, nanti bisa saling memberi kabar saja selama masih berada di negara ini." Sahut Erick tersenyum ramah kepada Jullio, sebelum keduanya sama-sama melangkah pergi berlawanan arah.
__ADS_1
Erick yang langsung berjalan menuju ekskalator bersama Bianca yang tadi menunggu di depan menuju lantai paling atas. Sedangkan Jull berjalan keluar dan menghentikan sebuah taksi untuk mengantarkannya ke gedung tinggi yang merupakan Apartemen mewah milik Kai yang sudah berubah kepemilikan menjadi sah milik Vero.
Tak berapa lama taksi yang di tumpangi oleh Jull berhenti tepat di lobby depan, Jull pun segera menyodorkan beberapa lembar kertas sebagai alat pembayaran kepada sang supir sebelum ia keluar dan berjalan menuju ke depan Resepsionis.
" Permisi saya ingin ke lantai paling atas, dimana tempat tinggal Mrs. Veronica berada." Seru Jull memberitahu tujuan kedatangannya.
" Maaf dengan Tuan siapa, dan punya hubungan apa dengan beliau ?" Tanya sang Resepsionis yang ingin mengetahui identitas semua orang yang tengah berkunjung kemari. Sebab gedung Apartment ini cukup ketat mengingat sang pemilik tinggal di lantai paling atas.
" Saya saudara dari Mrs. Vero. Bisa langsung saya naik ke atas saja, please, ini sangat betul-betul sangat mendesak." Pinta Jull setengah memaksa agar ia bisa segera bertemu dengan Adiknya.
" Maaf tapi—
Belum selesai sang resepsionis itu menjawab, terdengar suara telepon berdering yang segera ia angkat di hadapan Jullio ,membuat pria anak satu itu semakin gusar menunggu.
Jull segera melangkah pergi setelah mengucapkan terima kasih sebelumnya kepada sang resepsionis. Setelah sampai di unit yang memang hanya ada satu di lantai paling atas, Jull segera memencet bell di pintu besi itu, rasanya jantungnya saat ini berdebar tidak menentu, layaknya seorang remaja yang akan bertemu kembali dengan kekasihnya sekian lama.
***
Sementara itu Vero yang baru saja selesai membersikan diri, terdiam saat mendengar bunyi suara bell pintu depan, ia merasa bingung sendiri, siapa yang datang siang ini. Sebab ia merasa tidak mempunyai janji bertemu dengan seseorang.
" Siapa ya?" Gumamnya pada dirinya sendiri. Suara itu semakin intens saja membuat Vero pun akhirnya mau tidak mau berjalan ke depan untuk membukakan pintunya.
Begitu pintu besi itu terbuka, Vero dan orang yang tidak lain adalah Jullio sama-sama tercengang. Suasana menjadi hening, mereka juga sama-sama terdiam dengan tatapan saling mengunci.
__ADS_1
" Ekhem," Akhirnya Jull yang tidak tahan dengan keadaan yang sunyi, ia pun berdehem sebelum mengucapkan sesuatu yang membuat suasana menjadi hidup di antara mereka.
" Ha-hai Vero, bagaimana kabarmu? Waah, perutmu sudah besar. A-apa kau masih mengenalku?" Tanya Jull dengan nada yang sedikit gugup, sebab ini hampir dua tahun lamanya mereka tidak bertemu, terakhir bertemu di Apartement milik Vero yang kini sudah di kontarakkan.
" Tentu saja aku ingat, Bagaimana Kak Jull bisa tahu tempat tinggalku? Oh iya masuklah." Jawab Vero yang tidak menyangka jika pria yang menjadi Kakaknya itu bisa datang ke negara ini menyusul dirinya hingga sampai ke tempat tinggalnya sekarang.
" Ah, syukurlah aku sangat senang mendengarnya, sungguh!" Jull benar-benar merasa begitu lega wanitanya ternyata masih mengingatnya. " Eum,, aku dengar dari Mama jika kau sempat mengalami amnesia Retrograde maka dari itu—
" Oh, ya itu betul. Tapi seperti yang Kakak lihat sekarang ini, aku sudah mengingat semuanya kembali. Kakak mau minum apa, biar Vero buatkan." Sahutnya yang ingin melangkah menuju ke pantry untuk membuatkan segelas minuman dingin sebab cuacanya memang sedang musim panas disana.
" Ah, apa saja Asal tidak merepotkanmu." Jawab Jull merasa kasihan terhadap Adiknya itu. Di saat tengah hamil besar harus bertahan seorang diri, tanpa suami yang mendampingi dirinya.
Kau masih sama, kau adalah wanita yang paling hebat yang aku kenal sayang...
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..