
Itu benar, apa yang Vero katakan itu adalah kebenaran. Di saat Kai menciumnya untuk terakhir kalinya, saat itu juga Kai membuka kembali semua ingatan Vero di masa lalu. Seharusnya Vero sedang marah besar saat mengingat kejadian sebelum ia mengalami kecelakaan. namun mau marah pun kepada siapa? Oranganya bahkan sudah tidak bisa ia lihat dan ia gapai lagi.
Tak lama Vero kembali dengan nampan berisi dua gelas jus di tangannya. Satu untuknya yang tidak dingin dan satunya lagi untuk Kakaknya Jullio.
" Di minum Kak. Oh iya bagaimana kabar Mama dan Papa? Aku minta maaf karena waktu itu aku tidak bisa ikut dengan mereka, ya kau tahu sendiri aku punya tanggung jawab disini." Vero duduk di sofa single tepatnya di hadapan Jull.
" Keduanya sehat semua. Kakak tahu alamatmu dari pria yang bernama Erick. Oh iya, dan sebenarnya Kakak ingin menjemputmu sekalian?" Jull pun juga langsung mengatakan to the point tentang tujuan utamanya.
" Menjemputku?" Jull mengangguk dengan cepat sebagai jawaban. " Kenapa? Maksudku, aku sudah punya kehidupan yang baru disini Kak. Dan juga aku tidak mungkin meninggalkan suamiku." Ujar Vero yang tidak paham akan maksud Kakaknya yang dulu sangat ia cintai.
Jull terlihat menghela napas panjang, dia yakin Adiknya tengah berusaha menyembunyikan kebenaran darinya. Namun ia tentu saja tidak percaya dangan alibi Adiknya itu. Sementara sudah ada bukti saat istrinya tiba-tiba menghilang juga pria yang menjadi suami Vero pun juga tidak ada disini sekarang. Baiklah sepertinya ia ingin melihat sejauh mana Adiknya itu akan membohonginya.
" Baiklah jika tidak mau, dimana suamimu? Boleh aku bertemu dengannya?" Tanya Jull yang kini sengaja mengikuti pemainan yang Vero mainkan.
Lihatlah! Terlihat jelas Adiknya itu sedikit kelabakan mendengar permintaan darinya. Namun Jull juga tidak ingin melihat Adiknya itu kembali bersedih mengingat pria yang sudah menikahinya sudah pergi ke twmoat asalnya berada.
" Oh suamiku ya? Eum,, dia sedang pergi Kak ada keperluan di luar sana. Apa ada hal yang serius? Nanti bisa aku katakan padanya jika sudah kembali. Oh iya ngomong-ngomong bagaimana kabar istrimu? Aku sudah banyak mendengar cerita dari Mama jika kalian telah menikah juga, aku turut senang mendengarnya. Lalu kenapa kau tidak mengajak istrimu kemari Kak, aku juga ingin mengenalnya, setelah pertemuan yang tidak terduga dulu itu." Seru Vero yang mencoba mengalihkan pembicaraan.
Jullio jadi merasa bersalah juga kasihan teehadap Adiknya itu, ia sangat tahu jika Vero berusaha kuat di hadapannya saat ini. Yang sebenarnya Vero sedang sangat rapuh, dia sangat tahu pasti di dalam lubuk hatinya pasti juga tengah menangis mengingat suaminya itu.
" Ver apa kau baik-baik saja?" Tanya Jull pada akhirnya, ia merasa sudah tidak tahan lagi dengan keadaan ini. Mau menunggu Adiknya itu seperti apa lagi baru keduanya harus berkata jujur.
__ADS_1
" Maksud Kakak? Ya aku baik-baik saja. Memang ada apa Kak? Hei kau belum menjawab pertanyaanku." Dan tanpa di duga kristal bening yang Vero tahan sedari tadi tiba-tiba keluar begitu saja saat ia mencoba baik-baik saja. Dengan cepat Vero mengusapnya dengan kasar." Aku sungguh baik-baik saja, maaf aku hanya merasa sangat merindukan Papa dan Mama Kak." Dustanya.
Tentu saja Vero sedang tidak baik-baik saja, namun ia juga tidak ingin terlihat menyedihkan di mata pria yang dulu sangat ia cintai dan gilai. Semenjak kejadian saat itu, ia merasa juga yidak pantas untuk pria itu lagi, di tambah dengab keadaannya saat ini.
Jull benar-benar tidak tahan lagi, ia pun bangkit dan menghampiri Adiknya berada, duduk bersimpuh di bawah sana. " Sudahi ini Vero, Kakak mohon." Pinta Jull yang terdengar ambigu bagi Vero.
" Maksudnya?"
" Kakak tahu semuanya. Kakak mohon ayo ikutlah dengan Kakak kembali ke negara kita. Kakak janji setelah ini akan menjagamu selalu, bahkan selamanya." Pintanya sembari menyentuh kedua tangan Vero yang terasa sedikit dingin, lalu menggenggamnya.
Mendengar itu Vero merasa semakin bingung sendiri. Ia mulai menerka-nerka sendiri kemungkinan apa yang mungkin saja membuat Kakaknya itu datang menemuinya.
Astaga! Apa jangan-jangan Kakak sudah tahu? Apa Erick yang telah mengatakannya padanya tentang Kai yang sudah pergi, ataukah Kak Jull sudah mengetahui segalanya?
" Ya, Kakak sudah tahu semua, semuanya. Dan Kau tidak perlu mengarang cerita apapun lagi karena itu akan membuatmu semakin terluka sayang." Sahut Jull yang membuat kristal bening Vero kembali mengalir bahkan semakin deras.
Dengan sigap Jull pun beranjak dan merengkuh tubuh lemah yang bergetar itu. Ia bisa merasakan pedih yang Vero rasakan saat ini, sebab ia sendiri juga tengah di tinggal pergi oleh wanita yang sudah ia nikahi beberapa tahun belakangan ini. Jadi ia rasa mereka sama-sama merasakan rasanya kehilangan.
Setelah menumpahkan air mata kesedihannya itu, Vero merasa sedikit lega. Ia pun mengurai pelukan mereka membuat keduanya sama-sama merasa canggung setelahnya.
Apa yang kau pikirkan Jull? Ingat dia wanita bersuami. Mungkin kau masih mengharapkannya kembali padanya, namun belum tentu dia mau dan menerimamu kembali setelah apa yang kau torehkan dulu, sehingga membuatnya pergi meninggalkan negaranya sendiri. Tapi dia Adikku bukan?
__ADS_1
Hati Jull merasa terus bertentangan di dalam sana. Setelah beberapa saat kedunya sudah sama-sama tenang, akhirnya Jull pun mulai meminta ajakannya kembali." Ayo Sayang, kita kembali pulang ke negara kita. Aku tahu apa yang kau rasakan sekarang ini, begitu pun dengan Kakak." Seru Jull yang mengatakan yang sebenarnya.
" Begitu pun dengan Kakak? Maksudnya apa Kak?" Vero mengernyit tidak paham apa yang Kakaknya itu katakan, apa dia sudah melewatkan sesuatu? Tapi Mamanya tidak mengatakan hal yang lain selain Kakaknya sudah menikah dan akan mempunyai buah hati dengan seorang wanita yang ia bawa dari negara ini setelah terakhir pria ini menemuinya waktu itu.
" Ya istriku adalah spesies yang sama dengan pria yang menjadi suamimu. Kita sama Ver, jadi Kakak tahu apa yang kau rasakan. Ayo ikutlah denganku, Kakak janji setelah ini, aku akan terus ada di sampingmu, walau bukan menjadi pasanganmu, aku akan menjadi seorang Kakak untukmu." Mohon Jull yang terus saja mendesak Adiknya untuk ikut kembali le negara mereka.
Terdengar memaksa juga sangat menyedihkan sebenarnya, namun Veeo masih belum bisa menjawabnya. Ia bahkan tampak terkejut juga tidak menyangka jika wanita yang di nikahi oleh Kakaknya adalah wanita yang sama-sama makhluk dari luar angkasa sama seperti suaminya.
" Maksud Kakak, dia juga wanita Alien? Dia juga menghilang secara tiba-tiba?" Cicit Vero suaranya bahkan terasa tercekat di tenggorokan. Melihat Kakaknya mengangguk sudah ia anggap sebagai jawaban untuknya.
Bagaimana bisa? Ini terlihat sangat konyol sebenarnya, namun ini sungguh nyata bagi mereka berdua. " Lalu bagaimana dengan anakmu Kak?" Tanya Vero yang baru ingat, jika Kakaknya ini telah mempunyai seorang bayi, ya bayi yang mungkin baru berumur beberapa minggu.
" Dia sangat sehat juga baik, sekarang sedang bersama Mama juga Baby sitternya. Jadi bagaimana sayang? Apa kau ingin ikut dengan Kakak?"
.
.
.
.tbc
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..