
Beberapa bulan kemudian...
Saat ini usia kandungan Vero sudah memasuki bulan ke enam, rasanya ia sudah tidak sabar lagi ingin melihat calon buah hati yang sedang ia kandung. Awalnya kedua orangtuanya mengajak Vero kembali ke negaranya, namun ia menolak sebab kondisi sang suami yang semakin ngedrop.
Padahal sindrom itu seharusnya sudah hilang, namun entah mengapa kondisi Kai justru semakin lemah, ia sudah tidak bisa pergi kemanapun termasuk ke kantor. Sehingga perusahaan di handle oleh Erich seorang yang memang hanya dia yang baik-baik saja.
Sebab bukan hanya Kai saja yang seperti itu kondisinya, Aster pun tak kalah lemahnya, untung Glory selalu ada di sisinya, walau tidak ada ikatan apapun di antara mereka berdua selain hanya kekasih semata. Namun dengn setia Glory mau menemani juga merawat sang kekasih.
" Istirahatlah, kau pasti juga kelelahan setiap hari merawatku, aku sungguh minta maaf jika suatu saat aku pergi dan tidak lagi bisa menemanimu seperti biasanya." Seru Aster begitu lemahnya. Ia hanya tidak ingin membuat sang kekasih bersedih." Kau boleh mencari penggantiku Baby." Pintanya dengan begitu serius.
" Hei kau bicara apa!! Aku bukan wanita murah*n yang bisa gampangnya berpaling kepada pria lain. Kau tidak perlu mengkhawatirkan aku, sebaiknya kau khawatir saja dirimu sendiri, ayo dimana Asterku yang kuat dan begitu gagahnya. Bukan hanya di kantor ataupun di luar sana, kau sangat gagah di manapun kau berada." Sahut Glory yang tidak ingin kekasihnya itu pesimis.
" Temasuk gagah di ranjang!" Bisik Aster yang sengaja menggodanya.
" Ish! Mesum sekali pikiranmu itu! Sudah tahu kondisinya seperti ini masih saja bercanda." Sungut Glory tidak ingin menanggapi otak mesum kekasihnya itu.
" Hei aku tidak bercanda sayang. Yang lemah itu hanya tubuhku, namun tidak dengan antenaku yang tetap berdiri tegak dengan kokohnya. Kau lihat saja sendiri, atau kau mau langsung mempraktekkannya. Aku juga sangat merindukanmu Baby, Ayo kita buat Aster junior, apa kau tidak ingin mengandung anakku?" Tanya Aster dengan pandangan mes*mnya.
Glory terllihat menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaa. konyol dari kekasihnya itu. Tak di pungkiri ia sendiri juga sangat merindukan sentuhan kekasihnya terutama saat antena tumpul dan besar itu menusuknya hingga terdalam.
Hanya membayangkan saja area sensitif bawahnya pasti sudah terasa basah dan sedikit gatal, apalagi kalau bisa melakukannya lagi pasti sudah banjir oleh ****** ***** dari mereka berdua. Aahh, rasanya tidak tahan jika mendengar kata antena yang bisa menggetarkan seluruh tubuhnya itu, begitulah pikir Glory saat ini.
" Aku tahu kau juga sangat merindukanku ada di dalam dirimu bukan? Ayo kita lakukan, aku juga sudah tidak tahan lagi sayang." Lirih Aster yang nada bicaranya sudah berubah semakin berat.
Detik berikutnya Glory mendekatkan wajahnya ke arah Aster mengikis jarak hingga dua benda kenyal itu saling menempel satu sama lain. Saling menghisap juga menyesap rasa yang membuatnya candu.
__ADS_1
Tangan sekretaris kesayangannya itu juga mulai menjalar dan menjamah seluruh tubuh kekasihnya, kali ini ia yang harus menjadi sang dominan untuk permainan panas mereka. Beberapa saat kemudian keduanya sudah tidak lagi memakai segelai benang pun.
Secara perlahan Glory menurunkan pinggulnya, yang sedang duduk tepat di atas antena Aster yang sudah berdiri dengan kokohnya, siap mengoyak rahim kekasihnya itu hingga mencapai puncak kenikmatan yang mereka cari.
" Ouugghh!" Lenguh keduanya bersamaan saat kedua tubuh itu mulai menyatu dengan sempurna.
" Menarilah sayang." Lirih Aster meminta kekasih bergerak ia sudah tidak sabar lagi, ingin segera merasakan indahnya terbang ke awan.
Tanpa di minta dua kali Glory pun mulai mengayunkan pinggulnya pelan hingga gerakannya mulai cepat seiring hentakan yang Aster berikan, mereka sama-sama mencari titik kenikmatan yang ada di dalam inti tubuh mereka masing-masing. Glory mulai maju mundur, naik turun sudah ia lakukan sembari mencumb* sang bosnya tersebut.
" Aaahh, faster baby.." " Erang Aster yang merasa gelombang itu mulai menggulung di ujung antenanya.
Glory pun segera mempercepat gerakannya sesuai permintaan sang kekasih. Hingga detik berikutnya keduanya sama-sama melenguh, melolong dengan mendongakkan kepala mereka ke atas.
" Dan kau selalu menyetrumku hingga dalam sekali sayang, hingga ke seluruh tubuhku ikut bergetar." Sahut Lirih Glory yang merebahkan dirinya di atas tubuh Aster.
Aster menghujami banyak kecupan di puncak kepala kekasihnya, sudah hampir satu bulan ini ia berniat menginginkan benih unggulnya terbuai di dalam rahim Glory, agar ia bisa melihat juniornya tumbuh menjadi manusia pengganti dirinya yang tidak akan pernah bisa selamanya tinggal di bumi.
" Kau ingin mempunyai berapa anak?" Tanya Glory tiba-tiba. Ia sangat tahu jika kekasihnya itu menginginkan dirinya mengandung anaknya. Dan ia pun sudah siap akan itu.
Aster yang mendengar Glory bertanya seperti itu justru tersenyum lebar, ia menduga jika kekasihnya juga menginginkan hal yang sama. Yaitu kehadiran buah hati sebagai pengikat mereka berdua sampai kapan pun.
" Banyak, aku ingin mempunyai banyak anak darimu, tapi jika kau tidak keberatan mengandung anakku Baby ,, Kau tahu aku,,, "
Ucapan Aster terhenti saat Glory tiba-tiba mengecup bibirnya." Aku sama sekali tidak keberatan sayang, aku pun menginginkan junior-junior kecil yang mirip denganmu ataupun mirip denganku mungkin, pasti itu akan sengat menyenangkan sayang. Bagaimana menurutmu?" Tanya Glory dengan wajah yang berbinar.
__ADS_1
" Tentu saja aku setuju sayang. Kalau begitu bersiaplah untuk putaran yang kedua, ketiga atau bahkan ke empat agar cepat jadi junior-junior kita malam ini." Sahut Aster sembari mengangkat pinggulnya ke atas hingga membuat Glory mendes*h akibat antena Aster menusuk ke dalam rahimnya.
" Aahh,, kau nakal sekali sayang. Apa kau sungguh aahh,, baik-baik saja? Bukankah tubuhmu masih terlihat lemah?" Erang Glory merasakan miliknya terasa penuh kembali, di penuhi oleh antena milik kekasihnya yang memang ukurannya jauh lebih besar dari kebanyakan pria, walau pria asli negara sana sekalipun mereka tetap saja kalah.
" Kalau bercint* denganmu tidak akan membuat tubuhku lemah Baby, justru tubuhku nanti akan membaik." Dusta Aster agar Glory percaya. Ia sendiri kuga tidak yakin tubuhnya akan baik-baik saja dan mendingan ataukah bertambah parah, yang penting hasr*tnya terpenuhi begitulah pikirnya.
" Berdiri Baby, aku akan menusukmu dari belakang." Titah Aster yang langsung di angguki oleh Glory.
Detik berikutnya Aster mulai melesakkan antenanya dari arah belakang Glory, membuat keduanya kembali melenguh panjang. Tubuh Glory terguncang hebat akibat hentakan keras yang Aster lakukan padanya.
" Aahh, Faster baby.." Erang Glory saat merasakan gelombangnya sudah dekat.
Aster pun mulai memacu dengan cepat hingga keduanya mencapai puncak yang kesekian kalinya. " Terima kasih Baby." Aster merebahkan tubuh Glory di sampingnya, mereka pun berpelukan erat, hingga terlelap.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..
__ADS_1