
Vero menatap sedikit tajam ke arah pria yang menjadi bosnya, namun ia juga seidkit bimbang. Sebab di dalam lembaran tersebut tertulis 'Siap menjadi teman tidur', itu yang membuat Vero menolaknya mentah-mentah.
Menjadi teman tidur itu berarti dalam artian memuaskan sesuatu pada lawan jenis bukan? Vero tidaklah bodoh dalam satu kalimat tersebut.
Namun bayangan dua hal yang memanglah sangat ia butuhkan sekarang ini terlebih pekerjaan yang sudah mulai ia jalani dan nikmati, dimana lagi ia akan mendapatkan pekerjaan yang sesantai ini.
" Apa tidak ada cara lain, selain itu?" Tanya Vero mengajak bosnya untuk bernegoisasi, walau sebenarnya ia juga sudah tidak utuh lagi, apalagi ia masih cinta dengan Kakaknya.
" Kau sudah mempunyai kekasih?" Tebak Kai yang baru mengetahuinya semalam.
Sebab di atas nakas terdapat pigura kecil Vero dengan Jullio berpelukan mesra, di tambah Jull yang mencium pipi mulusnya itu. Dan itu sukses membuat Kai sangat kesal dan bergegas pergi selain Vero yang juga akan terbangun.
" Emmm, itu urusan pribadiku." Jawabnya tegas.
' Walaupun hubungan kami sedang renggang akibat perbuatan bej4t dari seorang pria yang tidak bertanggung jawab padaku. Namun, aku masih mencintainya. Sangat mencintainya.' Jerit Vero dalam hati.
Kai yang memang mendengar dengan jelas ungkapan Vero dalam hati, merasa tersindir. Ia ingin protes, merasa tidak terima di katakan pria bej4t tak bermoral, namun ia menahan diri dulu untuk saat ini, hingga waktunya tiba barulah ia akan menjelaskan yang sebenarnya pada wanita itu.
' Jadi yang membuat hubungan Vero dengan kekasihnya itu hancur adalah aku?' Kai pun tersenyum dalam hati, ia merasa bangga sudah berhasil memisahkan wanitanya dengan pria lain.
" Baiklah kalau begitu aku akan mencari seseorang sebagai penggantimu saja." Seru Kai mencoba mengalah untuk sebentar.
Namun raut wajah Vero yang semula kesal justru langsung berubah pias, mencari pekerjaan di negara ini bukanlah sesuatu yang gampang. Apalagi hampir sepekan ia baru mendapatkan pekerjaan yang ia rasa sangat ringan ini, tidak seperti ia bekerja di perusahaan milik kekasihnya dulu, melelahkan. Yang terlalu banyak berkas yang tidak ia mengerti, karena memang bukanlah jurusan ia ambil dulu sewaktu kuliah.
" Tunggu-tunggu Mr. Eum,, apa aku boleh bertanya, sampai kapan perjanjian itu berlangsung?" Cicitnya penasaran, jika seumur hidup ia tidak akan sudi.
" Tentu saja selama kau masih menjadi sekretarisku," Jawab Kai dengan cepat.
Vero kembali berpikir, apakah ia harus mengambil keputusan konyol tersebut, ataukah tidak? Lalu bagaimana dengan nasib hubungannya dan Jullio?
" Masih banyak yang mau, jika kau menolaknya, jadi keputusan ada di tanganmu!" Seru Kai kembali.
Kai hendak mengambil map tersebut namun dengan cepat pula Vero sudah mengambilnya kembali.
__ADS_1
' Aku sangat membutuhkan pekerjaan ini? Juga semua fasilitas yang akan aku dapatkan, uang tabunganku juga sudah mulai menipis, entahlah urusan yang lainnya aku akan pikirkan belakangan. Toch Kak Jull juga sepertinya tidak bisa menerima keadaanku yang sudah tidak utuh lagi ini, pria di depanku ini juga tidak terlalu buruk jika di peluk.' Gerutunya dalam hati seraya menandatangani surat perjanjian tersebut, membuat Kai tersenyum lebar.
Kai sudah tidak sabar untuk mencicipi kembali tubuh seksi wanita yang ada di hadapannya ini. Sudah dari kemarin ia menahan diri, di tambah semalam yang tak bisa berbuat terlalu jauh pada Vero. Membuatnya frustasi dan berakhir bermain solo di kamar mandinya, walaupun terlihat mesum namun Kai tidak akan melakukan hal itu kepada sembarang wanita di luar sana.
Ya sudah Vero putuskan, ini adalah pilihan demi menyambung hidup di negara asing ini, di tambah ia juga sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi kecuali keluarga angkatnya yang mungkin saat ini tengah mencari dirinya.
Namun Vero tidak ingin membuat Mama dan Papanya kecewa setelah mendengar keadaannya sekarang, entah bagaimana kabar keduanya sekarang? Apa Mamavdan Papa memang sudah tidak sayang dan perhatian lagi padanya?
" Kapan aku akan menerima Apartement dan juga mobil tersebut?" Tanyanya sambil menyodorkan map itu kembali kepada sang bos mesumnya itu.
" Sore ini juga." Jawabnya dengan mantap.
-----
Vero masuk kembali ke ruangan bosnya, sebab hari sudah sore ia akan menagih janji pada bos tampannya itu. Terlebih ini sudah waktunya untuk segera pulang.
" Ini Access card mobilmu dan juga Apartemen, jadi kau tidak perlu membawa kunci mobil. Dan tidak ada yang bisa masuk selain kau, aku, Aster dan juga Erick." Jelas Kai yang masih duduk di kursi kebesarannya, sembari menyodorkan benda penting tersebut kepada Vero.
" Kenapa para sahabat Mr. juga bisa masuk? Bukankah Apartement ini Anda berikan untukku?" Protesnya.
" Kau kenal dengan Erick?" Tanya Kai menyipitkan kedua matanya, curiga.
' Lagi, dia bisa membaca pikiranku.' Vero menatap Kai dari atas hingga bawah, ' Kakinya menapak di lantai, itu berarti bukan hantu.' Vero menggelengkan kepala, mengusir pikiran-pikiran buruk yang tiba-tiba saja hinggap di benaknya.
" Dia teman sesama fakultas dulu." Jawabnya kemudian.
Kai mengangguk paham," Baiklah mobilmu sudah berada di basement, dan nanti aku akan kirimkan alamat Apartementnya." Serunya Kai masih menatap lekat ke arah wanita cantik itu.
" Dan satu lagi, karena semua bangunan yang aku punya mereka—Kedua sahabatku tentu bisa mengasesnya, namun di waktu tertentu saja." Imbuh Kai, sebelum Vero keluar dari ruangannya.
Kai beranjak lalu berjalan mendekat ke arah Vero, membuat Vero pun sedikit melangkah mundur hingga ia terpentuk sofa dan langsung terduduk.
" A-apa yang akan Anda lakukan?" Cicitnya sedikit takut, sebab sang Bos kelihatan sekali ingin menerkam dirinya.
__ADS_1
" Tidak ada, hanya saja siapa yang menyuruhmu untuk duduk?" Balas Kai dengan menahan senyumnya.
Vero pun langsung beranjak, hingga tak sadar bahwa tubuh Kai tepat di depannya, membuat tubuhnya membentur tubuh kekar bosnya itu.
" Maaf-maaf Mr."
" Jika nanti malam tiba-tiba aku datang, kau tak perlu takut atau bingung bagaimana aku bisa masuk ke dalam, dan jangan lupa persiapkan dirimu.!" Bisiknya ambigu tepat di telinga Vero, lalu melangkah pergi keluar dari ruangannya.
Begitu pintu kaca besar itu tertutup kembali, Vero segera mengumpat dengan kata-kata kasar," Dasar bos mesuuum!!." Teriaknya keras yang tentu saja sampai ke indra pendengaran Kai, hingga pria itu mengusap telinganya dengan menggunakan jari telunjuk.
Tak lama Vero juga keluar dari ruangan bosnya dengan menghentakkan kedua kakinya kesal menuju ke bawah basement dimana mobil baru untuknya sudah terparkir rapi di sana.
" Wah, mimpi apa aku punya mobil seperti ini, ini mah jackpot. Bagaimana dengan Apartementnya nanti, apa juga akan semewah mobil ini?!" Gumamnya tersenyum senang sambil menempelkan Access card di samping handle mobil tersebut, yang otomatis langsung terbuka pintu bagian kemudinya.
Mobil McLaren 720 dengan warna biru muda itu keluar dari area gedung perusahaan dan melaju dengan kecepatan sedang menuju ke alamat Apartemen yang baru saja di kirim oleh bos mesumnya tersebut.
Ternyata jarak antara perusahaan dan Apartemen yang akan ia tinggali itu terbilang dekat, belum sampai tiga puluh menit ia sudah sampai.
Vero speechless sejenak, saat ia baru saja memasuki area yang cukup mewah di kota besar ini, walau keluarganya bisa di bilang cukup kaya, namun baru kali ini ia merasa takjub.
Mobil yang sudah menjadi miliknya itu pun terparkir sempurna di basement, Ia turun dari mobil dan menuju ke lantai dimana unitnya berada. Yang ternyata berada di lantai dua ratus dua puluh sembilan, waw! Ini sungguh menakjubkan juga terasa seperti mimpi.
Vero segera masuk ke lift dan menekan tombol ke lantai yang akan ia tuju, begitu sampai, mulutnya menganga lebar saking takjubnya, di lantai ini hanya ada tiga unit saja, salah satu adalah unit yang akan ia tinggali.
" Wah, ini luar biasa.." Decaknya kagum.
.
.
.
.tbc
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..