
PoV_Jullio
Aku baru saja selesai memarkirkan mobilku di garasi setelah tadi mengantar Nella kekasihku ke rumahnya, seusai kami makan malam bersama di luar tadi. Saat akan turun dari mobil ponselku berdering membuatku mengurungkan niat untuk turun.
" Marry?" Gumamku begitu sebuah nama dari salah satu sahabat Adikku Vero tertampang di layar depan ponselku. Apa ini ada hubungannya dengan Vero? Sebab sedari siang aku mengirimi pesan, namun sama sekali tidak ada balasan darinya.
Dan tadi juga aki sudah mencoba menghubungi, tapi nomornya justru tidak aktif, mudah-mudahan ada kabar tentang Vero. Segeralah aku mengangkat panggilannya dengan menggeser icon anwers ke kanan dan menempelkan benda pipih itu di telinga kiriku.
" Ya ada apa? Dimana Vero?" Tanyaku begitu panggilan sudah terhubung.
" Hallo Kak Jull, maaf ini adikmu sedang tidak sadarkan diri. Kakak bisa datang kesini." Ujarnya terdengar panik.
Vero? Kenapa bisa tidak sadarkan diri? Membuatku seketika ikutan panik." Tidak sadarkan diri? Bagaimana bisa? Lalu dimana kalian sekarang?" Cecarku panik bercampur emosi.
" Kami sedang berada di 'The sparkling night' Kak." Sahutnya kemudian.
****! Aku langsung mengumpat kesal, bagaimana tidak kesal, aku bahkan belum pernah masuk kesana, sedangkan Vero_ Si4l! Aku segera memutus panggilan secara sepihak lalu menyalakan mobilku kembali dan segera melenggang pergi ke tempat dimana Marry sebutkan tadi.
Hingga tak lama begitu aku sampai dan langsung berlari dengan cepat memasuki gedung tersebut, dan aku semakin panik saat dari kejauhan terlihat Marry berusaha membangunkan Vero, tetapi terlihat gagal lantaran Vero memang benar-benar sudah hang over parah.
" Marry apa yang terjadi?" Panikku begitu sudah sampai di hadapan mereka.
" Aku tidak tahu Kak, aku baru saja datang kesini dengan kekasihku itu disana, lalu aku tidak sengaja melihat Vero disini dengan keadaan yang sudah seperti ini." Tunjuknya dengan menggunakan dagunya membuatku ikut menoleh dimana seorang pria yang sedang menatap kami berdua berdiri tak jauh dari kami.
" Bukankah kalian tadi pergi bersama? Lalu bagaimana kalian tidak tahu!?" Tanyaku ikut tersulut sambil menatap wajah Vero yang kepalanya tergeletak di atas meja.
__ADS_1
Vero benar-benar hang over ini aku sangat yakin namun ada yang lain, aku melihat penampilannya yang berbeda sekali memakai pakaian yang terbuka seperti ini terlihat begitu seksi apalagi dandanannya juga bukan Vero seperti biasanya.
" Ya memang benar, tapi kami tadi sore sudah pulang ke rumah masing-masing, dan Vero langsung aku antar pulang tetapi ia memintaku menurunkannya di depan gerbang tidak sampai masuk ke halaman rumah Kak. " Elaknya, berusaha meyakinkanku, yang notabenenya adalah Kakak dari sahabatnya ini.
" Lalu bersama siapa dia?" Tanyaku kembali dengan menahan rasa amarah di d**a. Aku semakin tersulut membayangkan laki-laki yang mengencani Vero-lah yang kemungkinan membawanya ke tempat sial4n ini.
" Aku benar-benar tidak tahu Kak." Jawabnya yang terlihat begitu serius, aku pun tidak ingin berlama-lama disini akhirnya aku percaya pada Marry dan segera ingin cepat membawa Vero pergi.
" Baiklah, kembalilah pada kekasihmu dan terima kasih Marry." Ujarku sambil menarik tubuh Vero agar berdiri, walau itu begitu sulit karena pengaruh minuman yang Vero minum tadi.
" Ayo kita pulang." Desisku dengan gigi bergelutuk menatapnya tajam menahan amarah.
" Akhirnya kau datang untukku?" Gumamnya yang samar-samar kudengar. Karena di sana memang begitu bising oleh suara dentuman suara musik.
Aku tak mengindahkan ucapannya dan segera membantu Vero berjalan, namun apa yang terjadi Vero adikku justru menarik kerah kemejaku dan tanpa aba-aba melahap bibirku dengan rakus bahkan memperdalam ciumannya, sementara aku hanya bisa terhenyak karena begitu shock atas serangannya yang tiba-tiba. Aku segera mendorong kepalanya ke belakang.
Dengan sedikit kesusahan akhirnya aku berhasil membawa Vero keluarsaat sudah di dekat mobil, Vero membungkap mulutnya yang seolah seperti ingin muntah. Dan benar saja, ia langsung mengeluarkan semua isi perutnya, untung saja belum masuk ke dalam mobil.
" Hooeekk..hooekk.."
Aku hanya bisa membantu memijat tengkuknya saja, sambil menahan rasa amat kesal padanya. Setelah dirasa ia sudah mulai tenang aku kembali membimbingnya untuk segera masuk ke dalam mobilku.
Bruaakk..
Aku menutup pintu mobil bagian kemudi dengan sedikit kasar, sementara Vero di belakang sana terus saja menggerutu tidak jelas, terus saja meracau, aku sengaja meletakkannya di bangku belakang agar tidak mengganggu fokusku yang sedang mengemudi. Aku masih terus mendengar lontaran-lontaran yang menggelikan dari mulai tertawa sendiri, meracau dan mengumpat.
__ADS_1
" Pria berengs3k, lihat aku? Look!!" Aku hanya meliriknya saja sekilas lewat kaca spion tengah.
" Apa kurangnya aku? APA?!!" Pekiknya lagi yang entah pada siapa, membuatku semakin yakin bahwa Adikku ini memang telah di hianati oleh seorang pria, tetapi siapa? Setahuku sudah hampir satu tahun ini aku tidak pernah melihat dia dekat dengan seorang pria.
Atau mungkin itu kekasih barunya yang belum aku ketahui? Siapa lelaki yang sudah berani membuat Vero-ku seperti ini? Dia terlihat sedang rapuh, patah hati, kecewa dan sakit hati. siapa yang sudah menyia-nyiakannya?
Bangs4t awas saja sampai aku menemukan pria b******n itu, akan kubuat perhitungan dengannya, karena sudah membuat adikku menderita seperti ini. Lihat saja! Gerutuku dalam hati, hanya dengan membayangkan apa yang b*****n itu lakukan pada Adikku, aku sudah sangat emosi tidak sabar ingin segera menghajar pria b******n itu, entah siapa kira-kira, aku harus menyelidikinya.
Tak lama Vero kembali berucap kali ini terdengar jelas, " Apa kurangku? Aku sangat cantik, apa aku kurang seksi? Dimana letak kekuranganku? Tubuhku jauh lebih bagus dari dia, apa matamu itu sudah buta hingga tidak bisa melihatku hah!" Kali ini Vero mengatakannya dengan tertawa terbahak-bahak.
Ia tertawa bukan untuk merasa senang justru aku melihat tawanya mengejek yang ia tunjukkan padaku. Sebenarnya aku menahan tawa juga kesal, bagaimana bisa di saat seperti ini dia bersikap konyol dengan membanggakan dirinya sendiri.
Sungguh aku juga kesal sekali melihatnya, hingga membuat Adikku Vero bisa se-frustasi ini hanya karena seorang pria.
" Siapa si berengs3k itu!? Bilang sama Kakak! Biar kuhajar dia!" Ucapku menggeram penuh amarah. Namun Vero justru bergeming kembali, entah ia sedang tidur atau pingsan karena sudah tidak bersuara lagi setelahnya.
Dan sekarang tujuanku langsung membawa Vero ke Apartemenku, tidak mungkin membawa Vero pulang ke rumah dalam keadaan yang seperti sekarang, bisa-bisa kena amukan dari Mama Vero dan pastinya juga aku, sebab tidak becus menjaga Adikku, begitulah kira-kira yang akan Mamaku katakan.
Dasar Adikku yang menggemaskan ini!Kika bukan kau adalah Adikku sudah ku lempar jauh-jauh ke tengah lautan, membuatku kesal saja!
.
.
.tbc
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..