Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Kau Yang Terbaik


__ADS_3

PoV_Kailash


Namaku Kailash Squard Orion panggil saja aku Kai, makhluk Alien atau dewa pemburu, selain memburu hal-hal yang menurutku indah dan unik, aku lebih suka memburu kesenangan untuk diriku sendiri.


Namun dulu aku merasa hanya ada satu wanita yang membuatku begitu bergairah dan membuatku sulit berpaling, ia adalah makhluk spesies yang sama denganku, dan kami sudah lama menjadi hubungan sebagai sepasang kekasih.


Aku berasal dari salah satu bintang yang berbijar di luar angkasa sana, begitu jauh dari bumi, namun beberapa ratus tahun yang silam kami para pria Alien turun ke bumi hanya untuk sekedar berkunjung dan mengambil sedikit benda yang menurut kami unik dan tidak ada disana yang ada di planet kami.


Namun siapa yang sangka aku dan salah satu teman sekaligus orang kepercayaanku, Aster Jupiter Orion, tertinggal di bumi ini. Entah apa yang telha terjadi Ufo yang di kendarai oleh ketua kami tiba-tiba terbang kembali ke angkasa dengan sangat terburu-buru dan meninggalkan aku dan juga Aster.


Hingga beberapa ratus tahun Ufo kami tidak pernah kembali lagi ke bumi, yang membuat kami berdua terpaksa menjalani kehidupan kamj di bumi ini selayaknya manusia biasa, berbagai cara pun sudah kami lakukan agar bisa kembali kesana.


Namun usaha kami sia-sia, beruntung kami masih mempunyai kekuatan dari dalam tubuh kami, jadi jika kami melakukan untuk kebenaran kekuatan itu akan bertambah namun jika kami melakukannya untuk kesenangan sendiri atau mencelakai orang lain itu berarti kekuatan yang kami miliki bisa sirna secara perlahan.


Hanya satu yang tidak akan pernah sirna yaitu membaca pikiran sesama spesies kami bahkan juga brlaku untuk para bangsa manusia, kami para bangsa Alien sangat berbeda jauh dengan manusia di bumi yang mempunyai IQ di atas rata-rata.


Dan bulan kemarin tepatnya saat aku dan Aster berkunjung ke negara belahan bumi tenggara di pulau yang menurutku begitu cantik, aku pun bertemu dengan seorang wanita yang tak kalah cantiknya yang membuatku langsung menyukainya, entah malam itu dewi fortuna sedang memihak kepadaku sehingga aku bisa merasakan tubuh indahnya, bahkan aku yang pertama kali menjamah dan memasuki tubuh yang membuatku begitu kecanduan.


Aku memang patut di sebut dewa keberuntungan yang selalu beruntung. Ya, tak kupungkiri wajahku yang memang begitu tampan dan tampak jauh lebih muda hingga banyak wanita-wanita pri bumi ini yang dengan sengaja berusaha menggoda dan menggilaiku.


Namun baru ada satu wanita yang membuatku bisa mengimbangi permainanku, ya dia adalah kekasihku yang berasal dari tempat yang sama denganku.


Namun itu dulu, sudah lama sekali dan sekarang ini ada seorang wanita yang jauh lebih dari segalanya yang bisa membuatku juga tergil4-gil4 padanya, entah aku sedang terkena ilmu pelet atau semacamnya ataukah memang wanita itu sangatlah istimewa yang membuat aku seorang pria dari luar angkasa ini bisa sedikit tunduk pada wanita bumi seperti dirinya.


Anggap saja, aku kalah sebagai makhluk lain, mengingat betapa panasnya dan menggair4hkannya permainan yang aku dan dia mainkan membuatku terus dan terus menginginkan tubuhku berada di dalam tubuhnya.


" Aaargghhh, si4l!! Kenapa kau bisa membuatku menjadi makhluk yang lemah sekarang, kau sungguh membuatku sangat sulit melupakan setiap inchi yang ada di seluruh tubuhmu." Gerutu Kai bermonolog pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Dan sungguh dewi Fortuna kembali berpihak padaku, entah dari mana wanita yang aku cari selama beberapa hari ini tiba-tiba muncul di perusahaan milikku, ya wanita yang ternyata bernama Vero sudah bekerja menjadi sekretaris pribasiku sendiri di perusahaan ini tanpa sepengetahuanku. Benar-bener sebuah keberuntungan yang sangat besar untukku.


Beberapa menit berikutnya Vero sudah berada di ruanganku. " Ada apa? Kenapa kau memanggilku lagi? apa ada seauatu hal yang harus aku kerjakan." Seru Vero sembari berjalan mendekatiku.


Aku terus memperhatikan gerak-geriknya, ia pun menjatuhkan tubuhnya itu di atas pangkuanku, aku tetap menatapnya dengan serius tanpa ada penolakan yang keluar dari mulutku atas tindakannya barusan.


"Aku sangat lelah Kai, begitu banyak pekerjaan yang kau berikan hari ini. Tidak biasanya kau memberikanku begitu banyak pekerjaan." Keluhnya dengan manja bahkan ia merebahkan kepalanya di dada bidangku.


Ya memang aku yang menyuruhnya jangan terlalu bersikap formal saat kami hanya berdua saja, dan itu berlaku dimana pun kami berada, dan kini wanita itu melakukannya seolah aku adalah kekasihnya atau bahkan suaminya.


Suami? Aku menggeleng geli dan merasa aneh saja, bahkan kekasihku yang jauh disana yang sudah lama menginginkan aku menikahinya saja aku selalu menolak bukan tanpa sebab aku memang belum ingin mengemban beban menjadi ketua disana jika aku menikahi wanita itu yang ibaratnya disana adalah Tuan putri di singgah sana.


Sebab aku masih ingin bebas, tidak ingin ada yang mengikatku, dan kini setelah aku menjalani hidupku di bumi ini banyak pengalaman dan pembelajaran yang aku dapatkan, dan jika menikahi wanita bumi itu tidak serumit seperti di tempat asalku sana. Entah apa jadinya jika aku benar-benar bisa menikah dengan Vero?


Sekarang aku justru menikmati hidup di bumi ini, dan sikap Vero yang sebenarnya seperti selayaknya wanita jal4ng atau murah4n yang selalu bersikap demikian, justru aku tidak menganggapnya demikian dan aku sadar akulah pria yang pertama untuknya. bahkan kekasihnya yang sedari kecil hidup bersamanya itu belum pernah melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman, begitulah yang aku ketahui tentu saja tanpa sepengetahuan darinya.


Aku langsung memangut bibir seksinya, ia pun langsung membalasnya, ciumanku semakin dalam dan menuntun, tanganku pun bergeriliya kemana-mana. Aku sungguh sudah tidak tahan lagi, dengan sekali hentakan Vero sudah berada di gendonganku, membawanya ke dalam kamar pribadi di dalam ruanganku ini.


" Apa kau begitu menyukai tubuhku?" Tanyanya sembari memejamkan mata, menikmati setiap sentuhan dariku.


" Tentu saja, semua yang ada pada tubuhmu aku begitu menyukainya Baby." Sahutku dengan suara yanh semakin berat, sambil terus menciumi lehernya, dan sekali tarikan kemeja yang ia pakai sudah teronggok di bawah lantai.


Aku segera membuka penutup pengaman berwarna hitam itu, dan melemparkannya ke sembarang arah dan tertampanglah dua gundukan yang menggelantung begitu indah apalagi dua pucuk itu yang seolah selalu menantangku, tak menunggu waktu lama lagi aku segera menyapukan lidahku di puncak berwarna merah muda itu, mengulumnya secara bergantian menikmati begitu nikmatnya tubuh wanita yang berada di bawah kungkunganku ini.


Suara ******* yang begitu seksi memenuhi kamar ini, semakin membuatku gil4 saja, ingin segera memasuki tubuhnya yang sudah sangat siap, sebab sebelah tanganku sudah berada di tempat favoritku itu.


" Kau tahu, sebenarnya tubuhku ini sudah pernah—

__ADS_1


" Ssstt.."


Belum selesai ia berucap aku segera membungkam bibirnya yang akan mengucapkan sesuatu hal, yang seolah aku tahu ucapan selanjutnya yang akan ia ucapkan padaku.


Aku terus menciumnya, mencecap rasa manis itu, saat mulutnya sedikit terbuka lidahku langsung menerobos hingga ke rongga mulutnya dan bermain-main di dalam sana. membuatnya terbuai oleh ciuman yang aku berikan.


" Sudah pernah ternodai." Lanjutnya dengan napas memburu melanjutkan yang tadi begitu aku bangkit duduk dan sudah siap untuk mengarahkan antenaku yang sudah berdiri tegak ini siap memberikan tegangan tinggi ke dalam inti tubuhnya, membuatku menatapnya sejenak.


" Ya aku sudah mengetahuinya, dan sekarang bukan waktunya untuk membahas soal itu, karena dia." Aku menunjuk antenaku yang sudah berdiri tegak itu padanya. " Sudah tidak sabaran." Lanjutku segera melesakkannya ke inti tubuhnya yang basah itu, membuat kami sama-sama melenguh nikmat.


" Ooohhh,, Ba-bagaimana bisa kauu mengetahuinyaahh..." Serunya di sela deaahannya itu, aku yang tak ingin membahas masalah lain, segera memangut bibir itu kembali. Menyesap dan menghisapnya dengan penuh gairah.


" Hmmmpp,, A—aku mau keluarrrhh.." Ujarnya tersengal-sengal sembari memejamkan kedua matanya, dahinya bahkan sampai mengerut begitu.


" Yah, keluarkan Baby, kita bersama. " Aku segera mempercepat hujamanku ke inti tubunnya, membuat tubuhnya ikut terdorong di setiap hentakkanku. Dan tak lama tubuh kami bergetar hebat, saat kami sama-sama mencapai puncaknya.


" Terima kasih Baby.. Kau yang terbaik." Ku hujami seluruh wajahnya yang berpeluh, yak membuatku merasa jijik, justru wajahnya terlihat seksi. Aku tahu ia tak bisa membalas ucapkanku, karena tubuhnya yang sangat lemas akibat perbuatanku tadi.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..


__ADS_2