
Perlahan Jull menggoyangkan pinggulnya maju mundur, sambil memangut bibir seksi yang sudah membuatnya candu itu, rasa nikmat ini tentu saja tidak ingin Jull lupakan begitu saja, dan entah bagaimana ia justru tidak ingin kehilangan wanita ini.
Wanita pertama yang tentu saja membuatnya melayang, tetapi tiba-tiba saja sekelebat bayangan sang kekasih muncul di dalam benaknya di saat ia menikmati rasa yang sungguh luar biasa ini.
" Kau sungguh luar biasa sayang, i love you so much ." Ucapnya tidak sadar dengan napas menggebu, bahkan mengatakan hal yang tak terduga tersebut tepat saat ia menyemburkan benih cintanya itu ke dalam rahim Quila, keduanya kembali melenguh panjang meledak secara bersamaan.
'Dia benar-benar mengatakannya? kepadaku?'
Keduanya masih saling berpelukan dalam posisi yang sama, Jull berdiri dan Quila duduk di atas kitchen set, bahkan tubuh keduanya juga masih menempel sempurna, dengan napas tersengal saling meredakan ledakan tadi.
" Let's move to the room, I want you again baby. ( Ayo pindah ke kamar, aku menginginkanmu lagi sayang.)" Quila hanya bisa mengangguk pasrah, sebab tubuhnya pun masih terasa lemas.
Walau sebenarnya ia tidak begitu paham apa yang tadi Jull katakan padanya, ia hanya bisa menangkap kata-kata terakhirnya saja, dan itu justru membuatnya tersenyum senang.
'Apa aku sudah mulai menyukainya? Entahlah, tetapi ia hampir sama dengan-nya? Ya dia kekasihku Kai, yang entah ada dimana kamu sekarang!!
Jull mengangkat tubuh Quila yang seperti tidak ada beban sama sekali. ' Aku seperti tidak menggendong seseorang, ringan sekali dia?'
Jull melirik sekilas wajah Quila yang memang sangat cantik rupawan, wajahnya menempel di dad4 bidangnya yang masih terbungkuas kaos tipis, keduanya kembali bercumbu sembari melangkah memasuki kamar, hingga perlahan Jull menurunkan wanita itu di atas ranjang dengan sangat hati-hati.
Namun Jull masih berada di atas tubuhnya, mengukungnya sambil menatap wajah putih mulus tanpa cacat, seperti tidak ada noda sama sekali disana, Jull mengkerutkan dahinya sambil berpikir. ' Wanita ini perawatan wajah dimana? Sepertinya memang Quila bukan dari kalangan orang biasa.'
Quila memejam menikmati sentuhan-sentuhan yang Jull lakukan di seluruh tubuhnya, sentuhan dari kedua tangan dan juga dari mulutnya menyapu seluruh inchi tubuh Quila tanpa terkecuali.
Jull sungguh sangat menikmati wajah teduh itu, entah sudah ada rasa suka di dalam dirinya, ataukah hanya rasa tanggung jawab saja? Ini yang harus ia cari kebenarannya.
__ADS_1
Sejenak Jull mengenyahkan pikiran yang menganggunya saat ini, terlebih ada makanan lezat terhidang di hadapannya yang tidak mungkin ia lewatkan begitu saja.
Sungguh nikmat mana yang kau dustakan Jull!! Teriak sisi liar Jullio yang seolah menganggap dirinya adalah predator berdarah dingin yang siap menerkam mangsanya hingga tak tersisa.
Tubuh keduanya meliuk-liuk di atas ranjang, dengan peluh membanjiri tubuh keduanya, berusaha mencari titik nikmat dari masing-masing tubuh mereka, bahkan ruangan kamar yang terasa begitu dingin karena pendingin ruangan tak mampu untuk mengurangi hawa panas di dua tubuh yang saling menempel itu.
Mereka berdua bahkan tidak merasakan panas ataupun gerah di setiap gerakan yang mereka lakukan, bahkan Jull mengajak Quila berganti-ganti posisi, yang entah dari mana pria itu pelajari, sebab Quila adalah wanita pertama.
Hingga tak berapa lama Jull melenguh panjang begitu ia sampai pada puncak yang ia cari sedari tadi, bahkan sudah berjam-jam lamanya ia baru saja meledak, Quila bahkan sudah beberapa kali meledak, tetapi terlihat wajah wanita itu tidak ada rasa lelahnya di mata Jull, sedangkan dirinya langsung lemas dan ambruk di atas tubuh Quila sambil melahap salah satu aset kembar wanita itu.
" You are absolutely amazing honey, and you don't seem to feel tired at all. do you have implants? A kind of strong implant specifically for women. ( Kamu benar-benar luar biasa sayang, dan kamu sepertinya tidak merasa lelah sama sekali, apakah kau memakai implan? Semacam implan kuat khusus untuk wanita.)" Tuding Jull sambil memicingkan kedua netranya menatap Quila curiga.
Namun wanita itu hanya tersenyum saja menanggapi tudingan tersebut, sambil memeluk erat leher Jull yang berada tepat di d4danya, tubuh keduanya pun masih menempel di bawah sana, mau bagaimana pun ia tidak bisa langsung membongkar identitas aslinya di hadapan pria yang baru ia kenal ini, Not now!. Tak di pungkiri Quila sebenarnya sudah mulai menyukai semua yang ada pada diri pria dalam dekapannya ini.
---
" Atau jangan-jangan ini bekas gigitan vampir?" Gumamnya mengira-ngira, bahkan bergedik ngeri.
Detik berikutnya netranya membola saat ia baru mengingat sesuatu, ya acara bercintanya semalam, " Jadi semalam yang memasukiku adalah seorang vampir, setelah selesai bercinta lalu ia menghisap darah segarku." Vero membekam mulutnya sendiri menggunakan sebalah tangannya sembari menggelengkan kepalanya, merasa tidak percaya dengan apa yang terjadi pada dirinya tadi malam.
" Nggak! Nggak mungkin aku bercinta dengan seorang vampir, atau di Apartemen ini memang ada vampirnya yang setiap malam selalu datang, tetapi kenapa nggak pernah datang sebelum ini?" Vero berpikir konyol. " Apa karena Kai bos mesum itu tidak menemaniku beberapa hari ini? Haaiis,, mustahil sepertinya?!" Vero terus saja bermonolog pada diri sendiri, kini ia berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya berjalan hanya memakai kemeja putih yang kebesarana di tubuh kecilnya.
" Tunggu! Kenapa aku sudah berada di dalam Apartemenku? Bukankah seharusnya aku masih berada di kantor? Astaga! Pasti bos mesum itu yang melakukannya!" Gerutu Vero begitu kesal pada Kai, ya siapa lagi jika bukan pria itu.
Ya Vero memang tidak heran lagi kenapa penampilannya sudah berubah, sebab sebelum ia istirahat ia masih berpakaian kantor dan masalah bercint4, mungkin vampir itu sendiri yang telah melucuti pakaian dalamnya tersebut, hingga tubuhnya seperti sekarang, banyak maha karya hampir di seluruh tubuh indahnya, dan siapa lagi pelakunya.
__ADS_1
' Dasar, tak hanya pria yang mesum, tetapi kini pria itu berubah menjadi vampir yang sedang kehausan.'
Di lantai berbeda tepatnya di Panthouse atas Kai tertawa lepas, begitu mendengar seruan Vero yang mengatakan dirinya telah di setubuhi oleh seorang vampir, vampir dari hongkong! Dia bahkan seorang Alien dari luar angkasa.
' Kau menggemaskan sekali baby! Aku tahu kau sudah mulai jatuh cinta padaku, dan kau harus terus mencintaiku seperti itu, selamanya..' Kekeh Kai dari atas sana.
Vero berdiri di bawah guyuran shower, menghilangkan busa-busa yang menutupi tubuhnya hingga menghilang di sapu air yang mengalir, sejenak ia berpikir, ia memang sudah menganggap dirinya layaknya wanita jal4ng, sebab sudah berapa pria yang sudah berhasil menjamah dan memasuki tubuhnya.
Vero merasa sangat terhina, tubuhnya bahkan sudah tidak ada nilainya sama sekali. ibarat barang rongsokan yang siap di buang kapan saja, lalu bagaimana jika ia menikah nantinya? Ralat bukan itu pertanyaannya, siapa nanti yang mau menikahi wanita kotor seperti dirinya?
Hidup di negara yang bebas, memang sudah bukan hal yang tabu lagi di lakukan di negara sini, tapi bukan berarti ia tidak mengerti sama sekali budaya sana, sebab ia adalah asli penduduk pribumi yang masih menganut budaya timur mereka, jika nanti ia sudah terbebas dari jeratan pria mesum itu yang tidak lain adalah Kai big boss nya, mungkin ia akan kembali pergi jauh.
" Ayah, Ibu, kenapa hidup Vero jadi seperti ini, bolehkah aku ikut dengan kalian? Vero merindukan kalian." lirih Vero, dengan deraian air mata, yang tak tampak di wajahnya, sebab air matanya sudah langsung di sapu oleh air yang terus mengalir deras.
' Tetapi aku tidak akan pernah melepaskanmu Baby. Never!! Sekalipun kau pergi untuk selamanya, aku akan berusaha menghidupkan dirimu kembali dengan segala kekuatan yang aku miliki.' Suara hati Kai di dalam kamar miliknya.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..