Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Yang Ternikmat


__ADS_3

Kai terjaga dari tidurnya, entah pukul berapa sekarang ini, di sampingnya ada sang istri yang masih terlelap begitu cantiknya. Tak ingin membuat tidur Vero terganggu, ia dengan sangat pelan dan hati-hati mengurai pelukan Vero di tubuhnya, lalu beringsut turun dari ranjang berjalan menuju kamar mandi.


Tak lama Kai pun keluar dan berjalan menuju balkon depan tak lupa menyambar sesuatu yang menggantung di gantungan besi panjang, begitu keluar udaranya cukup dingin dengan angin yang sedikit kencang. Namun di atas sana langit masih gelap, namun karena cahaya dari Aurora membuat pemandangan langit begitu indah. Dalam rasa kagum itu, diam-diam ia merenungkan pernikahannya dengan Vero, pernikahan yang baru saja berjalan beberapa hari.


Bagaimana jadinya jika ia benar-benar menghilang dari muka bumi ini, tanpa pamit sekalipun pada Vero, rasanya sungguh berat meninggalkan wanita yang ia cintai, ini tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan rasa yang dulu pernah ia rasakan dengan wanita lain, wanita yang sama spesies dengannya.


Sejenak ia memejamkan mata menikmati semilirnya angin malam yang terasa menusuk kulitnya, hingga ke tulang-tulangnya. Namun berkat mantel tebal yang ia pakai, cukup membuatnya sedikit menghangat.


Sebelah sudut bibirnya naik ke atas masih terus memperhatikan apa yang yang tengah terjadi di tempat lain, tepatnya di depan salah satu unit di gedung Apart miliknya yang baru ia tinggal beberapa jam lalu. Ia semakin terkekeh mendengar pembicaraan dari ketiga orang berbeda usia.


" Kita lihat saja..." Lirihnya berbarengan dengan kedua kelopak matanya yang terbuka.


*


~Flashback On.


Dua hari yang lalu, saat Kai dan Vero baru saja akan memasuki salah satu Unit mewah. Pria itu melihat ada seseorang yang mencurigakan tengah berdiri di sebaliknya tembok pembatas di dekat lift.


Siapa orang itu?


Kai langsung mengatifkan beberapa alat kecil canggihnya, ia keluarkan di sekitar area sana. Sebenarnya ia sudah curiga saat mereka berdua baru masuk ke dalam mobil menuju kesini, seseorang tengah menguntitnya, diam-diam bersembunyi dan terus mengawasi.


Setelah menekan passcode, pintu pun terbuka. Vero segera melangkah masuk menatap takjub dengan isi dalamnya, mulutnya menganga lebar saking terpesonanya, kalau ini mah bukan Apartemen sembarangan, jeritnya dalam hati.


Kai hanya tersenyum saja tak ingin menanggapi, padahal yang sebenarnya setelah pintu itu terbuka mereka sudah berpindah tempat di lantai paling atas. Tepatnya di Penthouse miliknya, hanya untuk mengelabuhi seseorang yang sedang bersembunyi tak jauh dari mereka.


" Ini milikmu juga?" Tanya Vero tanpa menatap ke arah Kai, perempuan itu justru terus mengamati keseluruhan penjuru isi dalamnya yang memang begitu megah dan mewah, ia pikir ini adalah sebuah istana berbentuk persegi tak kalah mewah dari Penthouse yang ada di negara mereka yang selama ini menjadi tempat tinggal Kai.

__ADS_1


" Hmm, tentu saja. Bukankah sudah kukatakan jika suamimu ini cukup banyak uang untuk bisa selalu memanjakanmu Baby." Jawab Kai dengan asal, namun memang benar sesuai kenyataan. Hidup di bumi sudah lebih dari ratusan tahun, sudah pasti harta yang ia kumpulkan sudah melimpah, hanya saja banyak gedung yang sudah ia sumbangkan kepada orang-orang yang yang berjasa untuknya, dan itu tidak akan mempengaruhi apapun, hartanya bersama Aster masih sangat berlimpah.


" Wah, ini sungguh di luar perkiraan. Aku kira saat kau mengajakku masuk kesini tadi, pasti isi dalamnya juga sama. Jadi apa yang harus kita lakukan Baby?" Vero sudah berbalik dan bergelut manja kepada suaminya.


" Tentu saja kita harus bertempur hebat, hingga salah satu dari kita kalah." Ujar Kai memulai aksinya.


Hingga saat mereka meninggalkan gedung, Kai terpaksa menutup mata istrinya untuk membuat kejutan selanjutnya. Dan seperti sebelumnya, begitu keluar, mereka sudah berpindah tempat, tepatnya di basement lalu masuk ke dalam mobil yang sudah di persiapkan oleh anak buah Kai sebelumnya, perlahan mobil pun melaju menuju ke bandara.


Hingga mereka sudah menaiki sebuah Helly, barulah penutup mata Vero di lepas oleh Kai. " Wah, kau sungguh memberikanku kejutan yang tidak terduga sayang, i love you so much." Bisik Vero di dekat daun telinga suaminya.


Kai pun membalaskan dengan sebuah kecupan basah, ******* hingga menyesap rasa manis yang membuatnya candu dan berakhirlah mereka di tempat mereka berada saat ini.


~Flashback Off


Kai kembali menutup kedua netranya, bersiap akan terlelap kembali. Sebenarnya ia merasa penasaran dengan pria asing yang terus mencari keberadaan istrinya, selama ini ia pikir hanya Jull Kakaknya itu yang sedang sibuk mencari Vero, ternyata ada pria lain yang mencoba mengambil wanitanya. Dan itu tidak akan terjadi selama ia masih disini, di muka bumi ini.


" Have a nice dream Baby, i love you.." Bisiknya lalu mencium kening istrinya dengan sedikit lama. Di peluknya erat tubuh mungil itu, membuat Vero mengeliat pelan.


Dan Kai merasa alarm bawahnya berbunyi, ia mulai merasakan tegangan tinggi, ini berbahaya! Sesuatu mulai berdiri dengan sempurna di antara kedua pahanya hanya karena merasa bahagia, ia tidak yakin bisa mengendalikannya jika sudah begini, sunggah ini penyiksaan.


Sedangkan Vero yang merasakan tubuhnya terasa sesak seakan di himpit oleh sesuatu yang berat, terpaksa harus terjaga." Eeumm, sayang. Aku sulit bernapas." Lirihnya mencoba mengurai pelukan suaminya.


" Oh, maafkan aku sayang. Apa aku menyakitimu?" Panik Kai yang langsung mengurai pelukannya. Menatap serius ke arah istrinya.


" Hmm,, aku sudah lebih baik. Dan sejak kapan kau terbangun?" Vero juga menatap suaminya dengan menyipitkan kedua matanya yang masih terasa berat. " Tunggu! Apa ini di bawah?" Sebelah tangannya terulur memegang sesuatu yang mulai berdiri tegak di sebaliknya celana pendek yang di pakai oleh suaminya.


Hmm,, ini ternyata, godain aahh..

__ADS_1


Sambil menahan tawa, Vero sengaja menggenggam dan mengelus-elus batang berurat yang selalu membuatnya menjerit-jerit keenakan. Entah sejak kapan ia mulai menyukai barang yang sedang ia pegang itu, ia merasa mendapatkan mainan baru.


" Ouuchh,, sayang jangan memancingku. Jangan salahkan, jika nanti aku tidak bisa berhenti." Ujar Kai menggeram dengan suara beratnya saat tangan nakal istrinya itu terus bergerak memberikan service terbaiknya.


" Memangnya kau akan apakan aku sayang??" Tanyanya manja, dengan sengaja terus menggoda suaminya yang sudah menahan libid*nya yang sudah memuncak di ubun-ubun.


Dalam gerakan cepat Kai sudah berada di atas tubuh istrinya, mengukungnya dengan tatapan yang di penuhi kabut gair*h. Tatapan mereka saling mengunci, detik berikutnya bibir keduanya sudah saling bertaut, saling menyesap rasa.


Hingga pergulatan panas pun terjadi beberapa menit kemudian, hingga pelepasan berkali-kali diantara keduanya, sebab Kai yang saat itu tengah bahagia menjadi panambah stamina tersendiri untuknya.


" Kau memang yang paling ternikmat sayang." Tanpa sadar Kai bergumam dengan napasnya yang terengah-engah, matanya pun terpejam. Ia tidak sadar jika raut wajah wanita di sampingnya itu sudah berubah.


" Apa sebelumnya ada wanita lain?"


Degh!!!


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..

__ADS_1


__ADS_2