
Tapi Vero masih bisa mendengarkannya walaupun suara itu hanya samar-samar tertangkap oleh indra pendengarannya.
Vero yakin itu adalah suara milik seorang pria, tapi Vero tetap berpikir jika yang di alaminya hanyalah sebuah mimpi yang tidak nyata.
Benda yang menusuk di bawah sana bergerak tajam dan kuat, entah benda apa itu sampai membuatnya berteriak beberapa kali, sesuai dengan dorongan dan hentakan yang ia terima, walaupun hentakan yang pria itu lakukan sedikit lembut, tapi percayalah miliknya terasa sedikit nyeri juga perih.
" Aaw,, sshh,, sudah hen,,ti,kanhh.." Ucap Vero pelan menahan rasa ngilu yang terus ia rasakan.
Entahlah Vero sendiri sampai tidak bisa membandingkannya, sebab berada di bawah pengaruh alkohol yang ia minum tadi, walaupun ia terlihat tersenyum tapi air matanya sudah membasahi wajah cantiknya.
Rasa sakit dan benda tumpul yang menusuknya di bawah sana berhenti, tapi anehnya Vero bisa melihat ada sesosok malaikat bersayap datang dan mengusap air matanya, dan meminta agar dirinya diam dan tidak lagi menangis.
Setelah Vero kembali tenang, pria itu pun melanjutkan aktifitasnya yang tertunda beberapa menit, ia kembali meliukkan tubuh kekarnya sembari memeluk tubuh di bawahnya, tanpa sadar Vero juga ikut bergerak mengimbangi gerakan pria tersebut, bahkan saat pria itu kembali mencumbunya, ia pun ikut membalasnya juga.
" Oochh,, ini benar-benar luar biasa, baru kali ini aku bersetubuh dengan manusia yang bisa membuatku seperti melayang di luar angkasa." Racau pria itu di sela hentakannya yang terus berpacu. Tak lama terdengar lenguhan panjang dari bibir keduanya. Bahkan pria itu tak hanya sekali melakukan penyatuan, hingga beberapa kali, sampai tegangan miliknya berkurang banyak.
" Maafkan aku telah membuatmu merasakan kesakitan, tapi aku pun tak berdaya akibat sesuatu yang aku minum tadi, aku akan mencarimu kembali nanti." Bisik pria itu pelan.
Setelah mengusap air mata Vero, pria itu mencabut pusakanya yang masih tegak berdiri, bahkan sudah menyemburkan benih spesialnya ke dalam rahim Vero. Ada yang masih berdiri tegak tapi bukan tiang listrik, apalah daya pria itu harus segera pergi, untuk mencari seseorang yang sudah membuatnya menjadi pria brengs3k.
Pria itu pun bangkit dan tak lupa menutupi tubuh polos Vero dengan selimut, lalu memakai pakaiannya kembali sebelum ia menghilang dari balik pintu penghubung.
Sementara di dalam alam bawah sadar Vero, kehangatan di terima oleh tubuhnya untuk menyingkirkan rasa dingin dan luka yang ia terima, tetapi setelah itu semuanya terlihat samar, nampak malaikat bersayap pun mulai tak terlihat sebelum meninggalkannya seorang diri, tanpa berbusana dibalik selimut tebal itu.
Dan Vero pun kembali terbuai ke alam mimpi, rasa sakit yang ia terima barusan rasanya tak terasa lagi saat ia kembali tertidur pulas. Selayaknya ia tidak pernah merasakan hal yang baru saja terjadi.
Dan malam ini ada sepasang insan yang telah menemukan apa yang mereka cari selama ini. Dan satu lagi sepasang insan lainnya yang akan memulai perjalanannya mereka. Apakah akan berlanjut ataukah berakhir sampai disini saja.
***
__ADS_1
Keesokkan paginya Vero mulai terjaga dan merasakan tubuhnya terasa remuk redam, seperti habis di lecehkan oleh kesebelasan pria yang tidak bertanggung jawab.
Vero perlahan beringsut bangun sambil menyingkap selimut yang tak lama ia berteriak dengan keras, saking kerasnya mungkin bisa kedengeran itu para tetangga, sayangnya dia tidak berada di perumahan padat tetangga, tetapi di dalam gedung hotel berbintang yang entah berbintang berapa saking mewahnya.
" Aargghh! Bagaimana bisa aku tidak memakai pakaianku semalaman? Aww.. dan kenapa rasanya sakit sekali di bawah sana?" Ringisnya dengan pelan turun dari ranjang.
Vero mencoba bangkit sembari menutupi tubuh polosnya dengan cara melilitkan selimut di tubuhnya dan dengan perlahan ia segera menyeret tubuhnya masuk ke kamar mandi dengan tertatih-tatih.
Otaknya terus berpikir apa yang terjadi padanya tadi malam, begitu sampai di dalam kamar mandi, ia kembali berteriak kencang. Sepertinya puzzle kepingan-kepingan mimpinya mulai kembali bermunculan di dalam benaknya.
" Aaakkh.. apa ini? Siapa yang melakukannya? Tu-tunggu! Siapa yang sudah masuk ke dalam kamar tadi malam?" Vero yang tengah berdiri di depan cermin wastafel mulai tersisak, ia begitu terhenyak saat melihat panampakan bayangan di hadapannya saat ini. Begitu banyaknya tanda merah berada di hampir seluruh tubuhnya. Tubuhnya bergetar hebat, ketakutan mulai menguasainya.
" Jadi semalam itu bukan mimpi? Nyatakah? Lalu bagaimana dengan malaikat itu? Apa dia adalah seorang pria? Lalu siapa pria itu, dan mereka semua dimana?" Gumamnya dengan kebingungan, perasaannya pun campur aduk.
Dengan paniknya ia kembali keluar. Dan baru sadar jika ia hanya seorang diri di dalam kamar itu. Ia tak melihat keberadaan sahabat-sahabatnya di dalam kamar. " Lalu dimana mereka?" Vero semakin tampak panik, bahkan mengabaikan rasa sakit yang masih terasa di bawah sana.
" Kemana mereka semua? Kenapa tidak ada yang kembali semalam?" Keluhnya sambil berjalan ke ranjang. Dan tatapannya mengarah ke lantai tepat di bawah ranjang, ia melihat benda asing yang tergeletak di sana.
" Apa ini milik pria itu? Pria yang sudah merusak masa depanku?" Desisnya ia langsung menyimpan benda tersebut, mungkin saja benda itu bisa menjadi bukti untuk melaporkan pria tersebut ke pihak berwajib." Ya aku harus menemukan pria itu!"
Vero pun kembali masuk ke dalam kamar mandi tubuhnya merosot ke lantai bawah, kembali ia terisak menangis tersedu-sedu di bawah guyuran air shower yang terus mengalir.
" Papa, Mama, Kak Jullio, maafkan Vero, hiks...hiks.. kenapa semua ini terjadi padaku?!" Lirihnya merasa kecewa pada dirinya sendiri.
Vero mulai sadar, ia kembali mengingat jika ia tak meminum minuman lakn4t itu semalam, ini pasti tidak akan terjadi padanya.
Sementara itu di kamar lainnya Nina dan Nino masih terlelap bergelung di dalam selimut yang sama dengan tubuh saling berpelukan dan masih sama-sama polos, tak lama Nina pun mulai terjaga. Tubuhnya juga terasa remuk redam seperti habis di jadikan alat samsak.
__ADS_1
" Astaga, apa yang terjadi padaku?" Panik Nina tersentak kaget saat melihat dirinya tak memakai pakaian. Di tambah ia melirik pada tubuh seseorang yang tidur di sampingnya dalam keadaan yang sama dengannya. Ia mulai beringsut bangun dan duduk bersandar.
Nina kembali mengingat apa yang terjadi padanya semalam itu, lalu bayangan sekilas kegiatan panas yang ia lakukan dengan seorang pria melintas di pikirannya.
" Jadi semalam itu, hiks, hiks." Nina mulai terisak saat ia sudah mengingatnya, dan suara tangisannya itu membuat Nino mulai terjaga dari tidur panjangnya.
" Hes Sayang kau sudah bangun? Hei kenapa? Ada apa?" Tanyanya yang ikutan panik begitu melihat Nina sedang menangis sambil menelangkupkan kepalanya ke dalam kedua lututnya.
Nina masih terdiam terisak, ia masih tidak percaya dengan apa yang mereka lakukan semalam itu. Bahkan mereka melakukannya hingga beberapa babak.
Tapi ia tidak menyesali perbuatan apa yang mereka telah lakukan semalam sebab ia yang sudah menyerahkan dirinya sendiri pada Nino, pria yang baru ia kenal beberapa hari terakhir ini. Akan tetapi nyatanya rasa sesal itu masih tetap ada.
Nino memeluk tubuh Nina dari samping. " Maafkan aku? Apa kau menyesal? aku janji kalau terjadi sesuatu denganmu aku akan bertanggung jawab padamu Nina." Ucap Nino dengan bersungguh-sungguh, ia harus meyakinkan wanitanya agar tidak berlarut-larut.
Mendengar hal itu membuat Nina mendongak menatap Nino dengan wajah sembabnya, " Sungguh? Kau sungguh akan melakukannya untukku?" Tanyanya dengan lirih menatap ke dalam bola mata pria itu untuk mencari kejujuran disana.
" Yes, I'm Promise." Jawab Nino mantap.
Mereka berdua pun saling berpelukan, bahkan Nino mengecupi puncak kepala Nina berkali-kali, membuat Nina merasa di sayangi oleh pria tersebut. Nina tak menampik bahwa ia juga merasa nyaman dengan Nino, walau pertemuan mereka begitu singkat.
.
.
.
.
.tbc
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..