Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Masa Lalu_Cinta Yang Terbalas


__ADS_3

Detik berikutnya Jullio langsung menarik paksa tangan Vero ke belakang hingga keduanya terduduk di atas ranjang, Vero akhrinya duduk di atas pangkuan Kakaknya yang langsung memeluk pinggangnya dengan erat, seolah tidak ingin melepaskannya walau barang sedetik saja.


Namun perlakuan Jull justru membuat jantung Vero bermasalah, rasanya hampir saja terlepas dari tempatnya. Pelukan yang di berikan Jull padanya bukan pelukan seorang Kakak pada Adiknya melainkan seorang kekasih yang posesif.


Vero bisa merasakan hembusan nafas di tengkuknya sebab kepala Jull tengah menempelkan kepala tepatnya di ceruknya dengan kedua mata terpejam. Vero hanya bisa terdiam mematung tidak tahu dia harus bahagia ataukah ada rasa takut yang menyelimutinya saat ini.


" Kakak bilang jauhi dia, kau tidak mengenal pria itu dengan baik Vero, Kakak yang sudah mengenalnya jauh sebelum kamu." Lirihnya pelan namun terdengar tajam, sembari mengecup tengkuk itu, membuat tubuh Vero seketika meremang hebat.


" Ta-tapi aku akan berusaha membuka hati untuknya, pasti cinta itu akan tumbuh jika kami sudah menikah nanti." Cicit Vero dengan perasaan yang campur aduk, antara senang, takut, kecewa, dan lainnya.


Jull marah, tentu saja ia tersulut, mendengar hal itu." Kau bahkan tidak tahu dia pria seperti apa? Tetapi justru ingin berhubungan yang lebih dengannya, Cih! " Jull berdecih tidak suka dengan ucapan Vero barusan yang akan langsung menikahi pria brengs3k itu.


" Sudahlah Kak lepaskan aku! Lebih baik Kakak jangan ikut campur urusanku lagi, urus saja tunanganmu itu yang mungkin saja_


Vero tidak jadi melanjutkan ucapannya saat ia hampir saja keceplosan, biarlah Kakaknya itu yang mengetahuinya sendiri perihal si Nenel.


" Mungkin saja?" Ulang Jull yang sedikit penasaran saat Vero tidak jadi melanjutkan ucapannya. Ia mengangkat kepalanya dan menatap wajah cantik adiknya itu. Setelah tidur sebentar tadi sisa mabuknya berangsur menghilang.


" Tidak ada." Dustanya memalingkan wajahnya ke samping.

__ADS_1


" Jangan bohongi dirimu sendiri Vero! Kakak tahu apa yang kamu pendam selama ini, apa yang kamu rasakan, sama seperti apa yang Kakak rasakan! Jangan kau tutup-tutupi lagi. Sudah cukup hampir setahun ini kau selalu menghindari Kakak, Kakak ingin kita kembali seperti dulu lagi." Ujarnya lirih sembari mengusap bulir bening Vero.


" Sama?" Cicit Vero tidak paham dengan apa yang Kakaknya ucapkan barusan, dahinya mengerut bingung.


" Kau tidak bodoh Vero, kau pasti tahu, kau bisa merasakannya, apa perhatian-perhatian yang Kakak berikan padamu itu kau tidak bisa mengatirkannya? Ya Kakak mempunyai rasa yang lebih padamu, melebihi rasa seorang Kakak pada Adiknya." Terangnya yang sudah tidak tahan lagi, bahkan kedua matanya ikut mengeluarkan kristal bening yang langsung ia usap dengan kasar, sayangnya Vero melihat itu semua.


Degh!!


" Kakak, maafin aku yang sudah membuat Kakak mengungkapkan semua ini, tapi_


" Ssttt, Kakak siap dengan semua konsekuensinya." Sela Jull dengan tegas! Membuat Vero langsung memeluk Kakaknya ia benamkan wajahnya di d**a bidang itu sambil terisak. Mereka saling berpelukan, mereka tahu ini salah, tapi perasaan mereka sudah nyaman, tidak ingin di pisahkan.


Sudah cukup selama ini Jull memendam rasa ini seorang diri, bahkan sebelum Vero merasakannya juga. Bahkan ia lebih memilih pergi dari rumah dan membeli satu unit Apartemen dengan uang hasil keringatnya sendiri hanya untuk menghindari Adiknya. Ia merasa jadi seorang Kakak yang b*******n mencintai Adiknya sendiri, namun lambat laun semakin Vero bertambah dewasa, rasa itu kian tumbuh semakin lama semakin bertambah, membuatnya hampir menggil4.


Itupun sebenarnya atas permintaan Nella sendiri, wanita itu mengatakan sudah merasa lelah jika harus terus-menerus berpacaran, ia ingin segera menikah saja itu pun juga atas permintaan Papanya. Padahal semuanya Bulshit semata, hanya untuk mengalihkan perhatian kedua orangtuanya yang diam-diam masih menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya.


Dan sekarang saat Jullio sang Kakak sudah mengungkapkan perasaannya padanya, justru Vero merasa takut. Lalu bagaimana dengan tanggapan keluarga besar mereka? Papa dan Mama mereka pasti menentang hubungan ini? Lalu akan dibawa kemana hubungan ini jika mereka mempertahankan perasaan mereka masing-masing.


Jull mempererat pelukannya, " Kakak sangat mencintaimu lebih dari apapun, lalu untuk apa Kakak memilih tinggal di Apartemen jika tidak ada maksud tertentu, rumah ini cukup luas jika hanya untuk kita berempat. Alasan yang Kakak buat, hanya sebagai alibi semata." Terangnya panjang lebar. Sementara Vero masih bingung ingin menjawab apa wajahnya sudah sembab.

__ADS_1


" Lalu bagaimana dengan Nella?" Tanya Vero pada akhirnya yang baru mengingat wanita yang kini statusnya sebagai tunangan Kakaknya itu. Saat merasakan pelukan terhangat yang pernah ia rasakan selain Mamanya, ia enggan untuk berpisah dengan pria ini yang ternyata juga mencintainya. Vero sudah merasa nyaman, entah bagaimana nanti hubungan mereka kedepannya? Ya pada akhirnya cintanya tebalaskan.


" Kau tenang saja, itu akan menjadi urusanku, kau hanya perlu bersikap manis saja padaku, jangan mendekati pria lain jika tidak ingin aku berbuat nekat, biar aku juga nanti yang akan mengatakan pada Mama dan Papa tentang hubungan kita ini, aku tidak ingin bermain-main lagi Vero, aku sangat serius dengan hubungan kita." ujar Jull menjelaskan padanya agar ia tidak akan mendekati pria brengs3k itu lagi.


Akhirnya keduanya terlelap di atas ranjang milik Vero, Jull juga memeluknya erat dari belakang, sembari menghirup aroma tubuh yang sudah lama membuatnya candu ini, walau tidak sering, tetapi dulu memang keduanya pernah tidur seranjang saat malam hari, itupun saat Vero sedang takut dan tiba-tiba masuk ke kamar Kakaknya.


Saat itu Jull baru duduk di bangku sekolah menengah atas, tentu saja ia tahu ada sesuatu yang lain saat tidur bersamanya dalam satu ranjang. Sebagai pria normal itu adalah sebuah cobaan yang berat, namun sebisa mungkin ia menahan diri, tidak mungkin ia melakukan hal yang di luar batas pada Adiknya sendiri, ia sangat tahu resikonya.


Hingga saat sudah mulai masuk kuliah Jull pun perlahan-lahan masuk ke dalam perusahaan Papa, belajar mulai dari nol sebagai pegawai biasa dan di beri gaji yang sama dengan pegawai lainnya hingga ia pun naik jabatan sebagai wakil direktur hingga sekarang ia memilih tinggal di Apartemen.


Jull dan Vero jadi jarang bertemu, namun mereka masih sesekali pergi bersama di luar jika pria itu sedang merindukannya, ia akan memanjakannya jika Vero sedang bersamanya, tentu perasaan bahagia tidak bisa di jabarkan oleh kata-kata saat mereka hanya pergi berdua saja, hingga Papa dan Mama ikut serta jika sedang ingin berlibur sekeluarga entah itu ke pantai, berkemah, atau hal lainnya mereka selalu pergi berempat.


.


.


.


.tbc

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..


__ADS_2