Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Dia Demam?


__ADS_3

Vero terjaga dari tidur panjangnya, tubuhnya terasa remuk redam dan terasa ada yang janggal terlebih dibagian intimnya juga terasa perih ia seperti baru saja di setubuhi oleh belasan pria sekaligus.


Entah apa yang terjadi, pelan-pelan ia menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya yang ternyata dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun. Ia pun terpekik bingung, lalu detik kemudian ia menelengkan kepalanya ke samping dan terlihat tubuh polos seorang pria yang dari aroma tubuhnya saja sudah bisa di tebak, siapa gerangan yang tidur di sebelahnya.


Amarahnya mulai memuncak, siapa lagi tersangka utama yang membuat tubuhnya jadi seperti ini, tak ingin menunggu lama lagi Vero segera memukul punggung Kai yang sedang tidur menelungkup, tak tanggung-tanggung ia mengeluarkan kekuatan yang ia miliki apalagi tenaganya bertambah setelah beristirahat semalaman.


" Kailash bangun!" Sentak Vero tanpa ada rasa canggung lagi memanggil bosnya sendiri tanpa embel-embel Mr. atau bahkan panggilan formal, salahkan pria itu sendiri yang sudah menyuruhnya memanggil demikian.


"Enggh.." Kai terdengar hanya melenguh pelan tanpa ada pergerakan dari tubuhnya. Membuat Vero merasa curiga, sebab tidak biasanya pria itu masih terbaring di sisinya setelah mereka selesai bercinta semalam.


Akhirnya Vero mengecek suhu tubuh Kai, dan ia pun terkesiap begitu punggung tangannya menyentuh dahi bosnya yang ternyata begitu panas rasanya kulitnya seperti terbakar saking panasnya." Astaga panas sekali tubuhmu ini!" Pekiknya yang beringsut mendekat merapatkan tubuhnya ke samping.


Tubuh polosnya yang belum mengenakan apapun tidak ia hiraukan, justru merasa panik tengah memikirkan kondisi Kailash yang tidak seperti biasanya. Ini untuk pertama kalinya Vero mendapati Kai sakit, bahkan selama bekerja di perusahaan milik pria itu, baru kali ini melihat tubuh yang biasanya kuat dan kekar tiba-tiba menjadi lemah seperti sekarang.


" Tunggu! Kenapa aku mencium bau-bau aroma alkohol? Jangan bilang dia mabuk semalaman lalu setelah itu dia_


Vero berasumsi jika semalam Kai mabuk berat dan melampiaskannya pada tubuhnya ini. Jika itu benar dia tak ubahnya seperti gadis nakal di luar sana yang tubuhnya bisa di pakai semaunya oleh pria. " Serendah itukah aku bagimu? Aku bahkan tidak tahu masalah apa yang menimpamu hingga kau berakhir mabuk semalam, akan tetapi kenapa harus aku yang menjadi pelampiasanmu?" Lirihnya memandangi wajah tampan Kai.


Beberapa saat kemudian, Vero masuk ke dalam kamar sembari membawa nampan berisi bubur ayam untuk pasiennya yang masih terbaring lemah di atas ranjang miliknya, entah sudah berapa lama pria itu tidak kunjung bangun. Ingin membawanya ke Dokter, namun saat mencoba mengangkat tubuh lelaki itu, tenaganya bahkan tidak sekuat itu.


Vero meletakkan nampan tersebut di atas nakas samping, lalu tangan kanannya pun terulur untuk mengambil handuk kecil yang ia letakkan di atas dahi Kai untuk mengkompres demamnya, dan sepertinya usahanya berhasil.


" Syukurlah, demamnya sudah mulai turun dan keadaannya juga sudah jauh lebih baik." Gumamnya meletakkan kembali handuk tersebut ke dahi Kai setelah selesai memeras air ke dalam baskom.


" Apa sebenarnya yang terjadi semalam?" Tanyanya yang tiba-tiba meraih telapak tangan kiri Kai kemudian ia genggam. Detik berikutnya tangan tersebut perlaham ada pergerakan samar membuat Vero tersenyum penuh arti.

__ADS_1


" Kau sudah sadar?" Tanyanya dengan begitu antusias, tidak sabar untuk mendengar jawaban yang keluar dari bibir seksi pria yang menjadi atasannya tersebut.


" Quila." Samar-samar Vero mendengar suara lirih dari bibir tipis Kai, namun karena begitu pelan, sehingga ia tidak begitu mendengar apa yang di ucapkan oleh Kai.


" Kau mengatakan sesuatu? Coba katakan lebih keras lagi, agar aku bisa mendengarnya?" Pintanya untuk meminta Kai mengulang ucapannya.


Namun saat di tunggu-tunggu Kai tidak kunjung mengatakan apapun lagi, hingga membuat Vero pun bosan dan bangkit untuk mengambil ponsel miliknya yang ia letakkan di sofa depan tempat tidur. Semalam karena rasa kantuk dan juga sedikit merasakan sakit kepala ia pun memilih langsung merebahkan diri di atas ranjang detik berikutnya ia sudah berada di alam mimpi yang tentu saja melenakan.


Bagaimana tidak! Jika ia sedang di setubuhi oleh seseorang ia selalu bermimpi hal yang terindah juga, bahkan mimpinya hampir sama dengan apa yang ia rasakan di saat terlelap. Kebiasaannya jika sedang sangat mabuk berat karena di sebabkan oleh minuman ataupun karena rasa sakit yang ia rasakan pasti tidurnya pun seperti orang yang tidak sadarkan diri.


Itulah sebabnya ia tidak memgetahui siapa pria yang sudah menyetubuhinya sama seperti di pulau dewata sana, kecuali si pria masih ada di atas ranjang yang sama seusai bercinta atau meninggalkan barang pribadi milik pria tersebut, pasti Vero akan mengetahuinya.


Tetapi ada satu hal yang hingga sekarang belum kunjung ia temukan yaitu si pria misterius yang waktu itu merusak dirinya untuk yang pertama kali. Itu manusiakah? Atau jangan-janagn makhluk jadi-jadian yang menyamar sebagai seorang pria? Membayangkan saja bisa membuat Vero bergedik ngeri jika memang benar dugaannya tersebut.


" Aaakkhh tidak!!" Pekik Vero dengan sangat kencang, yang membuat Kai langsung terjaga dan beringsut duduk, ia mengira telah terjadi sesuatu di Apart miliknya. Sehingga alam bawah sadarnya pun langsung merespon.


" Apa yang terjadi?" Tanyanya yang terlihat begitu panik, walau wajah pucatnya tetap bisa terlihat dengan jelas.


" Hah! Oh tidak apa-apa kok, itu tadi hanya reflek saja." Sahut Vero dengan sedikit merasa tidak enak hati.


" Aahh, kau membuatku terkejut saja!" Desah Kai yang akan kembali tidur untuk melanjutkan acaranya merajut mimpi, sebab suara lengkingan Vero tadi sudah mengganggu acara mimpi indahnya. Setidaknya lewat mimpi ia masih bisa merasakan kehadiran seseorang yang sangat berarti di kehidupannya.


" Eh! Karena kau sudah bangun tidak boleh tidur lagi!" Seru Vero yang langsung berjalan mendekat ke samping Kai.


" Memangnya kenapa? Kau jangan menggangguku? Kepalaku masih terasa sakit." Keluh Kai tanpa berminat untuk membuka kedua matanya kembali.

__ADS_1


" Eh dimana?" Gumam Vero yang mengecek di samping kanan kiri tubuh Kailash, yang tidak berpindah tempat sedari awal.


" Kau sedang cari apa?" Lirih Kai yang merasa Vero sedari tadi telah mengusik tidurnya, membuatnya sedikit terganggu.


" Handuk kecil. Dimana ya jatuhnya?" Jawab Vero pelan masih dengan mencari benda yang ia cari tersebut.


" Buat apa kau mencarinya? Coba kau cari di dalam lemari saja. Tolong biarkan aku istirahat sejenak." Pinta Kai tanpa merasa bersalah apapun pada Vero, membuat wanita itu mendengus sebal.


" Kau pikir demammu itu bisa turun dengan sendirinya! Dasar tidak punya perasaan!" Gerutu Vero yang amat merasa kesal pada Kai. Bukannya berterima kasih padanya karena sudah membantu menurunkan demamnya, pria itu justru mengusirnya! Menyebalkan!


Dan dengan terpaksa dan senang hati Vero pergi melangkah keluar kamar, meninggalkan Kai yang tiba-tiba langsung membuka kedua matanya lebar-lebar dan juga mencerna setiap kata demi kata yang Vero ucapkan padanya.


" Apa aku sungguh demam?" Gumamnya lirih sembari menyentuh dahinya yang masih terasa hangat. Akan tetapi Kai masih tidak beranjak, bukannya malas tetapi lebih ke rasa sakit yang ia rasakan di kepalanya itu bahkan terasa berputar-putar.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..

__ADS_1


__ADS_2