Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Hati Yang Hancur.


__ADS_3

Vero langsung berteriak berusaha melerai perkelahian kedua lelaki yang ada di hadapannya ini, namun dua orang satpam penjaga yang biasa ada di depan sana sudah lebih dulu menarik tubuh Jullio yang tidak menyadarinya sama sekali.


" Maaf tuan, jangan membuat keributan disini, Anda sudah mengganggu kenyamanan dan juga telah menyerang petinggi perusahaan kami, segera pergi dari sini atau Anda kami bawa ke pihak berwajib." Seru salah satu satpam yang memiliki tubuh besar dan kekar.


Jullio yang tak siap sangat terkejut di perlakukan seperti itu, memang ia yang tidak mengetahui apa-apa wajar bila marah dan memukul Kai.


" Tunggu Pak, aku ini kekasih dan juga calon suami dari wanita ini, sayang tolong jelaskan pada mereka apa hubungan kita." Seru Jull menatap ke arah Vero, berharap mendapatlan pembelaan dan pemjelasan dari wanita yang sangat di cintai itu.


" Mungkin kau memang kekasihnya dulu, namun sekarang dia adalah kekasihku, tidak ada yang bisa merebutnya dariku. Pergi sekarang tinggalkan tempat ini, ayo." Desis Kai menatap tajam ke arah Jull, setelahnya menarik Vero untuk masuk ke dalam perusahaannya.


Suara Vero seolah tercekat di tenggorokan ia tak mampu berucap apapun hanya untuk menjelaskan semuanya. Karena ia sendiri juga terkejut mendengar bosnya mengklaim dirinya adalah kekasihnya dan kini tubuhnya merasa seperti terseret, dan mencoba menatap ke belakang dimana Jullio memberontak berusaha melepaskan diri dari cengkraman dua satpam tersebut.


" Hey kurang ajar, dia kekasihku, lepaskan dia, jangan bermain-main denganku.!" Teriak Jullio geram ke arah keduanya namun tubuh Jull terus di seret keluar hingga sampai ke tepi jalan raya. Seolah ucapannya tadi hanya bualam saja bagi dua satpam tersebut.


Vero terus menatap ke belakang, menatap iba kepada Jullio, namun ia tidak bisa melakukan apapun, di samping ia mempunyai perjanjian bersama bos mesumnya ini, ia juga masih sangat kecewa terhadap pria itu.


' Kakak, maafkan aku. Tapi jika waktu itu kau tidak meninggalkanku dan menanggung bebanku sendiri, mungkin sekarang aku sudah langsung berlari berhampur ke dalam pelukanmu seperti dulu, memelukmu sangat erat, karena sampai sekarang aku masih menyimpan rasa yang besar untukmu.'  Gerutu Vero dalam hati, ia lupa bahwa pria yang ada di sebelahnya itu bisa mendengar ungkapan hatinya.


Kini Vero dan Kai sudah berada di dalam ruangannya, tepatnya di ruangan besar milik sang big bos. Pria itu langsung mengajak Vero masuk ke dalam kamar yang biasa ia gunakan untuk beristirahat, ia sedikit mendorong kasar hingga Vero langsung terduduk di bibir ranjang.


" Jangan pernah kau bertemu lagi dengannya, karena kau sudah menjadi wanitaku, dan tak akan pernah ada seorang pun yang bisa merebutmu dariku, kau mengerti!." Desisnya menatap Vero begitu tajam.

__ADS_1


Vero hanya bisa mengangguk lemah, ia kembali terhipnotis oleh kata-kata Bos mesumnya. Ia mengerti jika pria ini sedang marah, entah marah karena cemburu atau hal lainnya, karena Vero merasa ia hanya di anggap sebagai ****** atau lebih tepatnya teman tidur pria itu di atas ranjang saja, tidak lebih.


Kemudian ia menunduk sebenarnya setengah di hatinya menyimpan kekesalan dan kebencian kepada Jullio namun setengahnya lagi ia juga masih mencintai pria itu. Akan tetapi ada sedikit ruang di hatinya untuk menyimpan dan menerima keberadaan sang bos mesumnya ini. walau masih belum lama dekat dengan pria ini, namun ia seperti sudah mengenal lama ia juga merasakan ada kenyamanan jika sedang berada di dekat sang bosnya ini.


Kai menggenggam jemari lentik Vero, kemudian mengecup punggung tangannya dengan lembut terasa hangat menjalar di seluruh tubuh Vero, membuatnya sedikit tersentak karena sedari tadi ia sedang melamun.


" Aku minta maaf, jika aku sedikit kasar tadi, aku hanya tidak suka kau di sentuh oleh pria lain. Aku benar-benar minta maaf." Lirih Kai begitu lembut, Vero masih diam menunduk belum berkata apapun.


" Kalau kau butuh pelukan aku bisa kapan saja memelukmu tapi jangan ijinkan siapapun memelukmu lagi." Jelasnya kembali membuat Vero menatap sedikit kesal ke arah bosnya itu.


" Aku bukannya butuh pelukan Kailash, aku sedari kecil sudah bersamanya bukan waktu yang singkat untuk bisa melupakan itu dalam waktu semalaman saja!" Vero jadi tersulut dan sedikit membentak bosnya sendiri. Ia kesal hanya di anggap wanita yang haus akan  pelukan juga belaian dari banyak lelaki.


Bukannya marah di panggil namanya secara langsung tanpa embel-embel Mr. atau Tuan oleh Vero, Kai justru tersenyum senang, sebab memang dirinyalah yang menyuruh Vero untuk memanggilnya demikian jika sedang berdua saja dengannya.


Karena hati bisa saja berubah dalam waktu sekejap saja, tidak perlu menunggu waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk merubahnya. Layaknya sebuah telapak tangan yang di balik secara cepat. Dalam waktu hanya semalam saja hati bisa langsung berubah jika itu memang di niatkan oleh sang pemiliknya.


" Exactly." Ucap Vero dengan cepat.


Sebenarnya Vero belum sepenuhnya percaya pada ucapan Kai, karena mereka baru dekat dalam hitungan minggu. berbeda dengan Jullio yang sudah bertahun-tahun bersamanya.


" Baiklah kalau begitu kembalilah ke ruanganmu untuk bekerja." Ujar Kai sembari berdiri dan melangkah keluar dari kamar.

__ADS_1


Vero pun langsung mengikutinya dari belakang, ia tahu mungkin bosnya itu sedikit kecewa dengannya, tapi entahlah. Biar lah sang waktu yang akan menjawab semuanya.


Kai memang kalau sudah mulai bekerja ia akan serius, Vero pun akan melakukan hal yang sama. " Permisi." Tanpa mendengar sahutan dari bosnya ia keluar dari pintu kaca tebal itu dan masuk ke dalam ruangannya sendiri dan langsung mengerjakan pekerjaannya sebagai sekretaris dari bos mesumnya.


-----


Sementara di tempat lain Jull kini berada di sebuah tempat yang tak asing lagi baginya, tempat di mana para pemuda-pemudi sedang bersenang-senang. Walau saat ini matahari sedang terik-teriknya tak menghalangi niat dan hatinya yang sedang berkecamuk. Antara marah, kecewa dan tentu saja menyesal yang paling dominan yang sedang ia rasakan saat ini.


Yang mana kekasih yang ia harapkan akan ia nikahi dalam waktu dekat sempat membuatnya kecewa berat namun ia sadar diri, itu bukan kesalahan dari sang kekasih melainkan itu adalah murni dari sebuah kecelakaan.


Namun saat dirinya sudah sadar dan mulai menerima semua kenyataan yang ada, justru kenyataan yang lain yang barusan ia terima, walau belum sepenuhnya percaya dan mendengar sendiri jawaban dari Vero kekasihnya namun ia menyadari satu hal bahwa kekasihnya saat ini sudah mendapatkan seorang pria pengganti dirinya.


" Secepat itu kau sudah mendapatkan pria lain sayang.." Lirihnya yang hanya di dengar oleh dirinya sendiri.


.


.


.


.tbc

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..


__ADS_2