Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Ingin Memakanmu!


__ADS_3

" Sekaya apa seorang Kailash ini? Ini bahkan Apartement termewah yang ada di kota ini yang pernah aku lihat selama dulu tinggal di negara ini." Gumamnya sambil menempelkan Access card itu di pintu utama unit miliknya.


Lalu berjalan masuk setelah meletakkan Access card itu di dinding dekat dengan pintu membuat semua lampu ruangan menyala seketika.


Vero kembali speechless untuk yang kedua kalinya saat pandangannya menyusuri seluruh ruangan di dalamnya yang amat teramat mewah, bahkan tidak ada apa-apa jika di bandingkan Apartement miliknya sendiri.


Karena merasa seluruh tubuhnya sudah terasa lengket, Vero pun memutuskan untuk menyudahi acara berkelilingnya. Dan berjalan menuju kamar utama yang berada di lantai atas, karena di dalamnya hanya ada dua kamar tidur yang satunya berada di lantai bawah.


Kurang lebih setengah jam-an, Vero pun keluar setelah menyelesaikan ritualnya tersebut, tubuhnya terasa segar kembali, lalu ia berjalan ke arah walk in closet untuk berganti pakaian, sebab saat ini ia hanya melilitkan handuk di tubuhnya saja.


" Astaga, semua pakaianku 'kan masih di Apartemenku yang lama, mungkin besok aku akan mengambil semua barang-barangku di sana." Gumamnya sambil menimpuk keningnya sendiri, namun ia tetap masuk ke dalam sana.


Dan begitu masuk ia tercengang semua isi dalamnya sudah terisi penuh oleh pakaian-pakaian wanita, dan tak tertinggal pakaian dalam pun sudah tersedia sesuai warna kesukaannya yaitu semuanya berwarna hitam. Segitiga tipisnya, juga kaca mata penutup gunung kembarnya yang sungguh ukurannya sangat pas di tubuhnya.


Dan yang membuatnya semakin tidak percaya di dalamnya juga sudah tersusun rapi beberapa pasang sepatu, tas dan aksesoris wanita dan lain sebagainya. Sungguh Vero merasa cengo' saat ini.


" Astaga Mr.Kai ini walaupun kelihatannya mesum sekali namun ia begitu sangat romantis kepada seorang wanita, bahkan aku hanyalah seorang sekretarisnya saja di perlakukan begini betapa beruntungnya wanita yang nanti akan menjadi istrinya kelak." Decaknya kagum sekaligus memuji sang bosnya itu.


Vero tak sadar jika kata-katanya barusan sudah membuat seseorang yang berada di atas ranjang sana tersenyum lebar sudah di puji-puji dengan begitu gamblangnya. Ya siapa lagi jika bukan si pria Alien yang mesum.


" Ya itulah aku, dan kau adalah wanita yang beruntung yang sudah mendapatkan semua perhatian dariku. Aku juga tidak sabar, kau memujiku saat aku memberimu kenikmatan yang luar biasa nanti malam, baby." Akunya membanggakan diri sendiri.


Vero pun mengambil salah satu dress pakaian tidur yang berbahan satin yang begitu tipis, lalu memakainya dengan cepat." Seperti pengantin baru saja." Celetuknya sambil cekikian sendiri, ia bahkan semakin membuat seseorang di atas sana semakin  belingsatan hanya karena menatap tubuh seksi Vero yang hanya tertutup kain tipis.


" Aargghh, si4l!!" Gerutu Kai kesal yang sedang berada di lantai atas, ia semakin tidak sabar lagi.

__ADS_1


" Eh tunggu dulu, atau ini semua karena ada maksud terselubung di balik kebaikan yang ia berikan padaku? Dasar memang laki-laki semuanya buaya!" Dengkus Vero saat baru tersadar dari kepolosannya. Ia pun melangkah keluar dan berjalan ke arah king bed yang terlihat begitu empuknya itu.


" Astaga aku belum makan malam, apa ada bahan makanan di lemari pendingi?." Gumamnya keluar kembali ke lantai bawah menuju ke dapur.


Tak lupa ia juga memakai kembali blazer miliknya yang tadi ia letakkan di atas sofa, karena pakaian yang ia pakai begitu tipis hingga menampilkan lekuk tubuhnya yang terbilang seksi itu.


Saat Vero baru akan membuka lemari pendingin tiba-tiba saja pintu depan terdengar suara bunyi bel dari luar, Vero pun mengurungkan niatnya dan berjalan ke depan.


" Apa jangan-jangan bos mesum itu yang datang? Aiissh,, apa dia akan tidur di sini malam ini?" Serunya yang belum siap. Namun Vero tetap membuka pintu itu dengan wajah terpaksanya.


" Eh,," Tepat di depan pintu berdiri dua orang pria asing.


" Permisi, dengan Nona Veronica, saya mengantarkan paket Anda, bisa tolong tanda tangan disini." Seru seorang pria yang ternyata adalah seorang kurir sambil menyodorkan benda pipih miliknya." Semua barang Anda di letakkan dimana Nona?" Tanyanya saat Vero masih sibuk membubuhkan tanda tangan di layar tablet.


" Oh, di dekat sofa sana saja." Tunjuk Vero ke ke arah sofa ruang tamu. Setelah meletakkan semua barang-barang milik Vero, dua kurir itu pun segera beranjak keluar.


" Asataga ini semua barang-barang milikku di Apartemen? Siapa yang melakukannya? Dan bagaimana bisa barangku di kirim kesini?" Gumamnya sedikit kesal, yang itu berati ada seseorang yang masuk ke dalam Apartemennya.


Walau kendati demikian Vero pun merasa senang karena ia tidak perlu mengambil barang-barangnya di sana, karena sudah berada di Apartemen barunya yang sekarang.


Dari arah dapur terdengar suara langkah kaki yang semakin mendekat ke arahnya, reflek membuat Vero menoleh dan begitu terkejut karena tiba-tiba sang bos mesumnya sudah berada di dalam Apartemen miliknya.


" Mr. Ba-bagaimana anda bisa masuk? Sepertinya tidak ada orang lain selain dua kurir tadi? " Tanyanya terheran-heran menatap pria itu.


Kai tersenyum simpul sebelum duduk di sofa. " Bagaimana? Apa semua barangmu isinya sudah lengkap? Aku juga sudah memesankan makan malam untukmu." Kai justru bertanya balik tanpa ingin membalas pertanyaan dari Vero, sambil melirik ke arah meja makan. Dimana beberapa menu makanan sudah tersaji di atas sana.

__ADS_1


" Jadi Mr. yang masuk ke dalam Apatemen milikku? Kenapa anda tidak sopan sekali masuk ke tempat orang lain, tanpa ijin!" Desisnya menatap kesal ke arah pria itu, bahkan ia tidak peduli lagi dengan statusnya yang hanya seorang sekretaris.


Kai justru menyukai sikap keterus terangannya Vero, " Seharusnya kau itu berterima kasih padaku, aku sudah mengambilkan semua barangmu, dan di dunia ini tidak semuanya gratis." Celetuk Kai menyeringai penuh arti.


Kedua mata Vero membola seketika saat mendengar ucapan dari bos mesumnya tersebut. Ia sadar apa yang ada di dalam otak pria mesum itu saat ini.


Akhirnya Vero pun duduk di meja makan saling berhadapan dengan Kai, ternyata pria itu sudah menyiapkan semuanya, hingga Vero hanya tinggal memakanannya saja hingga kenyang. Di perlakukan special seperti ini, ia justru teringat kembali kenangan indahnya bersama sang kekasih. Ya tentu saja masih kekasih, belum ada kata pisah di antara keduanya.


" Anda sendiri tidak makan?" Tanya Vero sambil mengisi air minum ke dalam gelas yang berada di depannya.


" Dengar! Jangan bersikap terlalu formal jika kita sedang hanya berdua saja, bukankah sekarang ini kita partner? Jadi anggap saja aku sebagai teman priamu." Pinta Kai dengan bersungguh-sungguh." Dan satu hal lagi, itu juga berlaku jika kita sedang di luar kantor seperti sekarang ini."


Vero nampak terdiam saja lalu mendesah pelan, sebab percuma ia membantah pun akan percuma saja. Bosnya lebih berhak, sebab ia sudah menandatangani surat perjanjian itu. " Iya-iya."


" Sebenarnya aku ingin memakanmu!" Seru Kai dengan tiba-tiba tanpa mengalihkan pandangannya dari wjaha cantik Vero. Memmbuat Vero langsung tersedak minuman yang sedang ia sesap.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..


__ADS_2