Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Akhirnya Ketemu.


__ADS_3

Vero merasakan perutnya dingin saat cairan gel itu mengenai kulitnya, ia sangat degdeg-an saat sang Dokter kandungan sedang memeriksa perutnya yang terlihat masih rata itu.


Sebenarnya Kai tidak perlu, atau bahkan tidak memerlukan seorang Dokter hanya ingin mengetahui isi di dalam perut istrinya, sebab ia sendiri sudah bisa melihat bahwa ada calon bayi di dalam sana. Namun sayang ia sendiri tidak bisa membuktikan itu kepada Vero, yang mau tidak mau ia pun akhirnya mengantarkannya kesini.


Tadi pagi bahkan kemarin-kemarin ia tidak mengetahui itu sebab memang pikirannya tidak menjurus kesana. Namun setelah mendengar penjelasan dari Dokter yang tadi datang ke tempatnya, ia pun mulai terfokus ke arah isi di dalam perut istrinya itu.


Setelah melakukan beberapa pemeriksaan seperti cek urine, tes darah yang bertujuan untuk memeriksa jumlah hormon kehamilan yaitu human choroid gonadotropin (hCG) dalam darah, dan yang terakhir adalah pemeriksaan melalui USG.


" Bagaimana Dok, apakah saya benar-benar sedang mengandung?" Tanya Vero, yang seakan sudah tidak sabar lagi untuk mendengar hasil yang akan ia dengar dari Dokter.


Kini keduanya sudah duduk berdampingan di hadapan sang Dokter, untuk mendengar penjelasan dari wanita yang memakai jas berwarna putih tersebut.


" Selamat Nyonya, memang benar Anda saat ini sedang mengandung buah hati Anda dan suami. Dan usia kandungan Anda saat ini sudah memasuki minggu ke sepuluh, janinnya tumbuh dengan sangat baik, anggota tubuhnya juga lengkap, besarnya kira-kira sebesar buah plum kering ya. Harus banyak-banyak minum air putih, banyakin makan sayur dan buah, dan juga minum vitamin khusus Ibu hamil ya Nyonya. Sampai disini, apa ada yang perlu di pertanyakan?" Tanya sang Dokter menatap Vero juga bergantian kepada Kai, setelah menjelaskan panjang lebar.


Vero tercengang sesaat, namun detik berikutnya wajahnya langsung terlihat begitu sangat bahagia. Lalu ia menoleh ke arah suaminya yang ternyata tengah tersenyum lebar menatap dirinya. Keduanya benar-benar merasa begitu bahagia saat ini, bahkan rasanya sulit untuk mengatakan sesuatu.


" Sa-sayang kau dengar itu? Aku—


" Ya, aku dengar, selamat untukmu sayang, akhirnya kita akan mempunyai buah hati yang lucu-lucu." Sela Kai meraih tubuh istrinya ia bawa ke dalam pelukannya yang seakan tahu isi hati istrinya saat ini. Bahkan beberapa kali ia berikan kecupan di dahi juga puncak kepala Vero, keduanya berpelukan saling haru, membuat Dokter ikut tersenyun bahagia.


" A-apakah jenis kelaminnya Dok?" Cicit Vero setelah menarik diri demi bisa menatap sang Dokter yang sabar menunggu cuplikan live adegan drama haru mereka berdua barusan.


Sang Dokter terlihat tersenyum sejenak sebelum menjawab pertanyaan dari Vero, yang seolah tahu jika keduanya adalah pasangan pengantin baru, dan tengah merasakan kahamilan pertama bagi Ibu muda tersebut.


" Maaf Nyonya saya akan mejelaskan sebelumnya, jadi begini Pen*s atau vulv4 bayi di dalam kandungan mulai terbentuk memang di usia kehamilan enam minggu. Namun, alat kelam*n bayi laki-laki dan perempuan masih sangat mirip saat dites melalui USG di usia kehamilan empat belas minggu. Dan pada usia kehamilan delapan belas minggu, biasanya barulah bisa melihat dengan jelas jenis kelam*n bayi di dalam kandungan. Jadi apakah sudah paham?" Tanya Dokter kembali setelah kembali menjelaskan secara detail kepada pasangan muda tersebut.


Mereka pun mengangguk paham, setelah selesai tanya jawab seputaran kehamilan, akhirnya keduanya pun berpamitan." Baiklah terima banyak Dok, kalau begitu kami permisi dulu." Pamit Kai yang sudah ingin pulang, sebab kepalanya kembali merasa pusing tiba-tiba.

__ADS_1


" Kau baik-baik saja sayang?" Tanya Vero yang menyadari jika suaminya saat ini tengah menahan rasa sakit.


" Ya sayang, aku baik-baik saja. Sebaiknya kita segera pulang, kepalaku kembali sakit." Keluh Kai sembari memegangi kepalanya sendiri. Vero pun dengan cepat membantu memapah tubuh suaminya agar tidak limbung.


" Baiklah ayo."


Kini keduanya sedang berjalan di koridor panjang rumah sakit, keduanya ingin segera sampai ke Penthouse mereka dengan cepat, yang tentunya karena Kai tengah menahan diri ingin cepat-cepat berbaring kembali ke atas ranjang empuk mereka.


Namun sayang sekali sepertinya niat mereka terutama Kai yang ingin rebahan enak itu harus tertunda saat ada suara seseoang yang tengah memanggil nama Vero dari arah belakang.


" Vero,, Veronica!" Panggil seorang pria yang semakin mendekat ke arah mereka berdua. Membuat atensi keduanya pun terganggu dan seketika menoleh ke belakang untuk melihat siapa orang tersebut.


Akhirnya aku menemukanmu baby! Oh, jadi ini pria yang telah menikahi wanitaku?


Ujar pria tersebut dalam hati yang tidak mengalihkan pandangannya sama sekali dari wajah cantik Vero sedari tadi. Kai yang mendengar ucapan ambigu dari pria asing yang tengah asyik memandangi wajah cantik istrinya itu menjadi curiga terlebih melihat tatapan lain dari pria tersebut, membuat Kai semakin memicingkan kedua netranya awas.


Vero mengernyitkan dahi sebab ia merasa tidak mengenal seseorang yang kini tengah berdiri di hadapan mereka keduanya. Hingga orang tersebut kembali memanggil untuk keduanya kalinya.


Siapa pria ini sebenarnya? Darimana dia tahu nama lengkapku?


Tanya Vero dalam hati sembari berpikir, apakah ia mengenal pria tersebut atau tidak, namun ia sama sekali tidak mengingat pria itu bahkan wajahnya tidak ada mirip-miripnya dengan pria yang kadang sering muncul di dalam mimpinya yang mempunyai wajah yang lumayan tampan tidak kalah dari wajah suaminya sendiri.


" Maaf apa Anda mengenal saya?" Tanya Vero akhinya, ia menatap ke arah suaminya yang terlihat sama bingungnya dengan dirinya.


Pria itu langsung tergelak begitu mendengar pertanyaan dari wanita yang ia klaim adalah miliknya, walau ia sadar bahwa wanita itu telah bersuami, namun bukan Roma jika tidak bisa membuat keduanya berpisah.


Ya pria itu memang Roma, yang sudah beberapa minggu ini terus mencari keberadaan wanita tersebut. " Kau tidak mengingatku?" Vero menggeleng dengan cepat." Sama sekali? Hei, jangan bercanda, itu tidak asik!" Tudingnya yang mengira Vero tengah berpura-pura tidak mengingatnya.

__ADS_1


Sementara Kai, yang memang berusaha menyadarkan diri agar kembali normal mulai mengingat wajah pria asing tersebut. Ya dia adalah pria yang sama, tepatnya yang mencari istrinya bersama kedua orangtua angkat Vero.


" Sungguh aku tidak mengenal Anda tapi—


" Sayang, ayo!" Sela Kai yang ingin segera mengajak istrinya itu untuk kembali pulang, bukan karena ia takut terhadap pria asing tersebut, namun saat ini sungguh ia tidak ingin meladeni orang lain, terlebih pria yang menjadi masa lalu istrinya.


Vero mengangguk mengerti ia juga kembali mengingat kondisi suaminya yang sedang tidak baik-baik saja saat ini, dan lebih memilih mengkhawatirkan kondisi kesehatan suaminya di bandingkan meladeni pria asing, yang sok kenal dekat dengan dirinya.


" Ayo sayang. Maaf kami permisi dulu." Pamit Vero yang ingin segera membawa suaminya itu pergi menuju ke mobil, dimana yang supir sudah menunggu mereka sedari tadi.


" Tunggu! Kalian tidak bisa pergi begitu saja. Vero kau harus ingat aku adalah Roma kekasihmu!" Seru Roma dengan suara lantangnya, yang memang pantang menyerah sebelum mendapatkan wanitanya kembali.


Mendengar pernyataan dari pria asing itu, mendadak keduanya berhenti melangkah, tak hanya mereka berdua, bahkan orang-orang yang berlalu lalang di area rumah sakit ikut menatap aneh ke arah mereka bertiga.


Baru akan bertanya mengenai peryataan ambigu dari Roma, ada suara seseorang lagi yang lebih lantang, membuat atensi ketiganya langsung menoleh ke arah sumber suara.


" Vero sayang....!!" Teriak seseorang yang tengah berlari tergesa mengabaikan orang lain di sekitarnya.


.


.


.


.tbc


Hayo siapa itu??

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..


__ADS_2