Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Masa Lalu_Mengawasinya Lebih Ketat


__ADS_3

PoV_Jullio


Aku segera keluar dari mobil dan membuka pintu belakang, bahkan penampilan Vero sudah seperti orang yang tidak waras, dressnya sudah naik ke atas dan menampakkan setenah pah4 mulusnya.


Tetapi aku tidak tergoda sama sekali, justru melihat Vero dengan tatapan kasihan. Dengan susah payah akhirnya kami sampai ke unit Apartemen milikku, dan aku segera membawa Vero ke dalam kamar, merebahkan tubuhnya ke atas ranjang besar, posisiku sedang mengukungnya karena memang harus seperti ini bukan? Seperti di adegan-adegan drama yang sering Vero tonton.


Lalu tidak sengaja tatapanku tertuju pada bibir mungil berwarna merah terang milik adikku, seketika sekelebat bayangan saat ia menciumku tadi kembali berputar, ciuman yang mengerikan menurutku, dan Vero justru terlihat seperti seseorang yang sudah sangat lihai dalam berciuman, dulu aku hanya melakukan kecupan saja pada wanita yang pernah aku kencani, termasuk pada Nella pun begitu.


" Sial4n!" Pikiranku jadi kemana-kemana, ternyata adikku tidak sepolos yang aku kira selama ini, namun begitu aku akan bangkit, kedua tangannya tiba-tiba di lingkarkan di leherku, dengan kedua mata yang masih terpejam, dan membuatku lagi-lagi kembali terkejut.


" Kau tidak pernah tahu isi hatiku bukan? Aku punya hati dan hanya ada namamu disana, I love you..." Lirihnya bersamaan itu aku melihat kristal bening keluar dari kedua sudut netra Adikku.


Aku pun berusaha melepaskan kedua tangannya, lalu ingin beranjak bangun. Tetapi lagi-lagi kedua tangannya kembali menarikku lebih keras hingga membuat bibir kami bertemu kembali.


Vero semakin hilang kendali dan menyerang bibirku lagi bahkan ini lebih parah dari yang sebelumnya, ia menarik, menghisap bergerak sangat kasar bahkan menggigiti bibirku. Aku hampir saja terbuai, tetapi pikiranku masih waras hingga segera mendorong kepalanya kebelakang, membuatnya kembali tertidur.


Huft..


Lagi-lagi aku mendapati bibir Adikku sendiri, kepalaku rasanya ingin pecah saja, melihat keadaannya yang terlihat menyedihkan itu, lalu bagaimana bisa Vero bersikap demikian? Karena dunianya sangat ketat dalam pengawasanku, tetapi aku masih bisa kecolongan darinya. Dulu yang membuat pria-pria yang mendekati Vero kabur juga karena mendapat ancaman dariku.


Sebetulnya juga bukan ancaman, melainkan seorang Kakak yang memberi pesan dan nasehat, agar jangan sampai menyakiti Adikku, jika tidak ingin hidupnya menderita kedepannya. Namun jika hanya untuk bermain-main saja lebih baik menjauh dari Adikku. Bukankah banyak Kakak laki-laki yang bersikap demikian terhadap Adiknya?


Aaargghh,, siapa sebenarnya pria berengs3k itu? Desisku sambil mengusap bibirku yang terluka akibat gigitan dari Vero barusan dengan selembar tissue.


Aku jadi menduga, apa karena pria b******n itu yang membuat Vero akhir-akhir ini berubah? Terlebih seolah dia menjauhiku! Aku harus bisa mencari tahu segera pria itu, hingga bisa membuat Adikku segil4 dan se-frustasi itu mengutarakan cintanya, benar-benar Vero berubah menjadi wanita agresif.


Aku melirik Adikku yang sudah terlelap di atas ranjang, sedikit membuatku lega. Aku berjalan untuk membuka tas milik Vero dan mengambil ponselnya, aku ingin melacak pria itu, kalau sampai ketemu awas saja!


Aku berjalan menjauh ke arah balkon kamar, dan mulai membuka ponsel milik Vero, wajah cantik Adikku langsung tertampang di layar depan, ya aku akui Adikku memanglah sangat cantik. Aku membuka password ponsel itu, memasukkan kode-kode seperti tanggal lahirnya, tanggal lahir Mama, atau pun Papa, tak ketingalan tanggal lahirku, tetapi tidak bisa.

__ADS_1


Aku pun mencoba memasukkan angka lainnya namun berkali-kali aku mencoba mengotak-atik ponselnya kunci password tak juga terbuka, si4l berapa passwordnya?


Aah, mungkin menggunakan sidik jari atau sensor wajah, aku pun akan masuk ke dalam kamar kembali untuk melakukannya. Tetapi niatku terhenti saat merasakan ada tangan kecil yang memelukku dari belakang.


" Vero." Panggilku, sembari memutar tubuhku ke belakang hingga kami menjadi berdiri berhadapan, tubuhnya tampak oleng, membuatku spontan menahannya agar tidak terjatuh.


" Kenapa kau_


" Sstttt,, Hahaha. Sebenarnya kau tidak buta 'kan? Lalu kenapa kau tidak bisa melihatku? Aku jauh lebih baik dari dia... tapi kau_


Vero berbicara sambil memicingkan kedua netranya, sementara aku masih bergeming di tempat ingin mendengar langsung siapa kira-kira nama pria yang akan ia sebut.


" Jadi siapa yang tidak melihatmu? Siapa yang buta?" Lancingku, semoga saja ia akan menyebutkan nama si b*******n itu. Tanpa bersusah payah aku mencarinya dan menyelidiki.


" Siapa?...Aahh kepalaku sakit sekali." Keluhnya, membuatku menghembuskan nafas kesal dan lelah. Sepertinya percuma saja bertanya pada orang yang sedang mabuk.


Lagi-lagi pemandangan pah4 mulusnya tertampang jelas di mataku. Sungguh ini ujian yang sangat berat bagiku Tuhan! Pria normal mana yang tahan terhadap godaan seperti ini?


" Si berengs3k!!" Pekik Vero tiba-tiba dengan mata terpejam membuatku tersadar yang sedang berdiri membungkuk di tepi ranjang, segera aku tarik selimut untuk menutupi kemolekan tubuhnya yang indah. Ya tentu saja aku mengakui itu, sebagai pria normal.


" Kau sungguh menyukainya? Mencintai dia?" Tanyaku kembali, bukannya menjawab Vero justru tertawa.


Hahaha...


" Jawab Ver?" Desisku agar ia mau memberikan sebuah jawaban setidaknya menjawab pertanyaanku yang terakhir, atau lebih baik lagi ia mau menyebutkan nama pria itu.


Aku memandang wajah cantiknya yang sudah terlelap itu, beruntung sekali pria itu. Bukan! B*******n itu mendapatkan cinta dari Adikku yang terlihat begitu mencintainya. Tetapi dia justru menyia-nyiakannya, bodoh sekali dia!! Umpatku penuh emosi.


" Peluk aku." Terdengar racauannya kembali, belum sempat aku sadar dari lamunanku ia sudah menarik tengkukku. Entah sejak kapan kedua netra itu terbuka? Hampir saja ia akan menyerangku kembali, jika aku tidak bergerak cepat. Tadi aku sempat melihat ada sebuah syal di dalam tasnya, dengan cepat aku mengambilnya dan mengikat kedua tangan Vero agar tidak bertindak seperti tadi lagi.

__ADS_1


Sungguh ini namanya penyiksaan! Aku ini adalah pria normal, bisa saja banyak setan disini lalu membisikkan sesuatu padaku, hingga kejadian yang tidak seharusnya terjadi bisa saja terjadi begitu saja tanpa kami sadari.


Ingat Jull dia adalah adikmu. Sisi lain dariku berbisik, lalu tak lama terdengar lagi bisikan. Bukankah kalian tidak sedarah? Itu adalah bisikan dari sisi lainnya dariku.


Aku kembali berjalan ke arah balkon, menatap suasana malam yang semakin sepi ini, jalanan juga sudah tampak lenggang, hanya ada satu, dua pengendara. Jika aku bisa mendapatkan pria itu saat ini, pasti aku sudah langsung menghajarnya hingga babak belur.


Aku tidak ingin wanita yang aku sayangi menderita seperti itu, aku cukup menyadari Vero tampak jelas begitu putus asanya menyukai seseorang, tetapi orang itu buta tidak bisa melihat ketulusannya, aku jadi merasa prihatin, seandainya saja pria itu adalah aku, sungguh beruntungnya aku.


Ya selama ini memang aku sangat menyayanginya dan juga mencintainya dalam diam. Namun aku sadar dia adalah Adikku, hubungan kami jelas salah, cinta kami terlarang walau kami bukanlah saudara kandung. Dan juga pasti Mama dan Papa sangatlah menentangnya jika hubungan itu sampai terjadi, maka dari itu aku memilih mengubur dalam-dalam rasa cintaku ini pada Adikku Vero.


Yang membuatku tidak habis pikir, bagaimana Vero adikku yang masih kecil itu sudah tumbuh dewasa, bisa berciuman dan melakukan hal-hal demikian. Lalu apa jadinya jika saja tidak ada yang mengawasinya. Bisa-bisa ia terjerumus ke lembah setan.


Tidak! Aku tidak akan membiarkannya jatuh di dalam pergaulan bebas di luar sana, aku bisa melihat Vero bisa saja melakukan hal gil4 itu jika saja sekarang ini dia bersama pria lain, atau pria-pria hidung belang, mereka akan memanfaatkan kepolosan Vero.


Melihat dan mendengar ungkapan kekesalahannya seperti tadi, mengungkapkan perasaannya, membuatku ikut merasakan sakit, " Bodoh sekali kau Vero, kenapa kau bisa seperti ini hanya gara-gara seorang pria bodoh itu!" Geramku sendiri penuh kekesalan, yang entah akan aku luapkan kepada siapa.


Setelah ini aku tidak akan kecolongan lagi, aku tidak akan membiarkan Vero lepas dari pengawasanku, jika mabuk bisa ia lakukan maka hal yang lebih parah dan lebih gil4 pasti gadis itu bisa juga melakukannya! Dan itu tidak akan terjadi selama aku masih hidup!


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..

__ADS_1


__ADS_2