
Kamar pribadi milik Jull sudah di hias dengan sedemikian rupa cantiknya, sebab malam ini adalah malam yang paling berkesan bagi kedua mempelai yang sudah sah menjadi suami istri setelah mengikrarkan janji suci masing-masing siang tadi dan yang akan membuat mereka mungkin akan menghabiskan malam yang panjang.
Ranjang besi yang sudah di hias, lampu hias di atas meja dan juga tirai di atas tempat tidur membuat suasana ruangan menjadi lebih romantis, ditambah lagi dengan taburan kelopak bunga mawar merah di atas tempat tidur hingga ke lantai bawah di tambah bunga kamboja yang membuat wanita manapun juga akan memekik begitu bahagia, di perlakukan seromantis ini oleh pasangannya.
Namun sepertinya berbeda dengan sepasang pengantin baru ini, sebab malam ini bukan yang pertama kalinya mereka melakukan malam pertama, sebab malam-malam yang panjang hampir setiap hari, bahkan beberapa kali sehari mereka akan bercint4 yang rasanya tidak akan pernah puas bagi keduanya.
Akan tetapi berbeda dengan malam-malam indah sebelumnya, Jull malam ini terlihat enggan untuk bercint4, bahkan rasanya ia tidak mood untuk bermesraan dengan istrinya, bukan karena ia sudah bosan, bukan! Ini lebih di karenakan pikirannya yang sedang kalut.
Ya Jull akui, ia senang juga bahagia sudah menikah dengan wanita yang bisa memberikan kebahagiannya secara batin, namun tidak dengan hatinya yang masih terbenggu oleh wanita lain, wanita yang masih mempunyai andil besar di dalam relung hatinya, wanita yang bisa menjungkir balikkan perasaannya dalam sekejap saja.
Dan wanita itu masih yang dulu, Veronya, Adiknya yang sangat ia cintai sedari remaja. Namun sekarang, ia tidak lebih seorang pecundang dan pengecut yang tidak bisa melindungi bahkan menjaga wanita itu dengan baik, yang entah ada dimana sekarang ini.
Saat Papa dan Mamanya kembali dan tidak menemukan putri mereka, keduanya pun marah besar padanya. Walau saat kepergian mereka pada saat itu tengah kecewa atas keputusan yang di ambil oleh kedua anaknya, namun di sisi lain, keduanya amat sangat menyayangi Vero saat pertama kali datang ke rumah besar mereka.
Dan mau tidak mau akhirnya Jull pun menceritakan bahwa Vero sudah hampir setahun ini pergi dari rumah. Namun pria itu tidak mengatakan kejadian yang menimpa Vero, bahwa Adiknya itu telah di rusak oleh pria lain sebelum kepergiaan Adiknya, ia tidak ingin kedua orangtuanya kecewa pada Vero atau bahkan terpukul atas kejadian malang yang menimpa wanita itu, terutama tidak baik juga untuknya, bisa-bisa ia di marah habis-habisan karena tidak becus melindungi dan menjaga dengan baik putri mereka, bisa jadi ia usir dari rumah.
Oh, God! Apa yang harus aku lakukan saat ini? Aku bingung sekali, bagaimana Vero tidak bisa ditemukan di negara sana? Yang jelas-jelas kita pernah bertemu disana? Apa dia pindah ke negara lain?
Banyaknya praduga-praduga di dalam pikirannya, membuat Jull sedikit merasa pening. Hingga Jull sedikit terlonjak saat Quila tiba-tiba sudah berada di aras pangkuannya, dan dalam keadaan yang sudah polos tanpa sehelai benang. Lelaki normal mana yang menolak ikan segar yang sudah tertampang nyata di hadapannya saat ini.
__ADS_1
Padahal awalnya Jull tidak berminat akan bercint4 malam ini dengan wanita yang sudah sah menjadi istrinya. Namun akal sehatnya seolah tidak berfungsi saat ia melihat hidangan terlezat yang tidak bisa ia abaikan begitu saja, mubazir namanya.
" Kau sedang memikirkan apa sayang?" Quila mulai meraba tubuh depan Jull sembari melepas kancing-kancing kemeja yang masih membungkus rapi d**a bidang tersebut. Entah sejak kapan Quila bersikap layaknya jal4ng saat ini, padahal dulu bersama sang kekasih ia yang selalu di ratukan oleh pria itu. Namun ia sadar pria bumi tidak begitu terkesan memburu, beda dengan kaumnya disana.
Quila tidak tahu saja, banyak pria di luar sana yang lebih liar di bandingkan kaumnya. Hanya saja Jull pria yang berbeda, sebab ini adalah pengalaman pertamanya dengan seorang wanita.
Sebenarnya Quila sudah tahu apa yang tengah menggangu pikiran Jull saat ini, ya dia baru tahu bahwa wanita yang saat itu ia lihat di Apartemen dan berpelukan dengan Jull adalah Adik pria yang kini sudah menjadi suaminya. Hanya saja ia merasa ada sesuatu yang tengah di sembunyikan oleh Jull, namun ia yakin lambat laun ia pasti akan tahu, tanpa perlu bersusah payah bertanya dan mencari tahu kemana-mana.
Sebab ia hanya bisa mengandalkan kelebihannya saat ini. Entah harus sampai kapan semua kekuatan yang ia miliki akan kembali padanya. Dan sekarang ini ia tidak ingin memusingkan hal yang tersebut, yang akan merusak malam indah mereka.
" Oh, tidak ada sayang. Kau terlihat cantik sekali malam ini." Tanpa banyak bertanya lagi, Jull segera melahap bibir merah yang begitu menggoda. Ciuman itu langsang terbalaskan. Nampak menggebu dan menuntut. Kedua tangan Jull juga langsung bergerilya kemana-mana, yang satu meremas salah satu gundukan, yang satunya lagi membelah di bawah sana. Membuat Quila mendes4h tertahan.
Sementara Jull menggeram tertahan saat benda beruratnya yang sudah mulai menegang mendapat gesekan nikmat dari ****** istrinya, semakin membuatnya bergair4h." Nghh.,bangun sayang." Titah Jull dengan suara beratnya.
Quila langsung mengerti apa yang harus ia lakukan. Ia melepas seluruh pakaian yang masih menempel di tubuh suaminya, dan langsung barang pusaka milik suaminya mencuat keluar bahkan sudah menegang sempurna, batang keras yang membuatnya selalu menjerit sepanjang permainan panas mereka.
" Wow, milikmu selalu memukau." Decaknya kagum dan tanpa mengulur waktu lagi, Quila segera duduk di atas pangkuan Jull kembali sembari mengarahkan pusaka milik Jull ke dalam inti tubuhnya.
" Ooughh." Lenguh mereka bersamaan saat tubuh keduanya sudah menyatu sempurna. Quila memulai permainan mereka, menggerakkan pinggulnya maju mundur cantik, memutar juga naik turun membuat Jull selalu berasa tengah terbang ke ke luar angkasa saking nikmatnya.
__ADS_1
" Kau selalu nikmat sayang, jangan berhenti, teruskan." Jull kembali menyatukan bibir keduanya, menyeimbangi gerakan sang istri, menekan miliknya ke atas. Begitu terus dan berlangsung lama, hingga Quila menjerit saat mendapatkan puncak pertamanya.
Jull menahan diri agar sang istri menikmati rasa ternikmatnya, lalu lerlahan ia mengangkat tubuh istrinya yang membuat tubuh mereka terlepas, ia meminta Quila berjongkok di atas tempat tidur.
Mengerti dengan maksud suaminya, Quila segera melakukannya, dan ia kembali menjerit saat milik suaminya kembali menghujaminya lewat belakang sana, hentakan demi hentakan ia terima dengan suka rela. " Oh, faster baby." Racaunya dengan kedua netranya yang merrm melek.
Jull pun berpacu dengan cepat, semakin dalam seakan ia pun juga sudah tidak tahan yang sebentar lagi akan sampai pada puncaknya, hingga lenguhan panjang keluar dari mulutnya bersamaan dengan lava panas yang menyembur ke dalam rahim istrinya.
Sepertinya sudah waktunya junior hadir di antara kami.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..