
" VERO SAYAAANGG!!" Seru seorang wanita yang masih terlihat cantik di usianya yang hampir setengah abad. Dia berjalan tergesa bersama seorang pria yang tidak lain adalah suaminya sendiri.
Rasa bahagia begitu terpancar di wajah keduanya yang tidak lain adalah Papa dan Mama Vero, namun tidak dengan seorang pria yang mendadak menjadi cemas sekaligus gugup. Namun ia berusaha untuk bersikap tenang jika ingin rencananya berjalan dengan lancar.
Begitu sampai di hadapan ketiganya. Mama Vero langsung memeluk erat tubuh putrinya, tangisnya pun juga tumpah tak kuasa menahan rasa rindu yang amat dalam. Sunggub rasanya ia ingin memutar kembali waktu agar ia tidak bersikap tidak adil pada putrinya dulu itu.
" Syukurlah sayang, Mama minta maaf ya, Mama sangat menyesal, tolong maafin Mama. Mama sangat merindukanmu Nak, kita pulang ya sayang, jangan pergi lagi?" Lirih Mama Jihan dengan suara sendu yang membuat suaminya ikut mengharu, tidak terkecuali Vero dan Kai yang juga ikut merasakan pedihnya hati seorang Ibu saat sudah lama tidak bertemu dengan putrinya, walau sadar wanita itu bukanlah putri kandungnya, namun tidak ada yang salah jika dirinyalah yang sudah merawat dan membesarkan juga memberikan kasih sayangnya yang berlimpah selayaknya putri kandungnya sendiri.
" Maaf—
" Biarkan Mama memelukmu sedikit lebih lama sayang." Sela Mama Jihan yang tidak ingin putrinya itu banyak protes untuk saat ini.
Walau Vero bisa ikut merasakan pedihnya hati wanita yang tengah memeluknya saat ini, namun terlihat ia masih bingung dan tidak tahu apa yang terjadi pada Ibu-Ibu tersebut. Kenapa wanita yang tidak ia kenali ini tiba-tiba datang dan memeluknya erat seperti sekarang? Dan berakhir memeluknya? Begitulah pikirnya.
Berbeda dengan Vero yang kebingungan Kai justru merasa amat bersalah karena secara tidak langsung ia ingin menjauhkan wanita yang sudah menjadi istrinya ini dari keluarga angkatnya. Namun ia pun juga takut kehilangan sama seperti yang Mama angkat Vero rasakan.
Apa ini waktu yang tepat?
Menyadari jika putrinya tidak sendirian saat ini, mambuat Johan Papa Vero mengalihkan pandangannya ke arah depan, setelah ia mengusap bulir bening yang keluar di kedua sudut netra tuanya juga.
" Maaf Anda siapa ya?" Tanya Johan to the point menatap curiga terhadap pria yang tengah di gandeng oleh putrinya, terlihat di bawah sana genggaman tangan mereka masih bertaut. Mama Jihan segera mengurai pelukannya, namun tangannya masih menggenggam sebelah tangan Vero, sebab ia tak ingin membiarkan putrinya itu menjauh darinya lagi.
Kai yang di tanya seperti itu tak memerlukan waktu lama untuk menjawab pertanyaan dari Papa mertuanya. Benar bukan jika Papa dari istrinya adalah Papa mertuanya, begitulah sebutan di bumi ini, mungkin sedikit berbeda dengan di alamnya sana.
__ADS_1
" Saya adalah—
Belum selesai Kai menjawab, ucapannya langsung terhenti saat tiba-tiba saja suara seseorang sudah lebih dulu menyerobotnya. Membuat semua orang pun menoleh ke arah orang tersebut yang tidak lain adalah Roma yang merasa ketar-ketir sedari tadi.
" Maaf Om dan Tante menganggu waktunya sebentar. Disini Roma hanya ingin meluruskan saja yang sebenarnya jika kalian sebentar lagi akan menjadi seorang Kakek dan Nenek, dan juga saya ingin mengenalkan seseorang, dia adalah sahabat saya disini, jadi dia yang banyak membantu kami berdua, dan ia sendiri sudah menganggap Vero seperti Adiknya sendiri." Terang Roma yang begitu lancarnya berdusta kepada kedua orangtua angkat Vero.
" Apa! Jadi kamu saat ini tengah mengandung sayang, wah,, akhirnya aku akan menjadi seorang Nenek." Sahut Jihan yang begitu girangnya setelah mendengar ucapan dari Roma yang ia anggap sebagai suami putrinya." Pa putri kita hamil Pa, sebentar lagi kita akan menjadi seorang Kakek dan Nenek. Oh Tuhan, Mama bahagia sekali, selamat sayang. Semoga kau dan Roma bahagia selalu." Sang Mama kembali memeluk putrinya, bahkan sebelah tangannya sudah mengusap lembut perut putrinya yang masih terlihat rata itu.
" Tunggu dulu! Ini ada apa sebenarnya? Dan kalian betiga ini siapa? Kenapa sedari tadi tidak membiarkan aku untuk sekedar bertanya. Dan asal kalian tahu, pria di sampingku ini adalah suami SAH-ku, dan aku tidak mengenal pria ini, darimana kau tahu aku tengah mengandung!!" Tuding Vero tepat ke arah Roma dengan wajah yang semakin bingung juga bercampur emosi, sebab sedari tadi ia tidak di biarkan untuk berbicara barang sekejap saja.
Habislah kau Roma!!!
Baik Mama Jihan maupun Papa Johan sama-sama terhenyak setelah mendengar kalimat demi kalimat yang baru saja Vero lontarkan kepada mereka semua. Namun yang membuat keduanya terkejut adalah pengakuan Vero yang mengatakan jika pria asing yang berada di sampingnya itu adalah suami SAH-nya, lalu bagaimana dengan Roma? Keduanya saling pandang sejenak, lalu menatap penuh tanda tanya ke arah Roma. Yang di tatap justru menghindari tatapan tajam keduanya.
" Sayang, kau tidak ingat kami? Ini Mama dan Papa Nak. Oh ya Tuhanku, ada apa ini? Apa yang terjadi denganmu sayang?!!" Pekik Mama Jihan yang kembali terkejut untuk kesekian kalinya.
" Nak Roma ada apa ini? Tolong jelaskan pada kami.!" Pinta Johan menaruh kecurigaan yang besar pada pria yang dulu pernah menjadi kekasih putrinya.
" Em, maaf Om Tan, sebenarnya—
" Cukup, saya yang akan menjelaskan kepada kalian semua." Seru Kai memotong ucaoan Roma, oria yang ia anggap sebagai kuman baginya.
Kini kelima orang tersebut tengah duduk di kafe yang dekat dengan rumah sakit. Suasana menjadi mencengkam saat ini, tadinya Roma ingin melarikan diri sebelum kebohongannya terkuak, namun dengan cepat Kai mencegah agar pria itu tidak kabur dan mau mempertanggung jawabkan perbuatannua yang sudah membohongi kedua orangtua angkat Vero.
__ADS_1
" Cepat jelaskan yang sebenar-benarnya!" Titah Johan yang tak ingin bertele-tele dan segera di ungkap kebenaean ini.
Akhirnya Kai pun menjelaskan dari mulai pertama kali Vero bekerja di perusaan miliknya hingga menjadi sekretaris pribadinya. Lalu belum lama ini, istrinya mengalami kecelakaan hebat sehingga membuatnya harus kehilangan memori hampir seluruhnya, sebab itulah istrinya itu tidak mengenali mereka semua.
" Ya Tuhan putriku, maafin Mama." Jihan kembali merengkuh tubuh putrinya ke dalam dekapan hangatnya.
Lalu Kai melanjutkan penjelasannya hingga tak lama setelah kondisi Vero di nyatakan sembuh barulah mereka memutuskan untuk segera menikah saja." Maafkan kami yang belum berkunjung ke negara kalian." Seaal Kai yang mengakhiri penjeladan darinya.
" Jadi kau adalah pemilik perusahaan KC? Sungguh luar biasa ternyata aku mempunyai menantu yang sangat hebat seperti dirimu." Pungkas Johan merasa senang dan juga bangga mempunyai Kai. Lalu pandangannya mengalih ke arah lain." Oh iya Nak Roma, jadi maksudmu kemarin itu membohongi kami untuk apa? Supaya bisa mendapatkan simpati, begitu?" Tuding Johan menatap kesal kearah Roma yang seakan ingin menerkamnya hidup-hidup.
" Maafkan Roma, Om, sungguh em,,,." Roma terlihat sulit untuk menjelaskan kebenaran yang ia palsukan kepada kedua orangtua yang ia anggap sebagai calon mertuanya. Hilag sudah respeck mereka berdua kepada dirinya..
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..
__ADS_1