
Sementara di tempat lain tepatnya di sebuah kamar yang tidak terlalu besar namun nyaman, elegan dan terlihat sedikit gelap karena gorden tebal itu masih tertutup rapat sehingga belum ada tanda-tanda adanya kehidupan.
Sebab ada seorang pria yang masih saja terlelap di atas ranjangnya dan masih tertutup selimut dengan bagian tubuh atasnya yang terbuka menampilkan dada bidangnya yang kekar terekspose.
Ya siapa lagi kalau bukan Jullio yang semalam pergi ke klub dan menghabiskan waktunya untuk menikmati minuman dengan begitu banyaknya, sehingga sekarang membuatnya tidak sadarkan diri, bahwa ia sekarang tengah berada di dalam Apartemen milik Adiknya.
Tak lama Jull mulai terjaga dari tidur panjangnya seraya memegangi kepalanya yang masih terasa berat, namun begitu ia masih berusaha untuk bangun karena panggilan alam yang mengharuskan ia segera beranjak bangun.
Begitu ia menyibak selimut Jull begitu terkejut karena menyadari tubuhnya yang polos tanpa memakai sehelai benang, pantas saja sedari tadi ia merasa ada yang janggal dengan tubuhnya. Dan benar saja ternyata memang ada sesuatu hal yang membuatnya merasa sedikit tidak nyaman.
' Ada apa denganku? Siapa yang melakukan ini semua? Siapa yang telah memerkosaku?'
Sungguh pertanyaan yang sangat konyol, seharusnya seorang wanita-lah yang akan mengucapkan kalimat-kalimat demikian, namun ini justru seorang pria yang mengatakannya.
Jull pun mengingat kembali apa yang terjadi padanya tadi malam? Ia sama sekali tidak begitu mengingatnya, lalu tatapannya tertuju kepada benda yang tergeletak di samping tidurnya, Jull pun mengambilnya dengan sedikit ragu.
" Benda apa ini? Kenapa ada disini?" Gumamnya mencoba mengingat-ingat kembali, sembari melihat benda seperti jepit rambut yang tampak tak biasa, ia mulai sedikit ingat namun masih samar-samar.
" ASTAGAA!!" Pekiknya terkejut begitu ia mulai mengingat kejadian semalam.
~ Flashback—Kejadian semalam.
Malam tadi Jull hampir tidak sadarkan diri karena begitu banyak sekali minum, untungnya ia masih kuat untuk berjalan, tak lama ia beranjak bangun dan berjalan ke luar klub tak lupa ia menyodorkan beberapa lembar uang dollar kepada Barista yang tadi sudah melayani dirinya. Bahkan banyak sekali wanita nakal yang berusaha menggoda, merayu bahkan sudah hampir menyerangnya, sungguh double ****, impatnya berkali-kali
Jull berjalan sempoyongan menyusuri jalan trotoar, jalanan begitu sepi karena hari memang sudah sangat larut, mungkin saja ini sudah dini hari.
" Vero kenapa kau lakukan ini padaku??" Racaunya pada diri sendiri masih terus berjalan seperti orang tidak waras, di sepanjang jalan.
" Aku akan membuatmu kembali padaku bagaimana pun caranya.! Kau lupa siapa aku? Aku—
__ADS_1
Ucapan Jull terhenti begitu kedua netranya tak sengaja menatap di depan sana, melihat ada seorang wanita yang sangat familiar baginya.
Jull mengusap kedua netranya agar bisa melihat dengan jelas, begitu bayangan itu masih tampak sama ia pun dengan cepat berjalan menghampiri wanita tersebut, dengan terhuyung ke depan, belakang, samping namun itu tidak membuatnya gagal fokus, justru tatapannya hanya tertuju kepada wanita tersebut.
" Baby, akhirnya aku menemukanmu, ayo kita pulang sekarang juga." Tarik Jull sebelah tangan wanita itu, sedikit menyeretnya sebab takut wanita itu pergi lagi dari sisinya. Walau wanita itu terus saja meronta dan memberontak, namun kekuatannya tidak sebanding dengan tubuh kekar seorang Jullio.
Wanita itu awalnya terkejut saat melihat ada pria yang memaksanya untuk ikut. Ya, bisa di bilang lumayan tampan baginya namun masih lebih tampan kekasihnya yang entah ada di mana sekarang ini.
Dengan kekuatan yang Jull miliki akhirnya ia berhasil membawa wanita yang ia anggap sebagai kekasihnya itu dan kembali masuk ke dalam Apartemen milik Adiknya yang memang tidak jauh dari klub yang ia datangi tadi.
Setibanya di kamar Jull segera membanting tubuh wanita tersebut ke atas tempat tidur yang sangat empuk itu dan segera mengukungnya.
" Tolong lepaskan aku! Pergi,,, Siapa kau!?" Pekik wanita tersebut berusaha mendorong tubuh Jull walaupun sama sekali tidak bergerak.
Jull segera melancarkan aksinya dengan membungkam bibir mungil tersebut dengan mulutnya dengan begitu bergairah, membuat wanita tersebut terbelalak menatap tidak percaya, begitu terkejut mendapatkan serangan yang tiba-tiba di berikan oleh pria asing yang belum pernah ia temui sebelumnya.
Jull ******* habis bibir itu dan menghisapnya dengan begitu menggebu ia gigit bibir bawahnya sehingga membuatnya terbuka dan langsung di lesakkan lid4hnya ke dalam hingga ke rongga mulut untuk mengapsen dan mengeksplornya.
Membiarkan wanita itu bernapas Jull segera menciumi leher jenjang nan putih itu, menghirup aroma tubuh yang membuat Jull terasa melayang dan juga memabukkan.
' Apa aroma Vero seperti ini? kenapa ini sedikit berbeda? Dan yang ini lebih terasa segar. Oh, mungkin dia ganti parfume.'
Begitulah pikir Jull, ia terus melancarkan aksinya bahkan suara protes dan penolakan dari wanita itu sama sekali tidak ia hiraukan. Tak hanya bibir dan lid*hnya saja yang bergerak, kedua tangannya juga tak tinggal diam, terus bergerilya kemana-mana, yang satu ia selipkan ke dalam blouse yang di pakai wanita tersebut. Dan satu lagi menyelip di antara kedua paha mulus nan putih yang menjadi tergetnya
Jull kembali melahap bibir yang kini membuatnya candu, hingga membuat wanita tersebut pun pasrah dan terpancing juga dengan gelora yang sulit untuk ia tolak, tidak di pungkiri wanita itu memang sudah lama sekali tidak pernah melakukan hal itu kembali, tepatnya setelah kepergian sang kekasih yang tak kunjung kembali di sisinya.
Begitu dirasa wanita itu sudah tidak memberontak dan justru membalas ciumannya, Jull menjauhkan wajahnya, ia lepas blouse berwarna hijau itu dan tertampanglah dua bukit yang seolah menantang dirinya, ia pun turun untuk menciumi dua gundukan yang begitu putih dan indah apalagi ujungnya yang berwarna merah muda tersebut yang seakan-akan menjerit untuk segera di kul*m.
Dan entah sejak kapan keduanya sudah polos tidak memakai sehelai benang pun, di kamar tersebut tidak ada lagi suara teriakan atau protes yang terdengar justru suara des4han yang keluar dari bibir seksi wanita tersebut yang membuat Jull semakin terbakar oleh gairahnya sendiri.
__ADS_1
" Kau sudah sangat siap sayang." Desis Jull yang melihat inti tubuh wanita itu sudah sangat basah, ia pun memasukkan satu jari tengahnya ke dalamnya yang terasa hangat menjalar ke tubuh Jull, sehingga membuat tubuh wanita itu pun melengkuh indah bersamaan dengan suara seksi yang ia dengar.
" Keluarkan sayang." Pinta Jull begitu melihat wanita ini akan sampai, ia pun menambah satu jarinya dan menggerakkannya sedikit lebih cepat.
Tak lama terdengar suara lenguhan panjang dari bibir mungil itu, Jull pun menarik dua jarinya lalu memasukkannya ke dalam mulutnya sendiri tanpa rasa jijik sama sekali.
Gelombang itu belum reda, namun Jull sudah tidak sabar lagi untuk segera berada di dalam tubuh indah itu, dengan sekali hentakan pusaka Jull sudah di telan habis oleh milik wanita yang ia anggap Vero tersebut.
Jull tidak curiga sama sekali, karena memang sebelumnya ia sudah mengetahui keadaan kekasihnya yang memang sudah tidak utuh lagi, sebelum menyusulnya Jull pun sudah menerima keadaan kekasihnya itu, walau pada akhirnya tetap saja niatnya tidak di terima oleh Vero.
" Oouucchhh...kau membuatku gil4 sayang, yeaahh kau nikmati saja permainanku ini, aku akan membuatmu melupakan pria berengsek itu." Racau Jull sambil terus menghujami tubuh indah yang berada di bawah kungkungannya.
Walau Jull baru pertama kali melakukan hubungan intim terhadap seorang wanita, namun ia hanya menuruti naluri lelakinya saja. Ya pada akhirnya Jull pun melepas keperjakaannya terhadap wanita asing yang ia anggap sebagai kekasihnya Vero. Entah bagaimana jadinya, saat ia sudah sadar nanti dari pengaruh minuman beralkoholnya.
Wanita tersebut sebenarnya tidak paham apa yang di bicarakan oleh Jull sehingga ia memilih diam dan menikmati apa yang Jull lakukan kepada tubuhnya, bahkan ia sedikit melupakan kekasihnya atas permainan panas yang telah mereka lakukan saat ini.
' Aku tidak tahu kau siapa? Siapa namamu? Berasal dari mana? Namun yang aku tahu kau begitu menggairahkan dan membuatku sedikit bisa melupakan dia!!' Bisik wanita tersebut dalam hati.
~ Flashback off.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..