Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Masa Lalu_Akhirnya..


__ADS_3

Jullio_PoV


*


" Apa benar yang dia katakan itu!" tunjuk Papa pada wanita yang sedang duduk bersama Mama di sofa, aku pun menoleh dan melihat siapa yang di tunjuk Papa padaku. Dan ternyata dia si wanita ular itu tersenyum sinis padaku.


Oh jadi ini semua karena balas dendam? Maka aku pun akan menunjukkan pada semuanya bukti yang aku punya. Bahwa wanita ular ini tidak sebaik yang mereka kira selama ini. Mari kita lihat bagaimana reaksi Mama dan Papa, ucapku dalam hati.


" Jullio kamu dengar Papa bicara tidak!Apa benar kau sudah mengakiri hubunganmu dengan Nella? Kenapa kau tidak memberitahu kami selaku kedua orangtua kandungku. Apa kau sudah tidak menganggap kami lagi?" hardik Papa menatap tajam padaku.


" Maafkan aku Pa, Jull bukan tidak mengatakan pada Papa dan Mama, hanya saja Jull akan memberitahunya pada waktu yang tepat. Dan yang harus kalian tahu wanita ular inilah yang sudah berselingkuh di belakangku selama ini. Aku mempunyai banyak bukti." ujarku mantap sembari mengeluarkan foto-foto yang sudah anak buahku ganda lipatkan sebelumnya dan menyebarnya di atas meja besar tuang keluarga agar Mama dan Papa bisa melihat dengan jelas.


Degh!


Ku lirik wajah Nella yang amat terkejut bola matanya bahkan membulat sempurna mungkin karena ia merasa panik dan takut akan reaksi yang Papa dan Mama berikan padanya sebentar lagi. Lihat saja, jika kau berani mengusik keluargaku.


" Nella benarkah ini? Ternyata Tante sudah salah menilaimu selama ini." ujar Mama menatap kecewa padanya.


Plaaakkk!!


Bahkan Mama langsung memberikan hadiah cantik sebuah tamparan yang pasti membuatnya shock." Tante!" bentaknya tidak terima. Dan benar saja ia seakan ingin protes pada Mama dengan memegang sebelah wajahnya yang kena hadiah dari Mama, aku tersenyum dalam hati sedikit merasa lega.


" Tante tidak habis pikir dengan cara berpikirmu Nella, itu hadiah dari Tante karena kamu sudah menfitnah putriku, menjelekkannya, Tante tidak terima putri Tante di hina seperti itu, penuh perjuangan Tante membesarkannya. Sekarang pergi dari sini, sebelum Tante bertindak jauh lagi." dan tanpa di minta dua kali, Nella langsung melipir pergi meninggalkan rumah dengan raut wajah yang penuh dengan amarah.


" Wanita ular itu sudah bicara apa saja dengan Papa dan Mama? Jangan percaya pada semua ucapan bohongnya!" ujarku meminta penjelasan, agar masalah ini cepat selesai.


" Seharusnya kamu menjelaskan hubungan kalian yang sudah sejauh apa! Bsgaimana bisa kau lakukan hal itu Jullio, Papa tidak habis pikir dengan jalan pikiranmu!" desis Papa yang terlihat murka sekali padaku.

__ADS_1


" Maaf Pa, memang jika kita mencintai seseorang, kita bisa memilih pada siapa hati ini akan berlabuh, tidak 'kan! Lalu kenapa seolah hubunganku dengan Vero itu adalah dosa besar, kami bahkan tidak sedarah, dimana letak kesalahan kami!" ujarku dengan suara sedikit meninggi.


" Tapi dia adikmu sendiri Jull. Apa salah kami? Bagaimana bisa kau tega melakukan hal ini pada kami? Kesalahan apa yang kami lakukan padamu Nak?" ujar Mama pelan namun terdengar penuh penekanan.


" Maafkan kami Ma, ini semua salahku, kak Jull tidak bersalah akulah yang seharusnya di salahkan karena sudah mencintai Kakakku sendiri," lirih Vero berusaha membelaku.


" Vero jangan salahkan dirimu sendiri, Kakak juga ikut andil jauh lebih besar. Ma, Pa Jull mohon restui hubungan kami. Kami saling mencintai, walau awalnya aku terus menepis perasaan ini dan menerima Nella, tetapi asal kalian tahu semakin aku membuang rasa ini, rasa itu semakin tumbuh subur dan itu membuatku tersiksa. Jika memang kalian tidak merestui hubungan kami, kami akan pergi dari rumah ini." ancamku yang sudah tidak tahu lagi harus bagaimana, tiba-tiba aku merasa kepalaku terasa sakit sekali seketika, dan penglihatan juga semakin kabur.


Brukkk!! Tubuhku langsung bereaksi meliuk-liuk di atas lantai ubin, kedua bola mataku menatap diam ke langit-langit atap.


" Astaga Jullio!?" pekik suara Mama yang masih terdengar di telingaku.


" Kakak!" sayup-sayup aku juga mendengar jeritan dari wanita yang sangat aku cintai.


" Mang cepat siapkan mobil." teriak Papa yang suaranya terdengar menjauh. Lalu setelahnya aku tidak lagi mendengar suara-suara di sekitarku hingga aku benar-benar terpejam tidak sadarkan diri.


Entah aku ada dimana sekarang? Semuanya nampak gelap, kedua mata ini ingin melihat di sekitarku, namun aku merasa kelopak mataku begitu berat untuk di buka. Begitu indra penciumanku mulai bereaksi sepertinya aku tahu saat ini tengah berada dimana? Ya di ruangan rumah sakit, sebab aku mencium bau-bau aroma rumah sakit yang paling aku benci seumur hidupku, ini sudah lama sekali, kenapa harus di saat waktu yang tepat aku harus kembali kesini, ke ruangan yang sangat menakutkan bagiku.


" Ver, Mama takut sekali Kakakmu kenapa-kenapa." sayup-sayup aku mendengar suara lirih dari Mama yang nampak sedang mengkhawatirkanku.


" Mama jangan bicara seperti itu, Kak Jull adalah pria yang kuat, tubuhnya tidak akan mungkin sakit hanya karena sakitnya yang kambuh. Seperti yang Dokter katakan sepertinya Kak Jull sudah stress merasa tertekan sekali." lirih gadis yang sangat aku kenal, dialah gadis yang mampu mengalihkan duniaku selama ini.


Walaupun aku masih terpejam, namun aku bisa mendengar ucapan mereka dengan jelas, jadi ini semua karena sakitku. Ya sudah sejak remaja aku mempunyai penyakit epilepsi.


Penyakit gangguan sistem saraf pusat (neurologis) di mana aktivitas otak menjadi tidak normal, sehingga menyebabkan gejala kejang atau periode perilaku yang tidak biasa dan terkadang kehilangan kesadaran. Tidak sedikit pengidap epilepsi yang merasa terganggu dengan penyakitnya tersebut, karena gejala kejang bisa kambuh sewaktu-waktu dan tanpa ada penyebabnya.


" Aku menyesal Ma sudah membuat keadaan semakin memburuk seperti ini, jika memang kami tidak bisa bersama, aku akan ikut dengan Mama dan Papa ke Aussi." ucap Vero pada Mama, mendengar ucapannya yang begitu serius seketika membuat kedua mataku terbuka lebar menatapnya tajam.

__ADS_1


Dan Mama melihatnya, " Nak kau sudah sadar?" ucap Mama yang langsung berdiri mengusap kepalaku. Namun padanganku tidak lepas dari wajah Vero.


" K-kakak sudah sadar, syukurlah." terdengar helaan lega dari mulutnya, namun aku masih bergeming menatapnya tanpa berkedip, aku juga tidak ingin menjawab pertanyaan dari mereka berdua.


Seolah mengerti dengan tatapanku, ia mulai salah tingkah sendiri. " Kakak mau minum?" Aku tetap diam. " Mau makan ya, sini biar aku suapi." ujarnya kembali.


Kulirik Mama yang hanya diam melihat terinteraksi dari kami berdua, " Apa kau sangat mencintai adikmu Nak?" Tanpa kuduga Mama menanyakan hal yang membuatku langsung mengalihkan padanganku dari Vero dan menatapnya. Aku hanya bisa mengangguk, suaraku terasa tercekat di tenggorokan saat ini.


Mama terlihat menghela nafas berat lalu menarik sebelah tanganku dan juga sebelah tangan Vero dan ia satukan tangan kami di dalam genggamannya. Saat bersamaan pintu kamar terbuka serempak kami pun menoleh dan muncullah Papa disana lalu berjalan menghampiri kami.


" Baiklah Mama dan Papa akan merestui hubungan kalian berdua jika memang kalian sudah tidak bisa lagi di pisahkan, Mama hanya ingin melihat kalian berdua bahagia, walau sebenarnya kalian telah membuat Mama dan Papa kecewa, tetapi kami bisa mengerti. Setelah kesembuhanmu Mama dan Papa akan berangkat ke Aussi dan kalian baik-baiklah disini. Jull Mama minta dengan sangat jaga adikmu dengan baik." terang Mama panjang lebar pada kami berdua. Seketika perasaanku menghangat, kami saling bertatapan mesra.


Akhirnya kami mendapatkan restu dari kedua orangtua kami, mungkin sebab karena penyakitku ini membuat mereka pasrah, walau aku sadar mereka merestui kami karena terpaksa. Tetapi itu sudah membuat kami bahagia tiada tara, semua tertutupi karena cinta, bukankah cinta itu buta! Ya itulah yang kami rasakan saat ini, cinta membuat segalanya indah walau ada rasa kecewa yang tidak kita sadari yang terpendam dari kedua orangtua kami.


~ Flashback off


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..

__ADS_1


__ADS_2