Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Salah Penyerangan..


__ADS_3

Keesokan harinya, dua pasangan yang tadi malam seusai memadu kasih di atas ranjang yang berbeda, di kamar yang berbeda dan juga tempat yang berbeda pula.


Nampak Kai yang lebih dulu terjaga, ia memandang wajah cantik yang masih terlelap itu, wajah cantik yang selalu membuat Kai betah berlama-lama ada di sisinya. Namun Kai sadar ia harus kembali ke Penthousenya sendiri untuk bersiap berangkat ke kantor.


Namun gerakannya membuat Vero terusik, perlahan netra cantik itu terbuka samar-samar lalu menoleh ke samping dimana ada bos mesumnya menatapnya dengan tatapan nakal dan terlihat akan bersiap turun dari tempat tidur.


" Kau baru saja bangun?" Tanyanya dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.


Kai mengangguk sambil tersenyum, ia kembali mendekat lalu mengecup sekilas bibir mungil itu, membuat sang empu pun mendengus kesal. " Aku bahkan belum membersihkan diri, dan belum menggosok gigiku , sudah main nyosor aja ini pria Alien." Gerutu Vero sambil menyingkap selimut yang menutupi tubuh polosnya dan berjalan ke arah kamar mandi tanpa ada rasa malu lagi di benaknya.


" Kau mengatakan apa tadi?" Vero tak menggubris pertanyaan Kai, ia langsung masuk dan menutup pintunya.


" Hei! Kau memang sengaja menggodaku ya!" Seru Kai kembali yang berjalan mengikuti Vero dan langsung masuk begitu pintu itu tidak terkunci.


Kai melihat Vero yang sudah berdiri di bawah guyuran shower, suara gemericik derasnya air menggema di seluruh ruangan kamar mandi, membuat Vero tidak sadar bahwa Bos mesumnya itu sudah ada di belakangnya, dengan tatapan lapar, siap menerkam.


Bukan Kai namanya jika ia tak menuntaskan hasratnya terlebih dahulu, apalagi antenanya yang kembali berdiri hanya dengan melihat tubuh itu yang basah oleh air, bukannya peluh.


" Aaakkkkh! Astaga kau mengejutkanku!" Pekik Vero sembari memutar tubuhnya, dan kini mereka saling berhadapan, saling mengunci tatapan.


" Tumben sekali kau belum kembali ke tempatmu? Apa tadi malam begitu mengesankan hingga membuat—


Lagi-lagi perkataan Vero langsung terhenti begitu saja, begitu Kai langsung memangut bibir yang terus saja mengoceh sedari pagi tadi, awalnya Vero terus saja memberontak dan mendorong dada Kai agar melepaskan dirinya, namun detik berikutnya kedua tangannya itu justru melingkar sempurna di leher sang bos mesumnya.


Mereka saling menyesap rasa, saling melilitkan lid4h mereka, bertukar saliva hingga ciuman itu semakin menuntut, keduanya pun semakin terbakar gairah dari tubuh masing-masing, ingin dipuaskan satu sama lainnya.


"Eengghh." Lenguhan Vero membuat Kai semakin bersemangat. ia menarik salah satu  kaki Vero agar melingkar di pinggangnya.


Tanpa menunggu lagi, ia langsung melesakkan antena miliknya yang sudah sangat tegang itu ke dalam liang senggama yang membuat miliknya terasa di jepit dan seakan di pijit-pijit mesra, membuat Kai semakin menggila saja.


" Heump." Vero menahan napasnya begitu milik bosnya itu sudah tenggelam seluruhnya ke dalam tubuhnya, dengan perlahan tubuhnya pun ikut bergerak seirama dengan dorongan yang di lakukan oleh pinggul bosnya.

__ADS_1


" Kau selalu membuatku ingin terus memakanmu Baby." Bisik Kai sembari terus menghujami tubuh wanitanya yang sudah membuatnya candu.


" Apa kau hanya menginginkan tubuhku saja?" Dengan nafas yang memburu Vero berusaha bertanya, ingin mendengar langsung jika tebakannya tidaklah benar.


" Ya, aku tidak msu menafik seluruh inchi yang ada pada tubuhmu ini memang sudah membuatku candu Baby. Dan apa kau menyukai semua sentuhanku." Suara Kai semakin berat dengan tatapan yang di penuhi oleh kabut gairah.


Vero hanya bisa mengangguk sebagai jawaban, namun tak di pungkiri hatinya sedikit mencelos saat bosnya hanya menginginkan tubuhnya saja, entah mengapa ia justru berharap pria yang sedang menghujamnya saat ini memiliki perasaan yang lebih padanya walau hanya sedikit saja.


Vero sendiri juga bingung pada dirinya sendiri, bagaimana bisa ia mengharapkan cinta dari seorang pria yang menjadi bosnya ini. Apalagi ini semua hanya sebuah kesepakatan semata, yang sama-sama saling mendapatkan keuntungan.


Vero juga sadar bahwa ia tidak beda jauh dengan seorang jal4ng di luar sana, menukar tubuhnya sendiri hanya demi uang dan kenikmatan semata.


' Apa kau sungguh, sama sekali tidak menyukaiku bos?'


Vero segera menepis semua pikiran-pikiran yang tidak akan pernah terwujud itu." Kenapa kau terus saja menggelengkan kepalamu Baby?" Vero langsung membuka netranya yang memang sedari tadi ia pejamkan. Namun tak lama ia merasakan hujaman yang di lakukan Kai semakin tidak terkendali.


" Aaahhh, faster Kai." Desahnya yang merasakan gelombang di dalam tubuhnya akan segera datang. Vero sengaja mengalihkan dengan menikmati permainan panas mereka pagi ini, tanpa memikirkan apa yang tidak mungkin terjadi.


" Dengar, aku memang menginginkan tubuhmu setiap waktu. Namun aku ingin memilki hatimu juga, agar menjadi milikku seuruhnya, bukan hanya tubuh indahmu ini saja." Bisik Kai sembari mencium kening Vero sedikit lama. Mendengar hal itu kini Vero tersenyum lebar, rasanya tidak percaya saat pria yang terlihat dingin itu benar-benar menginginkannya untuk menjadi miliknya.


----


Sementara itu di tempat yang berbeda, dua insan berbeda jenis juga berbeda spesies masih bergelung di satu selimut yang sama, tepatnya di sebuah Apartement. tak berapa lama sang wanitanya mulai terjaga, namun saat ia akan bangkit, sebuah tangan kekar melilit pinggangnya hingga ia kesulitan untuk bergerak.


" Hei, Tuan lepaskan tangan besarmu itu." Pekiknya yang sama sekali tak di respon oleh sang pria, justru tangan itu semakin melilitnya erat.


" Tunggu sebentar Ver, biarkan seperti ini dulu." Sahut sang pria dengan suara berat, dengan mata yang masih terpejam.


Wanita itu langsung mengerutkan keningnya, ia merasa pria itu menyebut nama wanita lain bukan dirinya. bagaimana bisa menyebut namanya! jika mereka saja tak saling mengenal satu sama lain, namun berakhir tidur di atas satu ranjang yang sama. Benar-benar konyol.


Bagi sang wanita itu tidak dipermasalahkan, sebab itu juga bukan untuk pertama kalinya baginya, namun tidak dengan sang pria yang memang baru merasakan pengalaman pertamanya bercinta dengan seorang wanita.

__ADS_1


" Kau sangat nikmat sayang, aku semakin tergil4-gil4 pada tubuhmu ini." Bisik Jull yang kini kembali menciumi tengkuk wanita itu. yang ia anggap adalah kekasihnya.


" Hentikan! Aku tidak mengenalmu?!" Pekik sang wanita itu kembali.


Degh.!!


Mendengar pekikan itu seketika membuat Jull langsung tersadar dan matanya membola begiturlihat siapa yang ada di sampingnya saat ini, dengan cepat ia melepaskan pelukannya yang memang seusai pertempuran mereka tadi malam ia langsung memeluk tubuh seksi itu dari belakang hingga mereka terlelap karena saking lelahnya.


Jull tersadar bukan karena suara pekikan wanita itu, melainkan karena suara yang sangat asing di telinganya. " Oh my god, Siapa kamu? Bagaimana kau bisa ada disini?" Jull ikutan terpekik karena sama terkejutnya, saat melihat ada seorang wanita cantik tak kalah cantik dengan kekasihnya, kini ada di atas ranjang yang sama dengannya.


Yang membuatnya kembali terkejut adalah penampilan tubuh keduanya yang sama-sama polos tanpa sehelai benang pun, Jull yakin pasti ada sesuatu yang terjadi pada mereka berdua, ia tidaklah bodoh menafsirkan hal yang nyata ia lihat.


Sebenarnya tadi pagi ia sudah terjaga, namun karena krpalanya masih twrasa pusubg, akhirnya ia kembali ketiduran sambil memeluk tubuh wanita tersebut. Jull kembali mengingat kejadian tadi malam saat ia mabuk berat, hingga permainan panasnya yang membuat pusaka saktinya kembali tegang di balik selimut saat ini.


" Asataga! Jangan bilang, aku telah menidurinya semalam? Oh my god, ini tidaklah benar, aku pikir semuanya hanyalah mimpi, namun ternyata ini justru nyata. " Gumamnya mengusap wajahnya dengan frustasi.


" Jangan bilang kau lupa dengan semua perbuatan buadapmu itu!!" Desis wanita tersebut menatap tajam ke arah Jull.


Wanita asing yang tak di kenal oleh Jull perlahan beringsut turun dari atas ranjang, lalu berjalan tertatih-tatih menuju kamar mandi, membuat Jull semakin frustasi saja. Kepingan puzzle-puzzle tadi malam mulai terhubung secara perlahan." Oh, ****!!"


' Seberapa buas aku semalam? Dan bagaimana bisa aku tidur dengan wanita asing? Tapi bukankah semalam aku sedang bercinta dengan Vero? Jangan bilang, karena mabuk berat, sehingga membuatku mengkhayal dan menganggap dia adalah Vero. Oh, duble ****!!'


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..


__ADS_2