Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Asisten Baru..


__ADS_3

" Vero? Ini benar kau Vero ? Bagaimana kau bisa ada disini?" Tanyanya merasa tidak percaya.


Pria itu beranjak dari kursi kebesarannya, setelah sebelumnya mematikan layar transparannya itu terlebih dahulu.


" Hay Rick, long time no see. Apa kabar?" Sapar Vero hanya melambaikan tangannya ke arah Erick dengan canggung, sebab sudah sangat lama mereka tidak pernah bertemu setelah Erick lebih dulu menyelesaikan kuliahnya di bandingkan dirinya.


" Baik, sangat baik. Aku begitu terkejut melihatmu di perusahaan ini. Kau—semakin cantik saja." Celetuknya masih menatap takjub ke arah Vero.


Erick langsung menarik lengan Vero dan memeluknya erat." Aku merindukanmu." Bisik pria itu pelan tepat di dekat telinga Vero.


Sementara Vero sendiri hanya bisa tercengang karena terkejut tidak menyangka dengan sikap Erick yang tiba-tiba memeluknya.


" A-aku juga merindukanmu Erick." Canggung itulah yang dirasakan oleh Vero saat ini.


Tak lama Erick mengurai pelukannya saat ia baru tersadar dengan tindakan yang tidak pernah ia lakukan dulu terhadap wanita ini. Ia merasa bodoh.


" Sorry aku terlalu senang bisa melihatmu kembali, oh iya duduklah." Pinta Erick kemudian.


Mereka tidak sadar bahwa ada seseorang yang baru saja keluar dari balik pintu ruangan yang terlihat seperti kamar pribadi.


Seseorang yang melihat adegan Erick dan Vero berpelukan mesra, ia pun kembali masuk ke dalam kamar pribadi milik Erick yang berada di dalam ruangan kantornya itu.


Dan juga mendengar dua orang itu sedang berbincang layaknya sepasang kekasih yang baru saja bertemu kembali.


" Siapa wanita itu?" Gumamnya sangat pelan.


Sementara di luar kamar, dua teman yang baru saja bertemu sekian lama terlihat mengobrol sangat intens. Walau awalnya canggung namun lama kelamaan suasananya pun mencair.


" Baiklah aku harus bekerja, nanti kita mengobrol kembali Mr. Alderick." Vero sengaja menggoda Erick yang memang dari dulu suka sekali menjahili pria yang super dingin ini, tapi sepertinya tidak lagi, ia terlihat sedikit hangat sekarang.


" Baiklah kalau kau kesulitan sesuatu hal, kau bisa langsung menghubungiku." Vero hanya mengangguk sambil tersenyum, lalu keluar dari ruangan temannya tersebut.

__ADS_1


" Dia masih terlihat cantik, bahkan semakin cantik saja." Gumam Erick tanpa tahu ada seseorang yang mendengar gumaman itu dengan sangat jelas, sebab ia sudah berdiri di samping meja kerjanya saat ini. Dan melihat sendiri pria itu yang masih memandangi pintu ruangannya sambil tersenyum senang.


" Siapa dia? Kelihatannya ada yang baru saja bertemu dengan cinta di masa lalu." Celetuknya membuat Erick tersadar dan langsung menoleh ke arah samping dan melihat wanita yang menjadi tunangannya itu berdiri sambil melirik kepo ke arahnya.


" Kau tidak perlu tahu." Jawabnya datar dan dingin.


Wanita itu hanya mendengus kasar, lalu akan berjalan keluar ruangan, tapi langkahnya terhenti saat pria yang menjadi tunangannya itu memanggilnya.


" Kau mau kemana? Kau bilang kepalamu sakit, tapi kau justru akan pergi, istirahatlah di dalam." Titahnya tak ingin di bantah sedikitpun, wanita itu pun mengurungkan niatnya sambil menggerutu, bukannya kembali masuk ke dalam kamar, ia justru duduk di sofa sudut dengan wajah yang terlihat kusut menahan amarahnya.


" Kenapa? Kau marah? Kau ingin aku menyebarkan videomu itu! Cepat masuk dan istirahatlah." Ancam Erick yang membuat wanita itu kembali tidak berkutik.


" Kau selalu saja mengancamku seenaknya, menodaiku seenaknya. Apa kau tidak sadar kau itu bagaikan seorang iblis yang haus belaian." Hardiknya menggebu, ia melupakan sejenak ancaman dari Erick.


Erick bergeming, ia sama sekali tidak ingin menanggapi ucapan dari wanita yang menjadi tunangannya tersebut, walau ia sadar apa yang di katakan oleh wanita itu memang benar adanya, ia memang seorang iblis, lebih tepatnya iblis yang sangat tampan.


" Dasar Man WhorD Cheesy !" Umpatnya sambil menghentakan kakinya dan berjalan masuk kembali ke dalam kamar pribadi.


Mungkin Erick memang sudah terkontaminasi oleh dua sahabatnya itu yang memang gil4 mencelupkan senjata pamungkasnya ke lubang-lubang surga dunia, sebab hanya dirinyalah yang tahu bahwa dua sahabatnya itu bukanlah manusia biasa, tetapi bersama mereka ia justru merasa nyaman.


**


Sementara itu Vero sudah kembali ke ruangannya sendiri setelah menyelesaikan tugas yang di berikan oleh Glory, dan saat ini pun Vero juga tengah membantu menyelesaikan pekerjaan Glory, sambil menunggu pekerjaan dari bosnya yang ternyata baru pulang dari luar negeri.


" Jadi siapa sebenarnya yang akan menjadi atasanku? Kenapa banyak yang bilang dia bos tertampan di antara ketiganya! Aah nggak tahu lah, yang penting aku tidak akan mendapatkan bos yang menyebalkan." Gerutunya dengan menggunakan bahasa negaranya sendiri.


---


Sementara itu dua sahabat Erick yang juga bos di perusahaan tersebut baru saja masuk ke dalam Penthaouse milik Kai sepulang dari perjalanan panjang yang melelahkan.


Walau kenyataannya mereka tidak pernah mengeluh lelah, hanya saja mereka tidak akan ke perusahaan hari ini, sebab hari sudah sore, pasti sebentar lagi perusahaannya akan segera tutup.

__ADS_1


" Aster, kenapa aku seperti mencium baunya di sini, ya aku sangat yakin ini adalah bau aroma dari tubuhnya, apa mungkin dia berada di negara ini?" Tanya Kai menduga-duga.


Aster langsung menoleh ke arah Kai, " Itu berarti jackpot untukmu Bruv, kita tidak perlu repot-repot mencarinya keliling dunia, kalau dia saja sudah mengantarkan dirinya sendiri kesini." Balas Aster ikut yakin dengan apa yang yg tengah di pikirkan oleh sahabatnya.


" Aku akan pergi keluar sebentar, oh iya Glory bilang Asistent baru untukmu sudah masuk hari ini." Imbuh Aster setelahnya ia kembali berjalan keluar padahal mereka baru saja sampai, tak lupa ia juga membawa alat kecil yang biasa ia bawa ke mana-mana.


" Hei, kau mau pergi kemana?" Teriak Kai, tapi tidak di hiraukan oleh Aster.


***


Keesokkan Harinya..


Kai berjalan masuk ke perusahaan miliknya juga milik dua sahabatnya itu, di dampingi Aster di sebelahnya, semua karyawannya membungkukkan sedikit tubuhnya untuk memberi hormat kepada mereka berdua.


Mereka pun akan memasuki lift yang sudah di buka oleh salah satu petugas keamanan yang bekerja di situ.


Petugas itu pun segera berjalan kembali ke depan, saat pintu besi itu akan kembali menutup tiba-tiba saja ada tangan seorang wanita yang menahannya.


Detik kemudian dengan cepat pula wanita itu langsung saja masuk ke dalam tanpa melihat ada dua bos pemilik perusahaan yang berada di dalamnya. Ia tak sadar atmosfer yang ada di belakangnya itu terasa mencekam. Dengan santai ia menekan tombol lima belas dimana lantai ruangannya berada.


' Kenapa mereka tidak menekan tombol?' Pikir wanita itu dalam hati, tapi niatnya urung untuk ia ungkapkan.


.


.


.


.Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..

__ADS_1


__ADS_2